"Cieeee yang disamperin sama pangeran nya.." Goda salah satu mahasiswi yang sedari tadi duduk di samping nya..
"Apaan sih Key.." Ucap Dewi tersipu malu..
"Hahahaha dia malu kiyuuutt" Ledek Keyla lagi. Sambil menyenggol bahu Dewi hingga membuat pipi Dewi bersemu merah..
"Ke kantin yuk. Laper nih.." Ajak Keyla kemudian dan di jawab dengan anggukan Dewi yang masih terlihat malu.
Mereka pun berjalan menuju kantin. Namun sebelum sampai di kantin langkah Dewi seketika terhenti saat melihat jam tangan yang ia berikan untuk Indra malah melingkar di pergelangan tangan Vina..
"Ada apa Wi. Kok berhenti..?" Tanya Keyla sambil memperhatikan arah pandangan Dewi.
"Itu kan jam tangan yang lo kasih buat Indra.. Kok bisa di pake sama si Vina.." Ucap Keyla sambil mengernyitkan dahi nya. Dewi tidak menjawab pertanyaan dari Keyla.Ia terdiam sambil terus menatap Vina yang terus berjalan semakin dekat dengan dirinya.
"Hai Vin.." Sapa Dewi saat Vina berada tepat di samping nya. Sehingga membuat langkah Vina terhenti dan langsung tersenyum ke arah nya..
"Hai juga Wi.."
"Emm kamu baru dateng ya." Ucap Dewi sambil memaksakan tersenyum namun hatinya terasa sakit.
"Iya nih. Yaudah gue duluan ya.." Ucap Vina sambil tersenyum dan hendak melangkah kan kedua kakinya namun terhenti saat suara Keyla menghentikan nya.
"Jam tangan kamu bagus Vin.." Puji Keyla sambil memaksakan senyuman.
"Terima kasih.." Balas Vina sambil tersenyum lebar.
"Bukan nya itu jam tangan edisi terbatas ya ?" Ucap Keyla
"Iya bener ini jam tangan keren banget, udah lama banget gue kepengen jam tangan ini. Tapi karena susah ngedapetin nya dan dilarang juga sama bokap gue,, jadi ya gue nyerah untuk ngedapetin nya."
"Wah beruntung banget ya Vin. Lo bisa ngedapetin jam tangan yang lo mau" Ucap Dewi dengan perasaan yang mulai gusar
"Iya gue beruntung banget.." Ucap Vina sambil memegang jam tangan nya dengan tatapan bahagia..
"Apa masih ada lagi Vin..Soalnya gue juga mau." Ucap Keyla
"Kurang tahu juga ya.." Ucap Widia
"Terus lo beli nya dari mana.." Ucap keyla lagi
"Ini hadiah.." Ucap Vina bersemangat..
"Hadiah..?" Ucap Keyla terkejut dan.langsung menatap Dewi dengan tatapan tidak mengerti. Sementara Dewi pun ikut terkejut namun ia bisa mengatasi dirinya agar tak terlihat terkejut oleh Vina.
"Enak banget sih jadi elo Vin. Bisa dapetin hadiah yang elo mau,, emmm ngomong ngomong siapa yang kasih hadiah itu ke elo Vin." Ucap Keyla lagi.
Vina terlihat bahagia mendapatkan pernyataan yang membuat nya merasa nyaman,, ia pun tersenyum dan saat menoleh dari kejauhan ia pun melihat Indra sedang mengobrol dengan Dimas..
"Itu orang nya ada disana." Ucap Vina sambil menunjuj ke arah Indra. Keyla dan Dewi pun langsung mengikuti jari Vina yang di tujukan pada Indra. Terlihat guratan kekecewaan pada wajah Dewi dan Keyla pun mengetahui perasaan sahabat nya itu.
"Yaudah kalau gitu, gue duluan ya" Ucap Vina sambil berlalu pergi meninggalkan Dewi dan Keyla yang masih terlihat syok..
"Wi.." Ucap Keyla terlihat sedih melihat expresi sahabat nya
"Gue mau pulang dulu. Tiba tiba kepala gue sakit.." Ucap Dewi yang langsung meninggalkan Keyla seorang diri.
Ferdi sedang asyik mengobrol dengan Dimas. Kemudian Vina pun mendekati nya dan langsung menyapa mereka..
"Hai Indra. Dimas.." Ucap Vina sesampainya di dekat Indra dan Dimas.
"Hai Vin.." Ucap Dimas
"Baru nyampe..?" Tanya Indra
"Heeh" Ucap Vina sambil mengangguk pelan dan tersenyum
Dimas yang melihat tatapan Vina dan Indra itu pun merasa tak enak hati karena masih berada di sana..
"Hmm. Gue cabut dulu ya bro. Kalian ngobrol aja ok" Ucap Dimas sambil menepuk pundak Indra dan berlalu dari sana.
"Udah sarapan..?" Tanya Indra
"Udah.."
"Hmm Ada yang mau gua omongin ke elu"
Vina sedikit terkejut apa jangan jangan dia mau nembak gue hari ini . Batin Vina.
"Kita ke taman aja yuk ngobrol nya.." Ajak Indra dan Vina pun mengangguk lalu mereka pun pergi ke taman dan duduk di bangku taman.
Mereka duduk agak berjauhan dan suasana nya pun terlihat canggung. Setelah beberapa menit saling terdiam akhirnya Vina membuka suara nya.
"Mau ngomong apa Ndra.." Ucap Vina pelan namun terlihat senyum di wajah nya sehingga membuat indra tambah gugup saat melihat senyum manis dari bibir Vina..
"Emm Anu gue..Gue.." Ucap Indra terbata bata.
Vina memberanikan diri menatap Indra untuk mencoba mencari tahu apa yang hendak Indra katakan padanya.. Namun tatapan mata Vina membuat Indra semakin salah tingkah..
Aduuuhh gila manis banget senyum nya. Kalau kaya gini terus bisa bisa gue terkena diabetes beneran di usia muda gue.." Ucap nya dalam hati
Vina yang merasakan kegugupan dari sikap Indra pun merasakan hal yang sama. Lalu ia membalikkan badan nya sehingga memunggungi Indra..
Ahhh kenapa gue gerogi gini sih,, apa jangan jangan gue beneran suka sama dia.. Ucap nya dalam hati sambil memejamkan mata nya dan menahan rasa yang ada di hati nya.
"Kalau gak ada yang mau di omongin gue ke kelas dulu" Ucap Vina hendak berdiri namun tangan nya di pegang oleh Indra sehingga menghentikkan niat nya untuk pergi dari sana.
"Gue suka sama lo.." Teriak Indra kemudian. Namun tak ada sahutan dari Vina.. Vina hanya terdiam sambil masih memunggungi Indra. Indra merasa semakin gusar saat tak ada jawaban dari Vina. Sementara Vina yang membelakangi tubuh nya terlihat tersenyum bahagia namun bisa menahan nya dengan tanpa ada nya gerakan pada tubuh nya sehingga tak diketahui oleh Indra..
"Emm gua bilang gua suka sama lo. Udah lama gua memendam perasaan ini ke lo dan baru berani mengatakan nya. Gue tahu kita baru deket beberapa bulan ini dan kita sama sama sudah di tinggalkan oleh pasangan masing masing. Tapi gue berani jamin sama lo kalau perasaan gue ke lo itu murni bukan pelarian." Ucap Indra panjang lebar.
Siapa yang bilang kalau perasaan nya pelarian" Ucap Vina dalam hati sambil mengernyitkan dahinya.
Merasa tak ada respon dari Vina. Indra pun melepaskan pegangan tangan nya dan terlihat bersedih.
"Kalau lo gak mau..
"Gue mau.." Ucap Vina memotong ucapan Indra dan langsung berbalik menghadap Indra dengan senyuman dan tatapan penuh cinta sehingga membuat Indra merasakan lega di hati nya karena cinta nya di terima.
"Jadi.. Lo nerima gue.." Ucap Indra seakan tak percaya.
Vina pun mengangguk dengan sangat cepat kemudian menundukkan kepalanya karena merasa malu di tatap seperti itu oleh Indra.
"Jadi sekarang kita jadian.." Ucap Indra sambil memegang dagu Vina sehingga tatapan mereka saling beradu. Sehingga terlihat jelas wajah Vina yang terlihat memerah karena saking malu nya.
Vina menganggukan kepalanya tanda setuju dengan pernyataan Indra kemudian Indra pun mengecup kening Vina dengan sangat lembut hingga membuat Vina semakin malu..
"Kenapa .." Tanya Indra saat Vina melepaskan pandangan nya dan menoleh ke samping.
"Ini di kampus gak enak kalau ada yang lihat.." Ucap Vina tersipu malu.
"Baiklah kalau gitu kita lanjutin di kantor saja nanti." Ucap Indra menggoda sehingga Vina menepiskan tangan nya ke badan Indra sehingga Indra mengaduh kesakitan dan, membuat mereka tersenyum sambil memandang.
Tanpa mereka sadari dari kejauhan terlihat Ferdi sedang menatap ke arah mereka dengan tatapan yang nanar..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
🍃🥀Fatymah🥀🍃
maafkan aku yg nongolnya jarang 😭
2020-11-21
1
ARSY ALFAZZA
🐾🌻
2020-11-03
1
Erlina Khopiani
like
2020-10-17
1