PML 20 - Mengabdi Kembali?

Di sisi lain, Naomi terlihat sedang duduk termenung di dalam ruangan kerjanya. Sejak masuk ke dalam ruangan kerjanya tadi, Naomi tak henti memikirkan masalah pernikahannya dan Gilang yang semakin hari semakin parah.

“Apa aku sanggup menjalani hubungan pernikahan ini dengannya?” Lirih Naomi. Rasanya Naomi ingin sekali menangis memikirkannya.

Di tengah kegalauan yang melanda, Mama Jelita yang juga bekerja di rumah sakit yang sama dengan Naomi nampak masuk ke dalam ruangan kerja Naomi. “Naomi, kamu kenapa nak?” Tanya Mama Jelita setelah melihat wajah Naomi yang terlihat tidak baik-baik saja.

Perlahan kepala Naomi terangkat. Menatap wajah mamanya dengan senyum. “Naomi gak papa, Mah. Memangnya Mama lihat Naomi kenapa?” Tanyanya bingung.

Mama Jelita memperhatikan dengan intens wajah putrinya. Meski wajah Naomi tersenyum. Namun, Mama Jelita melihatnya tetap tidak baik-baik saja.

“Kamu ada masalah? Ayo cerita sama Mama.” Kata Mama Jelita tanpa menjawab pertanyaan Naomi barusan.

Naomi terdiam. Sejak kecil dia selalu menceritakan apa saja masalahnya pada Mama Jelita. Mama Jelita pun selalu tahu suasana hatinya. Jadi maklum saja kalau saat ini Mama Jelita tidak percaya dia baik-baik saja hingga bertanya seperti itu.

“Gak ada masalah apa-apa, Ma. Naomi cuma capek aja.”

Dahi Mama Jelita mengkerut. “Capek? Memangnya kamu habis ngapain kok bisa ngomong capek begitu?” Pertanyaan Mama Jelita tak dapat langsung Naomi jawab. Hingga membuat Mama Jelita mengambil kesimpulan kembali. “Kamu jangan bohong sama Mama, Naomi. Ayo cerita. Apa kamu ada masalah dengan Gilang?”

“Enggak, Mah.” Naomi cepat menyahut. Dia tak ingin Mama Jelita sampai berpikiran kemana-mana. “Hubungan aku dan Gilang baik-baik saja. Dia memperlakukan aku dengan baik sebagai istrinya.” Balas Naomi meyakinkan.

Mama Jelita rasanya bingung apakah harus percaya atau bagaimana. Namun, mendesak Naomi agar jujur pun rasanya sedikit sulit.

“Oh ya, ada apa Mama datang menemuiku?” Tanya Naomi. Karena tidak biasanya sekali ibunya yang super sibuk itu bakalan datang menemuinya di saat jam bekerja seperti ini.

“Gak papa. Mama cuma ngasih tahu kamu kalau dua bulan lagi ada kegiatan pengabdian lagi ke desa. Sekarang pimpinan rumah sakit lagi merekomendasikan beberapa dokter yang mau ditunjuk untuk pergi mengabdi.” Balas Mama Jelita.

Naomi terdiam. “Pengabdian lagi?” Rasanya Naomi sedikit trauma mendengarnya. Pasalnya, di tempat pengabdiannya dulu dia mendapatkan kenangan yang kurang mengenakkan.

“Iya. Tapi kali ini daerahnya masih terjangkau dan akses kendaraan di sana cukup memadai. Jadi gak terlalu menyulitkan para dokter untuk membawa kendaraan pribadi ke sana.”

Naomi terdiam kembali. Dia jadi memikrikan rencana pengabdian itu kembali.

“Ya sudah, kalau begitu Mama balik ke atas dulu. Sebentar lagi ada jadwal praktek!” Pamit Mama Jelita.

Naomi mengiyakannya. Setelah kepergian Mama Jelita, Naomi memikirkan perkataan mamanya tadi.

“Apa sebaiknya aku menawarkan diri untuk ikut pengabdian lagi?” Lirih Naomi. Rasanya lebih baik jika dia mengambilnya saja. Dengan begitu, Naomi tidak akan sering bertemu dengan Gilang dan perasaannya tidak akan terluka setiap kali berhadapan demgan Gilang.

“Ya, lebih baik aku ambil saja. Aku akan memberitahukan masalah ini pada Gilang nantinya supaya dia memberikan izin pada Mama untuk merekomendasikan aku mengabdi kembali nantinya.” Sambung Naomi. Untuk masalah izin dari Gilang, Naomi yakin kalau Gilang pasti akan mengizinkannya. Bahkan Naomi berpikir Gilang bakalan senang jika dirinya pergi jauh dari hidup Gilang.

***

Jika teman-teman suka dengan cerita Naomi dan Gilang, tinggalkan komentar dan klik tombol suka sebelum meninggalkan halaman ini. Satu lagi, jangan lupa kasih rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ seperti biasanya. Terima kasih🌺

Terpopuler

Comments

U_Lee

U_Lee

Kasihan bgt si Naomi dulu ditolak mentah2 sama Gilang, bahkan sast mereka sudah menikahpun dlm keadaan terpaksa sekalipun si Naomi sering sakit hati dg segala sikap Gilang tapi Naomi berusaha tegar dan tidak terlihatvlemah di depan Gilang. Setuju bgt si Naomi iku pengandian bukan bermaksud menghindar tapi cuma ingin menenangkan hati dan pikiran disaat pernikahannya sedang tidak baik2 saja. belum lagi entar kedatangan Melvina. aaarrgghh kenapa jadi berpikiran negatif ttg Melvina.. 🙈

2025-03-19

6

Kar Genjreng

Kar Genjreng

sekalinya punya suami hanya statusnya doang,,,tetapi hanya cinta sepihak itupun sudah hampir musnah di hati Naomi karena Gilang enggan memupuk,,, seharusnya sebagai laki laki kepala rumah tangga bisa mengayomi sang istri ini seolah di jadikan musuh,,,,mungkin Naomi hanya menunda waktu,,, bila Gilang tidak berusaha merubah akan kehilangan berlian mahal,,,dan akan menyesal karena tidak mau mendengar nasehat sahabat nya yang bijak,,,egomu terlalu tinggi Gilang,,,, kalau sama orang lain silahkan tetapi ini istri,,,semoga Naomi masih sabar,,,

2025-03-19

2

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

jika di tempat Naomi aku jugak akan begitu.. kerana suami kayak gilang enggak ngehargai isterinya.. seorang isteri akan menghargai suami nya..jika suami menghargai nya..

2025-03-19

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!