Pukul tujuh malam, Naomi terlihat turun dari lantai atas dimana kamarnya berada menuju ruangan makan untuk mengisi perutnya yang sudah meronta meminta diisi sejak tadi. Sama seperti malam-malam sebelumnya, Naomi menikmati makan malam dalam kesendirian. Tidak ada suami yang menemaninya makan. Naomi merasa suasana yang ia rasakan sekarang seperti saat ia tinggal di desa.
“Rasanya aku bosan sekali.” Keluh Naomi sehabis makan. Rasanya saat ini Naomi ingin pergi ke suatu tempat dan menenangkan pikirannya di sana dibanding terus berada di rumah.
“Sepertinya menikmati kopi di kafe cukup menyenangkan!” Naomi sudah mendapatkan solusi atas permasalahannya saat ini. Tanpa berpikir lebih lama, Naomi sudah beranjak dari posisi duduk. Dia mengambil tas selempangnya di dalam kamar dan akhirnya pergi meninggalkan rumah menuju coffe shop langganannya.
Dua puluh menit berlalu, Naomi sudah berada di dalam coffe shop yang terlihat cukup ramai malam itu. Meski suasana di sekitarnya cukup ramai, entah mengapa Naomi tetap merasa sendiri.
“Sudahlah, bukannya biasanya juga seperti ini?” Naomi tidak ambil pusing. Dia segera menyeruput kopi dingin yang sejak tadi diabaikannya di atas meja.
“Naomi?” Kedatangan seorang wanita ke mejanya dan menyapanya dengan suara cukup keras membuat Naomi terkesiap.
“Debby!” Naomi segera bangkit dari posisi duduk. Menatap Debby dengan senyum kemudian memeluk tubuh wanita yang tak lain adalah sahabat baiknya.
“Kamu sedang apa di sini?” Tanya Debby dengan dahi yang nampak mengkerut.
“Sedang berenang!” Balas Naomi asal. Kesal sekali dirinya mendengar pertanyaan bodoh yang keluar dari mulut Debby.
Lidah Debby berdecak. “Maksudku kamu ngapain di sini sendiri?” Koreksi Debby yang ikut kesal mendengar jawaban Naomi.
“Memangnya kenapa? Tidak masalah kan kalau aku ngopi sendirian di sini?” Naomi memperlihatkan senyum di wajah cantiknya. Seolah tidak ada masalah yang saat ini sedang dirasakannya.
Debby menatap intens wajah Naomi. Lagi, Naomi begitu pandai menyembunyikan perasaannya di depan semua orang. Tanpa kata, Debby menjatuhkan bokongnya di kursi yang berhadapan dengan Naomi.
“Dimana Gilang. Kenapa dia tidak menemani kamu di sini?” Tanya Debby.
Senyuman di wajah Naomi seketika surut. “Emh, Gilang lagi pergi keluar. Jadi dia tidak bisa menemaniku di sini.”
Debby menghela napas. Rasanya dia sudah tahu apa yang terjadi pada Naomi. “Apa hubungan kamu dan Gilang masih tidak ada perkembangan, Naomi? Dia masih suka pergi bersama teman-temannya dan tidak peduli dengan kamu?” Tebak Debby.
Naomi terdiam. Rasanya dia enggan untuk menjawab. Diamnya Naomi pun membuat Debby mengambil kesimpulan sendiri.
“Gilang benar-benar keterlaluan. Tidak seharusnya dia bersikap seperti ini pada kamu. Dia lebih mementingkan pergi bersama teman-temannya dibandingkan menemani istrinya!” Geram Debby.
Melihat amarah di wajah Debby, membuat Naomi langsung berkata. “Sudahlah, tidak perlu mempermasalahkannya. Aku gak masalah dengan keadaan yang aku jalani saat ini.”
Debby menatap sedih wajah Naomi. Tadinya dia pikir menikah dengan Gilang bisa membuat hidup Naomi merasa bahagia karena bisa menikah dengan pria yang dicintainya. Tapi kenyataannya justru sebaliknya.
“Aku pikir setelah Gilang menikah dengan Naomi, dia bisa berubah bersikap lebih baik pada Naomi. Nyatanya sama saja. Dia tetap saja tidak peduli dengan perasaan Naomi.” Gumam Debby dalam hati.
Melihat keadaan Naomi yang menyedihkan, membuat Debby teringat dengan kejadian lima tahun yang lalu. Di saat Naomi mengungkapkan perasaannya pada Gilang yang membuat Gilang menjauh dari Naomi dan membuat hati Naomi sakit karena cintanya tidak terbalas oleh Gilang, bahkan Gilang semakin menjauhi dirinya dan terlihat tidak suka padanya.
***
Jika teman-teman suka dengan cerita Naomi dan Gilang, tinggalkan komentar dan klik tombol suka sebelum meninggalkan halaman ini. Satu lagi, jangan lupa kasih rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ seperti biasanya. Terima kasih🌺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Kar Genjreng
keliatan nya baru baca ehhh sudah abis saja yang panjang dong sayang bab nya,,, penisirin banget dengan Gilang apa tidak ada rasa sama sekali denga dokter cantik Naomi,,,,biarkan lah menangis batin,,, berharap di kemudian hari Naomi bisa hidup bahagia walaupun tanpa Gilang bila tidak berjodoh,,,ku pikir Gilang akan berubah perduli dengan Naomi setelah jadi istri terapi tambah menjauh ,,,apa mungkin Gilang punya wanita atau belok,,🤫🤫
2025-03-16
1
Zahra azkazia
jadi itu kejadian lima tahun lalu, ungkapan cinta Naomi di tolak sama Gilang,
semoga kamu mendapatkan kebahagian dan cinta yang sesungguhnya Naomi, dan tidak mencintai sendiri. ayo Gilang balas cintanya Naomi, sebelum ada cinta yang lain di hati Naomi.
tetap semangat ya kak SHy berkaryanya 💪
2025-03-15
3
Teh Yen
jd sebenernya Gilang itu suka engg sih smaa Naomi dulu d tolak kmr ketemu d kampung liat Naomi sama cowok lain ky yg cemburu jd bingung deh smaa Gilang apa dia jg engg sadar yah smaa perasaannya sendiri ke Naomi yah 🤔
2025-03-15
2