“Sembarangan bicara. Aku tidak mungkin cemburu padanya. Sekarang pergilah. Aku hanya ingin memastikannya saja!” Usir Gilang.
Debby melangkah pergi meninggalkan ruangan Gilang sambil bersungut. “Kupikir dia sudah mulai menaruh rasa pada Naomi. Ternyata tidak. Dia masih saja sulit untuk menerima Naomi menjadi bagian dalam hidupnya!” Gumam Debby dalam hati. Melihat sikap Gilang yang masih saja sama seperti dulu, membuat Debby berpikir keras bagaimana caranya untuk bisa membuat Gilang jatuh cinta pada Naomi.
“Kepalaku sungguh pusing memikirkannya. Lebih baik aku pikirkan nanti saja!”
**
Pukul lima sore, Gilang nampak sedang bersiap-siap untuk pulang. Seharian bekerja di kantor membuatnya lelah dan ingin segera mengistirahatkan tubuhnya di rumah. Saat mobil Gilang hendak masuk ke pekarangan rumah, dilihatnya mobil putih milik Abian baru saja berhenti di sana. Diikuti oleh Naomi yang keluar dari dalam mobil Abian.
Tatapan mata Gilang nampak datar menatap ke arah Naomi yang nampak sedang menatap ke arah mobilnya yang baru saja terparkir di belakang mobil Abian. Tanpa mengundur waktu lama, Gilang keluar dari dalam mobilnya. Abian yang ternyata melihatnya pun ikut keluar dari dalam mobil.
“Hai, Gilang.” Sapa Abian ramah sembari mengulurkan tangannya pada Gilang.
Meski merasa tidak menyukai Abian, Gilang masih memiliki rasa sopan santun untuk menerima uluran tangan Abian.
“Maaf kalau aku terlalu lama mengantarkan istrimu pulang. Soalnya perjalanan kami hari ini cukup jauh.” Kata Abian. Dia sedikit menekan perkataannya saat menyebut kata ‘kami’.
“Tidak masalah. Aku sama sekali tidak peduli!” Balas Gilang acuh kemudian melangkah masuk ke dalam rumah.
Naomi menatap kepergian suaminya itu dengan tatapan nanar. Dia berusaha untuk tidak terlalu membawa hati semua perlakuan Gilang kepadanya.
“Kamu bisa lihat sendiri kan gimana sikap Gilang sama kamu. Dia sama sekali gak menghargai kamu sebagai istrinya. Bahkan secara terang-terangan dia berkata acuh di depan kamu.” Kata Abian yang dibuat gerak melihat sikap Abian barusan.
“Sudahlah. Aku harap kamu jangan terlalu ikut campur dalam urusan rumah tanggaku.” Tegas Naomi. Dia kembali mengulang perkataan yang sama pada Abian.
Abian membuang napas kasar di udara kemudian kembali masuk ke dalam mobil miliknya. “Aku sungguh gak habis pikir dengan jalan pikiran Naomi. Bagaimana bisa dia tetap bertahan dengan pria yang tidak punya hati seperti Gilang.” Abian menggelengkan kepalanya. Rasanya ingin sekali Abian merebut Naomi dari Gilang agar penderitaan Naomi segera berakhir.
Setelah kepergian Abian, Naomi melangkah masuk ke dalam rumah. Karena merasa tenggorokannya terasa kering, Naomi tak langsung pergi ke dalam kamarnya. Dia melangkah ke arah dapur lebih dulu untuk mengambil minum di sana.
“Dia tidak memakan sarapan pagi yang aku buat?” Gumam Naomi menatap segelas susu dan sepiring nasi goreng yang sudah ia hidangkan di atas meja masih dalam kondisi utuh tak tersentuh.
Naomi membuang napas bebas di udara. Dia berusaha tidak memikirkannya. Sebelum mengambil minum, Naomi lebih dulu membersihkan gelas dan piring berisi makanan yang sudah mulai basi di atas meja.
Di dalam kamar, Gilang terlihat tergesa-gesa melepaskan dasi yang sejak tadi terasa mencekik lehernya. “Berani sekali dia berkata seperti itu kepadaku. Dasar tidak tahu diri!” Gumam Gilang mengingat perkataan Abian tadi padanya.
Saat Naomi sudah masuk ke dalam kamar, Naomi melihat wajah Gilang yang nampak memerah entah karena apa.
“Ada apa dengannya. Kenapa wajahnya terlihat seperti orang marah?” Tanya Naomi dalam hati.
***
Jika teman-teman suka dengan cerita Naomi dan Gilang, tinggalkan komentar dan klik tombol suka sebelum meninggalkan halaman ini. Satu lagi, jangan lupa kasih rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ seperti biasanya. Terima kasih🌺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Kar Genjreng
gelang geleng parah kalau tidak suka kenapa mesti marah yeh 😮 kalau suska bilang saja gengsi di gedein,,,,loe nya saja masa bodo biarkan saja Naomi sampe kapan suami mu seperti itu
2025-03-17
2
Sugiharti Rusli
kalo laki" kegedean gengsi mengakui perasaan nya sendiri ke istrinya yah kek gini nih, sebetulnya apa sih alasan si Gilang seperti ga peduli sama Naomi dahulunya,,,
2025-03-18
2
mbok Darmi
udah naomi ngga usah dipikirin dia cuek kamu juga cuek bukankah perjanjian tdk akan ngurusi privasi masing2 jadi ikuti saja alurnya sampai dia bosan dan melepaskan kamu
2025-03-17
2