PML 14 - Jangan Ikut Campur

Sebelum naik ke atas tempat tidur, Naomi mendapatkan panggilan telefon dari rekan kerjanya yang mengingatkan dirinya untuk hadir di acara seminar esok hari. Gilang yang mendengarnya terus mencuri dengar percakapan Naomi dengan seorang pria yang Gilang tebak adalah pria yang sedang dekat dengan Naomi saat ini.

Setelah panggilan telefon berakhir, Naomi naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuhnya di sebelah Gilang. Seperti biasanya, tidak ada percakapan di antara mereka sebelum tidur. Keduanya hanya diam, larut dalam pemikiran masing-masing hingga akhirnya tertidur.

“Apa dia gak gerah tidur masih menggunakan hijabnya?” Gumam Gilang. Rasanya pertanyaan itu terus terbesit di benak Gilang setiap kali melihat Naomi tidur menggunakan hijab.

Pukul enam pagi, Naomi terlihat sudah bersiap-siap berangkat bekerja. Gilang yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dibuat heran melihat Naomi yang sudah selesai bersiap sepagi itu.

“Pagi ini aku ada seminar di luar kota. Jadi aku berangkat lebih pagi dari biasanya.” Kata Naomi tanpa menatap wajah Gilang.

Gilang tak memberikan jawaban hingga membuat Naomi kembali bersuara. “Aku sudah menyiapkan sarapan pagi untukmu di atas meja. Kalau begitu aku berangkat dulu!” Pamit Naomi.

Gilang masih saja diam hingga akhirnya tubuh Naomi lenyap dari pandangannya.

“Dengan siapa dia pergi?” Gilang merasa penasaran. Tanpa diketahui oleh Naomi, Gilang mengikuti pergerakan Naomi hingga akhirnya Naomi keluar dari dalam rumah.

“Abian!” Di luar rumah, Naomi kaget melihat Abian sudah tiba di depan rumahnya. Padahal tadi Abian baru mengirimkan pesan kalau dirinya baru mau berangkat ke rumah Naomi.

“Naomi.” Abian menatap wajah Naomi dengan senyum manis yang terkembang di wajah tampannya.

Seolah terhipnotis dengan tatapan mata Abian, Naomi ikut tersenyum pada Abian.

“Apa kamu udah siap?” Tanya Abian.

Naomi mengangguk. “Ayo kita langsung berangkat sebelum terlambat!” Ajak Naomi. Pagi itu dia memang berangkat seminar keluar kota bersama Abian dan teman-teman dokternya yang lain. Karena rumah Naomi yang lebih dekat dengan rumah Abian, membuat Abian menjemput Naomi lebih dulu.

Di dalam rumah, Gilang memperhatikan interaksi Naomi dan Abian dengan tajam. Entah kenapa Gilang merasa tidak senang melihat kedekatan keduanya saat ini. Apa lagi Naomi terlihat sangat dekat dengan Abian. Gilang bahkan menebak kalau di antara keduanya terjalin hubungan khusus.

“Ternyata dia pergi bersama kekasihnya!” Gumam Gilang dengan kedua tangan terkepal. Setelah melihat mobil milik Abian keluar dari dalam pekarangan rumahnya, Gilang kembali ke lantai atas dan melanjutkan kegiatannya untuk bersiap-siap.

Karena moodnya yang terasa buruk pagi itu, membuat Gilang enggan memakan sarapan yang Naomi buat. Bahkan meminum segelas susu yang biasanya menjadi favoritnya tiap pagi pun Gilang enggan untuk meminumnya. Dia membiarkan saja sarapan yang dibuatkan Naomi untuknya tetap terletak di atas meja.

Di sisi lain, Abian dan Naomi terdengar sedang berbincang sembari menikmati perjalanan menuju rumah rekan kerja mereka yang lain.

“Naomi, sampai kapan kamu menjalani pernikahan yang tidak sehat seperti ini dengan Gilang? Aku rasa sudah saatnya kamu mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan pernikahan kalian dari pada kamu terlalu lama menyiksa diri kamu sendiri seperti ini.” Kata Abian. Wajahnya terlihat prihatin saat berbicara dengan Naomi.

Naomi menoleh menatap intens wajah Abian yang kini juga melihat ke arahnya. Abian memang adalah satu-satunya rekan kerjanya yang mengetahui masalah rumah tangganya dan Gilang. “Abian, aku tahu kalau kamu peduli pada diriku. Tapi aku harap kamu jangan terlalu ikut campur dengan urusan hidupku. Apapun yang terjadi pada hidupku sekarang, biar aku saja yang menjalaninya tanpa ada campur tangan kamu di dalamnya.” Balas Naomi. Dia masih saja bisa berbicara lembut saat memberikan pengertian pada Abian.

***

Jika teman-teman suka dengan cerita Naomi dan Gilang, tinggalkan komentar dan klik tombol suka sebelum meninggalkan halaman ini. Satu lagi, jangan lupa kasih rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ seperti biasanya. Terima kasih🌺

Terpopuler

Comments

Kar Genjreng

Kar Genjreng

Ku kasih vote Thor biar tambah semangat,,,Gilang salah paham ternyata Naomi bukan berpacaran dengan Abian ,, justru sedang menanti kapan kamu bisa membuka hati untuk istri mu,,,kamu terlalu jaim dan jadi keliatan somse,,, Gilang, jadi selalu berprasangka buruk,,,payah kamu nanti jangan menyesal kalau sudah di rebut orang,,

2025-03-17

3

💥💚 Sany ❤💕

💥💚 Sany ❤💕

Napa Abian bisa tau, apa Naomi juga menceritakan masalah RT nya yang kurang sehat?. Kirain cuma Debby aja yg tua, karena selain sahabat dia juga bagian kluarga Gilang. Tapi napa harus cerita je orang lain juga Naomi?. Kalo kamu gak mau orang laen memberi komentar, napa juga kamu cerita ke orang. Ya.... kalo gak sanggup jalani, akhiri.

2025-03-18

2

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

Far~ hidayu❤️😘🇵🇸

hurm..apa kamu ceritakan kisah kamu ke Abian... hingga Abian tahu yg pernikahan kamu sama Gilang tidak sihat?. sebaiknya enggak usah cerita yg Byk cukup sedikit saja... tetapi sampai saat nya baik kamu berpisah saja jika Gilang masih mengabaikan mu Naomi

2025-03-16

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!