Malam harinya, Gilang terlihat sedang bersiap-siap untuk pergi. Naomi yang memperhatikannya sejak tadi bertanya-tanya. Mau kemana lagi suaminya itu pergi. Meski penasaran, namun Naomi memilih untuk tidak mempertanyakannya sampai akhirnya Gilang keluar dari dalam kamar tanpa permisi dulu pada dirinya.
Brak!
Naomi terperanjat kaget saat pintu tertutup cukup keras dari luar oleh Gilang. “Dia itu kenapa?” Gumam Naomi sambil mengusap dadanya secara berulang. Semakin hari, Naomi semakin tidak paham saja dengan sikap Gilang.
“Apa dia memiliki masalah sampai bersikap begitu?” Sambung Naomi. Jika dibandingkan dengan dirinya, Naomi rasanya lebih bisa mengontrol emosinya. Meski memiliki cukup banyak masalah di tempat kerja, Naomi tidak pernah membawa masalahnya sampai ke rumah. Apa lagi melampiaskannya pada Gilang.
Tiga puluh menit kemudian, Gilang sudah berada di apartemen milik Kala. Kedatangannya memasang wajah kurang bersahabat lantas membuat Kala bertanya.
“Ada apa denganmu. Kenapa wajahnya kusut begitu?” Tanya Kala. Verel yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi pun memusatkan pandangan pada Gilang yang baru saja masuk ke apartemen.
Gilang tak menjawab. Dia justru mengusap kasar wajahnya dan menjatuhkan bokong dengan kasar di atas sofa.
“Makin hari kamu terlihat kacau saja.” Komentar Verel sembari ikut menjatuhkan bokong di atas sofa yang berhadapan dengan Gilang.
Tatapan mata Gilang menghunus tajam ke arah Verel. Membuat Verel bergedik ngeri dibuatnya.
“Ada masalah apa lagi?” Tanya Kala tanpa peduli dengan tatapan mata Gilang yang nampak tajam. Kala yakin kalau ada masalah pada Gilang.
Gilang tak langsung menjawab. Dia justru menatap kosong ke sembarang arah lebih dulu.
“Apa ada hubungannya dengan Naomi?” Tebak Kala. Rasanya tidak ada hal yang membuat Gilang seperti itu jika bukan karena Naomi.
Gilang berdehem tanda membenarkan perkataan Kala. Membuat Kala menyerngit menatap wajah Gilang.
“Ada masalah apa kamu dama Naomi. Bukannya sekarang Naomi sudah tak lagi bersikap seperti dulu? Kulihat dia lebih kalem semenjak menjadi dokter. Dia tidak mungkin mencari masalah dengan kamu.”
“Tau apa kamu tentang dirinya? Dia memang tidak membuat masalah denganku. Tapi, kekasihnya itu yang membuat masalah denganku!” Balas Gilang. Wajahnya kelihatan geram saat menjawab perkataan Kala.
“Naomi punya kekasih?” Kedua bola mata Kala melotot. Pun dengan Verel. Rasanya mereka berdua tidak percaya dengan yang Gilang katakan.
Gilang membenarkannya. Dia pun menceritakan kepergian Naomi dengan pria yang Gilang maksud sebagai kekasih Naomi. Tak lupa Gilang juga menceritakan sikap pria itu padanya tadi sore.
“Kamu cemburu lihat Naomi pergi sama pria itu?” Tanya Verel. Lidahnya tak tahan juga jika hanya diam begitu saja.
“Sembarangan! Siapa yang cemburu padanya!” Sahut Gilang.
“Tapi dari yang aku lihat kamu sepertinya cemburu padanya. Buktinya kamu sampai marah-marah gak jelas begini.”
Tatapan mata Gilang nampak tajam menatap wajah Verel. Namun, kali ini Verel sudah tidak takut untuk membalas tatapan mata Gilang.
“Gilang, apa yang Verel katakan itu benar. Kamu seperti orang yang sedang cemburut pada istrimu.” Kala ikut-ikutan berkomentar. Membuat Gilang cepat menyahutinya.
“Aku tidak cemburu. Aku hanya tidak suka karena dia tidak mengetahui batasannya setelah menjadi istriku!”
“Benarkah begitu? Tapi bukannya kamu sendiri yang berkata saat itu jika kamu tidak peduli kalau Naomi pergi dengan siapa saja dan berteman dengan siapa saja. Tapi kenapa kamu justru mempermasalahkannya?” Sahut Verel dengan sebelah alis mata terangkat ke atas.
***
Jika teman-teman suka dengan cerita Naomi dan Gilang, tinggalkan komentar dan klik tombol suka sebelum meninggalkan halaman ini. Satu lagi, jangan lupa kasih rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ seperti biasanya. Terima kasih🌺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Kar Genjreng
nah kan apa yang kamu ucapkan tidak sesuai Dangan tingkah mu,,,akui saja kenapa agar sahabatmu bisa memberikan nasehat yang baik,,, keliatan nya kedua sahabatnya baik,,, tidak seperti mu hanya menggrundel di belakang mirip perempuan labil,,,bukan seorang pria dewasa',
2025-03-18
3
Rahayu Ayu
Gilang cemburu tapi ga mau ngaku,
padahal ga usah ngaku pun jangankan orang dewasa anak kecil dah tau kalau ada yg lagi cemburu.
Bagus Naomi pertahankan sikap mu , jangan tegur Gilang sebelum Gilang tegur dan ngaku salah sama kamu duluan.
2025-03-18
3
U_Lee
Udah gak usah munafik kamu gilang, dari sikap elu aja udah kelihatan kalo lagi cemburu melihat Naomi dekat dg lelaki lain. awas loh, gak selalu menyangkal rasa cemburu elu itu bisa2 Naomi pergi dari elu. jangan sampai menyesal.
2025-03-18
3