Awal dari Ambisi

Setelah kembali dari kota kecil, Zhang Wei segera menuju tempat persembunyiannya di tepi hutan. Ia membuka botol kecil berisi lima Pil Pemurni Qi, mengamatinya dengan cermat. Pil-pil itu berwarna hijau muda, mengeluarkan aroma yang menenangkan.

Lian Xuhuan muncul di sisinya, melayang dengan ekspresi puas. "Bagus. Dengan pil-pil ini, kau bisa mempercepat proses kultivasimu. Tapi ingat, jangan meminum terlalu banyak sekaligus. Tubuhmu masih lemah, dan jika terlalu rakus, kau bisa merusak meridianmu."

Zhang Wei mengangguk serius. Ia tahu bahwa meski dirinya sekarang lebih kuat, ia masih berada di tingkat yang sangat rendah dalam dunia kultivasi. Martial Warrior bintang 5 hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang menuju kekuatan sejati.

Ia duduk bersila di bawah pohon besar, mengambil satu pil, dan memasukkannya ke mulutnya. Saat pil itu meleleh, energi hangat mengalir ke seluruh tubuhnya. Zhang Wei memejamkan mata dan mulai memandu aliran energi itu sesuai teknik dasar kultivasi yang diajarkan oleh Lian Xuhuan.

"Fokus," kata Lian Xuhuan. "Jangan biarkan energinya menyebar tanpa kendali. Pandu Qi itu ke meridian utamamu dan biarkan itu menguatkan fondasi tubuhmu."

Beberapa jam berlalu, dan Zhang Wei merasakan tubuhnya semakin ringan. Ia membuka matanya, tersenyum puas. "Master, aku merasa lebih kuat. Sepertinya pil ini benar-benar bekerja."

"Tentu saja," balas Lian Xuhuan. "Tapi jangan terlalu puas. Ini hanya permulaan. Kau masih memiliki empat pil lagi, dan kita perlu menggunakannya dengan bijak."

Selama beberapa hari berikutnya, Zhang Wei terus memburu spiritual beast tingkat satu di hutan, menyerap inti-inti mereka, dan mengandalkan pil untuk mempercepat proses kultivasinya. Berkat bimbingan Lian Xuhuan, tekniknya semakin tajam, dan dia mulai menguasai seni bertarung yang lebih efisien.

Setiap malam, setelah berburu, Zhang Wei akan duduk bersila dan menyerap energi dari inti spiritual atau meminum satu pil untuk memperkuat tubuhnya.

Pada hari kelima, saat ia selesai menyerap energi dari inti spiritual beast, ia tiba-tiba merasakan ledakan Qi di dalam tubuhnya. Qi itu mengalir deras, mengisi setiap meridian dengan kekuatan baru.

Lian Xuhuan tertawa puas. "Bagus! Kau akhirnya mencapai Martial Warrior bintang 6. Dengan kecepatan ini, kau akan segera mencapai Martial Master."

Zhang Wei tersenyum, tetapi ia tahu bahwa perjalanan ini masih panjang. "Master, aku tidak pernah membayangkan bisa menjadi sekuat ini dalam waktu singkat. Semua ini berkat bimbinganmu."

"Tentu saja," kata Lian Xuhuan dengan bangga. "Tapi ingat, kekuatan ini hanyalah alat. Bagaimana kau menggunakannya yang akan menentukan apakah kau menjadi pahlawan atau hanya pengganggu kecil yang akan dimusnahkan oleh orang lain."

Dengan kekuatannya yang meningkat, Zhang Wei merasa cukup percaya diri untuk menjelajah lebih jauh ke dalam hutan, berburu spiritual beast yang lebih besar. Ia tahu bahwa ia membutuhkan lebih banyak inti spiritual untuk terus berkembang.

Hari itu, ia berhasil membunuh seekor Beruang Batu—spiritual beast tingkat satu dengan kulit keras seperti batu. Perjuangannya tidak mudah, tetapi dengan bimbingan Lian Xuhuan, ia akhirnya berhasil menemukan celah untuk menyerang titik lemah beast itu.

Setelah perburuan itu, Zhang Wei kembali ke kota kecil untuk menjual hasil buruannya. Kali ini, ia membawa tujuh inti spiritual beast tingkat satu, termasuk inti dari Beruang Batu, yang dikenal memiliki harga lebih tinggi.

Saat ia tiba di pasar, pedagang yang sebelumnya ia temui menyambutnya dengan senyuman lebar. "Kau kembali lagi, anak muda! Apa yang kau bawa kali ini?"

Zhang Wei mengeluarkan kantong kainnya dan menyerahkan inti-inti tersebut. Pedagang itu memeriksa setiap inti dengan saksama, lalu berkata, "Inti-intinya dalam kondisi bagus. Aku akan memberimu 7 koin emas per inti, dan untuk inti Beruang Batu ini, aku akan membayar 10 koin emas. Bagaimana?"

Zhang Wei terkejut mendengar tawaran itu. Dengan tujuh inti biasa dan satu inti Beruang Batu, ia akan mendapatkan 59 koin emas. Itu jumlah yang jauh lebih besar dari yang pernah ia miliki sebelumnya.

"Setuju," katanya, berusaha tetap tenang meski hatinya berdebar-debar.

Setelah menerima pembayaran, Zhang Wei melirik ke arah rak pil di toko itu. Ia mendekati pedagang itu lagi. "Aku butuh lebih banyak Pil Pemurni Qi. Berapa harganya sekarang?"

Pedagang itu tersenyum. "Harganya tetap, 3 koin emas per butir. Tapi jika kau membeli lebih dari sepuluh, aku bisa memberikan diskon kecil."

Zhang Wei berpikir sejenak, lalu memutuskan untuk membeli sepuluh pil. "Aku ambil sepuluh," katanya sambil menyerahkan 30 koin emas.

Pedagang itu memberikan botol yang lebih besar kali ini, berisi sepuluh pil. Zhang Wei menyimpannya dengan hati-hati, lalu berterima kasih kepada pedagang itu sebelum pergi.

Saat berjalan keluar dari kota, Zhang Wei mendengar suara Lian Xuhuan di pikirannya. "Dengan pil-pil itu, kau bisa mempercepat langkahmu menuju Martial Warrior bintang 7. Tapi ingat, kau juga membutuhkan teknik kultivasi yang lebih baik jika ingin mencapai tingkat yang lebih tinggi."

Zhang Wei mengangguk sambil tersenyum. "Master, aku merasa perjalanan ini semakin menarik. Dengan bantuanmu, aku yakin bisa menjadi seseorang yang hebat."

"Hmph," balas Lian Xuhuan. "Tentu saja. Tapi jangan terlalu percaya diri. Dunia ini penuh dengan kultivator yang jauh lebih kuat darimu. Kita bahkan belum keluar dari zona dasar. Jangan pernah lupa itu."

Dengan pedang usang di punggungnya dan ambisi besar di dalam hatinya, Zhang Wei melanjutkan perjalanannya. Ia tahu bahwa ini baru awal dari petualangan yang penuh dengan tantangan dan rahasia. Namun, ia juga tahu bahwa dengan Lian Xuhuan di sisinya, tidak ada yang mustahil.

Setelah kembali dari kota dengan koin emas dan botol pilnya, Zhang Wei melanjutkan rutinitasnya berburu di hutan. Kali ini, dengan kemampuan yang meningkat sebagai Martial Warrior bintang 6, ia merasa lebih percaya diri melawan spiritual beast tingkat satu.

Lian Xuhuan, seperti biasa, mengawasinya dari sisi, memberikan saran tajam setiap kali Zhang Wei melakukan kesalahan. "Lengan kirimu terlalu kaku, kau membuka pertahananmu! Jika kau bertemu lawan yang lebih kuat, kau akan mati seketika!"

Zhang Wei mendengus. "Aku sedang belajar, Master. Kau tidak perlu terus-menerus memarahiku."

"Tentu saja aku perlu! Aku tidak mau muridku menjadi sampah yang bahkan tidak bisa melindungi dirinya sendiri," jawab Lian Xuhuan dengan tajam.

Zhang Wei terus melatih dirinya, mengasah teknik dan strategi pertempurannya dengan serius. Ia menghabiskan beberapa hari berikutnya memburu spiritual beast, mengumpulkan inti, dan mengolah Qi-nya.

***

Pada malam ketiga setelah kembali dari kota, Zhang Wei merasa bahwa ia sudah hampir mencapai batas bintang 7. Ia duduk bersila di bawah langit malam yang penuh bintang, meminum Pil Pemurni Qi satu demi satu, membiarkan energi murni dari pil itu menyatu dengan tubuhnya.

Lian Xuhuan berdiri di dekatnya, mengamati dengan mata tajam. "Bagus. Kau semakin mendekati Martial Master. Jika kau mencapai ranah itu, kau akan bisa menggunakan teknik-teknik yang lebih kompleks."

Zhang Wei merasakan Qi-nya berputar dengan cepat, membanjiri meridiannya dengan kekuatan yang semakin kuat. Ia berkeringat deras, tetapi tidak menyerah. Setelah beberapa jam meditasi, ia akhirnya membuka matanya dengan sebuah ledakan kecil energi yang menyebar di sekitarnya.

"Aku berhasil!" seru Zhang Wei dengan semangat.

"Kau sekarang Martial Warrior bintang 7. Tapi jangan terlalu senang dulu. Perjalananmu menuju Martial Master masih panjang," ujar Lian Xuhuan, meskipun ada nada bangga di suaranya.

***

Dalam minggu-minggu berikutnya, Zhang Wei melanjutkan perburuannya dengan intensitas yang lebih tinggi. Ia mulai mencari spiritual beast tingkat satu yang lebih kuat, seperti Macan Petir dan Serigala Es, yang memiliki serangan elemen dan pertahanan lebih tinggi.

Pertarungan melawan Macan Petir menjadi tantangan besar pertama bagi Zhang Wei. Beast itu bergerak cepat dan menyerangnya dengan kilatan petir. Tetapi berkat arahan Lian Xuhuan, Zhang Wei berhasil mengelak dari serangan mematikan itu dan membalas dengan serangan terarah ke mata beast tersebut, akhirnya berhasil membunuhnya.

Dengan mengumpulkan inti-inti yang lebih berharga dan menjualnya di kota, Zhang Wei memperoleh lebih banyak koin emas, memungkinkan dia membeli pil tambahan dan bahkan beberapa gulungan teknik dasar untuk memperkaya pengetahuannya.

***

Suatu malam, setelah memburu spiritual beast selama seharian penuh, Zhang Wei duduk bersila di tempat persembunyiannya. Ia telah mengumpulkan cukup banyak inti spiritual beast tingkat satu dan memutuskan bahwa saatnya untuk memfokuskan semua energinya mencapai Martial Master.

Lian Xuhuan mengamati dengan serius. "Ini adalah momen penting, bocah. Ranah Martial Master bukan hanya tentang Qi yang kuat, tetapi juga kontrol dan stabilitas mental. Jika kau gagal mengendalikan energi, kau bisa melukai meridianmu sendiri."

Zhang Wei mengangguk dengan tekad. "Aku siap, Master. Terima kasih atas bimbinganmu sejauh ini."

Ia mulai menyerap energi dari lima inti spiritual beast tingkat satu sekaligus, sambil meminum Pil Pemurni Qi. Energi itu mengalir deras di tubuhnya, seperti sungai deras yang hampir tak terkendali.

"Kendalikan!" bentak Lian Xuhuan. "Jangan biarkan energi itu lepas kendali. Pandu ke dalam meridian utama dan jaga stabilitasmu!"

Zhang Wei berkonsentrasi penuh, memfokuskan pikirannya untuk memandu aliran Qi. Tubuhnya gemetar hebat, tetapi ia terus bertahan, menahan rasa sakit yang luar biasa. Setelah berjam-jam berkultivasi, ia merasakan ledakan besar di dalam tubuhnya.

Suara gemuruh kecil terdengar, dan aura kuat menyelimuti tubuh Zhang Wei. Qi-nya telah berubah, menjadi lebih padat dan murni.

"Kau berhasil," kata Lian Xuhuan dengan nada bangga. "Selamat datang di ranah Martial Master."

Zhang Wei membuka matanya perlahan, napasnya berat, tetapi senyumnya lebar. "Akhirnya… Aku berhasil."

***

Lian Xuhuan melayang di depannya, melipat tangan dengan angkuh. "Sekarang kau sudah cukup kuat untuk mulai mempelajari teknik-teknik yang lebih kompleks. Tapi jangan terlena. Martial Master hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang menuju keabadian."

Zhang Wei berdiri, merasakan kekuatan barunya. Tubuhnya terasa lebih ringan, dan Qi-nya mengalir seperti sungai yang tak pernah kering. "Terima kasih, Master. Aku tidak akan mengecewakanmu."

"Tentu saja tidak," kata Lian Xuhuan dengan senyum kecil. "Karena aku akan terus memukul kepalamu jika kau melakukan kebodohan."

Zhang Wei tertawa kecil, lalu meraih pedangnya. "Jadi, apa langkah berikutnya?"

Lian Xuhuan tersenyum tipis, matanya bersinar penuh misteri. "Langkah berikutnya adalah membangun fondasi yang lebih kokoh. Dan untuk itu, kita butuh sumber daya yang lebih besar. Bersiaplah, bocah. Dunia di luar hutan ini jauh lebih berbahaya daripada yang kau bayangkan."

Dengan semangat baru dan kekuatan yang meningkat, Zhang Wei tahu bahwa petualangannya baru saja dimulai. Tapi kali ini, ia merasa lebih siap dari sebelumnya.

Terpopuler

Comments

Driyanto Kriswan

Driyanto Kriswan

Mengapa beli teknik dasar, bukanlah gurunya mampu memberikannya dan membimbing nya?

2025-01-03

0

Nanik S

Nanik S

harusnya Mcmya juga mengambil daging untuk dimakan dan dijual

2025-03-16

0

Max Dillon

Max Dillon

kenapa setiap waktu guru mc asyik suruh mc bersiap sahaja?

2025-03-05

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Kebangkitan
2 Rahasia Pedang Usang
3 Perburuan Dimulai
4 Awal dari Ambisi
5 Latihan Neraka
6 Jiwa Seorang Pendekar
7 Latihan Tanpa Akhir
8 Langkah ke Dunia Baru
9 Kota Canyu
10 Menikmati Kenyamanan Kota (fixed)
11 Mencari Tempat untuk Meracik Pil
12 Melelang pil
13 Persiapan yang Hati-Hati
14 Perjamuan di Kediaman Keluarga Song
15 Sebuah harapan baru
16 Pelelangan
17 Pelelangan II
18 pelelangan III
19 Pelelangan IV
20 Pelelangan V
21 Pelelangan VI
22 Pelelangan VII
23 Lari!!
24 Kekacauan di Pelelangan
25 Melawan Predator
26 Tempat bersalju misterius
27 Penghakiman Para Elf
28 Sang Anak Ajaib dan Ramalan Kuno
29 Perawatan dan Keputusan Para Tetua
30 Tingkah Lucu Rania dan Kejutan Liora
31 Pergerakan di Balik Pepohonan
32 Di Hadapan Para Tetua
33 Ujian di Kuil Kebenaran
34 Sang Saint dan Kejanggalan di Desa
35 Perubahan Sikap dan Harapan Baru
36 Melangkah Melalui Hutan Bersalju
37 Kota Khargum
38 Menjelajahi Kota Dwarf
39 Semangat di Pagi Hari
40 Kegelisahan Zhang Wei
41 Rahasia Teknik Refining
42 Ancaman dari Hutan
43 Ancaman yang Semakin Nyata
44 Langkah Menuju Sesuatu yang Lebih Tinggi
45 Rencana berikutnya
46 Formasi Pertahanan Baru
47 Gelombang Beast
48 Dentingan Pedang Kelabu dan Monster Perkasa
49 Pertarungan Tanpa Akhir
50 Pelahap Embun
51 Dua Jiwa Yang Bermusuhan
52 Titik Batas
53 Benturan Dua Kekuatan
54 Setelah Perang Berakhir
55 Misteri kelima Artefak
56 Peningkatan kekuatan
57 Petualangan Baru Dimulai
58 Meninggalkan Desa
59 Pegunungan Kargath
60 Rahasia Lorong Kegelapan
61 Tambang Kuno dan Kawah Terkutuk
62 Dunia Kecil Misterius
63 Pilihan yang Sulit
64 Upgrade Senjata
65 Langkah di Bawah Langit Beku
66 Sebuah Petunjuk Baru
67 Perjalanan Menuju Pegunungan Utara
68 Padang Cahaya yang Menipu
69 Melintasi Pegunungan Es Putih
70 Kuil Awan Abadi
71 Mengumpulkan Fragmen
72 Ujian Sembilan Pilar
73 Kehendak Dewa Dimensi
74 Kekuatan Baru dan Perjalanan Pulang
75 Seruan Segel Kuno
76 Lepasnya Belenggu dan Evolusi
77 Diskusi
78 Rencana Perjodohan
79 Menembus Batas Baru
80 Kekacauan di Kamar Zhang Wei
81 Perburuan di Hutan Kabut Gelap
82 Perburuan di Hutan Kabut Gelap II
83 Perburuan di Hutan Kabut Gelap III
84 Terobosan Menuju Martial Emperor
85 Menjarah Hutan Kabut Gelap
86 Melanjutkan Rencana
87 Perpisahan
88 Kembali ke Akar Lama
89 Balas dendam dimulai
90 Acara Pertunangan
91 Waktunya membuat kekacauan
92 Pembalasan dan Penghinaan
93 Hari Penuh Darah
94 Bersiap Untuk Tahap Berikutnya
95 Pengumuman Season 2
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Awal Kebangkitan
2
Rahasia Pedang Usang
3
Perburuan Dimulai
4
Awal dari Ambisi
5
Latihan Neraka
6
Jiwa Seorang Pendekar
7
Latihan Tanpa Akhir
8
Langkah ke Dunia Baru
9
Kota Canyu
10
Menikmati Kenyamanan Kota (fixed)
11
Mencari Tempat untuk Meracik Pil
12
Melelang pil
13
Persiapan yang Hati-Hati
14
Perjamuan di Kediaman Keluarga Song
15
Sebuah harapan baru
16
Pelelangan
17
Pelelangan II
18
pelelangan III
19
Pelelangan IV
20
Pelelangan V
21
Pelelangan VI
22
Pelelangan VII
23
Lari!!
24
Kekacauan di Pelelangan
25
Melawan Predator
26
Tempat bersalju misterius
27
Penghakiman Para Elf
28
Sang Anak Ajaib dan Ramalan Kuno
29
Perawatan dan Keputusan Para Tetua
30
Tingkah Lucu Rania dan Kejutan Liora
31
Pergerakan di Balik Pepohonan
32
Di Hadapan Para Tetua
33
Ujian di Kuil Kebenaran
34
Sang Saint dan Kejanggalan di Desa
35
Perubahan Sikap dan Harapan Baru
36
Melangkah Melalui Hutan Bersalju
37
Kota Khargum
38
Menjelajahi Kota Dwarf
39
Semangat di Pagi Hari
40
Kegelisahan Zhang Wei
41
Rahasia Teknik Refining
42
Ancaman dari Hutan
43
Ancaman yang Semakin Nyata
44
Langkah Menuju Sesuatu yang Lebih Tinggi
45
Rencana berikutnya
46
Formasi Pertahanan Baru
47
Gelombang Beast
48
Dentingan Pedang Kelabu dan Monster Perkasa
49
Pertarungan Tanpa Akhir
50
Pelahap Embun
51
Dua Jiwa Yang Bermusuhan
52
Titik Batas
53
Benturan Dua Kekuatan
54
Setelah Perang Berakhir
55
Misteri kelima Artefak
56
Peningkatan kekuatan
57
Petualangan Baru Dimulai
58
Meninggalkan Desa
59
Pegunungan Kargath
60
Rahasia Lorong Kegelapan
61
Tambang Kuno dan Kawah Terkutuk
62
Dunia Kecil Misterius
63
Pilihan yang Sulit
64
Upgrade Senjata
65
Langkah di Bawah Langit Beku
66
Sebuah Petunjuk Baru
67
Perjalanan Menuju Pegunungan Utara
68
Padang Cahaya yang Menipu
69
Melintasi Pegunungan Es Putih
70
Kuil Awan Abadi
71
Mengumpulkan Fragmen
72
Ujian Sembilan Pilar
73
Kehendak Dewa Dimensi
74
Kekuatan Baru dan Perjalanan Pulang
75
Seruan Segel Kuno
76
Lepasnya Belenggu dan Evolusi
77
Diskusi
78
Rencana Perjodohan
79
Menembus Batas Baru
80
Kekacauan di Kamar Zhang Wei
81
Perburuan di Hutan Kabut Gelap
82
Perburuan di Hutan Kabut Gelap II
83
Perburuan di Hutan Kabut Gelap III
84
Terobosan Menuju Martial Emperor
85
Menjarah Hutan Kabut Gelap
86
Melanjutkan Rencana
87
Perpisahan
88
Kembali ke Akar Lama
89
Balas dendam dimulai
90
Acara Pertunangan
91
Waktunya membuat kekacauan
92
Pembalasan dan Penghinaan
93
Hari Penuh Darah
94
Bersiap Untuk Tahap Berikutnya
95
Pengumuman Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!