Menikmati Kenyamanan Kota (fixed)

Setelah menghabiskan porsi makan yang cukup untuk membuat seluruh ruang makan penginapan terdiam menyaksikannya, Zhang Wei akhirnya kembali ke kamarnya. Ketika ia membuka pintu dan melihat sebuah kasur empuk yang tertata rapi, matanya berbinar-binar seperti anak kecil yang menemukan mainan baru.

“Ini… surga!” serunya sambil melemparkan tubuhnya ke kasur tanpa ragu.

Lian Xuhuan mendengus dari dalam pedang. “Kau ini benar-benar bodoh. Hanya sebuah kasur, tapi reaksimu seperti menemukan artefak langka.”

Zhang Wei mengabaikan ejekan masternya. Ia menggulung dirinya dalam selimut dan mendesah puas. “Selama ini aku hanya tidur beralaskan kulit beast dan dedaunan. Rasanya aku bisa tidur seharian di sini.”

“Kau lebih buruk dari seorang pengemis,” cibir Lian Xuhuan.

Namun, Zhang Wei sudah terlalu larut dalam kenyamanan kasurnya untuk mendengar komentar itu. Dalam hitungan detik, ia sudah tertidur pulas, mengabaikan segala hal di sekitarnya.

Keesokan harinya, Zhang Wei bangun dengan semangat baru. Setelah sekian lama beristirahat dalam kondisi seadanya, tidurnya kali ini benar-benar berkualitas. Ia meregangkan tubuhnya dan merasa segar bugar.

“Baiklah, apa rencananya hari ini?” tanyanya sambil mengenakan pakaian lamanya yang sudah lusuh.

“Kau benar-benar mau keluar dengan pakaian itu?” tanya Lian Xuhuan dengan nada geli.

Zhang Wei memandangi dirinya di cermin kecil di sudut ruangan. Pakaiannya penuh tambalan, warna aslinya sudah memudar, dan ada beberapa sobekan di sana-sini.

“Kenapa tidak? Aku sudah terbiasa.”

“Dengar, murid bodoh. Jika kau masuk ke paviliun pusat perbelanjaan dengan penampilan seperti itu, mereka akan mengusirmu bahkan sebelum kau bisa membuka mulut. Kau punya uang sekarang. Pergilah beli pakaian yang layak terlebih dahulu,” kata Lian Xuhuan tegas.

Zhang Wei mendesah. “Baiklah, baiklah. Pakaian baru dulu.”

Zhang Wei berjalan menyusuri jalan utama kota Canyu, mencari toko pakaian yang cocok. Setelah beberapa saat, ia menemukan sebuah toko yang tampak cukup sederhana tetapi rapi.

“Selamat datang, Tuan,” sapa seorang pelayan wanita muda dengan senyum ramah.

Zhang Wei mengangguk. “Aku butuh pakaian baru. Sesuatu yang sederhana tapi terlihat layak.”

Pelayan itu mengangguk dan mulai menunjukkan berbagai pakaian. Setelah mencoba beberapa, Zhang Wei akhirnya memilih setelan hitam dengan pola awan merah yang terlihat elegan tetapi tidak terlalu mencolok. Pakaian itu terbuat dari kain berkualitas, nyaman dipakai, dan tidak mudah rusak.

“Berapa ini?” tanyanya.

“Setelan ini harganya 15 koin emas, Tuan.”

Zhang Wei mengerutkan alis. Harga itu terdengar mahal baginya, tetapi ia akhirnya membayarnya.

“Sekarang kau terlihat seperti seseorang yang setidaknya punya sedikit harga diri,” kata Lian Xuhuan puas.

Zhang Wei mengabaikannya dan melanjutkan perjalanannya.

Setelah membeli pakaian baru, Zhang Wei menuju paviliun pusat perbelanjaan, sebuah bangunan besar dan megah yang menjadi pusat perdagangan di kota Canyu. Di dalamnya, berbagai pedagang dan pembeli sibuk bertransaksi, menjual barang-barang mulai dari senjata hingga ramuan dan bahan-bahan spiritual.

Zhang Wei mendekati salah satu konter yang khusus membeli material dari spiritual beast. Seorang pria tua dengan janggut putih menyambutnya.

“Selamat datang, Tuan Muda. Apa yang bisa saya bantu?” tanya pria itu.

“Aku ingin menjual beberapa material,” jawab Zhang Wei, mengeluarkan sebagian dari material spiritual beast yang ia kumpulkan.

Pria itu memeriksa material tersebut dengan teliti, memegangnya satu per satu dan mengangguk puas. “Ini adalah material berkualitas tinggi. Kau pasti berburu cukup jauh dari kota ini.”

“Berapa yang kau tawarkan?”

Setelah beberapa negosiasi, Zhang Wei berhasil menjual material tersebut dengan harga total 5000 koin emas. Dengan uang itu, ia merasa jauh lebih tenang.

“Kau masih punya banyak material di kantong penyimpananmu, kan?” tanya Lian Xuhuan setelah transaksi selesai.

“Tentu saja. Aku hanya menjual sebagian kecil. Sisanya akan kupertahankan untuk kebutuhan lain.”

“Bagus. Sekarang kita bisa mulai memikirkan langkah selanjutnya,” kata Lian Xuhuan.

Setelah menyelesaikan urusannya di paviliun, Zhang Wei kembali ke penginapan untuk makan siang. Kali ini, ia memesan makanan favoritnya dan menikmati momen tanpa gangguan.

“Kita harus segera membuat rencana,” kata Lian Xuhuan saat Zhang Wei selesai makan.

“Benar. Tapi pertama-tama, aku ingin menjelajahi kota ini lebih jauh. Siapa tahu ada sesuatu yang menarik,” jawab Zhang Wei dengan senyum penuh semangat.

Dengan kekuatan dan sumber daya yang kini ia miliki, Zhang Wei merasa jauh lebih percaya diri untuk menghadapi tantangan yang mungkin menantinya di kota Canyu dan dunia luar.

***

Zhang Wei melangkah memasuki Paviliun Naga Putih, salah satu tempat paling bergengsi di kota Canyu. Bangunan megah itu dipenuhi dengan berbagai macam barang, mulai dari bahan alkimia, tungku, pil, hingga senjata. Zhang Wei tidak bisa menyembunyikan kekagumannya saat melihat susunan barang-barang berkualitas tinggi di sekelilingnya.

Namun, perhatian Zhang Wei tertuju pada satu tujuan: membeli bahan-bahan alkimia dan sebuah tungku untuk memulai pelatihan alkimia dengan serius, seperti yang diarahkan oleh Lian Xuhuan.

Seorang pelayan muda menghampirinya dengan senyuman yang tampak dipaksakan. "Apa yang Anda cari, Tuan?" tanyanya, matanya melirik pakaian sederhana Zhang Wei dengan nada meremehkan yang tidak disembunyikan.

Zhang Wei tetap tenang meski menyadari sikap pelayan itu. "Aku ingin membeli beberapa bahan alkimia dasar dan sebuah tungku tingkat dua."

Pelayan itu mengangkat alis. "Tungku tingkat dua? Apakah Tuan yakin? Barang seperti itu tidak murah."

Zhang Wei mengeluarkan beberapa koin emas dari kantong penyimpanan spasialnya, menempatkannya di meja dengan tenang. "Apakah ini cukup?"

Pelayan itu terkejut melihat jumlah uang yang ia keluarkan, tapi tetap menunjukkan sikap meremehkan. "Baiklah, Tuan. Silakan tunggu."

Setelah beberapa saat, pelayan itu kembali membawa beberapa bahan dasar alkimia dan sebuah tungku tingkat dua yang cukup berkualitas. Zhang Wei memeriksa barang-barang itu dengan cermat sebelum menyimpannya. Tanpa berkata banyak, ia membayar dan berjalan keluar dari paviliun.

Saat Zhang Wei melangkah keluar, sebuah suara lembut memanggilnya. "Tuan penyelamat?"

Zhang Wei menoleh dan melihat seorang gadis muda dengan wajah cantik berdiri di dekat pintu utama paviliun. Ia mengenali gadis itu—dia adalah perempuan yang pernah ia selamatkan dari serangan spiritual beast beberapa hari lalu.

"Ah, itu kamu," kata Zhang Wei, mengangguk. "Bagaimana keadaanmu?"

Gadis itu tersenyum. "Terima kasih atas bantuanmu saat itu. Jika bukan karena kamu, aku mungkin tidak akan selamat. Maaf, waktu itu aku tidak sempat memperkenalkan diri. Namaku Song Meiyu, putri tertua dari keluarga Song."

Zhang Wei terkejut mendengar nama itu. Keluarga Song adalah salah satu keluarga besar di kota Canyu, dikenal memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar.

Song Meiyu melanjutkan, "Sebagai tanda terima kasih, aku ingin mengundangmu ke perjamuan keluarga kami malam ini. Ayahku ingin bertemu denganmu dan berterima kasih secara pribadi."

Zhang Wei merasa sedikit ragu, tetapi akhirnya mengangguk. "Baiklah, aku akan datang."

Malam itu, Zhang Wei tiba di kediaman keluarga Song, sebuah rumah besar yang dipenuhi ukiran naga putih, simbol keluarga mereka. Ia disambut oleh para pelayan dan diarahkan ke aula utama, tempat perjamuan diadakan.

Ruangan itu penuh dengan tamu-tamu penting, termasuk beberapa tetua dan pengawal keluarga Song. Zhang Wei, yang masih mengenakan pakaian sederhana, tampak mencolok di antara orang-orang berpakaian mewah.

Song Meiyu menyambutnya dengan senyum ramah dan memperkenalkannya kepada beberapa tamu lainnya. Namun, saat Zhang Wei duduk, ia menyadari bahwa perhatian perlahan mulai tertuju padanya.

"Meiyu, apakah ini orang yang menyelamatkanmu?" tanya seorang pria paruh baya yang baru saja masuk. Zhang Wei mengenalinya sebagai Song Tianyu, kepala keluarga Song.

Song Meiyu mengangguk. "Ya, Ayah. Ini Zhang Wei."

Song Tianyu mendekat dan menatap Zhang Wei dengan mata tajam. "Tuan Zhang, saya, Song Tianyu, berterima kasih atas apa yang Anda lakukan untuk putri saya. Kami sangat menghargainya."

Zhang Wei bangkit dan membungkuk dengan sopan. "Saya hanya melakukan apa yang harus dilakukan. Anda tidak perlu terlalu memikirkan hal itu."

Namun, saat Song Tianyu mengamati Zhang Wei lebih dekat, ekspresinya berubah drastis. Ia merasakan aura yang sangat kuat, meskipun tersembunyi, dari tubuh Zhang Wei. Dengan pengalamannya, ia segera menyadari bahwa Zhang Wei adalah seorang ahli di ranah Martial Grandmaster.

"Apa?!" Song Tianyu hampir tersedak. "Anda... seorang Martial Grandmaster?"

Kata-kata itu membuat seluruh ruangan terdiam. Semua tamu menoleh ke arah Zhang Wei dengan ekspresi terkejut.

Zhang Wei hanya mengangguk sederhana. "Benar. Apakah itu masalah?"

Song Tianyu terkekeh, tetapi jelas masih terkejut. "Tidak masalah, tentu saja. Hanya saja, tidak terpikirkan oleh saya bahwa orang yang menyelamatkan putri saya adalah seorang ahli yang begitu hebat. Anda benar-benar seorang jenius bisa mencapai ranah setinggi itu di usia yang sangat muda."

Tamu-tamu lainnya berbisik-bisik, terkejut mengetahui bahwa anak muda yang sederhana ini memiliki kekuatan yang begitu tinggi.

Selama perjamuan, Zhang Wei memperoleh banyak informasi penting. Salah satunya adalah tentang pelelangan besar yang akan diadakan tiga hari lagi, di mana barang-barang langka dan berharga akan dilelang. Song Tianyu bahkan menawarkan untuk membantu Zhang Wei mendapatkan undangan eksklusif ke pelelangan tersebut.

"Aku yakin Anda akan menemukan sesuatu yang menarik di pelelangan itu," kata Song Tianyu.

Zhang Wei tersenyum tipis. "Aku pasti akan datang."

Setelah perjamuan selesai, Zhang Wei kembali ke penginapannya dengan banyak hal yang dipikirkan. Ia menyadari bahwa hubungan dengan keluarga Song bisa menjadi keuntungan besar di masa depan. Namun, ia tetap fokus pada tujuannya—untuk terus tumbuh lebih kuat dan memahami dunia yang penuh intrik ini.

Terpopuler

Comments

Agus Rahmat

Agus Rahmat

dari sekian banyak cerita karya othor ini tegas lugas dan taktis terbaru kan, tidak bertele-tele dan tidak ada yang tidak perlu.tidak ada kesan untuk membuat kosa kata mencapai 1000kata.👍👍👍

2025-02-16

2

Jumadi 0707

Jumadi 0707

jng gitu kalo sayur tanpa garam emang enak sbgi selingan lanjut Thor keluarkan kreativitas mu sampai dimn enak alurnya kog

2024-12-29

1

Darus Sutriatno

Darus Sutriatno

lanjut terussssssssssssssssssssssssss
tingkatkan kreativitas dan daya imajinasimu unyuk menghasilkan karya yg lebih berkualitas, semangat thor

2025-01-08

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Kebangkitan
2 Rahasia Pedang Usang
3 Perburuan Dimulai
4 Awal dari Ambisi
5 Latihan Neraka
6 Jiwa Seorang Pendekar
7 Latihan Tanpa Akhir
8 Langkah ke Dunia Baru
9 Kota Canyu
10 Menikmati Kenyamanan Kota (fixed)
11 Mencari Tempat untuk Meracik Pil
12 Melelang pil
13 Persiapan yang Hati-Hati
14 Perjamuan di Kediaman Keluarga Song
15 Sebuah harapan baru
16 Pelelangan
17 Pelelangan II
18 pelelangan III
19 Pelelangan IV
20 Pelelangan V
21 Pelelangan VI
22 Pelelangan VII
23 Lari!!
24 Kekacauan di Pelelangan
25 Melawan Predator
26 Tempat bersalju misterius
27 Penghakiman Para Elf
28 Sang Anak Ajaib dan Ramalan Kuno
29 Perawatan dan Keputusan Para Tetua
30 Tingkah Lucu Rania dan Kejutan Liora
31 Pergerakan di Balik Pepohonan
32 Di Hadapan Para Tetua
33 Ujian di Kuil Kebenaran
34 Sang Saint dan Kejanggalan di Desa
35 Perubahan Sikap dan Harapan Baru
36 Melangkah Melalui Hutan Bersalju
37 Kota Khargum
38 Menjelajahi Kota Dwarf
39 Semangat di Pagi Hari
40 Kegelisahan Zhang Wei
41 Rahasia Teknik Refining
42 Ancaman dari Hutan
43 Ancaman yang Semakin Nyata
44 Langkah Menuju Sesuatu yang Lebih Tinggi
45 Rencana berikutnya
46 Formasi Pertahanan Baru
47 Gelombang Beast
48 Dentingan Pedang Kelabu dan Monster Perkasa
49 Pertarungan Tanpa Akhir
50 Pelahap Embun
51 Dua Jiwa Yang Bermusuhan
52 Titik Batas
53 Benturan Dua Kekuatan
54 Setelah Perang Berakhir
55 Misteri kelima Artefak
56 Peningkatan kekuatan
57 Petualangan Baru Dimulai
58 Meninggalkan Desa
59 Pegunungan Kargath
60 Rahasia Lorong Kegelapan
61 Tambang Kuno dan Kawah Terkutuk
62 Dunia Kecil Misterius
63 Pilihan yang Sulit
64 Upgrade Senjata
65 Langkah di Bawah Langit Beku
66 Sebuah Petunjuk Baru
67 Perjalanan Menuju Pegunungan Utara
68 Padang Cahaya yang Menipu
69 Melintasi Pegunungan Es Putih
70 Kuil Awan Abadi
71 Mengumpulkan Fragmen
72 Ujian Sembilan Pilar
73 Kehendak Dewa Dimensi
74 Kekuatan Baru dan Perjalanan Pulang
75 Seruan Segel Kuno
76 Lepasnya Belenggu dan Evolusi
77 Diskusi
78 Rencana Perjodohan
79 Menembus Batas Baru
80 Kekacauan di Kamar Zhang Wei
81 Perburuan di Hutan Kabut Gelap
82 Perburuan di Hutan Kabut Gelap II
83 Perburuan di Hutan Kabut Gelap III
84 Terobosan Menuju Martial Emperor
85 Menjarah Hutan Kabut Gelap
86 Melanjutkan Rencana
87 Perpisahan
88 Kembali ke Akar Lama
89 Balas dendam dimulai
90 Acara Pertunangan
91 Waktunya membuat kekacauan
92 Pembalasan dan Penghinaan
93 Hari Penuh Darah
94 Bersiap Untuk Tahap Berikutnya
95 Pengumuman Season 2
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Awal Kebangkitan
2
Rahasia Pedang Usang
3
Perburuan Dimulai
4
Awal dari Ambisi
5
Latihan Neraka
6
Jiwa Seorang Pendekar
7
Latihan Tanpa Akhir
8
Langkah ke Dunia Baru
9
Kota Canyu
10
Menikmati Kenyamanan Kota (fixed)
11
Mencari Tempat untuk Meracik Pil
12
Melelang pil
13
Persiapan yang Hati-Hati
14
Perjamuan di Kediaman Keluarga Song
15
Sebuah harapan baru
16
Pelelangan
17
Pelelangan II
18
pelelangan III
19
Pelelangan IV
20
Pelelangan V
21
Pelelangan VI
22
Pelelangan VII
23
Lari!!
24
Kekacauan di Pelelangan
25
Melawan Predator
26
Tempat bersalju misterius
27
Penghakiman Para Elf
28
Sang Anak Ajaib dan Ramalan Kuno
29
Perawatan dan Keputusan Para Tetua
30
Tingkah Lucu Rania dan Kejutan Liora
31
Pergerakan di Balik Pepohonan
32
Di Hadapan Para Tetua
33
Ujian di Kuil Kebenaran
34
Sang Saint dan Kejanggalan di Desa
35
Perubahan Sikap dan Harapan Baru
36
Melangkah Melalui Hutan Bersalju
37
Kota Khargum
38
Menjelajahi Kota Dwarf
39
Semangat di Pagi Hari
40
Kegelisahan Zhang Wei
41
Rahasia Teknik Refining
42
Ancaman dari Hutan
43
Ancaman yang Semakin Nyata
44
Langkah Menuju Sesuatu yang Lebih Tinggi
45
Rencana berikutnya
46
Formasi Pertahanan Baru
47
Gelombang Beast
48
Dentingan Pedang Kelabu dan Monster Perkasa
49
Pertarungan Tanpa Akhir
50
Pelahap Embun
51
Dua Jiwa Yang Bermusuhan
52
Titik Batas
53
Benturan Dua Kekuatan
54
Setelah Perang Berakhir
55
Misteri kelima Artefak
56
Peningkatan kekuatan
57
Petualangan Baru Dimulai
58
Meninggalkan Desa
59
Pegunungan Kargath
60
Rahasia Lorong Kegelapan
61
Tambang Kuno dan Kawah Terkutuk
62
Dunia Kecil Misterius
63
Pilihan yang Sulit
64
Upgrade Senjata
65
Langkah di Bawah Langit Beku
66
Sebuah Petunjuk Baru
67
Perjalanan Menuju Pegunungan Utara
68
Padang Cahaya yang Menipu
69
Melintasi Pegunungan Es Putih
70
Kuil Awan Abadi
71
Mengumpulkan Fragmen
72
Ujian Sembilan Pilar
73
Kehendak Dewa Dimensi
74
Kekuatan Baru dan Perjalanan Pulang
75
Seruan Segel Kuno
76
Lepasnya Belenggu dan Evolusi
77
Diskusi
78
Rencana Perjodohan
79
Menembus Batas Baru
80
Kekacauan di Kamar Zhang Wei
81
Perburuan di Hutan Kabut Gelap
82
Perburuan di Hutan Kabut Gelap II
83
Perburuan di Hutan Kabut Gelap III
84
Terobosan Menuju Martial Emperor
85
Menjarah Hutan Kabut Gelap
86
Melanjutkan Rencana
87
Perpisahan
88
Kembali ke Akar Lama
89
Balas dendam dimulai
90
Acara Pertunangan
91
Waktunya membuat kekacauan
92
Pembalasan dan Penghinaan
93
Hari Penuh Darah
94
Bersiap Untuk Tahap Berikutnya
95
Pengumuman Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!