Pelukan Pertama:)

"Maaf ya pak, tadi saya bawa Thia ke salah satu acara penting, ehh tau nya dia udah minum minum soda sama teman nya, sekali lagi saya akan lebih memperhatikan nya pak"

"Ya ampun, memang yahh, maaf yah nak Tian kamu jadi repot" ucap mami nya yang terlebih dahulu menjawab.

"Iya sudah tidak apa-apa, terimakasih sudah mengantarkannya pulang yah" ucap tuan Fedrik.

"Iya pak, kalau begitu saya pamit pulang dulu yah pak" ucap nya berpamitan pada orang tua Thia.

Sedangkan Thia saat ini sedang di urus oleh mami nya.

"Untung saja Thia di antarkan sama nak Tian, bagaimana kalau dia malah dijahatin" kata mami nya sedikit khawatir.

"Sudah lah yang pentingkan dia sudah pulang dengan selamat" ucap papi nya.

"Hemmm papi mah bisanya lega lega an, gimana kalau dia kenapa-kenapa"

"Yahh makanya papi bikin dia dekat sama Tian kan lebih aman dan kita gak perlu khawatir mi, dan semoga aja sih nanti mereka makin dekat" ujar papi nya.

"Yaudah deh terserah papi aja" ucap nya.

Malam itu pun terlewat begitu saja, keesokan harinya Thia bangun dan bingung karena tiba-tiba dia sudah ada dikamarnya.

"Emmmm semalam gue ngapain aja yahh, kok tiba-tiba udah di sini" katanya bingung sendiri

Tapi karena sudah jam 7 dia pun tak lagi memikirkan itu, dia beranjak dari tempat tidur nya lalu bersiap-siap untuk berangkat kerja.

Setelah siap-siap dia turun ke lantai satu.

"Pagi papi dan mamii" katanya pada kedua orang tua nya, tapi tiba-tiba saja dia terkejut karna disana juga ada Tian..

"Hah? Pak Tian ngapain Lo disini?" Katanya

"Ehhhh sayang kok kamu ngomongnya pakek Lo gue sihh, nak Tian ini kan bos kamu" kata mami nya

"Enggak apa apa Tante, kita lebih nyaman pakai bahasa biasa kekgitu" kata Tian.

"Ouhhh ya sudah dehh"

"Gue mau jemput Lo, semalam gue balek bawa mobil Lo" ucap Tian

"Ouhhh gitu, yaudah dehh yok berangkat, Piiii Miiiii kita berangkat dulu yah" ucap Thia berpamitan.

"Iya nak, hati-hati yahh jangan lupa makan sarapannya di jalan" kata papi nya

"Sipp papi" ucap nya menurut.

Keduanya pun beranjak dan berangkat ke kantor.

"Sebenarnya gpp sih tadi kalau Lo gak jemput gue, kan gue bisa bawa motor aja" ucap Thia

"Yahhh gue pengen aja jemput Lo" ujarnya.

"Yaudah dehhh, ehh Lo udah sarapan belum?" Tanya Thia

"Belum sih"

"Kita sarapan dehh, gue di bekalin sama mami" ucap nya sembari membuka bekal yang dibuatkan oleh maminya.

Tanpa rasa segan dan canggung Thia menawarkan makanan itu dengan mengarahkan sendok ke arah mulut Tian.

Yapp Thia menyuapi nya makan hahhahaha sepertinya keduanya sudah mulai ada rasa nihh.

"Gimana enak gak masakan mami gue?" Tanya Thia

"Enak" jawab Tian, sebenarnya Tian sedikit canggung setelah di suapi oleh Thia namun dia tak boleh menunjukkan sikap kaku nya.

"Kenapa Lo gak sarapan?" Tanya Thia sembari menyuapnya lagi.

"Asisten rumah gue masih belum masuk kerja, gue nyuruh dia buat istirahat dulu" jawabnya.

"Ouhhhh, kalau Lo mau gue bisa kok bawain Lo sarapan, kabarin aja" kata Thia.

"Gak perlu kali, yang ada ngerepotin nyokap Lo, lagian kan simpel bisa tinggal beli" jawabnya

"Yaudah dehh, dikasih tawaran malah nolak" ucap nya.

Setelah sarapan mereka di mobil selesai, tak terasa mereka pun sampai di kantor. Semua orang kantor agak shock melihat kedatangan mereka secara bersamaan.

"Lihat deh pak Tian, baru kali ini gue lihat dia luluh sama pekerja nya gitu" ucap salah seorang karyawan.

"Iya bener banget, tapi siapa sih yang gak bakal kepincut sama kecantikan Thia, apalagi mereka seruangan" sambung yang lainnya.

"Gue masih ingat loh awal masuk sini si Thia itu kerjannya nangis Mulu" ucap yang lainnya lagi.

"Iyaaa benerr, gue harap sih Thia beneran bisa nyaingin kegilaannya pak Tian, biar dia sedikit berubah dan gak seketus itu" sambung karyawan lainnya.

Kedua orang tadi sudah sampai di ruangan mereka.

"Gue ada kerjaan gak hari ini?" Tanya Thia

"Ada, dan cukup banyak" jawab Tian

"Mana??"

"Periksa email yahh, dan gue harap sebelum makan siang udah selesai, gue harus rapat jadi Lo kerjain itu yahh" Pintah Tian

"Oke dehh" jawab Thia

Dia pun mulai mengerjakannya dan Tian pergi untuk mengadakan rapat dengan ketua dari setiap bidang di perusahaannya.

Setelah beberapa lama keluar dari ruangan itu, Tian kembali dengan wajah yang penuh amarah dan emosi, dia menarik dan melonggarkan dasinya, lalu membuka jas nya.

Thia yang melihat itu sedikit takut, karna dia tahu kalau bos nya itu pasti sedang di landa amarah, jadi Thia memilih untuk tetap fokus pada apa yang dia kerjakan.

Setelah itu ada yang mengetuk pintu ruangan itu dan ternyata masuklah Nita dengan seorang pria paruh Bayah yang merupakan ketua dari bidang IT perusahaan itu.

"Pak saya benar-benar minta maaf dengan apa yang terjadi, saya akan usahakan untuk menarik kembali semua data yang sudah di bobol" kata pria itu dengan penuh rasa bersalah.

Tian tampaknya sangat menahan emosinya karna dia juga melihat kearah Thia, dia tak mau Thia marah lagi karna dia membentak orang yang lebih tua darinya.

"Iya benar sekali pak, saya juga akan berusaha untuk mendampingi beliau dan memastikan semua ini selesai" kata Nita menambahkan

Tian tak menjawab karna sedang menahan amarah, dia hanya menggunakan tangannya dan memberikan isyarat untuk keluar kepada mereka berdua.

Setelah keduanya keluar, Tian masuk kedalam kamar istirahat nya. Didalam sana dia duduk di lantai dan menyandarkan kepalanya ke kasur.

"Sialllll" ucapnya dengan penuh emosi.

Melihat pemandangan yang tak enak untuk di lihat itu membuat Thia tak bisa diam saja.

Dia pun memutuskan untuk mendatangi Tian, kebetulan pekerjaan nya itu sudah selesai dan semua berka ssudah dia print.

Dia melangkah pelan dengan penuh keraguan lalu masuk menuju kamar itu, dan melihat Tian sedang terduduk di lantai.

Thia memberanikan diri untuk mendekati Tian, dan berjalan menujunya.

"Lo kenapa?" Tanya Thia sambil memegang pundah Tian.

Menyadari Thia sudah ada di depannya Tian pun berusaha untuk menutupi rasa amarahnya.

"Gue gak kenapa-kenapa kok, hanya ada sedikit problem di bidang IT" ucapnya

"Lo serius? Tapi gue perhatiin Lo benaran semarah itu tadi, tapi kenapa Lo nahan, biasanya pasti Lo keluarin, kan kalau Lo tahan kekgini sakitnya jadi sama Lo juga" kata Thia

"Enggak, gue gak marah kok" jawab Tian.

"Maaf yahh, gue ngerasa Lo nahan amarah Lo karna gue ada di ruangan tadi, jadi longak bisa menyalurkan semua yang..." Belum selesai Thia berbicara Tian langsung bergerak cepat dan memeluk tubuh Thia dengan lembut, lantas hal itu membuat Thia sedikit terkejut.

"Pliss 5 menit aja" ucap Tian yang memeluk nya semakin erat, thia yang peka pun memilih untuk menepuk-nepuk pundak Tian dengan lembut.

Tian sebenarnya merasakan kenyamanan setiap ada di dekat Thia, bahkan rasa marahnya hilang begitu saja ketika dia sudah memeluk Thia.

Terpopuler

Comments

FANTASTIS

FANTASTIS

Thanks telah support Pv ya bg/Smile/

2024-11-09

1

lihat semua
Episodes
1 Cynthia dipanggil Thia
2 Thia dan Tian
3 Bentakan Keras!
4 Nangis lagi
5 Si berkas yang menumpuk
6 Hari penuh rapat
7 Dua keluarga berbeda
8 Mulai Akrab
9 Ribut Lagi
10 Dianggap Utang
11 Tangisan
12 Ada rasa
13 Makin dekatttt
14 Mulai Ada Rasa??
15 Thia dan Maya
16 Pelukan Pertama:)
17 Mulai confess
18 Tidak pasti
19 First Kissss!!!
20 Hari 1 Bekerja setelah Resmi
21 Punya Sahabat Lemot
22 Sisi gelap Tian
23 Hanya mainan?
24 Dibalas dengan sisi lain Thia
25 Cemburu
26 Cinta jadi Benci???
27 BIMBANG
28 Putus
29 Brukkkkkk
30 Penyesalan
31 Kabar tidak baik lagi
32 Sahabat Sejati
33 Kebenaran Terungkap
34 Argghhhhhh
35 Dijodohin
36 Kenapa Harus Lo???!!!
37 Bentakan
38 Sahhh
39 Malam pertama
40 Fakta Grace
41 10 Menit
42 Sateee
43 Jangan terlalu Percaya Diri
44 Menyesal
45 Cesil
46 Makin rumit
47 Pulang
48 Akhirnya...
49 Pelakor
50 Tian Menyadarinya
51 Kejadian tak terduga..
52 Ada yang tidak beres
53 Apakah Grace?
54 Haus Harta
55 Tidak ada rasa bersalah #1
56 Tak ada rasa bersalah #2
57 Hukuman Seumur Hidup
58 Thia ingin Mati
59 Kecewa
60 Hanya kamu yang aku punya
61 Tian si Harimau Gila
62 Tidak Setuju
63 Celaka Lagi
64 Thia Hamil
65 Operasi Tian berhasil
66 Siuman
67 iLY
68 Rumah tangga yang diharapkan
69 Siapa sebenarnya Tian?
70 Terulang lagi
71 Map berisi foto
72 Apa hubungannya dengan papi Thia??
73 Ibu kandung dan Ayah angkat??
74 Mulai terungkap
75 Papi Thia dalangnya?
76 Berdamai
77 Apa yang telah dilakukan papi thia?
78 Tian Pergi
79 Parah sekali papi thia
80 Hukuman yang setimpal
81 Kembali
82 Waduhhh
83 Meninggal
84 Hari penuh tangis
85 Mulai membaik
86 Hari yang di tunggu Tian
87 Mood ibu Hamil
88 Berpamitan
89 Pasangan baru
90 Bulan Keempat
91 Sehari sebelum berangkat
92 Hidup Baru
93 Tujuh bulanan
94 Bahasa cinta
95 Aurora cahaya baru
96 Cucu pertama oma
97 Randy & Nita Sah
98 Berkunjung lagi
99 Kembali
100 Liburan akhir tahun
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Cynthia dipanggil Thia
2
Thia dan Tian
3
Bentakan Keras!
4
Nangis lagi
5
Si berkas yang menumpuk
6
Hari penuh rapat
7
Dua keluarga berbeda
8
Mulai Akrab
9
Ribut Lagi
10
Dianggap Utang
11
Tangisan
12
Ada rasa
13
Makin dekatttt
14
Mulai Ada Rasa??
15
Thia dan Maya
16
Pelukan Pertama:)
17
Mulai confess
18
Tidak pasti
19
First Kissss!!!
20
Hari 1 Bekerja setelah Resmi
21
Punya Sahabat Lemot
22
Sisi gelap Tian
23
Hanya mainan?
24
Dibalas dengan sisi lain Thia
25
Cemburu
26
Cinta jadi Benci???
27
BIMBANG
28
Putus
29
Brukkkkkk
30
Penyesalan
31
Kabar tidak baik lagi
32
Sahabat Sejati
33
Kebenaran Terungkap
34
Argghhhhhh
35
Dijodohin
36
Kenapa Harus Lo???!!!
37
Bentakan
38
Sahhh
39
Malam pertama
40
Fakta Grace
41
10 Menit
42
Sateee
43
Jangan terlalu Percaya Diri
44
Menyesal
45
Cesil
46
Makin rumit
47
Pulang
48
Akhirnya...
49
Pelakor
50
Tian Menyadarinya
51
Kejadian tak terduga..
52
Ada yang tidak beres
53
Apakah Grace?
54
Haus Harta
55
Tidak ada rasa bersalah #1
56
Tak ada rasa bersalah #2
57
Hukuman Seumur Hidup
58
Thia ingin Mati
59
Kecewa
60
Hanya kamu yang aku punya
61
Tian si Harimau Gila
62
Tidak Setuju
63
Celaka Lagi
64
Thia Hamil
65
Operasi Tian berhasil
66
Siuman
67
iLY
68
Rumah tangga yang diharapkan
69
Siapa sebenarnya Tian?
70
Terulang lagi
71
Map berisi foto
72
Apa hubungannya dengan papi Thia??
73
Ibu kandung dan Ayah angkat??
74
Mulai terungkap
75
Papi Thia dalangnya?
76
Berdamai
77
Apa yang telah dilakukan papi thia?
78
Tian Pergi
79
Parah sekali papi thia
80
Hukuman yang setimpal
81
Kembali
82
Waduhhh
83
Meninggal
84
Hari penuh tangis
85
Mulai membaik
86
Hari yang di tunggu Tian
87
Mood ibu Hamil
88
Berpamitan
89
Pasangan baru
90
Bulan Keempat
91
Sehari sebelum berangkat
92
Hidup Baru
93
Tujuh bulanan
94
Bahasa cinta
95
Aurora cahaya baru
96
Cucu pertama oma
97
Randy & Nita Sah
98
Berkunjung lagi
99
Kembali
100
Liburan akhir tahun

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!