7. Bukan cowok baik-baik

Ah... Sial. bagaimana bisa Kevin akan taruhan dengan cewek gila itu? Ia tak mau jiwa Playboy nya yang sudah ia bangun sejak lama itu di kalahkan begitu saja oleh sahabatnya sendiri. Namun di satu sisi lain ia punya masalah dengan cewek itu.

Jam pelajaran terakhir kini Kevin benar-benar tak mendengarkan apa yang di jelaskan oleh seorang guru di depan sana.

Ia memang menatap papan tulis Namun, Pikirannya fokus memikirkan bagaimana dirinya tak kalah taruhan dan bisa mendapatkan gadis yang ia benci itu.

Ah, sialan! Kenapa dia harus taruhan dengan cewek gila sih! Padahal semua cewek yang dia taklukkan tak ada yang berani seperti cewek tadi. Semuanya takut padanya.

Tring....

Bel pulang sekolah telah berbunyi. Kevin menghelakan napas. hari ini ia tak boleh langsung pulang dan mampir dulu di kantin untuk menjalani hukumannya.

"Vin... Lo mau ngejalanin hukuman yang di berikan by Vivi itu?" Tanya Reyhan yang duduk di sebelah Kevin.

"Iya. Kalian duluan aja ke Markas gue ke kantin dulu. Ntar gue nyusul."

Reyhan mengangguk.

Kevin pun memasukkan buku-bukunya ke dalam tas dan beranjak keluar kelas untuk menuju ke kantin. Ia berjalan sembari berfikir keras bahwa dirinya tak boleh kalah begitu saja.

Tak boleh kalah dengan David, dan tak boleh kalah begitu saja dengan cewek menyebalkan itu. Lihat saja Kevin akan mendapatkannya dan kembali membalas apa yang telah gadis itu perbuat padanya.

Disaat yang sama kini Aura juga tengah berjalan beriringan dengan Reina sahabatnya. Mereka tengah berjalan menuruni anak tangga. Wajah Aura begitu sangat ia tekuk. Benar-benar tidak mood untuk menjalani kegiatan hari ini. Padahal tadi ia udah dandan dan mempersiapkan diri dengan baik tapi lihat? Harinya malah acak-acakan.

"Udah Ra... Lo nggak usah cemberut kek gitu. Jadikan semuanya adalah bonus. Nggak semua orang bisa berduaan Lo sama Kevin. Semua Ciwi-ciwi pasti iri lihat Lo berduaan di kantin." Ujar Reina malah kesenangan. Ia juga termasuk fans dari Kevin. Kalau saja ia bisa menggantikan posisi Aura. Ia pasti mau. Namun, tak semudah itu untuk menggantikan posisi sahabatnya itu karena guru BK disekolah ini sangat galak.

Aura memutar malas manik matanya. Sungguh kesal dengan sahabatnya. Ucapan Reina tak ada manfaatnya baginya dan ketertarikan mereka malah berbanding terbalik.

"Itu Lo sama Ciwi-ciwi gila itu. Gue ya nggak. Ya kali gue suka sama cowok Badboy, gue sukanya cowok yang baik-baik bukan cowok brandalan kayak gitu." Sungut Aura pada Reina.

Reina pun mencebik. Aura ini lupa apa sama kelakukan mantannya? "Yaelah Lo lupa sama cowok yang pernah Lo pacari itu. Lo ngira dia baik-baik tapi nyatanya nyakitin Lo. Sama aja kayak si Kevin. Daripada Riyan mending Kevin lah sama-sama Playboy nya."

Aura pun menghelakan napas. Berbicara tentang Riyan membuatnya kembali sedih dan sakit hati. "Ngapain sih Lo bahas si Riyan. Lagian siapa juga yang tau kelakukan orang lain? Udahlah Lo pulang sana!" Ujar Aura mendorong bahu Reina sedikit kasar.

Reina tidak marah, namun tersenyum. Dirinya yang memang sama-sama masih remaja itu juga memahami Aura. "Iya ra...maafin gue ya... Jadikan semua ini pelajaran. Lain kali jangan gampang percaya sama orang lain. Tapi mengenal seseorang yang baru dan terlihat buruk di mata Lo juga nggak masalah sih. Siapa tau Lo bisa tau sisi baiknya si Kevin."

"Sisi baik apaan nggak ada! Semua orang juga tau keburukan dia..dan gilanya di sukai banyak orang termasuk elo."

"Emang gue cegil tapi nggak tersakiti wle." Ujar Reina menjulurkan lidahnya yang membuat Aura makin kesal dan menahan emosinya.

"Lo pulang apa gue jotos Rein....?" Tanya Aura dengan tatapan tajam.

"Gue pulang. Tapi kalau Lo minta gue nungguin elo juga gak apa-apa. Gue pengen lihat Lo dekat-dekat sama si Kevin. Elo pasti jatuh cinta!"

"Pulang aja Lo sana. Gue masuk bye!"

"Ih jutek banget sih Aura. Lo pasti juga bakal jatuh cinta kalau udah memperhatikan wajah Kevin dengan benar!" Gumamnya lalu pergi meninggalkan kantin dan beranjak ke parkiran.

Disaat yang bersamaan

Aura tak melihat keberadaan Kevin di sana, dia clingak clinguk. Rasanya kesal banget apakah Kevin tidak melaksanakan hukumannya? Ah, sial! Aura tidak sanggup memikirkannya jika hanya dirinya yang membersihkan kantin yang selebar ini.

Ah, sudahlah! Mending beresin aja dulu. Pikirnya Langsung mencari sapu untuk menyapu lantai. Namun tak lama dari itu seseorang memanggil namanya.

"Aura!" Pekik seorang itu yang tengah berjalan ke arahnya.

Aura pun menoleh. Memicingkan matanya memperhatikan Seseorang sangat ia kenali itu.

Aura hanya diam dan menunggu Riyan berbicara.

"Kamu di hukum lagi Ra, karena nggak ikutan upacara? Tapi kenapa hukumannya malah ke di kantin? Nggak masuk akal!" Ujar Riyan menatap Aura.

Aura pun sedikit bingung. Biasanya Riyan akan memaksanya untuk ikutan upacara dan marah-marah saat dirinya bolos. Namun sekarang kenapa malah jadi berbicara lembut? Apakah serius Riyan ingin memperbaiki hubungannya dan berbalikan lagi dengan dirinya?

"Ada masalah tadi di kantin. Jadi gue harus di hukum buat bantuin orang kantin." Balas Aura.

Riyan sendiri memang tak tau kalau ada keributan di kantin tadi pagi. Dia sendiri sibuk mengurus kegiatan OSIS yang berfokus untuk menyelenggarakan penghijauan disekolah ini.

"Ha? Aku gatau kabar itu sama sekali. Emangnya ada apa Ra?" Tanya Riyan. Kali ini Aura juga terkejut dengan perubahan sikap Riyan. Biasanya setiap dia masuk ruang BK Riyan akan selalu memarahinya Karena Aura yang nakal.

Aura pun menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya. Pertanyaan Riyan membuatnya malas untuk menjawab.

"Tadi ada Malasah sedikit sama si Kevin. Dia nabrak gue dan gue balas dengan mengguyur es wajahnya. Dan kita di laporkan ke BK sama salah satu orang di kantin yang mungkin tau kita." Jelas Aura membuat Riyan terkejut. Masalah yang pernah di lewati Aura tak seperti biasanya.

Kevin? Siapa yang tak tau cowok super Badboy biang onar itu dan tak ada yang berani melawannya karena orangtuanya juga termasuk donator terbesar di sekolah ini. Para murid-murid takut bermasalah dengan orang-orang besar seperti itu.

"Ra... Kenapa kamu cari masalah sama si Kevin? Kamu tau orang seperti Kevin kan? Apapun masalahnya kamu jangan deket-deket sama dia! Dia cowok nggak baik, dia berbahaya." Ucap Riyan membuat Aura tersenyum dalam hatinya. Cowok nggak baik? Bagaimana dengan dirinya?

Namun Aura mencoba untuk mengiyakan saja. Malas juga lama-lama berbicara dengan Riyan. Ia bukannya senang justru muak.

"Yaudah kalau gitu aku balik duluan ya?"

"Iya hati-hati."

Riyan pun pergi Aura juga meminta motor Riyan sudah keluar dari parkiran. Ia pun membalikkan badannya dan hendak kembali melanjutkan kegiatannya. Namun saat ia membalikan badannya ia di kejutkan oleh seseorang yang tengah duduk di depannya itu.

"Hai! Kok malah pacaran gitu sih!" Ucap Kevin tersenyum duduk di atas kursi dengan mengangkat satu kakinya.

Episodes
1 1. Malam Minggu yang kecewa
2 2. pulang malam
3 3. mengejar maaf Aura
4 4. Aura gaya baru
5 5. Kevin si biang onar
6 6. Lupa kalau lagi taruhan
7 7. Bukan cowok baik-baik
8 8. Ketiduran
9 9. Ngerjain Aura
10 10. Aura galak
11 11. Jatuh dari motor
12 12. Story Kevin
13 13. isi chat bikin semangat
14 14. heboh tentang story
15 15. UKS
16 16. Tertangkap basah
17 17. kesempatan pdkt
18 18. kita putus aja!
19 19. mengaku pacar tapi belum jadian
20 20. balasan untuk Riyan
21 21. menjenguk Aura
22 22. Tidak berharap
23 23. jemput Aura
24 24. Jomblo tapi punya Crush
25 25. Basreng
26 26. balas dendam Clara ke Aura
27 27. cari pd buat Aura, Kevin malu.
28 28. menjadi lebih lembut
29 29. Perasaan Kevin sebenarnya
30 30. Cemburu Clara lagi.
31 31. Lo suka sama gue
32 32. cowok playboy
33 33. Nesya & Clara
34 34. Mood Kevin
35 35. Gombalan Kevin
36 36. trending topik
37 37. pertengkaran Aura dan Clara
38 38. gudang
39 39. Arya nembak Reina
40 40. bakso untuk orang lain
41 41. Reyhan dan Alin
42 42. Malming?
43 43. di tolak?
44 44. David Berhasil
45 45. Cinta dan benci
46 46. Cemburu
47 47. Ucapan yang menyakitkan
48 48. di skors
49 49. Gamon, Balikan?
50 50. siapa dia?
51 51. Mantan merusak suasana
52 52. Manja!
53 53. bingung sendiri
54 54. ungkapan hati Reyhan
55 55. menyesal
56 56. Tawuran
57 57. sedingin itu?
58 58. Taruhan? Aura baru tau!
59 59. kecewa lagi!
60 60. Mata itu.
61 61. gedung bioskop
62 62. Cuek
63 63. spaghetti spesial
64 64. nggak jadi seneng
65 65. Mulai suka
66 66. saingan baru
67 67. Jadian
68 68. sama sama ragu
69 69. Cewek mainan
70 70. Rencana Kevin
71 71. pengganggu
72 72. Terjadi lagi
73 73. Dia masih sama
74 74. pagi yang bete
75 75. Makan ati mulu!
76 76. putus lagi?
77 77. balasan
78 78. sifat Aris
79 79. Rumah Kevin
80 80. Pernah bertemu
81 81. Papa Dani setuju
82 82. penangkapan Clara
83 83. pengganggu yang telah disingkirkan
84 84. End
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1. Malam Minggu yang kecewa
2
2. pulang malam
3
3. mengejar maaf Aura
4
4. Aura gaya baru
5
5. Kevin si biang onar
6
6. Lupa kalau lagi taruhan
7
7. Bukan cowok baik-baik
8
8. Ketiduran
9
9. Ngerjain Aura
10
10. Aura galak
11
11. Jatuh dari motor
12
12. Story Kevin
13
13. isi chat bikin semangat
14
14. heboh tentang story
15
15. UKS
16
16. Tertangkap basah
17
17. kesempatan pdkt
18
18. kita putus aja!
19
19. mengaku pacar tapi belum jadian
20
20. balasan untuk Riyan
21
21. menjenguk Aura
22
22. Tidak berharap
23
23. jemput Aura
24
24. Jomblo tapi punya Crush
25
25. Basreng
26
26. balas dendam Clara ke Aura
27
27. cari pd buat Aura, Kevin malu.
28
28. menjadi lebih lembut
29
29. Perasaan Kevin sebenarnya
30
30. Cemburu Clara lagi.
31
31. Lo suka sama gue
32
32. cowok playboy
33
33. Nesya & Clara
34
34. Mood Kevin
35
35. Gombalan Kevin
36
36. trending topik
37
37. pertengkaran Aura dan Clara
38
38. gudang
39
39. Arya nembak Reina
40
40. bakso untuk orang lain
41
41. Reyhan dan Alin
42
42. Malming?
43
43. di tolak?
44
44. David Berhasil
45
45. Cinta dan benci
46
46. Cemburu
47
47. Ucapan yang menyakitkan
48
48. di skors
49
49. Gamon, Balikan?
50
50. siapa dia?
51
51. Mantan merusak suasana
52
52. Manja!
53
53. bingung sendiri
54
54. ungkapan hati Reyhan
55
55. menyesal
56
56. Tawuran
57
57. sedingin itu?
58
58. Taruhan? Aura baru tau!
59
59. kecewa lagi!
60
60. Mata itu.
61
61. gedung bioskop
62
62. Cuek
63
63. spaghetti spesial
64
64. nggak jadi seneng
65
65. Mulai suka
66
66. saingan baru
67
67. Jadian
68
68. sama sama ragu
69
69. Cewek mainan
70
70. Rencana Kevin
71
71. pengganggu
72
72. Terjadi lagi
73
73. Dia masih sama
74
74. pagi yang bete
75
75. Makan ati mulu!
76
76. putus lagi?
77
77. balasan
78
78. sifat Aris
79
79. Rumah Kevin
80
80. Pernah bertemu
81
81. Papa Dani setuju
82
82. penangkapan Clara
83
83. pengganggu yang telah disingkirkan
84
84. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!