9. Ngerjain Aura

Kini Aura tengah mengendarai mobilnya menuju ke rumah Kevin. Dan tentu saja di sebelahnya ada Kevin.

Keduanya kini saling diam.

Kevin sendiri kini sibuk dengan pikirannya. Ia sempat melirik Aura yang begitu cuek dan hanya berfokus ke depan.

Jika disebelahnya saat ini adalah cewek lain, pasti cewek itu sudah cerewet dan mengajaknya berbicara atau pun meminta bertukar nomor ponsel. Dan bahkan pasti akan mengajaknya ke suatu tempat sebelum pulang.

Cantik! Itu yang ada di pikiran Kevin saat ini. Namun sangat jutek seolah-olah cewek di sampingnya itu benar-benar tak menganggapnya ada.

Apakah dia benar-benar beda dengan cewek lain...

Dengan turunnya hujan, hujan semakin lebat dan bahkan Aura hampir tidak bisa melihat apa yang ada di jalanan. Benar-benar Hujan yang lebat.

Kening Aura pun berkerut berusaha memfokuskan jalanan. Namun sepertinya Aura tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Ini terlalu deras. Aura pun mengurangi kecepatannya.

"Ra. Berhenti aja Ra. Ke supermarket depan sana! Ini berbahaya. Kita nunggu agak reda aja." Ujar Kevin yang melihat mobil sudah tak bisa di kendarai. Jika di Kendari maka akan sangat berbahaya karena air mengguyur mobil mereka tanpa henti.

"Hm." Jawab Aura singkat lalu membelokkan mobilnya ke minimarket.

Kini Mereka telah berhenti disalah satu minimarket. Kevin melepaskan sabuk pengamannya.

"Lo tunggu disini!" Ujar Kevin beranjak keluar dari mobil Aura. Entah apa yang akan di lakukan oleh Kevin.

Ia memperhatikan Kevin yang berlari kecil memasuki minimarket itu dalam kondisi baju yang basah. Ia melirik jam tangannya jam menunjukkan pukul 15:00. Oh, ternyata udah sore.

Ia pun mengambil tasnya yang ia sandang dari tadi. Mengambil ponselnya, siapa tau ada yang nyariin.

Ting

Ting

Ting

Ternyata benar banyak orang yang mengirimkannya pesan. Mulai dari orangtuanya, Reina, Hingga Riyan sang mantan pacar.

Entah kenapa hanya melihat nama Riyan di layarnya kembali membuat dada Aura sesak.

Cklek!

Tak lama dari itu, Kevin kembali masuk dengan membawa 2 kopi hangat di tangannya.

"Nih, buat Lo!" Ujar Kevin menyodorkan satu minuman untuk Aura.

Kini Aura tak lagi menolaknya karena memang ini yang dia butuhkan. Selain untuk menghangatkan tubuhnya tapi juga membuat pikirannya Relax dan kantuknya pun hilang.

"Thanks." Ujar Aura, ia pun menyeruput kopi hangatnya.

Kevin pun tersenyum menang, Akhirnya Aura tak lagi menolak. Ia harus sering-sering mengisi hari-hari Aura seperti ini agar bisa mendapatkan hati Aura.

Aura melirik Kevin. Basah, baju yang di pakai Kevin basah tentu saja kalau di pakai terus akan masuk angin.

Dan memang seperti ini lah Aura, baik! Ia ingin membantu orang lain sebisa mungkin. Meskipun dirinya di cap anak nakal di sekolah.

"Ada baju cowok besar dan Hoodie oversize di belakang. Lo boleh pakai itu." Ucap Aura setelah berkata ia baru menatap ke samping menatap wajah Kevin.

Baju cowok besar? Baju siapa yang Aura tawarkan untuknya itu. Kalau sampai itu baju si Riyan maka dia ogah memakainya.

"Punya si cupu itu?" Sahut Kevin.

"Cupu siapa maksud Lo?" Tanya Aura. Pasalnya ia memang tak tau siapa yang di maksud cupu sama Kevin itu.

"Riyan!" Jawab Kevin malas.

Aura berdecak kecil, Di kira ia sebucin itu apa sama bawa-bawa baju sang mantan.

"Ngapain juga sih gue bawa baju mantan. Nggak jelas banget. Itu baju gue Balu beli kemarin belum gue pakek. Bajunya oversize. Lo di tolongin orang malah ngeselin."

"Kalau mau ya ambil kalau nggak mau yaudah. Semoga Lo masuk angin besoknya dan nggak masuk sekolah." Lanjutnya, malas meladeni orang seperti Kevin.

Cowok sinting ini hatinya busuk banget, negatif thinking terus sebenarnya dia ini terlahir dari apa? Pikir Aura heran.

"Ya sorry... Btw Lo khawatir sama gue?" Tanya Kevin menggoda Aura.

Aura pun melemparkan tatapan sinisnya pada Kevin. " Jangan menganggap baiknya orang ke elo itu suka. Nggak semua orang suka sama Lo. Jangan ge er."

Aura dibuat gregetan dengan Kevin. Kok bisa sih dia ini berurusan dengan cowok paling palyboy sedunia. Dia pikir semua cewek tertarik apa sama dirinya.

Sedangkan Kevin tersenyum - senyum sendiri melihat Aura yang kesal. Nih cewek kalau di perhatiin begini cantik juga, cantik banget malah. Lebih cantik di bandingkan cewek-cewek yang pernah ia temui atau pacari itu. Pikirnya.

Tak lama dari itu, Kevin Melihat Aura yang tengah membuka ponselnya. Ia pun mencuri-curi pandang ke ponsel Aura. Ia sempat membaca ada pesan dari Riyan yang menggunakan hp baru.

"Ekhem" Kevin berdehem. "Tukeran Nomor dong! Gue minta nomor Lo dong!" Celetuk Kevin.

Namun Aura sama sekali tak memperhatikannya. "Ogah, gue nggak mau temenan sama Lo!" Ujar Aura yang membuat Kevin mendelik.

Benci! Harga dirinya terasa jatuh.

Ditolak sama cewek? What? Siapa sih yang nggak mau sama Kevin. Aura memang sedikit agak menantang sih ini.

"Sombong banget Lo. Buat apa cantik kalau sombong begitu." Ujar Kevin sedikit kesal. Ucapannya agak emosi.

"Heh sebelum ngomong tuh di pikir. Nanti kalau gue temenan sama Lo. Cewek-cewek gila Lo itu bakal nglabrak gue. Nggak ada baiknya juga temenan sama Lo. Yang ada rugi! Paham Lo!" Tolak Aura dengan lantang.

Hm... Bukannya Aura takut menghadapi cewek-cewek yang gila Kevin itu. Tapi malas berurusan sama mereka. Ujung-ujungnya masuk BK lagi kalau berantemnya di sekolah.

Sedangkan Kevin hanya diam dan menggerutu dalam hatinya. karena apa yang di katakan oleh Aura ada benarnya.

Sialan emang! Susah banget dapetinnya!

Karena hujan sudah mulai reda Aura kembali menyalakan mesin mobilnya dan kembali mengendarai mobilnya menuju rumah Kevin.

Tak lama dari itu, Mereka telah sampai di rumah Kevin. Aura menghelakan nafas karena hari sudah petang tapi belum sampai ke rumahnya.

"Cepetan turun. Gue mau pulang!" Ujar Aura menyuruh Kevin untuk segera turun. Sedangkan Kevin masih sibuk dengan ponselnya.

"Eits bentar Lo nggak boleh pulang sendirian di malam-malam begini. Gue akan nganterin Lo.gue Udah minta teman gue buat bawain gue motor nanti setelah ngenterin Lo." ucap Kevin membuat Aura menampakkan emosi nya.

"Apa Lo bilang? Nganterin gue! Lo gila banget sih. Kalau kayak gini kenapa Lo nggak nganterin gue aja, terus Lo minta supir Lo itu buat jemput atau temen Lo!" Ujar Aura dengan Emosi

Kevin pun tersenyum jahil. "Harusnya Lo tau nggak sih kenapa gue kayak gini? Sebagai seorang playboy gue harus berduaan dong sama cewek cantik kayak Lo." Ujar Kevin menggoda Aura.

Aura mencebik, bukan tergoda malah jijik. "Najis tau nggak Lo. Lo pikir gue apaan? Lonte Lo! Udah Sono gue pulang sendirian! Keluar Lo!" Bentak Aura.

"Gue nggak Nerima penolakan. Kalau Lo nolak gue bakalan foto sama elo dan menggemparkan sekolah." Ucap Kevin yang tentu saja tak bisa di bantah oleh Aura. Namun benar-benar membuat Aura kesal.

"Anjing Lo! Nyusahin orang!" Ujar Aura langsung turun dari mobilnya dan berganti ke kursi sebelah.

"Sana Lo! Lo yang nyetir sekarang. Mau nganterin gue kan?"

Kevin pun tersenyum penuh kemenangan. Ia pun segera berpindah kursi ke kemudi.

Sedangkan Aura hatinya tak bisa berhenti menggerutu. Ia bersumpah akan membalas manusia gila kayak Kevin ini.

Terpopuler

Comments

C a l l i s t o ®

C a l l i s t o ®

Ada tulisan Ryan pake nomor baru btw buat yg nanya kan uda diblokir

2025-03-31

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Bukan kah nomor Riyan udah di BLOKIR ya?? Kok bisa ngirim pesan?? 🤔🤔😇😇

2025-01-05

0

lihat semua
Episodes
1 1. Malam Minggu yang kecewa
2 2. pulang malam
3 3. mengejar maaf Aura
4 4. Aura gaya baru
5 5. Kevin si biang onar
6 6. Lupa kalau lagi taruhan
7 7. Bukan cowok baik-baik
8 8. Ketiduran
9 9. Ngerjain Aura
10 10. Aura galak
11 11. Jatuh dari motor
12 12. Story Kevin
13 13. isi chat bikin semangat
14 14. heboh tentang story
15 15. UKS
16 16. Tertangkap basah
17 17. kesempatan pdkt
18 18. kita putus aja!
19 19. mengaku pacar tapi belum jadian
20 20. balasan untuk Riyan
21 21. menjenguk Aura
22 22. Tidak berharap
23 23. jemput Aura
24 24. Jomblo tapi punya Crush
25 25. Basreng
26 26. balas dendam Clara ke Aura
27 27. cari pd buat Aura, Kevin malu.
28 28. menjadi lebih lembut
29 29. Perasaan Kevin sebenarnya
30 30. Cemburu Clara lagi.
31 31. Lo suka sama gue
32 32. cowok playboy
33 33. Nesya & Clara
34 34. Mood Kevin
35 35. Gombalan Kevin
36 36. trending topik
37 37. pertengkaran Aura dan Clara
38 38. gudang
39 39. Arya nembak Reina
40 40. bakso untuk orang lain
41 41. Reyhan dan Alin
42 42. Malming?
43 43. di tolak?
44 44. David Berhasil
45 45. Cinta dan benci
46 46. Cemburu
47 47. Ucapan yang menyakitkan
48 48. di skors
49 49. Gamon, Balikan?
50 50. siapa dia?
51 51. Mantan merusak suasana
52 52. Manja!
53 53. bingung sendiri
54 54. ungkapan hati Reyhan
55 55. menyesal
56 56. Tawuran
57 57. sedingin itu?
58 58. Taruhan? Aura baru tau!
59 59. kecewa lagi!
60 60. Mata itu.
61 61. gedung bioskop
62 62. Cuek
63 63. spaghetti spesial
64 64. nggak jadi seneng
65 65. Mulai suka
66 66. saingan baru
67 67. Jadian
68 68. sama sama ragu
69 69. Cewek mainan
70 70. Rencana Kevin
71 71. pengganggu
72 72. Terjadi lagi
73 73. Dia masih sama
74 74. pagi yang bete
75 75. Makan ati mulu!
76 76. putus lagi?
77 77. balasan
78 78. sifat Aris
79 79. Rumah Kevin
80 80. Pernah bertemu
81 81. Papa Dani setuju
82 82. penangkapan Clara
83 83. pengganggu yang telah disingkirkan
84 84. End
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1. Malam Minggu yang kecewa
2
2. pulang malam
3
3. mengejar maaf Aura
4
4. Aura gaya baru
5
5. Kevin si biang onar
6
6. Lupa kalau lagi taruhan
7
7. Bukan cowok baik-baik
8
8. Ketiduran
9
9. Ngerjain Aura
10
10. Aura galak
11
11. Jatuh dari motor
12
12. Story Kevin
13
13. isi chat bikin semangat
14
14. heboh tentang story
15
15. UKS
16
16. Tertangkap basah
17
17. kesempatan pdkt
18
18. kita putus aja!
19
19. mengaku pacar tapi belum jadian
20
20. balasan untuk Riyan
21
21. menjenguk Aura
22
22. Tidak berharap
23
23. jemput Aura
24
24. Jomblo tapi punya Crush
25
25. Basreng
26
26. balas dendam Clara ke Aura
27
27. cari pd buat Aura, Kevin malu.
28
28. menjadi lebih lembut
29
29. Perasaan Kevin sebenarnya
30
30. Cemburu Clara lagi.
31
31. Lo suka sama gue
32
32. cowok playboy
33
33. Nesya & Clara
34
34. Mood Kevin
35
35. Gombalan Kevin
36
36. trending topik
37
37. pertengkaran Aura dan Clara
38
38. gudang
39
39. Arya nembak Reina
40
40. bakso untuk orang lain
41
41. Reyhan dan Alin
42
42. Malming?
43
43. di tolak?
44
44. David Berhasil
45
45. Cinta dan benci
46
46. Cemburu
47
47. Ucapan yang menyakitkan
48
48. di skors
49
49. Gamon, Balikan?
50
50. siapa dia?
51
51. Mantan merusak suasana
52
52. Manja!
53
53. bingung sendiri
54
54. ungkapan hati Reyhan
55
55. menyesal
56
56. Tawuran
57
57. sedingin itu?
58
58. Taruhan? Aura baru tau!
59
59. kecewa lagi!
60
60. Mata itu.
61
61. gedung bioskop
62
62. Cuek
63
63. spaghetti spesial
64
64. nggak jadi seneng
65
65. Mulai suka
66
66. saingan baru
67
67. Jadian
68
68. sama sama ragu
69
69. Cewek mainan
70
70. Rencana Kevin
71
71. pengganggu
72
72. Terjadi lagi
73
73. Dia masih sama
74
74. pagi yang bete
75
75. Makan ati mulu!
76
76. putus lagi?
77
77. balasan
78
78. sifat Aris
79
79. Rumah Kevin
80
80. Pernah bertemu
81
81. Papa Dani setuju
82
82. penangkapan Clara
83
83. pengganggu yang telah disingkirkan
84
84. End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!