Hari pernikahan tiba.
Seperti rencana, karena ini adalah intimate wedding jadi tamu undangan yang hadir tidak banyak.
Segala runtutan acara dan prosesi sakral pernikahan sudah dilangsungkan.
Kini, Kayla dan ibunya, Ratih, resmi menjadi keluarga Dilaga. Mereka menjadi keluarga yang sah dalam catatan negara. Nama Ratih dan Kayla juga akan ditambahkan nama keluarga Dilaga dalam setiap dokumen admintrasi.
Bagian dari keluarga konglomerat Dilaga yang memiliki perusahaan dan aset properti secara nasional, DP Housing Corp.
Lalu siang silih berganti malam, saatnya pesta resepsi dilangsungkan.
Tamu undangan yang datang jauh lebih banyak dibandingkan siang tadi. Dominasi tamu adalah dari kolega perusahaan DP Housing Corps milik ayah Arya. Menurut Kayla, jumlah ini kurang lebih sama seperti penikahan ayah dan ibunya di kehidupan pertama.
Sungguh luar biasa. Semua kejadian hari ini terjadi persis seperti sebelumnya. Seolah aku sedang merasakan de javu.
Kayla mengamati suasana pesta dari pinggir ruangan sambil menikmati jus apelnya.
Jika semua peristiwa sampai akhir persis terjadi, berarti ‘kejadian itu’ juga akan terjadi padaku sebentar lagi kan?
“N-Nona, maaf anda mendapatkan minuman dari seseorang. Silakan di ambil.” salah satu waiters pria menghampiri Kayla.
Haha. Ternyata benar terjadi lagi ya.
“Dari siapa?“ tanya Kayla datar.
“Eh? Itu.. Maaf saya tidak diberi tahu nama beliau. Saya hanya dipesan minuman ini special untuk anda nona.”
“Wanita atau Pria? Muda atau tua? Untuk menjawab ini hanya perlu mata tanpa perlu bertanya namanya.” Kayla sengaja menekankan nada pertanyaannya. Meski Kayla terlihat acuh tak acuh, dia bisa melihat reaksi salah tingkah waiters dari sela sela gelas yang diminumnya.
“Maaf nona. Saya..” waiters itu menundukan kepala.
“Haha. Sudah kuduga. Begini saja, kau cukup anggukan kepala kalau tebakanku benar.” Kayla meletakan gelasnya yang habis di meja.
“Jika kau jawab jujur, aku akan ambil minuman itu. Dan tugasmu selesai.”
Kayla kasian pada waiters ini, tapi dia harus melakukan ini. Kayla tidak mau terkena kejadian yang sama dua kali.
“Dia wanita kan?”
Dengan sedikit ragu, waiters akhirnya mengganggukan kepalanya.
“Wanita muda. Anak dari mempelai pria yang menikah kan?”
Waiters terlihat terkejut tapi dia tetap diam. Seperti takut salah bicara walau hanya gerakan kepalapun takut.
“Cukup. Diammu kuanggap adalah jawaban. Kau boleh pergi.” Ucap Kayla sambil mengambil gelas minuman orange jus yang diantarkan itu.
Waiters lega. Setelah mengucapkan terima kasih ia pun pamit dari Kayla.
Sudah cukup main mainnya dengan waiters. Mari kita mulai pesta sesungguhnya, Amarilys.
...🌻🌻🌻...
Kayla berjalan mendekat ke arah Amarilys yang sedang bersama waiters pria pengantar minuman tadi. Amarilys terlihat memberikan sesuatu ke waiters, yang Kayla duga adalah uang jasa yang dijanjikan gadis itu.
Saat mata mereka bertemu dari jauh, Amarilys terlihat panik dan dengan cepat menyuruh waiters pergi. Kayla tersenyum tambah lebar.
Hati Amarilys memang jahat dan naif. Sifatnya yang egois dan tidak suka akan kebahagian orang, membuat anak ini menyuruh waiters memberikan minuman yang sudah diberikan obat pencahar ke padaku.
Namun biar bagaimanapun, Amarilys adalah gadis remaja berusia 15 tahun. Dulu dia bisa membodohi ku yang dua tahun lebih tua dari dia, tapi sekarang aku adalah wanita berusia 27 tahun yang hidup kembali di usia 17 tahun.
Secara mental dan akal, aku lebih unggul. Terlebih, aku memiliki ingatan masa lalu. Semua tindakanmu kali ini mudah dibaca dan terlalu bodoh untuk dilakukan.
“Hai, Kayla.” ucapnya pura pura riang.
Actingmu selalu bagus. Dulu dan sekarang. Kayla mengucapkannya dalam hati.
“Panggil aku kak Kayla. Aku kakakmu sekarang.” ucap Kayla dengan sengaja.
Sepersekian detik topeng Amarilys sempat runtuh, dia kelihatan kesal namun dengan cepat menguasai dirinya lagi tersenyum.
“Hahaha. Kau benar. Ada apa kak Kayla?”
“Aku ingin mengenalkanmu pada teman baikku. Kau tidak keberatan?”
“Teman kakak? Apa teman laki laki?” Amarilys tersenyum aneh.
Dulu terasa aneh, tapi sekarang Kayla mengetahui itu adalah senyum mengejek khas Amarilys.
“Ya. Apa masalah aku punya teman baik laki laki? By the way, dia juga menuju kemari. Pas sekali.”
Amarilys berbalik, lalu menjabat tangan Jendra. Mereka langsung menjadi akrab setelah beberapa menit Kayla mengenalkan satu sama lain.
Dì kehidupan kedua ini, Kayla hidup seperti melihat dari sudut pandang orang ketiga. Serba tahu dan seolah hidupnya ini adalah novel yang pernah dia baca. Mungkin itu kelebihan dihidupkan kembali.
Terlihat jelas di mata Kayla, Jendra memang menyukai Amarilys dari pandangan pertama. Di kehidupan pertama Kayla pasti akan sakit hati, tapi tidak di kehidupan saat ini. Kayla tidak merasakan apapun, hanya bertindak sesuai yang dia rencanakan.
Saat Amarilys dan Jendra asyik mengobrol tanpa melibatkan Kayla sama sekali, disitulah Kayla menukar orange jus miliknya yang diberikan obat dengan orange jus punya Amarilys.
Misi balas dendam pertama, on process.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 121 Episodes
Comments
"Candy75
apa yang dirasakan Kayla dulu akan dirasakan Amarilys sekarang
2024-12-05
0
momy hana
jgn cerita terus dong kk,kurang seru.bacanya jd bosan.
2024-11-19
0
Ayu Dani
nah gtu dong sat set
2024-10-27
1