Bab 13 - Nathan & Susu Pisang (1)

Pemandangan yang berbeda hadir di kelas hari ini.

Biasanya satu kelas akan mengacuhkan kehadiran sang murid pindahan, yaitu Kayla. Tapi hari ini malah semua jadi memandangi Kayla.

Semua ini karena murid populer Nathan, yang sejak pagi sudah menyapa dan mengajak ngobrol Kayla duluan.

Semua keheranan.

Sejak kapan mereka dekat. Tapi tidak ada yang berani tanya langsung.

Kayla sendiri tidak menyangka kalau Nathan akan menghampirinya sejak pagi.

Memang benar sih, dia yang sengaja membuat ide pertemanan duluan dengan Nathan. Tapi Kayla pikir akan menjadi obrolan singkat dan teman makan di kantin saja. Energi Nathan terlalu banyak untuk Kayla yang introvert. Kayla jadi agak menyesal karena ketenangannya di kelas sedikit berubah.

Belum lagi pandangan tidak suka penggemar Nathan di kelas. Seolah cemburu karena sejak pagi Nathan hanya mengajak Kayla bicara, bukan mereka lagi seperti biasanya.

Kalau begini jadinya seperti Kayla dengan sengaja menambah alasan dirinya untuk semakin dikucilan, kan.

“Nathan, cepat kembali ke tempat dudukmu deh.”

Lelah karena Nathan terus bicara sedari tadi, jadi Kayla coba menghentikannya sebisa mungkin.

“Lah. Ini memang tempat dudukku kok. Jangan bilang memang kau tidak menyadarinya? Parah.” terang Nathan lagi lagi merasa tidak percaya pesonanya tidak mempan di Kayla.

Oh. Ya mana ku tahu. Aku kan sejak awal masuk kelas, kalau tidak duduk diam, ya cuma memandang ke luar jendela.

Ternyata selama ini Nathan duduk di kursi belakang juga, persis di samping kanan Kayla. Kayla memang yang tidak menyadarinya tidak merespon pertanyaan Nathan.

“Lagian kau kenapa sih. Kalau di kelas selalu begini. Beda saat kemarin pas kita… aduh! Kenapa kakiku diinjak.”

Ra-ha-sia. Dasar bodoh.

Kayla menginjak kaki Nathan dan memberi isyarat lewat mata. Berharap Nathan tidak membocorkan kalau Kayla suka menggunakan ruang olahraga diam diam untuk bermain basket. Bisa gawat kalau anak anak yang lain tau.

Bicara tentang tanding basket kemarin antara Kayla dan Nathan, hasil dari permainan itu adalah Kayla unggul banyak. Nathan tidak menyangka ada wanita sejago basket seperti Kayla. Dari banyak permainan, Nathan hanya bisa menang satu kali. Itu pun karena Kayla sudah tidak konsentrasi, jam pulang sudah lebih dari sejam berlalu. Kalau mereka berdua tinggal lebih lama lagi di ruangan olahraga, takut petugas keamanan tahu. Bisa jadi, saat itu Kayla sedikit mengalah.

Dengan wajah tampan tanpa dosanya Nathan tertawa, dia baru sadar hampir membocorkan rahasia mereka berdua.

Obrolan mereka harus terhenti karena guru pelajaran sudah memasuki kelas. Semua anak duduk di tempatnya dan kelas dimulai.

Sampai waktu istirahat tiba. Nathan menepati janjinya untuk membelikan susu pisang di kantin. Dengan malas, Kayla berjalan dibelakang Nathan menuju kantin sekolah.

Astaga. Bocah ini energinya seperti golden retriever. Tidak ada habis-habisnya.

Lihat itu. Semua orang di sapa juga. Mereka jadi ikut melihatku kan.

Hana risih dengan semua perhatian yang tiba tiba didapatkannya ini. Ternyata diabaikan sampai kemarin jauh lebih nyaman ya, batin Kayla. Agak ironi tapi itulah yang dirasakan Kayla.

Setelah Kayla dan Nathan mengambil set makan siang, mereka menuju hall ruang makan. Tapi belum sampai tujuan, Nathan berbicara kepada Kayla.

“Kamu duluan aja ke meja. Tempatin punyaku juga ya. Aku beliin susu pisang dulu di schoolmart.”

“Oke.”

Kayla pun menuju meja dan kursi yang kosong. Letaknya agak di sudut hall sih, tapi mau bagaimana lagi yang lain sudah lumayan penuh.

“Halo, kakak Kayla.” Suara riang khas yang dikenali oleh Kayla.

Ck. Mau apa Lily dan teman temannya kesini.

“Yap. Halo.” Jawab Kayla sekenanya saja.

“Kak, aku dan temanku duduk disini yaa? Kita kehabisan kursi nih.” Amarylis menunjuk dirinya dan tiga murid Wanita lainnya. Sedangkan bangku hanya ada hanya empat. Satu bangku dudah di duduki Kayla.

Lah maksudmu aku harus pergi dari sini dan merelakannya untuk kalian berempat, begitu?? Dasar bocah ngeselin.

“Tidak bisa. Kursi kosong hanya tinggal dua saja. Satu kursi ini buat temanku.” Dengan malas Kayla menunjuk dua kursi kosong di depannya, sedangkan satu kursi lagi Kayla beri sweater miliknya untuk menandai kursi yang akan di duduki Nathan.

“Hah? Apa aku tidak salah dengar? Kakak punya teman?” nada pura pura kaget diselingi nada mengejek khas Amarilys.

Merespon itu, teman teman Amarilys tertawa mengejek.

“Yah, aku ikut senang akhirnya kakak punya teman. Boleh aku menyapa teman kakak?” ucap Amarilys dengan senyum manisnya.

Bersambung

Semoga suka karya keduaku ya. Boleh juga intip karyaku yang lain ‘Terpikat Duda Artis.’ sebentar lagi akan tamat.

Ariagathanks. 🌻

Terpopuler

Comments

"Candy75

"Candy75

terus berkarya thor

2024-12-05

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 - Prolog Bangkit Kembali
2 Bab 2 - Menyusun Memori
3 Bab 3 - Dinner Pertama Dilaga Family
4 Bab 4 - Balas Dendam Pertama (1)
5 Bab 5 - Balas Dendam Pertama (2)
6 Bab 6 - Pindah Sekolah
7 Bab 7 - Saya Percaya..
8 Bab 8 - Sekolah Baru
9 Bab 9 - Ban Bocor
10 Bab 10 - Dijemput Gala
11 Bab 11 - Kayla Diabaikan Di Kelas
12 Bab 12 - Teman Baru
13 Bab 13 - Nathan & Susu Pisang (1)
14 Bab 14 - Nathan & Susu Pisang (2)
15 Bab 15 - Nasihat Ayah
16 Bab 16 - Perundungan/Bullying
17 Bab 17 - Perlihatkan Lukamu
18 Bab 18 - Thanks, Kak Gala
19 Bab 19 - Masa Tenang
20 Bab 20 - Syarat Untuk Nathan
21 Bab 21 - Sebuah Kesepakatan
22 Bab 22 - Berita Baik Ibu Hamil
23 Bab 23 - Niat Jahat Amarylis
24 Bab 24 - Lebih Baik Bersama Saya
25 Bab 25 - Kondisi Ibu (1)
26 Bab 26 - Kondisi Ibu (2)
27 Bab 27 - Kondisi Ibu (3)
28 Bab 28 - Ada yang Di Sembunyikan
29 Bab 29 - Ayah Dan Ibu Membela Lily
30 Bab 30 - Pertengkaran Hebat (1)
31 Bab 31 - Pertengkaran Hebat (2)
32 Bab 32 - Plan B
33 Bab 33 - Anda Bisa Memanfaatkan Saya
34 Bab 34 - Identitas Gala
35 Bab 35 - Kayla menghilang
36 Bab 36 - Time Skip
37 Bab 37 - Double Agent
38 Bab 38 - Pertemuan Kembali
39 Bab 39 - Hot Gossip
40 Bab 40 - Misi Kayla Dimulai
41 Bab 41 - Biarkan Aku Mengantarmu
42 Bab 42 - Meeting Pemegang Saham
43 Bab 43 - Sedikit Tipsy
44 Bab 44 - Overprotective
45 Bab 45 - Pesta Ulangtahun Amarilys (1)
46 Bab 46 - Pesta Ulangtahun Amarilys (2)
47 Bab 47 - Tragedi Kolam Renang
48 Bab 48 - Bisa Minum Sendiri?
49 Bab 49 - Lakukan Sesuatu
50 Bab 50 - Kamu milikku Kayla
51 Bab 51 - Kami Sungguh Menyesal
52 Bab 52 - Berlututlah Padaku
53 Bab 53 - Syarat Baru Dari Kayla
54 Bab 54 - Its Too Late
55 Bab 55 - Gala, Soal Semalam...
56 Bab 56 - Jadikan Aku Pedangmu, Ksatriamu
57 Bab 57 - Rencana Sabotase
58 Bab 58 - Belajarlah Dewasa
59 Bab 59 - Misi Balas Dendam Kayla
60 Bab 60 - Jangan Menyentuhnya
61 Bab 61 - Are You Happy?
62 Bab 62 - Rahasia Gala
63 Bab 63 - Ini Tugasmu Lily..
64 Bab 64 - Kejadian di Supermarket (1)
65 Bab 65 - Kejadian di Supermarket (2)
66 Bab 66 - Video Live Viral
67 Bab 67 - Kalian Mengancamku?
68 Bab 68 - Thats My Girl
69 Bab 69 - Marry Me
70 Bab 70 - Kemarahan Arya
71 Bab 71 - Bidak Bidak Catur
72 Bab 72 - Hanya Kakak Yang Bisa Menolong
73 Bab 73 - Menahan Malu
74 Bab 74 - Tau Segalanya
75 Bab 75 - Rencana Selanjutnya
76 Bab 76 - Bidak Catur Kedua
77 Bab 77 - Kejadian Di Butik
78 Bab 78 - Adu Domba
79 Bab 79 - Kemarilah, kak!
80 Bab 80 - Pertengkaran pertama Gala dan Kayla
81 Bab 81 - Membawa Kabur Ibu dan Arniko
82 Bab 82 - Mencari Bukti
83 Bab 83 - Andaikan saja...
84 Bab 84 - Satu Persatu Kejahatan Terungkap
85 Bab 85 - Malam Yang Penting
86 Bab 86 - Meruntuhkan Image Amarilys
87 Bab 87 - Amarilys Terpojok
88 Bab 88 - Mempermalukan Amarilys di Pesta
89 Bab 89 - Proses Hukum (1)
90 Bab 90 - Proses Hukum (2)
91 Bab 91 - Ku Kenalkan
92 Bab 92 - Teman Lama
93 Bab 93 - Kayla Cemburu
94 Bab 94 - Gala Ikutan Cemburu!
95 Bab 95 - Keringat Dingin
96 Bab 96 - Trust Issues Kayla
97 Bab 97 - Nama Panggilan untuk Gala
98 Ban 98 - Amarilys Jadi Tahanan Rumah (1)
99 Bab 99 - Amarilys Jadi Tahanan Rumah (2)
100 Bab 100 - One by One
101 Bab 101 - Konfrontrasi Langsung
102 Bab 102 - Kayla Vs Amarilys (1)
103 Bab 103 - Kayla Vs Amarilys (2)
104 Bab 104 - Kayla Vs Amarilys (3)
105 Bab 105 - Stay away!
106 Bab 106 - Mari Bicara
107 Bab 107 - Hamil?
108 Bab 108 - Pengacara Keluarga Dilaga
109 Bab 109 - Gala Mengambil Alih
110 Bab 110 - Hadiah Untuk Kayla
111 Bab 111 - Karma Untuk Arya (1)
112 Bab 112 - Karma Untuk Arya (2)
113 Bab 113 - Usia delapan minggu
114 Bab 114 - Gala dan Cinta Pertamanya
115 Bab 115 - Membawa Saksi Kunci
116 Bab 116 - Persidangan (1)
117 Bab 117 - Persidangan (2)
118 Bab 118 - Hubungan Ibu dan Anak
119 Bab 119 - Puzzle Yang Terisi
120 Bab 120 - Peresmian dan Pengumuman Kehamilan
121 Himawari's Corner: Kisah Kay-Ga pamit disini ya!
Episodes

Updated 121 Episodes

1
BAB 1 - Prolog Bangkit Kembali
2
Bab 2 - Menyusun Memori
3
Bab 3 - Dinner Pertama Dilaga Family
4
Bab 4 - Balas Dendam Pertama (1)
5
Bab 5 - Balas Dendam Pertama (2)
6
Bab 6 - Pindah Sekolah
7
Bab 7 - Saya Percaya..
8
Bab 8 - Sekolah Baru
9
Bab 9 - Ban Bocor
10
Bab 10 - Dijemput Gala
11
Bab 11 - Kayla Diabaikan Di Kelas
12
Bab 12 - Teman Baru
13
Bab 13 - Nathan & Susu Pisang (1)
14
Bab 14 - Nathan & Susu Pisang (2)
15
Bab 15 - Nasihat Ayah
16
Bab 16 - Perundungan/Bullying
17
Bab 17 - Perlihatkan Lukamu
18
Bab 18 - Thanks, Kak Gala
19
Bab 19 - Masa Tenang
20
Bab 20 - Syarat Untuk Nathan
21
Bab 21 - Sebuah Kesepakatan
22
Bab 22 - Berita Baik Ibu Hamil
23
Bab 23 - Niat Jahat Amarylis
24
Bab 24 - Lebih Baik Bersama Saya
25
Bab 25 - Kondisi Ibu (1)
26
Bab 26 - Kondisi Ibu (2)
27
Bab 27 - Kondisi Ibu (3)
28
Bab 28 - Ada yang Di Sembunyikan
29
Bab 29 - Ayah Dan Ibu Membela Lily
30
Bab 30 - Pertengkaran Hebat (1)
31
Bab 31 - Pertengkaran Hebat (2)
32
Bab 32 - Plan B
33
Bab 33 - Anda Bisa Memanfaatkan Saya
34
Bab 34 - Identitas Gala
35
Bab 35 - Kayla menghilang
36
Bab 36 - Time Skip
37
Bab 37 - Double Agent
38
Bab 38 - Pertemuan Kembali
39
Bab 39 - Hot Gossip
40
Bab 40 - Misi Kayla Dimulai
41
Bab 41 - Biarkan Aku Mengantarmu
42
Bab 42 - Meeting Pemegang Saham
43
Bab 43 - Sedikit Tipsy
44
Bab 44 - Overprotective
45
Bab 45 - Pesta Ulangtahun Amarilys (1)
46
Bab 46 - Pesta Ulangtahun Amarilys (2)
47
Bab 47 - Tragedi Kolam Renang
48
Bab 48 - Bisa Minum Sendiri?
49
Bab 49 - Lakukan Sesuatu
50
Bab 50 - Kamu milikku Kayla
51
Bab 51 - Kami Sungguh Menyesal
52
Bab 52 - Berlututlah Padaku
53
Bab 53 - Syarat Baru Dari Kayla
54
Bab 54 - Its Too Late
55
Bab 55 - Gala, Soal Semalam...
56
Bab 56 - Jadikan Aku Pedangmu, Ksatriamu
57
Bab 57 - Rencana Sabotase
58
Bab 58 - Belajarlah Dewasa
59
Bab 59 - Misi Balas Dendam Kayla
60
Bab 60 - Jangan Menyentuhnya
61
Bab 61 - Are You Happy?
62
Bab 62 - Rahasia Gala
63
Bab 63 - Ini Tugasmu Lily..
64
Bab 64 - Kejadian di Supermarket (1)
65
Bab 65 - Kejadian di Supermarket (2)
66
Bab 66 - Video Live Viral
67
Bab 67 - Kalian Mengancamku?
68
Bab 68 - Thats My Girl
69
Bab 69 - Marry Me
70
Bab 70 - Kemarahan Arya
71
Bab 71 - Bidak Bidak Catur
72
Bab 72 - Hanya Kakak Yang Bisa Menolong
73
Bab 73 - Menahan Malu
74
Bab 74 - Tau Segalanya
75
Bab 75 - Rencana Selanjutnya
76
Bab 76 - Bidak Catur Kedua
77
Bab 77 - Kejadian Di Butik
78
Bab 78 - Adu Domba
79
Bab 79 - Kemarilah, kak!
80
Bab 80 - Pertengkaran pertama Gala dan Kayla
81
Bab 81 - Membawa Kabur Ibu dan Arniko
82
Bab 82 - Mencari Bukti
83
Bab 83 - Andaikan saja...
84
Bab 84 - Satu Persatu Kejahatan Terungkap
85
Bab 85 - Malam Yang Penting
86
Bab 86 - Meruntuhkan Image Amarilys
87
Bab 87 - Amarilys Terpojok
88
Bab 88 - Mempermalukan Amarilys di Pesta
89
Bab 89 - Proses Hukum (1)
90
Bab 90 - Proses Hukum (2)
91
Bab 91 - Ku Kenalkan
92
Bab 92 - Teman Lama
93
Bab 93 - Kayla Cemburu
94
Bab 94 - Gala Ikutan Cemburu!
95
Bab 95 - Keringat Dingin
96
Bab 96 - Trust Issues Kayla
97
Bab 97 - Nama Panggilan untuk Gala
98
Ban 98 - Amarilys Jadi Tahanan Rumah (1)
99
Bab 99 - Amarilys Jadi Tahanan Rumah (2)
100
Bab 100 - One by One
101
Bab 101 - Konfrontrasi Langsung
102
Bab 102 - Kayla Vs Amarilys (1)
103
Bab 103 - Kayla Vs Amarilys (2)
104
Bab 104 - Kayla Vs Amarilys (3)
105
Bab 105 - Stay away!
106
Bab 106 - Mari Bicara
107
Bab 107 - Hamil?
108
Bab 108 - Pengacara Keluarga Dilaga
109
Bab 109 - Gala Mengambil Alih
110
Bab 110 - Hadiah Untuk Kayla
111
Bab 111 - Karma Untuk Arya (1)
112
Bab 112 - Karma Untuk Arya (2)
113
Bab 113 - Usia delapan minggu
114
Bab 114 - Gala dan Cinta Pertamanya
115
Bab 115 - Membawa Saksi Kunci
116
Bab 116 - Persidangan (1)
117
Bab 117 - Persidangan (2)
118
Bab 118 - Hubungan Ibu dan Anak
119
Bab 119 - Puzzle Yang Terisi
120
Bab 120 - Peresmian dan Pengumuman Kehamilan
121
Himawari's Corner: Kisah Kay-Ga pamit disini ya!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!