Bab 18 Berdenyut

Edgar hanya tersenyum kecut mendengar jawaban Valerie yang berbanding terbalik dari dugaan nya

"Begitu ya..."lirih nya

"Yah, kalau anda memang tidak mau ya tidak masalah. Karena saya juga tidak akan memaksa anda untuk ikut kesana" sambung nya tak mempermasalahkan.

Sebenarnya Edgar sudah menduga kalau Valerie pasti akan menolak ajakan nya tapi nyatanya mendengar jawaban langsung dari mulut wanita itu ternyata jauh lebih menyakitkan.

Seketika nafsu makannya pun ikut hilang. Dirinya kemudian hanya mengaduk-aduk nasi yang berada di atas piring nya itu tanpa memakan nya lagi.

Valerie yang melihat Edgar tampak murung dan tak memakan makanan nya lagi menjadi merasa sedikit bersalah.

'Loh? Tunggu! kenapa aku ngerasa bersalah? Wajar kan aku bilang tidak mau? Itu hak ku juga untuk menolaknya!' Pikir nya membela diri. Namun hati kecil Valerie seolah berkata lain,

"Memang berapa hari?" Tanya nya dengan ekspresi datar

Edgar kemudian mengangkat kepala nya dan menatap kearah Valerie "ya? Hanya 3 hari saja, tapi tergantung bisa saja berubah kalau urusan saya bisa selesai lebih cepat" jawab nya menjelaskan.

Namun Valerie hanya menjawabnya dengan ber-oh ria saja tanpa memikirkan perasaan pria itu "Oh"

"Iya"balas Edgar. Dirinya agak sedikit sakit hati mendapat balasan singkat seperti itu.

"Kalau begitu Hati-hati dijalan" sambung Valerie tanpa sadar.

Seketika Edgar terhenyak mendengar ucapan itu keluar dari mulut wanita itu langsung. Dirinya kemudian menatap kearah Valerie dengan tatapan tak menyangka.

'duh nih mulut apa-apa sih?!' batin Valerie sembari menutup mulutnya yang asal main bicara begitu saja

Sedangkan Edgar langsung tersenyum lebar kearah nya. Dirinya kemudian meraih tangan Valerie lalu menggenggam nya dengan lembut "iyaa, terimakasih Val"

Deg...

Dengan cepat Valerie langsung melepaskan tangan nya dari genggaman Edgar "sa,saya hanya asal bicara saja tadi" elak nya dengan wajah yang langsung bersemu merah

Valerie kemudian memegang dadanya yang sedari tadi jantung nya berdegup lebih kencang saat tangannya disentuh oleh pria itu 'apasih?! Jantung ku kenapa tiba-tiba berisik banget?!' batin nya merutuki dirinya sendiri.

💓💓💓

Beberapa hari kemudian Edgar segera bersiap-siap untuk pergi berangkat ke Berlin. Dirinya tidak begitu membawa banyak pakaian untuk dibawa kesana kerena kalaupun kurang ia hanya tinggal membeli nya saja disana.

"Ini saja bawaannya, tuan?" Tanya seorang pelayan saat hanya melihat satu buah koper dikamar Edgar.

"Iya, itu saja" balas Edgar sembari merapikan kemeja nya tanpa melirik kearah pelayan itu.

"Kalau begitu saya bawa ke bawah ya, tuan" ucap nya dan Edgar hanya membalasnya dengan anggukan kepalanya saja. Pelayan itu kemudian menarik koper itu keluar dari kamar tuan nya dan membawanya kebawah menuju ke mobil yang sudah disiapkan didepan.

Setelah selesai bersiap-siap Edgar segera memakai jas nya. Namun tiba-tiba saja...

Nyuttt...

"Akh..."

Edgar sedikit terhuyung sembari memegang kepalanya yang terasa nyeri.

"Kenapa kepala ku tiba-tiba sakit?" Lirih nya sembari memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.

"Edgar?" Panggil Valerie

Seketika Edgar terkesiap mendengar namanya dipanggil oleh istrinya.

"Ya? Ada apa, Val?" Sahut nya sembari menampikkan senyum tipis agar Valerie tak curiga.

"Tuh mobil mu sudah berisik diluar" ucap Valerie sembari menunjuk ibu jarinya ke belakang

"Oh, iya ini saya akan berangkat sekarang. Apa anda mau mengantarkan saya?" Tanya Edgar sembari berjalan mendekat kearah Valerie

"Gak" tolak wanita itu dengan tegas

"Baiklah, seperti biasa anda pasti selalu menolak" ucap Edgar sudah terbiasa dengan penolakan dari istrinya itu.

"Udah ya saya mau kembali ke kamar saya dulu" ucap Valerie sembari berjalan kembali kearah kamar nya

Namun tiba-tiba saja, lengan kekar Edgar melingkari pinggangnya dengan lembut lalu menarik tubuhnya ke dalam dekapan pria itu.

Jelas saja tindakan yang dilakukan Edgar membuat Valerie terkejut. Dirinya kemudian mencoba melepaskan diri dari pelukan pria itu dengan paksa.

"Ed! Apa yang anda lakukan?!! Lepaskan sa-"

Cup...

Valerie langsung terdiam membeku saat Edgar mencium kening nya begitu saja tanpa seizin nya.

"Saya berangkat dulu, jaga diri anda selama saya disana" ucap Edgar dengan suara nya yang berat sembari mengecup kembali pucuk kepala Valerie dengan lembut.

To be continue~

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!