"Apa?..." Edgar menatap tak percaya setelah mendengar ucapan dari pelayan nya itu.
"Saya serius, tuan. Saya sama sekali tidak membuang nasi apapun" ucap pelayan itu meyakinkan
Edgar pun terdiam lalu tanpa sadar sebuah senyuman tipis terbesit dibibir nya. Ternyata dugaannya benar kalau semalam sebenarnya nasi goreng buatannya enak tapi Valerie tak mau mengakui nya saja.
Dirinya kemudian terkekeh kecil "dasar wanita itu" gumamnya mengingat sikap Valerie semalam
Sedangkan pelayan itu hanya menatap bingung kearah tuannya. Dirinya heran kenapa tiba-tiba Edgar tertawa sendiri 'tuan kenapa ya?' pikir nya.
"Ekhem.."Edgar kemudian menetralkan kembali ekspresi wajahnya. "Oh iya, sarapan untuk istriku sudah disiapkan?" Tanya nya dan langsung diangguki oleh pelayan itu
"Sudah tuan, ini sarapan untuk nyonya" ucap pelayan itu sembari memberikan nampan yang berisi beberapa makanan dan segelas susu
"Biar saya saja yang bawakan ke kamar istri saya, bibi lanjutkan saja pekerjaan yang lain" ucap Edgar dan langsung diangguki oleh pelayan itu "baik tuan"
💔💔💔
Seperti biasa setiap pagi Edgar pasti akan selalu membawa kan sarapan untuk Valerie ke depan kamar wanita itu. Sebenarnya dirinya bisa saja menyuruh pelayan yang mengantarkan makanan untuk istrinya tapi entah kenapa dirinya lebih senang jika mengantarkan langsung dari pada menyuruh orang lain.
Hal ini sudah ia lakukan sehari setelah mereka menikah. Edgar mulai mengantarkan makanan ke kamar istri nya karena saat itu Valerie sama sekali tak mau makan apapun setelah tinggal dirumah nya. Walaupun setiap dirinya mengantarkan makanan selalu mendapatkan penolakan dari Valerie, tapi Edgar sama sekali tak berhenti melakukan nya.
Kini dirinya sudah berada didepan kamar wanita itu. Edgar yang awalnya ingin mengetuk pintu kamar Valerie tidak jadi melakukan nya karena melihat pintu kamar itu yang sudah sedikit terbuka
"Dia tidak mengunci pintu?" Celetuknya. Perlahan Edgar membuka pintu itu dan masuk kedalam kamar Valerie tanpa membuat suara sedikit pun agar tak menganggu tidur wanita itu.
Ia kemudian melangkahkan kakinya dengan hati-hati sembari membawa nampan itu ke atas nakas yang berada disamping tempat tidur Valerie.
Trak...
Setelah meletakkan nampan berisi makanan itu diatas nakas, Edgar berniat untuk langsung keluar dari kamar itu secepatnya.
Namun karena melihat tubuh sexi Valerie yang tak ditutupi oleh selimut dengan sigap dirinya langsung menarik selimut itu lalu menutupi tubuh Valerie yang hanya menggunakan tanktop dan celana hotpants. Tubuh Valerie benar-benar menggoda iman nya. Bahkan Edgar cukup kesulitan saat menelan saliva nya barusan
"Akan ku pesankan baju tidur yang benar untuk nya nanti" ucap nya sembari menghela nafas berat
Bukannya segera keluar dari kamar, dirinya malah memperhatikan wajah istrinya yang masih tertidur lelap itu.
Perlahan tangan nya terangkat dan mulai mengelus pelan wajah cantik itu dengan lembut tanpa mendapat penolakan dari Valerie.
"Kamu kalau tenang seperti ini ternyata lebih cantik" bisik Edgar sembari terus mengusap wajah Valerie.
Tangan nya terus membelai dengan halus sampai tanpa sengaja jemari nya menyentuh ujung bibir wanita itu. Edgar terdiam menatap kearah bibir ranum yang cantik dan menggoda itu.
Sampai tanpa sadar dirinya kemudian memajukan tubuh nya, mendekatkan wajahnya dengan wajah Valerie, dan...
Cup...
Kecupan singkat mendarat dibibir Valerie. Entah apa yang Edgar pikirkan. Setelah mencium bibir istrinya tanpa permisi dirinya langsung pergi begitu saja keluar dari kamar itu dengan tergesa-gesa.
Cklek...
Edgar lalu menutup pintu kamar itu dari luar kemudian menyandarkan tubuhnya pada pintu itu
"Apa yang sudah ku lakukan?..." Ucap nya sembari mengusap kasar wajahnya
To be continue~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments