Setelah mendengar semua penjelasan dari Kevin, Edgar kini sedang dalam perjalanan pulang menyusul istri nya yang sudah sampai duluan dirumah beberapa menit lalu. Dirinya bisa tahu keberadaan Valerie karena dia sempat menghubungi pelayan yang bekerja dirumahnya untuk menanyakan apakah istri nya pulang kerumah atau tidak.
Juga ia tahu Valerie tidak akan berani pergi begitu jauh sendirian dari rumah jika hari sudah mulai gelap, kecuali jika wanita itu bersama dengan teman-temannya atau pulang ke rumah orang tuanya.
-Satu jam sebelumnya
"Kalau anda butuh informasi lebih anda bisa bertanya pada saya. Saya akan beritahukan semua yang saya ketahui pada anda" ucap Kevin sembari memberikan kartu pengenal nya pada Edgar
"Baiklah, terimakasih. Maaf tadi saya sempat salah paham terhadap anda"ucap Edgar merasa bersalah
Kevin langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat "tidak apa-apa, tenang saja. Saya juga senang bisa membantu anda" ucap nya tak mempermasalahkan.
"Oh iya, bagaimana anda bisa tahu semua tentang mantan kekasih istri saya sebanyak itu?" Tanya Edgar lagi
Kevin kemudian tersenyum kearahnya "saya punya banyak koneksi dimana-mana, jadi mudah bagi saya bertukar informasi dengan rekan-rekan saya yang lain" jelas nya
"Begitu rupanya... kalau begitu saya permisi duluan, nanti anda akan saya hubungi lagi. Sekali lagi terimakasih informasi nya" pamit Edgar. Ia kemudian segera berjalan keluar dari cafe itu.
Sedangkan Kevin hanya tersenyum sembari melambaikan tangan nya dan menatap punggung Edgar yang semakin menjauh dari pandangan nya.
"kok perasaan ku gak enak ya?" Gumam nya tak enak hati
💔💔💔
Sesampainya dirumah Edgar segera berlari masuk kedalam rumahnya untuk mencari keberadaan Valerie. Dirinya dengan cepat langsung menaiki anak tangga itu dengan tergesa-gesa menuju ke kamar istri nya yang berada di lantai 2.
Setelah sampai di depan pintu kamar wanita itu. Edgar kemudian mencoba mengetuk pintu itu secara perlahan
Tok...tok...
"Valerie, ini saya. Tolong buka pintunya" pintanya dengan lembut
Namun sayang Valerie sama sekali tak menggubris ucapan nya. Wanita itu masih menangis tersedu-sedu dibalik selimut nya sembari menutup wajahnya dengan bantal nya.
Tok...tok...
"Valerie?" Panggil nya lagi namun tetap sama. Ia sama sekali tak mendapat jawaban apapun dari istrinya itu
Haaahhhh...
Pada akhirnya ia pun menyerah. Lebih baik membiarkan wanita itu menenangkan dirinya terlebih dahulu. Baru setelah itu ia akan bicara baik-baik dengan nya, mungkin.
Edgar yang hendak akan melangkah pergi dari depan pintu kamar Valerie, tiba-tiba saja ada seorang pelayan wanita paruh baya yang memanggil nya
"Tuan!" Panggil wanita itu
Seketika Edgar langsung menengok kearah nya saat pelayan itu berjalan mendekati nya
"Syukurlah anda sudah pulang. Ada yang ingin saya katakan pada anda, tadi saat nyonya pulang beliau langsung mendobrak pintu kamarnya sendiri dan tak keluar dari tadi. Saya khawatir terjadi sesuatu pada nyonya jika dibiarkan saja, tuan" ucap pelayan itu sembari menatap kearah pintu kamar Valerie
"Sudah berada lama dia mengunci diri?" Tanya Edgar
"Sudah sejak 15 menit lalu tuan" jawab pelayan itu
"Kalau begitu biarkan saja dulu istri saya sendiri, tenang saja dia tak akan berani macam-macam didalam sana. Dan jangan ada yang mengganggu nya sampai saya yang menyuruh" titah Edgar. Pelayan itu langsung mengangguk patuh "baik tuan"
"Dan satu lagi, Buang semua makanan instan yang ada di pantry dan sisakan bahan mentah nya saja" titahnya yang membuat pelayan itu menatap bingung kearah nya "ya? Kenapa dibuang semua, tuan? Bukannya sayang jika dibuang begitu saja?" Tanya nya tak mengerti
"Terserah mau dibuang atau dibagikan pada pelayan lain saya tidak peduli, karena yang saya minta agar isi kulkas dan bahan makanan yang berada di pantry hanya berupa bahan mentah saja dan tak ada yang lain. Mengerti?" Jawab Edgar dengan sedikit penekanan diakhir kata nya
Pelayan itu dengan sigap langsung mengangguk patuh walaupun ia masih tak mengerti kenapa tuan nya memerintah seperti itu "baik, akan saya lakukan, tuan. Kalau begitu saya permisi dulu" ucapnya sembari menunduk hormat pada Edgar lalu pergi untuk melakukan perintah tuan besarnya itu.
To be continue~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments