"Tahan dirimu, jangan mudah dikendalikan oleh nafsu!" ucap nya menguatkan dirinya sendiri.
Syukurlah saat Edgar mencium nya tadi Valerie sama sekali tak terbangun dari tidur nya. Kalau saja wanita itu bangun mungkin nasib Edgar hari ini akan berbeda. Dirinya pasti akan langsung diamuk oleh wanita itu.
Edgar kemudian menatap kembali kearah pintu kamar itu "saya berangkat dulu, Valerie" pamit nya dan langsung segera pergi berangkat ke kantor nya
💔💔💔
Drttt...
Drttt...
Suara dering telpon yang cukup keras itu seketika membangunkan Valerie dari tidur nyenyak nya. Dirinya menggeliat merentangkan tubuh nya sembari meraba-raba mencari benda pipih itu.
Setelah mendapat kan ponsel nya Valerie segera mengangkat panggilan itu "Halo" ucap nya dengan suara parau khas bangun tidur. Kedua matanya bahkan belum terbuka sama sekali.
[Valerie, datang ke kantor sekarang! Dady mau kamu yang presentasi di rapat nanti] ucap Arif, yang merupakan papa dari Valerie.
Seketika Valerie langsung terlonjak kaget "Hah?! Kok tiba-tiba banget?!" Tuntut nya
[Ikuti saja perintah Dady gak usah banyak protes!] Titah nya tak menerima penolakan dari putri nya itu
[Oh iya, kamu lagi apa sekarang?] Sambung nya
"Aku baru bangun tidur dad" jawab Valerie dengan suara letih
[Baru bangun tidur?? Dady pikir kamu sudah berangkat bersama Edgar] balas Arif
"Kenapa bawa-bawa dia sih?! Dia tidak ada urusan nya dengan kita dad!" Ketus Valerie
[Kata siapa? Rapat nanti suami mu ada. Dady yang undang dia untuk ikut rapat bersama karena dia punya posisi penting!] Tegas Arif
"Hah?!!!" Pekik Valerie dengan kedua mata terbelalak
[Udah, pokok nya Dady tunggu! Jangan terlambat atau gaji mu Dady potong!] Ucap nya lalu menutup telpon itu begitu saja
"What?! Kenapa Dady harus mengajak pria itu ikut meeting sih?!" Protes nya sembari menatap kesal ke layar ponsel nya
Tetiba terbesit dipikiran nya untuk menelpon Edgar dan menyuruh pria itu untuk tidak datang ke meeting itu. Dirinya kemudian mencari nomor telepon Edgar lalu mulai melakukan panggilan ke nomor pria itu
💔💔💔
Dikantor Edgar. Pria itu kini tengah sibuk berdiskusi dengan asisten nya tentang rencana nya yang akan melakukan perjalanan dinas keluar negeri.
"Persiapkan beberapa dokumen yang harus dibawa ke Berlin Minggu depan, terus sisanya tolong kamu yang urus" titahnya pada asisten nya itu
"Baik pak, serahkan saja pada saya" balas asisten nya itu mengangguk paham. Dirinya pun segera keluar dari ruangan Edgar setelah diskusi nya dengan atasan nya itu selesai
Di tengah-tengah mengisi beberapa dokumen yang berada di tangan nya, tiba-tiba saja dirinya tanpa sadar memikirkan Valerie
'apa ku ajak dia ikut ke Berlin ya? Hitung-hitung memberinya liburan' pikir Edgar
Drttt...
Drttt...
Tiba-tiba saja orang yang sedang ia pikirkan menelpon nya. Edgar sedikit terkejut melihat nomor Valerie yang terpampang dilayar ponsel nya. Namun sesaat kemudian dirinya tersenyum. tidak biasanya wanita itu menghubungi nya duluan? Apa mungkin ada hal penting yang ingin Valerie katakan padanya? Tunggu, jangan bilang Valerie sadar kalau ia sempat dicium oleh nya tadi pagi?Pikir Edgar panik.
Dirinya pun kemudian mencoba mengangkat panggilan itu dengan perasaan gugup dan cemas.
"Halo, ada apa Val-..." Belum selesai dirinya bicara tiba-tiba saja Valerie langsung memotong ucapan nya
[Rapat nanti anda tidak perlu ikut!] Ucap Valerie to the point
Edgar lalu mengangkat sebelah alisnya "Rapat? Oh, rapat dengan papa anda bukan? Kenapa saya tidak perlu ikut? Saya diundang langsung oleh beliau, bukannya tidak enak jika saya tidak menerima undangan nya?" Sanggah nya
Valerie berdecak kesal [CK, kalau saya bilang tidak usah ya tidak usah! Saya malas kalau presentasi nanti anda menonton saya!] Kecam nya dengan nada tinggi
To be continue~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments