Bab 11 Menghabiskan

"Gimana? Enak?" Tanya Edgar

Valerie langsung terhenyak mendengar pertanyaan dari suaminya itu "ap,apa? Ah, oh bi,biasa saja tuh, malah gak begitu enak!" Elak nya tak ingin mengakui

Edgar kemudian mengkerut kan dahinya "anda serius nasi goreng saya tidak enak? Tadi saya makan enak-enak saja, apa mulut anda yang sedang bermasalah?" Tanyanya dengan tatapan heran

"Ya itu kan menurut anda! Selera orang berbeda-beda! Kalau menurut anda enak bisa saja menurut saya tidak! Anda ini bagaimana sih?!" Balas Valerie dengan ketus

Seketika raut wajah Edgar langsung berubah menjadi murung setelah mendengar ucapan pedas dari istrinya itu. Dirinya kemudian menghela nafas dengan berat,

Haahh...

"Kalau tidak enak yasudah buang saja" ucapnya sembari meraih piring itu.

Namun dengan cepat Valerie langsung menahan sepiring nasi goreng itu agar tak diambil kembali oleh Edgar.

"Ti,tidak usah! Anda sudah membuat saya kelaparan dan sekarang menyuruh saya membuang makanan ini? Enak saja! Ini akan saya habiskan walau tidak enak!" Ucap nya sembari membalikkan posisi duduk nya membelakangi Edgar

Jelas saja sikap Valerie membuat Edgar menatap bingung ke arahnya. Dirinya tak mengerti kenapa wanita itu mau menghabiskan makanan yang gak enak? Apa mungkin sebenarnya masakan nya itu enak tapi Valerie tak mau mengakui nya? Pikir Edgar.

Ya tapi karena tak ingin berdebat, dirinya sengaja tidak banyak bertanya lagi dengan wanita itu. Karena yang penting Valerie mau makan dan perut wanita itu terisi.

Edgar kemudian melepaskan celemek yang sempat ia pakai masak tadi lalu menaruh nya kembali ditempat semula.

"Oh iya, besok anda ada kerjaan?" Tanya Edgar basa basi pada istrinya itu dengan nada lembut

"Ada" jawab Valerie dengan singkat tanpa melirik kearah suaminya itu

"Jam berapa?" Tanya Edgar lagi

"Siang" jawab Valerie

"Mau saya antar saat jam makan siang nanti?"

"Tidak" tolak wanita itu dengan ketus. Edgar yang merasa kalau Valerie seolah enggan untuk berbicara dengan nya memilih untuk tak memperpanjang obrolan mereka.

"Baiklah kalau itu mau anda" balas Edgar sembari mengangguk paham.

"Kalau anda sudah selesai makan, segeralah kembali kamar. Jangan banyak begadang" sambung nya sembari berlalu pergi meninggalkan Valerie sendirian di dapur itu.

Setelah Edgar pergi dan tidak terlihat lagi batang hidungnya Valerie segera menghabiskan nasi goreng itu dengan lahap sampai tandas tak tersisa

"Gila! kenapa masakan pria itu bisa seenak ini?!" Ucap nya tak menyangka

"Masih ada gak ya? Aku mau lagi!" Sambung nya sembari berjalan kearah kompor untuk mengambil sisa nasi goreng yang masih ada di wajan itu.

💔💔💔

Pagi harinya seperti biasa Edgar akan segera bersiap-siap untuk pergi bekerja ke kantor nya. Dirinya menyiapkan semua keperluan nya sendiri seperti kemeja, jas, dasi dan juga dokumen-dokumen penting yang harus ia bawa.

Edgar sudah terbiasa mandiri seperti ini selama 10 tahun lebih setelah ditinggal pergi kedua orang tuanya saat usia nya yang baru saja menginjakkan 23 tahun. Kini usia nya sudah masuk kepala tiga. umur dimana pria sedang 'bagus' dan 'subur' dimata wanita, kecuali Valerie. Entah wanita itu buta atau apa sampai-sampai tak melihat pria itu sebagai pasangan nya.

Setelah selesai bersiap-siap Edgar segera turun kebawah sembari membawa tas dan jas nya.

Sesampainya dibawah dirinya langsung disambut oleh pelayan yang sudah menyiapkan sarapan untuk nya

"Pagi, tuan" sapa pelayan itu dengan sopan

Edgar pun membalas nya dengan senyum tipis "Iya, pagi bi..." Seketika dirinya terdiam saat melihat kompor yang sudah dibersihkan. Seingat Edgar, dirinya lupa tidak membereskan kembali dapur itu setelah selesai memasak nasi goreng untuk Valerie malam tadi, bahkan sisa nasi goreng nya pun masih ada di wajan seingat dirinya.

"Bi, nasi goreng yang ada di atas kompor tadi sudah dibuang ya? Saya lupa memasukkan ke kulkas soalnya" ucap nya yang membuat pelayan itu menatap bingung kearah nya

"Nasi goreng apa tuan? Tadi pagi saya hanya membersihkan wajan kosong yang ada diatas kompor saja, memang baunya nasi goreng tapi gak ada nasi yang saya buang sama sekali" ucap pelayan itu Yang seketika membuat kedua mata Edgar membulat sempurna mendengar nya

"apa?..."

To be continue~

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!