Bab 5
Edgar kemudian membalikkan tubuhnya dan melihat para pelayan yang terdiam membisu kearah nya. Seperti nya para pelayan melihat dirinya dimarahi oleh istrinya sendiri didepan mata mereka, pikir Edgar.
Dirinya kemudian melangkahkan kakinya kembali menuruni anak tangga itu.
"Itu apa?" Tanya Edgar pada salah satu pelayan yang membawakan belanjaan Valerie
"Ah ini, ini belanjaan nyonya, tuan" jawab pelayan itu dengan ragu-ragu
"Kami disuruh membawakan nya ke kamar nyonya" sambung nya dan diangguki juga oleh teman satunya yang juga membawakan tas belanjaan
Edgar kemudian melihat kearah tas-tas belanjaan itu yang terdapat berbagai merek-merek ternama.
'Dia belanja barang-barang branded?' Pikir nya.
"Yasudah antarkan saja" titah Edgar dan langsung diangguki oleh para pelayan itu "ka,kami permisi ke kamar nyonya, tuan" ucap pelayan itu sembari menunduk hormat lalu segera pergi ke kamar Valerie untuk mengantarkan belanjaan nyonya besar nya itu.
Setelah para pelayan itu pergi Edgar kemudian membuka ponsel nya dan memeriksa saldo rekening milik nya yang ia berikan pada Valerie
"Tidak ada riwayat pengeluaran..."
"Apa dia sama sekali tidak memakai uang yang kuberikan padanya?" Gumamnya dengan ekspresi murung. Dirinya tak mengerti apa yang diinginkan wanita itu, padahal selama ini Edgar selalu memberikan semua fasilitas yang dibutuhkan bahkan kemewahan untuk istrinya.
Tapi rasanya semua itu seolah tak ada artinya dimata Valerie...
💔💔💔
Keesokan harinya. ditempat lain, tepatnya di ruang rapat yang dipenuhi poster film dan berkas-berkas, kini Kevin tengah menunggu kedatangan seorang perwakilan dari perusahaan sponsor besar yang diharapkan dapat mendukung proyek film nya.
Ketika pintu ruang rapat terbuka, masuklah seorang wanita muda dengan aura percaya diri yang kuat. Ya dia adalah Valerie Natalia Dharmawan. Dirinya mengenakan setelan blazer yang modis, dan raut tegas di wajahnya yang menambah kesan profesional.
'loh? kok, kaya kenal?' batin Kevin sembari mengernyitkan dahinya memperhatikan Wanita itu.
"Lama tak bertemu, pak Kevin" ucap Valerie dengan senyum mengambang dibibir nya
Seketika Kevin teringat sesuatu saat melihat Wanita itu dari dekat "Valerie?!"
Valerie pun langsung mengangguk"iya kak, ini saya"
"Ya ampun kupikir siapa, silahkan duduk dulu" ucap Kevin mempersilahkan "kupikir siapa tadi. Enggak nyangka bisa ketemu lagi dengan adik tingkat yang dulu" sambung nya tak menyangka
"Saya juga tidak menyangka akan bertemu lagi dengan kating playboy kampus yang sekarang sudah menjadi produser film-film hebat" ledek Valerie
"Hei! Aku udah tobat sekarang! sudah fokus dengan kerjaan, boro-boro inget buat jalan sama wanita lagi" tegas Kevin tak terima
"Iya, iya baiklah saya percaya. Ngomong-ngomong bagaimana kalau kita bicarakan soal pekerjaan dulu, baru nanti kita lanjutkan obrolan pribadi nya" ucap Valerie mengalihkan pembicaraan
"Oh, oke. Baiklah" balas Kevin mengerti. Dirinya kemudian bersikap profesional kembali untuk urusan pekerjaan nya
💔💔💔
Ditempat lain, tepatnya diperusahaan milik Edgar sendiri. Dirinya tengah bekerja di ruang kantor pribadi nya. Namun entah mengapa sejak pagi Edgar kurang fokus bekerja karena pikiran nya sedikit terganggu dengan sikap Valerie yang semakin hari semakin menjadi-jadi.
Wanita itu tiba-tiba saja sudah pergi pagi-pagi buta tanpa memberitahu kemana dirinya akan pergi sepagi itu. Walaupun pelayan bilang kalau Valerie pergi ke perusahaan mertuanya, tapi tetap saja setidaknya meminta izin dulu padanya atau pamit sebelum pergi seharusnya bisa dilakukan oleh wanita itu tanpa ia harus mendengar dari orang lain dulu.
Haaaahhh...
"Bahkan pesan-pesan ku dari kemarin tak dibaca sama sekali olehnya" ucap nya sembari melihat kearah layar ponselnya
"Sesulit itukah kamu membuka hati untuk orang lain, Valerie?" Edgar mengusap kasar wajahnya sembari menatap langit-langit diruangan nya
To be continue~
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments