"Guys... Regan memanggil kalian. Kendrick sudah datang. Dia bersama Pak Edward di ruangannya," ucap Bella yang baru saja masuk ke dalam ruangan wawancara itu.
"Kita pasti bisa Grace..." Jena menyemangati Grace.
"Ya.. kamu benar." Grace bangkit dari sofa diikuti oleh Jena. Mereka lalu keluar dari interview room.
Regan mengajak Jena dan Grace ke ruangan Edward. Ketiganya lalu masuk. Edward yang melihat mereka lalu memperkenalkan pegawainya pada Kendrick.
"Ken, ini Regan kepala redaksi di perusahaan kami," kata Edward. Kendrick mengangguk.
"Kami sudah bertemu beberapa hari yang lalu saat menghadiri acara sosial," kata Kendrick. Regan pada saat itu memang menemui Kendrick setelah acara selesai dan mengajaknya berbicara perihal berita yang mereka terbitkan.
"Dan mereka_"
"Dua wanita yang mengikuti ku di hotel," kata Kendrick menatap Grace menginterupsi perkataan Edward.
"Jena," Jena mengulurkan tangannya dibalas oleh Kendrick.
"Saya Grace Pak. Sebelumnya maaf atas kesalahan kami karena sudah mengganggu privasi anda," ujar Grace mengulurkan tangannya. Kendrick menjabat tangan Grace.
"Kendrick Walton," balas Kendrick mengamati wajah Grace cukup lama hingga membuat Grace tak nyaman. Tangan mereka bahkan masih saling menjabat.
"Pak, kami benar-benar minta maaf atas apa yang kami lakukan. Kami tidak tahu harus berbuat apa jika saja anda tidak menarik tuntutan itu. Anda baik sekali," kata Jena menatap wajah tampan Kendrick. Jujur, ia merasa gugup. Ini pertama kalinya ia berhadapan langsung dengan Kendrick begitu dekat.
"Regan apa semuanya sudah beres?" tanya Edward. Regan lalu mengangguk.
"Sesuai permintaanmu, mereka yang akan mewawancarai mu," kata Edward.
"Mari, kita akan ke ruang wawancara. Sebentar lagi wawancaranya akan segera dimulai," kata Regan. Kendrick dan Regan keluar terlebih dahulu.
"Ingat, jangan mengecewakanku," kata Edward lalu berjalan mendahului Jena dan Grace.
Satu jam berlalu, Jena dan Grace akhirnya menyelesaikan wawancara mereka dengan Kendrick seputar bisnis. Meskipun awalnya mereka terlihat gugup di menit-menit pertama. Namun seiring berjalannya waktu rasa gugup itu hilang. Selanjutnya Regan mengerahkan Kendrick ke ruang pemotretan. Foto Kendrick akan menjadi sampul majalah bisnis edisi terbaru mereka yang akan diterbitkan dalam 7 hari lagi.
"Bawakan minuman untuknya Grace!" perintah Regan.
"Baik Pak," ucap Grace. Ia mengambil buku catatannya lalu dua botol air mineral ke ruang pemotretan.
"Akhirnya wawancara ini berakhir juga," ujar Jena merasa lega setelah beberapa hari ini tidak bisa tidur hanya karena memikirkan wawancara mereka dengan Kendrick.
"Kamu benar. Mulai malam ini kita bisa tidur dengan tenang Jen," balas Grace terkekeh.
"Meski terlihat dingin tapi dia sangat tampan Grace, tidak kalah jauh dengan Pak Edward. Ralat, lebih tampan dari Pak Edward. Sudah punya paras yang tampan, masih muda dan seorang pebisnis, wanita seperti apa yang akan menjadi istrinya kelak," ucap Jena kagum dengan ketampanan Kendrick. Grace mengangguk, ia mengakui ketampanan pria itu.
Sesi pemotretan sudah selesai, Kendrick berjalan menuju sofa dimana Grace duduk sendirian. Awalnya ia bersama Jena, tapi wanita itu pergi entah kemana.
"Ken, apa kamu tidak ingin melihat hasil pemotretannya," ujar Regan memanggil Kendrick tanpa embel-embel Pak. Kendrick sendiri yang memintanya untuk tidak bersikap terlalu formal padanya.
"Tidak, aku yakin fotoku sempurna," kata Kendrick datar memuji dirinya. Apa yang ia katakan memang benar adanya. Tidak sulit untuk fotografer mengambil foto Kendrick, karena dari sudut manapun diambil, foto pria itu tetap sempurna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Sleepyhead
Regan jangan galak²🤪 nanti bogoh sama Grace.
2024-12-28
0
yuning
pandang terus Ken jangan lepaskan
2024-08-10
0
Memyr 67
𝗱𝗲𝗴 𝗱𝗲𝗴𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮
2024-08-10
0