"Sebenarnya kenapa kamu datang ke sini?" tanya Alena.
"Apa kamu sedang mengusirku karena ingin berduaan dengan David kekasihmu itu?" Grace sedih dan mengerucutkan bibirnya.
"Tidak usah memasang wajah seperti itu. Bilang saja Bella dan Jane tidak bisa kamu temui dan pilihan terakhir datang ke sini," kata Alena turun dari kursinya. Ia membuka lemari pendingin untuk mencari bahan-bahan makanan. Perutnya sudah lapar.
"Apa kamu sudah makan malam? Aku ingin membuat makan malam."
"Belum," jawab Grace.
"Kita tidak jadi ke Hawai. Regan tidak mengizinkanku cuti. Maafkan aku," ujar Grace menghela nafasnya.
"Kalau begitu kita akan pergi lain kali saja. Tidak perlu minta maaf Grace," ucap Alena.
"Regan benar-benar menyebalkan Alena. Pantas saja tidak ada wanita yang mau menjadi kekasihnya," kata Grace belum terima karena Regan tidak memberinya cuti.
"Jangan salah Grace. Meskipun begitu, Regan seorang pemain. Kamu tidak tahu kalau dia itu sebenarnya playboy," Alena berbicara sembari memotong wortel. Alena tentu saja mengenal Regan. Alena pernah bekerja di perusahaan Media Ace sebelum ia diterima menjadi guru. Alena sebenarnya lulusan keguruan. Sembari menunggu lamarannya diterima, Alena pernah bekerja selama setengah tahun di sana. Di sanalah ia bertemu dengan Bella, Jane dan Grace hingga mereka menjadi sahabat.
"Aku tidak percaya itu," kata Grace.
"Tanya saja pada Ellen kalau kamu tidak percaya," balas Alena. Grace rasanya tidak percaya. Ia bahkan mengira pria itu gay.
"Kapan kamu punya kekasih? Jangan terlalu lama menyendiri Grace. Kau tahu? Pacaran sangat menyenangkan," ujar Alena terkekeh.
"Aku belum menemukan pria yang cocok," jawab Grace menyandarkan punggungnya di kursi.
"Padahal di kantormu banyak pria tampan. Kamu juga cantik, aku tidak yakin mereka tidak tertarik padamu," kata Alena.
Grace akhirnya pulang setelah dua jam di tempat Alena. Alena mengantar Grace sampai ke pintunya.
"Aku pulang dulu Alena. Thanks untuk makan malamnya," ucap Grace. Alena mengangguk.
"Lain kali aku harus memastikan kamu mengangkat panggilanku sebelum datang ke sini. Bisa-bisa kejadian hari ini terulang lagi. Dan anehnya aku malah setia mendengar suara-suara indah dari kamar kalian," ujar Grace tertawa.
"Sudah sana, " kata Alena mendorong tubuh Grace keluar, "hati-hati di jalan Grace, bye.." Alena menutup pintunya. Dengan senyum yang merekah, Alena berjalan menuju kamarnya menemui David.
********
Grace sedang menikmati sarapannya di salah satu Cafe yang tak jauh dari apartemennya. Tak sengaja ia melihat seorang pria yang cukup dikenalnya. Siapa lagi kalau bukan Xavier mantan kekasih kakaknya. Ini akan menjadi berita menyenangkan. Grace dengan cepat mengambil ponselnya dan menghubungi kakaknya.
"Ada apa? aku sedang sibuk membatu mom," ucap Diana Jacorey, kakak perempuan Grace.
"Jangan bilang uangmu habis Grace. Kali ini aku tidak akan memberikannya. Minta saja pada mommy," kata Diana dengan sengaja mengeraskan suaranya agar ibu mereka mendengarnya.
"Ah thanks mengingatkannya. Awalnya aku tidak akan menyogok mu kak," Grace tertawa.
"Kamu memberiku ide cemerlang yang bisa menambah saldo atmku," ujar Grace. Diana hanya menghela nafas saja dengan sikap adik bungsunya itu.
"Mom akan mengirimnya sayang..." timpal Malena yang mendengar pembicaraan kedua putrinya.
"I love you mom," kata Grace senang. Diana menggeleng-gelengkan kepalanya. Anak bungsu memang berbeda.
"Sudah ku bilang sebaiknya kamu pulang saja," ujar Diana.
"Jangan membahas itu dulu kak," ucap Grace menghidupkan kamera belakangnya dan diam-diam memotret Xavier yang sedang berduaan dengan seorang wanita. Grace lalu mengirimnya pada Diana. Tak lama kemudian Grace mendengar umpatan dari kakaknya. Ia yakin kakaknya sedang kepanasan di sana. Menyenangkan sekali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Dewi Oktavia
adx tak berperasaan x ma hati kakak y
2024-08-28
0
lenong
kapan nih Grace ketemu sama cowok tampan keturunan Walton itu, gak sabar
2024-08-05
0