Bab 8: Hot News

Grace baru saja tiba di Editor Room. Ia melirik Ellen yang berada di kubikel seberang meja kerjanya. Penampilannya tidak seperti biasanya, hari ini sangat tertutup. Syal hitam melilit di leher wanita berambut coklat itu. Saat ini memang musim semi, namun cuaca di luar terlihat cerah dan tidak terlalu dingin.

"Ellen, apa kamu sedang sakit?" tanya Grace. Ellen tersentak saat mendengarkan suara Grace yang mengalihkan fokusnya.

"Ah itu, aku sed___"

"Ellen..." suara bariton milik Regan menginterupsinya.

"Ck.. dia lagi," decak Grace memutar bola matanya. Jika pegawai lain terlihat memuja paras tampan dari Regan pemimpin redaksi mereka, Grace lebih memilih tidak menatap wajah pria itu. Bahkan saat dalam keadaan marah seperti ini staf editor pasti mencuri-curi pandang ke arahnya.

"Keruangan ku sekarang juga!" perintah Regan.

"Baik Pak," ucap Ellen. Tidak ada kata penolakan.

Tidak ada yang berani melawannya.

"Kenapa masih berdiri di sana?" Regan menatap tajam Ellen. Dengan cepat, Ellen mengambil buku dan alat tulisnya lalu keluar dari ruangan itu.

Regan berjalan menuju meja life style editor.

"Kenapa saya belum menerima artikel yang akan dipublish empat hari ke depan? Saya sudah bilang untuk segera menyerahkannya bukan?. Apa kalian tidak bisa bekerja dengan becus HAH?" bentak Regan.

"Kami belum menerima naskahnya dari divisi jurnalistik Pak," ucap salah satu dari staf.

"Apa si Nolan brengsek itu tidak bekerja," umpat Regan.

"Hari ini hanya ada satu orang yang mengirim karyanya ke email Pak?" lanjutnya.

"Lusa Pak Edward akan datang, saya ingin artikelnya sudah saya terima sore ini," kata Regan tegas menatap tajam bawahannya.

"Kamu.." Regan menunjuk Grace. Grace menatap Regan.

"Hari ini Olivia tidak datang. Kamu bertugas menggantinya!" Perintah Regan.

"Tapi Pak, saya harus menyelesaikan naskah yang anda minta," ucap Grace menolak.

"Saya tidak peduli. Kamu menggantikan tugas Olivia dan naskah yang saya minta harus segera diserahkan hari ini," kata Regan pergi meninggalkan Grace yang terlihat menghela nafasnya, menetralkan kembali emosinya.

"Semoga saja Ellen selamat di sana," gumam Grace meskipun ia tidak yakin.

*******

Jena, Bella dan Grace sedang makan siang di salah satu Cafe langganan mereka. Jaraknya tidak jauh dari tempat mereka bekerja.

"What the hell..." pekik Jena menatap layar ponselnya. Ia baru saja melihat postingan terbaru dari akun gosip yang diikutinya di instagram.

"Ada apa?" tanya Bella melirik ponsel Jena.

"Gila.. Gila.. ini tidak mungkin guys," Jena menatap kedua sahabatnya.

"Lihat.. lihat ini," Jena menunjukkan ponselnya pada Bella dan Grace.

"Simon Walton pebisnis ternama selingkuh dengan Rebecca Scott kekasih putranya,"

"Bukankah tiga bulan yang lalu pria itu juga memiliki kasus yang sama," ujar Jena. Keluarga Walton terkenal di negara mereka. Keluarga pebisnis kaya raya. Maka tak heran jika Jena langsung mengenalinya meskipun ia tidak mengenal semua wajah keluarga Walton.

"Sudah diklarifikasi kalau itu fitnah," balas Bella.

"Sekarang aku jadi ragu kalau itu fitnah. Secara gosip itu adalah fakta yang tertunda. Bisa jadi Simon Walton menutup mulut media yang mempublish berita dengan uang dan kekuasaannya untuk menjaga nama baiknya," timpal Grace.

"Aku setuju Grace. Apalagi ada rumor jika dia dan istrinya tidak tinggal bersama lagi," ujar Bella.

"Padahal selama ini keluarga Walton dikenal setia terhadap pasangannya. Sayang sekali.." kata Jena.

"Siapa yang tahu Jen, kita hanya melihat dari luarnya saja," timpal Grace meneguk minumannya. Bella mengangguk, setuju dengan ucapan Grace.

"Jika berita ini benar, aku tak habis pikir bagaimana bisa Rebecca berpaling dari William Walton, produser tampan bak dewa yunani itu. Dan lebih parahnya lagi, ayah kekasihnya sendiri. Mereka bahkan terpaut usia yang jauh sekali," kata Bella.

"William memang tampan Bel. Aku salah satu penggemar pria itu. Tapi aku masih penasaran dengan anak kedua Simon Walton. Dia jarang muncul di depan publik. Dia sangat tertutup. Berbeda sekali dengan Walton lainnya," ucap Jena.

"Jadi Willian itu anaknya Simon Walton? Aku bahkan baru tahu," timpal Grace. Ia cukup sering melihat nama pria itu dari naskah-naskah yang di editnya.

"Ku pikir dia kakak dari Rachel Walton, Artis pendatang baru yang namanya booming saat ini," lanjutnya.

"Mereka sepupu," balas Jena.

"Aku yakin media sosial milik William sudah di serang oleh Netizen," Bella membuka media sosialnya untuk melihat instagram William.

"Aish.. sepertinya Nolan sudah mengetahui berita ini. Dia bahkan meminta kita untuk menemuinya sekarang," kata Bella setelah melihat pesan masuk di ponselnya.

"Ck... Ini bahkan masih jam istirahat," decak Jena kesal. Mau bagaimana lagi, mereka harus standby setiap saat.

Terpopuler

Comments

anisa f

anisa f

bella ama sapa
ellen ama sapa
/Hey/

2024-12-14

0

Anastasia Arita

Anastasia Arita

lanjut thor

2024-08-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Permintaan Ditolak
2 Bab 2: Kepergok
3 Bab 3: Interogasi
4 Bab 4: Cafe
5 Bab 5: Adik Mata Duitan
6 Bab 6: Ulang Tahun
7 Bab 7: Pria Beristri
8 Bab 8: Hot News
9 Bab 9: Jantung Berdegup
10 Bab 10: Namanya Kendrick
11 Bab 11: Kejutan
12 Bab 12: Mencari Informasi
13 Bab 13: Menguntit
14 Bab 14: Butuh Tumpangan Nona?
15 Bab 15: Masalah
16 Bab 16: Mendekati Adikmu
17 Bab 17: Kabar Baik
18 Bab 18: Tamu Bulanan
19 Bab 19: Wawancara
20 Bab 20: Mengantar Pulang
21 Bab 21: Makan Malam
22 Bab 22: Mengganggu Sesi Romantis
23 Bab 23: Akal-akalan Kendrick
24 Bab 24: Nyaman Saat Bersamamu
25 Bab 25: Kamu Sudah Cantik
26 Bab 26: Kekasih
27 Bab 27: Hanya Bertanya Saja
28 Bab 28: Khusus Untukmu
29 Bab 29: Penggemar
30 Bab 30: Skenario Kendrick
31 Bab 31: Calon Istri
32 Bab 32: Mengadu
33 Bab 33: Sayangnya Aku
34 Bab 34: Ingin Bercerai
35 Bab 35: Memberimu Kehangatan
36 Bab 36: Debaran Jantung
37 Bab 37: Kalah Satu Poin
38 Bab 38: Candu
39 Bab 39: Pertengakaran
40 Bab 40: Anak Nakal
41 Bab 41: Jangan Berpikir Terlalu Jauh
42 Bab 42: Ketakutan Kendrick
43 Bab 43: Tidak Secantik Kamu
44 Bab 44: Pemandangan Indah
45 Bab 45: Ibu Bos
46 Bab 46: Sangat Cantik
47 Bab 47: Kelakuan Felip
48 Bab 48: Kakak Adik
49 Bab 49: Terlambat
50 Bab 50: Aku Tidak Mau
51 Bab 51: Gengsi
52 Bab 52: Cemburu
53 Bab 53: Kalah?
54 Bab 54: Calon Suami
55 Bab 55: Kita adalah Keluarga
56 Bab 56: Pengecut
57 Bab 57: Bilang Saja Iri
58 Bab 58: Di dalam Mobil
59 Bab 59: Jadilah Istriku
60 Bab 60: Menginginkanmu
61 Bab 61: Pertama Kali
62 Bab 62: Anak Perempuan
63 Bab 63: Jangan Coba-Coba
64 Bab 64: Jangan Sampai Menyesal
65 Bab 65: Pasti Besar dan Panjang
66 Bab 66: Toko Mainan
67 Bab 67: Jangan Terlalu Lama
68 Bab 68: Balkon
69 Bab 69: Memangnya Dia Tidak Punya Keluarga?
70 Bab 70: Masih Kecil
71 Bab 71: Boneka Pemberian Hendrick
72 Bab 72: Demam Tinggi
73 Bab 73: Tidak Mau Sakit
74 Bab 74: Bertemu Lagi
75 Bab 75: Mum
76 Bab 76: Janji
77 Bab 77: Kelulusan
78 Bab 78: Sudah Siap
79 Bab 79
80 Bab 80: Mengisi Energi
81 Bab 81: Alabama
82 Bab 82: Jangan Pergi
83 Bab 83: Merindukanmu
84 Bab 84: Tidak Sabar
85 Bab 85: Dua Anak Kecil
86 Bab 86: Resep Membuat Anak
87 Bab 87: Wedding Day
88 Bab 88: Liburan Berkedok Honeymoon
89 Bab 89: Kabar Baik
90 Bab 90: Kendrick vs Hendrick
91 Extra Part
92 Extra Part II
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Bab 1: Permintaan Ditolak
2
Bab 2: Kepergok
3
Bab 3: Interogasi
4
Bab 4: Cafe
5
Bab 5: Adik Mata Duitan
6
Bab 6: Ulang Tahun
7
Bab 7: Pria Beristri
8
Bab 8: Hot News
9
Bab 9: Jantung Berdegup
10
Bab 10: Namanya Kendrick
11
Bab 11: Kejutan
12
Bab 12: Mencari Informasi
13
Bab 13: Menguntit
14
Bab 14: Butuh Tumpangan Nona?
15
Bab 15: Masalah
16
Bab 16: Mendekati Adikmu
17
Bab 17: Kabar Baik
18
Bab 18: Tamu Bulanan
19
Bab 19: Wawancara
20
Bab 20: Mengantar Pulang
21
Bab 21: Makan Malam
22
Bab 22: Mengganggu Sesi Romantis
23
Bab 23: Akal-akalan Kendrick
24
Bab 24: Nyaman Saat Bersamamu
25
Bab 25: Kamu Sudah Cantik
26
Bab 26: Kekasih
27
Bab 27: Hanya Bertanya Saja
28
Bab 28: Khusus Untukmu
29
Bab 29: Penggemar
30
Bab 30: Skenario Kendrick
31
Bab 31: Calon Istri
32
Bab 32: Mengadu
33
Bab 33: Sayangnya Aku
34
Bab 34: Ingin Bercerai
35
Bab 35: Memberimu Kehangatan
36
Bab 36: Debaran Jantung
37
Bab 37: Kalah Satu Poin
38
Bab 38: Candu
39
Bab 39: Pertengakaran
40
Bab 40: Anak Nakal
41
Bab 41: Jangan Berpikir Terlalu Jauh
42
Bab 42: Ketakutan Kendrick
43
Bab 43: Tidak Secantik Kamu
44
Bab 44: Pemandangan Indah
45
Bab 45: Ibu Bos
46
Bab 46: Sangat Cantik
47
Bab 47: Kelakuan Felip
48
Bab 48: Kakak Adik
49
Bab 49: Terlambat
50
Bab 50: Aku Tidak Mau
51
Bab 51: Gengsi
52
Bab 52: Cemburu
53
Bab 53: Kalah?
54
Bab 54: Calon Suami
55
Bab 55: Kita adalah Keluarga
56
Bab 56: Pengecut
57
Bab 57: Bilang Saja Iri
58
Bab 58: Di dalam Mobil
59
Bab 59: Jadilah Istriku
60
Bab 60: Menginginkanmu
61
Bab 61: Pertama Kali
62
Bab 62: Anak Perempuan
63
Bab 63: Jangan Coba-Coba
64
Bab 64: Jangan Sampai Menyesal
65
Bab 65: Pasti Besar dan Panjang
66
Bab 66: Toko Mainan
67
Bab 67: Jangan Terlalu Lama
68
Bab 68: Balkon
69
Bab 69: Memangnya Dia Tidak Punya Keluarga?
70
Bab 70: Masih Kecil
71
Bab 71: Boneka Pemberian Hendrick
72
Bab 72: Demam Tinggi
73
Bab 73: Tidak Mau Sakit
74
Bab 74: Bertemu Lagi
75
Bab 75: Mum
76
Bab 76: Janji
77
Bab 77: Kelulusan
78
Bab 78: Sudah Siap
79
Bab 79
80
Bab 80: Mengisi Energi
81
Bab 81: Alabama
82
Bab 82: Jangan Pergi
83
Bab 83: Merindukanmu
84
Bab 84: Tidak Sabar
85
Bab 85: Dua Anak Kecil
86
Bab 86: Resep Membuat Anak
87
Bab 87: Wedding Day
88
Bab 88: Liburan Berkedok Honeymoon
89
Bab 89: Kabar Baik
90
Bab 90: Kendrick vs Hendrick
91
Extra Part
92
Extra Part II

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!