Tak lama kemudian Grace dan Alena kembali ke meja mereka.
"Al, ponsel kamu berdering tadi," kata Jena. Alena mengambil ponselnya dari meja dan melihat dua panggilan tak terjawab dari David.
Di detik kemudian David kembali menghubunginya. Alena mengusap icon hijau di layar ponselnya untuk mengangkat panggilan.
"Sayang... kenapa tidak mengangkat panggilanku," ucap David.
"Aku baru saja kembali dari toilet. Aku dan teman-temanku sedang makan malam di luar," balas Alena. Alena mendengar suara Amber meminta ponsel dari David. Anak itu sepertinya ingin berbicara padanya.
"Mom.. kenapa tidak datang ke sini?" tanya Amber.
"Maafkan mommy sayang, besok mommy akan berkunjung. Malam ini mommy ada urusan. Atau besok pagi minta daddy mengantarmu ke tempat mommy, bagaimana?" balas Alena. Ketiga sahabatnya terlihat menatapnya dengan mimik wajah penuh tanya.
"Okay mom," jawab Amber lalu menyerahkan ponselnya pada ayahnya.
"Besok pagi aku dan Amber ke tempatmu. Nikmati makan malammu dear. Aku tutup dulu. Bye sayang, aku mencintaimu," ujar David mengakhiri panggilannya.
Alena menaruh ponselnya. "Apa yang tidak kami tahu?" tanya Jena.
"Siapa anak kecil yang memanggilmu mommy?" tanya Bella.
"Jangan bilang dia anak David," Grace memicingkan matanya menatap Alena.
"Dia Amber, anak David," ucap Alena mengamati ketiga temannya.
"Astaga.. jadi David itu duda? Kenapa kamu mengatakannya?" Jena mendengus.
"Kalian tidak bertanya," balas Alena mengangkat bahunya.
"Dia tidak duda. Dia pria beristri," ucap Alena membuat ketiga sahabatnya terbelalak.
"Al... Kamu... Sial, jangan bilang kamu ingin merusak rumah tangga orang," Jena menatap horor Alena. Sesaat Alena terdiam. Diamnya Alena seolah membenarkan perkataan Jena.
"Alena.. kamu..." Bella menggelengkan kepalanya seolah tidak yakin. "Tidak Alena. Kamu tidak bisa. Akhiri hubungan kalian sekarang juga. Aku tidak ingin kamu merusak rumah tangga orang," kata Bella.
"Guys.. dia dan istrinya akan bercerai. David sedang mengurus perceraiannya dengan istrinya. Aku tidak pernah merusak rumah tangga mereka. Jauh sebelum aku mengenalnya. David dan istrinya memang tidak baik-baik lagi. David bilang keduanya bahkan pernah berusaha mempertahankan rumah tangganya tapi tidak berhasil dan mereka memilih bercerai," kata Alena memberi penjelasan. Jika orang lain mengetahuinya mungkin mereka akan mengira dirinyalah penyebab rumah tangga David rusak mengingat David masih berstatus suami orang sampai saat ini.
"Harusnya kamu ceritakan sejak awal Al. Aku sempat berpikir yang aneh-aneh tentangmu," ucap Jena.
"Apa istrinya tahu hubunganmu dengan David?" tanya Grace.
"Belum. Istrinya tidak tahu kami menjalin hubungan. David sebenarnya ingin mengatakannya pada istrinya tapi aku merasa belum siap meskipun istrinya tidak akan marah karena dia juga sudah punya kekasih baru," jawab Alena.
"Kalau begini mah kamu tetap lanjutkan hubungan kalian. Aku pikir kamu dan David itu selingkuh," kata Bella.
"Iya, kami mendukungmu sampai ke pelaminan," ujar Jena tertawa pelan.
"Jadi bagaimana rasanya pacaran dengan pria beristri dan punya anak? Cie... yang udah punya anak. Aku jadi penasaran dengan anak itu," goda Grace mengedipkan satu matanya.
"Ihh.. apaan sih Grace.." Alena menepuk lengan Grace.
"Pastinya enak dong. Mengingat si David sudah pengalaman. Apalagi di rajang.." sahut Jena menggoda Alena.
"Jadi pengen cari pria matang nih. Tipsnya dong Al.." Kata Bella terkekeh.
"Apa miliknya besar dan panjang?" tanya Jena seketika membuat kedua matanya membulat. Diantara mereka berempat, Jena lah yang paling vulgar saat berbicara dan terkadang tidak bisa menyaring perkataannya.
"Guys.. please deh.. jangan bahas lagi.. Kalian membuatku malu.." Alena menutup kedua telinganya tidak ingin mendengar kicauan ketiga temannya.
"Bel, kamu belum mengenalkan gebetan baru mu itu pada kami," ujar Grace. Ternyata saat Bella tidak ikut ke salon kemarin karena dia sedang pergi bersama pria yang sampai sekarang masih Bella tutupi dari mereka.
"Santai Grace... Aku akan mengenalkannya. Tapi tidak sekarang. Aku tidak ingin kalian serangan jantung saat mendengarnya," kata Bella tertawa.
"Sialan kamu Bel. Kamu membuat kami semakin penasaran," kata Jena kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Dewi Oktavia
jadi penasaran ne
2024-08-28
0
lenong
siapa tuh??
2024-08-06
0
lenong
kalau yang itu mah gak perlu punya istri dulu kaleee, feeling aja langsung tau dan enak🤭🤭
2024-08-06
0