Bab 15: Masalah

Hari ini Grace mengajak Xena dan Diana ke Disneyland. Grace bahagia melihat keponakannya begitu ceria sejak tadi pagi. Apalagi gadis kecil itu memakai kostum kartun favoritnya. Xena sangat menyukai Belle. Mereka juga sudah menaiki beberapa wahana.

"Kau membuatnya tidak ingin pulang," kata Diana menyenggol lengan Grace. Keduanya lalu tertawa. Mereka sedang menikmati parade para putri disney. Xena sangat senang. Sejak tadi ia tak berhenti melihat parade itu. Xena melompat-lompat karena senang.

Ponsel Grace berdering. Tangannya merogoh tas sandangnya dan mengambil ponsel dari sana.

"Kak aku angkat ponsel sebentar," ujar Grace sedikit menjauh.

"Halo.."

"Grace.. gawat, ini gawat. Kamu harus segera ke kantor sekarang juga. Ada masalah urgent," kata Olivia asisten Regan.

"Masalah? Masalah apa?" tanya Grace khawatir.

"Ini berhubungan dengan Kendrick Walton. Sebaiknya kamu segera datang atau Regan akan semakin marah," kata Olivia memutus panggilan

"Oh God.. Jangan sampai ini masalah besar dan merusak karirku," gumam Grace kembali menghampiri saudaranya.

"Kak, sepertinya aku harus segera ke kantor. Ada sedikit masalah," kata Grace.

"Apa harus sekarang?" tanya Diana. Grace mengangguk.

"Sayang, aunty pergi sebentar ya. Aunty akan kembali secepatnya," kata Grace menunduk.

"Kemana? Bukankah hari ini aunty libur?" tanya Xena. Grace mengangguk.

"Ada sedikit masalah pekerjaan di kantor. Bibi janji akan kembali secepatnya," jawab Grace. Xena lalu mengangguk.

"Bye sayang.." Grace mengecup kedua pipi Xena lalu mengusap kepalanya.

"Bawa mobil saja biar lebih cepat. Kami bisa naik taksi," kata Diana memberikan kunci mobil Grace.

"Aku usahakan kembali dengan cepat," ujar Grace lalu pergi.

Setengah jam kemudian Grace tiba di kantor. Ia langsung menuju ruangan Regan. Pintu ruangan pria itu terbuka. Di sana ada Jena, Nolan dan Olivia.

"Masuk!" ucap Regan dingin saat Grace hendak mengetuk pintu Regan namun pria itu menginterupsinya. Grace meneguk ludahnya, aura di dalam ruangan begitu dingin. Ia melirik Jena seolah meminta jawaban. Wanita itu hanya menggeleng. Grace lalu duduk di samping Jena.

"Kendrick Walton menuntut perusahaan kita dan akan membawanya ke jalur hukum karena berita yang terbit tadi pagi. Dia mengatakan kalau kalian mengikutinya hingga ke hotel dan wilayah privasi keluarga mereka hanya untuk mengambil fotonya. Dia punya buktinya," kata Regan dingin menatap Grace karena dia belum tahu permasalahannya.

"Beritanya sudah di take down Pak," ucap Ellen yang tiba-tiba muncul. Regan hanya menatapnya lalu memberi interupsi agar Ellen keluar.

"Maaf Pak, saya pikir Kendrick tidak akan mempermasalahkan hal ini mengingat sebelumnya ia tidak peduli dengan berita-berita yang muncul tentang dirinya," ujar Jena karena dialah yang menulis berita tersebut.

"Apa kalian tahu, itu bukan parkiran umum. Parkiran yang kalian masuki parkiran khusus untuk keluarga Walton," balas Regan. Sontak membuat Jena dan Grace terkejut.

"Selain itu, Kendrick membatalkan wawancaranya dengan kita. Pak Edward pasti marah besar. Perusahaan kita bisa rugi besar," Regan memegang keningnya. Secara tidak langsung dia juga ikut andil dalam masalah ini. Semua konten yang akan di publikasi melalui persetujuannya. Kepalanya terasa pusing memikirkan masalah ini. Ia tidak tahu jika foto-foto Kendrick bersama seorang wanita itu diambil di area privasinya.

"Kami mi___"

"Diam!" bentak Regan membuat nyali Grace menciut. "Kalian hanya bisa membuat masalah, dimana otak kalian Hah" lanjutnya penuh amarah.

"Kalian benar-benar tidak becus," bentak Regan.

"Apa mereka sudah membalas email kita?" tanya Regan. Ia meminta Olivia mengirim pesan ke sekretaris Kendrick untuk mengadakan pertemuan. Ia berharap mereka bisa menyelesaikan permasalahan ini tanpa melalui jalur hukum. Olivia menggeleng. Regan menghembuskan nafasnya kasar. Perusahaan mereka tidak pernah mendapat masalah seperti ini sebelumnya. Grace dan Jena hanya bisa menunduk atas kesalahan yang mereka lakukan.

Ponsel milik Regan berdering. Olivia mengambilnya dari meja kerja pria itu. "Pak Edward," kata Olivia menyerahkan ponsel milik Regan. Pria itu menghela nafasnya. Edward pasti sudah tahu. Ia harus siap menerima amukan pria itu.

"Kita punya mas__"

"Aku sudah tahu Regan," ucap Edward memotong perkataan Regan. Nada suara pria itu terdengar tenang.

"Aku sudah menghubunginya. Besok kami akan bertemu setelah dia kembali dari Luar kota. Aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi Regan," ujar Edward tegas lalu mengakhiri panggilannya.

"Bagaimana?" tanya Olivia menatap Regan tak sabar mendengar penjelasan dari pria itu.

"Edward akan menemui Kendrick," kata Regan sedikit lebih tenang.

"Kalian berdua," Regan menatap Jena dan Grace.

"Berdoalah agar masalah ini bisa diselesaikan kalau tidak, perusahaan kita akan hancur," kata Regan keluar dari ruangannya.

"Grace, aku minta maaf. Aku membuatmu dalam masalah. Harusnya aku tidak mengajakmu saat itu," kata Jena menatap Grace bersalah.

"Lupakan saja, lagipula aku tidak menolak ajakanmu saat itu. Semoga saja Pak Edward bisa menyelesaikannya," ucap Grace.

"Aku juga bingung kenapa anak kedua Simon Walton itu mempermasalahkan berita itu. Fotonya bahkan pernah muncul di media saat dia sedang berada di pulau pribadi bersama seorang wanita. Dia bahkan tidak menuntut mereka. Ku pikir dia pria yang tidak terlalu peduli dengan media yang memuat berita tentang dirinya," kata Olivia.

"Aku rasa dia sedang banyak masalah. Mungkin karena berita skandal ayahnya. Semoga saja masalah bisa diselesaikan baik-baik guys," ucap Olivia kembali ke ruangannya.

Terpopuler

Comments

Memyr 67

Memyr 67

𝗰𝗼𝘄𝗼𝗸 𝗮𝗿𝗿𝗼𝗴𝗮𝗻 𝗴𝗼𝗯𝗹𝗼𝗴 𝗺𝗼𝗱𝗲𝗹 𝗿𝗲𝗴𝗮𝗻, 𝗸𝗼𝗸 𝘆𝗮 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗽𝗲𝗺𝗶𝗺𝗽𝗶𝗻. 𝗸𝗮𝗹𝗮𝘂 𝗿𝗲𝗴𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗮𝘁𝗮𝘀𝗮𝗻 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗺𝗲𝗻𝘆𝗲𝘁𝘂𝗷𝘂𝗶 𝘁𝘂𝗹𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗷𝗲𝗻𝗮, 𝘁𝘂𝗹𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗶𝘁𝘂 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗯𝗶𝘁, 𝗱𝗮𝗻 𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗮𝗱𝗮 𝗺𝗮𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵. 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗷𝗲𝗻𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝗴𝗿𝗮𝗰𝗲, 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘁𝗮𝗺𝗮 𝗴𝗿𝗮𝗰𝗲 𝗯𝘂𝗸𝗮𝗻 𝘆𝗴 𝗺𝗲𝗺𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗺𝗮𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵, 𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗿𝗲𝗴𝗮𝗻 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗺𝗮𝘀𝗮𝗹𝗮𝗵 𝗶𝘁𝘂. 𝗮𝘁𝗮𝘀𝗮𝗻 𝗸𝗼𝗸 𝗲𝗴𝗼𝗶𝘀 𝗶𝗶𝗶𝗶𝗶

2024-08-08

0

Dewi kunti

Dewi kunti

akal2 ane Kendrick 🤭🤭🤭

2024-08-08

0

yuning

yuning

seperti nya Kendrick lagi pengen dekat sama Grace

2024-08-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Permintaan Ditolak
2 Bab 2: Kepergok
3 Bab 3: Interogasi
4 Bab 4: Cafe
5 Bab 5: Adik Mata Duitan
6 Bab 6: Ulang Tahun
7 Bab 7: Pria Beristri
8 Bab 8: Hot News
9 Bab 9: Jantung Berdegup
10 Bab 10: Namanya Kendrick
11 Bab 11: Kejutan
12 Bab 12: Mencari Informasi
13 Bab 13: Menguntit
14 Bab 14: Butuh Tumpangan Nona?
15 Bab 15: Masalah
16 Bab 16: Mendekati Adikmu
17 Bab 17: Kabar Baik
18 Bab 18: Tamu Bulanan
19 Bab 19: Wawancara
20 Bab 20: Mengantar Pulang
21 Bab 21: Makan Malam
22 Bab 22: Mengganggu Sesi Romantis
23 Bab 23: Akal-akalan Kendrick
24 Bab 24: Nyaman Saat Bersamamu
25 Bab 25: Kamu Sudah Cantik
26 Bab 26: Kekasih
27 Bab 27: Hanya Bertanya Saja
28 Bab 28: Khusus Untukmu
29 Bab 29: Penggemar
30 Bab 30: Skenario Kendrick
31 Bab 31: Calon Istri
32 Bab 32: Mengadu
33 Bab 33: Sayangnya Aku
34 Bab 34: Ingin Bercerai
35 Bab 35: Memberimu Kehangatan
36 Bab 36: Debaran Jantung
37 Bab 37: Kalah Satu Poin
38 Bab 38: Candu
39 Bab 39: Pertengakaran
40 Bab 40: Anak Nakal
41 Bab 41: Jangan Berpikir Terlalu Jauh
42 Bab 42: Ketakutan Kendrick
43 Bab 43: Tidak Secantik Kamu
44 Bab 44: Pemandangan Indah
45 Bab 45: Ibu Bos
46 Bab 46: Sangat Cantik
47 Bab 47: Kelakuan Felip
48 Bab 48: Kakak Adik
49 Bab 49: Terlambat
50 Bab 50: Aku Tidak Mau
51 Bab 51: Gengsi
52 Bab 52: Cemburu
53 Bab 53: Kalah?
54 Bab 54: Calon Suami
55 Bab 55: Kita adalah Keluarga
56 Bab 56: Pengecut
57 Bab 57: Bilang Saja Iri
58 Bab 58: Di dalam Mobil
59 Bab 59: Jadilah Istriku
60 Bab 60: Menginginkanmu
61 Bab 61: Pertama Kali
62 Bab 62: Anak Perempuan
63 Bab 63: Jangan Coba-Coba
64 Bab 64: Jangan Sampai Menyesal
65 Bab 65: Pasti Besar dan Panjang
66 Bab 66: Toko Mainan
67 Bab 67: Jangan Terlalu Lama
68 Bab 68: Balkon
69 Bab 69: Memangnya Dia Tidak Punya Keluarga?
70 Bab 70: Masih Kecil
71 Bab 71: Boneka Pemberian Hendrick
72 Bab 72: Demam Tinggi
73 Bab 73: Tidak Mau Sakit
74 Bab 74: Bertemu Lagi
75 Bab 75: Mum
76 Bab 76: Janji
77 Bab 77: Kelulusan
78 Bab 78: Sudah Siap
79 Bab 79
80 Bab 80: Mengisi Energi
81 Bab 81: Alabama
82 Bab 82: Jangan Pergi
83 Bab 83: Merindukanmu
84 Bab 84: Tidak Sabar
85 Bab 85: Dua Anak Kecil
86 Bab 86: Resep Membuat Anak
87 Bab 87: Wedding Day
88 Bab 88: Liburan Berkedok Honeymoon
89 Bab 89: Kabar Baik
90 Bab 90: Kendrick vs Hendrick
91 Extra Part
92 Extra Part II
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Bab 1: Permintaan Ditolak
2
Bab 2: Kepergok
3
Bab 3: Interogasi
4
Bab 4: Cafe
5
Bab 5: Adik Mata Duitan
6
Bab 6: Ulang Tahun
7
Bab 7: Pria Beristri
8
Bab 8: Hot News
9
Bab 9: Jantung Berdegup
10
Bab 10: Namanya Kendrick
11
Bab 11: Kejutan
12
Bab 12: Mencari Informasi
13
Bab 13: Menguntit
14
Bab 14: Butuh Tumpangan Nona?
15
Bab 15: Masalah
16
Bab 16: Mendekati Adikmu
17
Bab 17: Kabar Baik
18
Bab 18: Tamu Bulanan
19
Bab 19: Wawancara
20
Bab 20: Mengantar Pulang
21
Bab 21: Makan Malam
22
Bab 22: Mengganggu Sesi Romantis
23
Bab 23: Akal-akalan Kendrick
24
Bab 24: Nyaman Saat Bersamamu
25
Bab 25: Kamu Sudah Cantik
26
Bab 26: Kekasih
27
Bab 27: Hanya Bertanya Saja
28
Bab 28: Khusus Untukmu
29
Bab 29: Penggemar
30
Bab 30: Skenario Kendrick
31
Bab 31: Calon Istri
32
Bab 32: Mengadu
33
Bab 33: Sayangnya Aku
34
Bab 34: Ingin Bercerai
35
Bab 35: Memberimu Kehangatan
36
Bab 36: Debaran Jantung
37
Bab 37: Kalah Satu Poin
38
Bab 38: Candu
39
Bab 39: Pertengakaran
40
Bab 40: Anak Nakal
41
Bab 41: Jangan Berpikir Terlalu Jauh
42
Bab 42: Ketakutan Kendrick
43
Bab 43: Tidak Secantik Kamu
44
Bab 44: Pemandangan Indah
45
Bab 45: Ibu Bos
46
Bab 46: Sangat Cantik
47
Bab 47: Kelakuan Felip
48
Bab 48: Kakak Adik
49
Bab 49: Terlambat
50
Bab 50: Aku Tidak Mau
51
Bab 51: Gengsi
52
Bab 52: Cemburu
53
Bab 53: Kalah?
54
Bab 54: Calon Suami
55
Bab 55: Kita adalah Keluarga
56
Bab 56: Pengecut
57
Bab 57: Bilang Saja Iri
58
Bab 58: Di dalam Mobil
59
Bab 59: Jadilah Istriku
60
Bab 60: Menginginkanmu
61
Bab 61: Pertama Kali
62
Bab 62: Anak Perempuan
63
Bab 63: Jangan Coba-Coba
64
Bab 64: Jangan Sampai Menyesal
65
Bab 65: Pasti Besar dan Panjang
66
Bab 66: Toko Mainan
67
Bab 67: Jangan Terlalu Lama
68
Bab 68: Balkon
69
Bab 69: Memangnya Dia Tidak Punya Keluarga?
70
Bab 70: Masih Kecil
71
Bab 71: Boneka Pemberian Hendrick
72
Bab 72: Demam Tinggi
73
Bab 73: Tidak Mau Sakit
74
Bab 74: Bertemu Lagi
75
Bab 75: Mum
76
Bab 76: Janji
77
Bab 77: Kelulusan
78
Bab 78: Sudah Siap
79
Bab 79
80
Bab 80: Mengisi Energi
81
Bab 81: Alabama
82
Bab 82: Jangan Pergi
83
Bab 83: Merindukanmu
84
Bab 84: Tidak Sabar
85
Bab 85: Dua Anak Kecil
86
Bab 86: Resep Membuat Anak
87
Bab 87: Wedding Day
88
Bab 88: Liburan Berkedok Honeymoon
89
Bab 89: Kabar Baik
90
Bab 90: Kendrick vs Hendrick
91
Extra Part
92
Extra Part II

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!