Bab 13: Menguntit

Diana baru saja memasuki mall untuk menguntit mantan kekasihnya. Xavier menggandeng seorang wanita. Sudah pasti wanita itu adalah kekasihnya. Xavier terlihat memakai tongkat. Entah apa yang terjadi padanya. Sepertinya dia mengalami cedera. Diana sengaja memakai topi dan kacamata hitam agar Xavier tidak curiga dengannya. Ia juga memakaikan Xena topi dan kacamata hitam meskipun Xavier tidak mengenali Xena.

"Diana..Diana.. lihat, dia memang play boy. Untung saja kamu memutuskannya," batin Diana. Meskipun ia sebenarnya kesal karena pria itu move on begitu cepat darinya.

"Pembual, kenapa dulu aku percaya dengan kata-kata manisnya. Bullshit..." gumam Diana.

"Aunty aku mau ice cream.." ucap Xena menarik tangan Diana menuju gerai ice cream yang dilihatnya.

"Sabar sayang. Nanti kita akan membelinya," kata Diana mengamati Xavier yang masuk ke salah satu toko pakaian.

"Aku tidak mau. Aunty pelit. Aku lebih sayang aunty Grace," Xena melepaskan genggamannya dari tangan Diana dan mengerucutkan bibirnya. Sejak tadi bibinya bibinya hanya berkata sabar setiap kali ia meminta sesuatu. Kalau saja Grace tidak bekerja ia memilih bersama bibinya itu saja.

"Ya ampun.. kita bisa kehilangan target kalau seperti ini Xena," kata Diana.

"Pokoknya aunty pelit. Aku akan bilang pada grandpa kalau aunty Diana tidak memberikanku ice cream karena menguntit Xaviel," ucap Xena membuat Diana membulatkan kedua matanya.

"Xavier bukan Xaviel..."

"Aku tidak peduli," Xena kesal membelakangi Diana.

"Baiklah... baiklah...Ayo kita beli ice cream," Diana mengangkat tubuh Xena. Anak itu lalu mengalungkan tangannya di leher bibinya. Inilah konsekuensi yang harus ia terima ketika membawa Xena pergi. Anak itu bahkan tidak rindu dengan kedua orang tuanya setelah dua hari di LA.

"Jangan cemberut lagi dong.." kata Diana mencium gemas pipi keponakannya. Ia merasa bersalah pada keponakannya itu. Sejak mereka mengikuti Xavier, beberapa kali ia mengabaikan permintaan Xena.

"Iya, Xena tidak cemberut lagi," ucap anak kecil itu tersenyum.

"Sayang aunty tidak?" tanya Diana menggendong Xena menuju gerai penjual ice cream.

"Tentu saja. Aku sayang aunty," Xena mencium pipi Diana.

Diana tidak ingin kehilangan jejak Xavier. Ia bahkan tidak fokus saat memesan ice cream.

"Saya pesan rasa vanila satu," ucap Diana tanpa melihat penjual ice cream.

"Aunty, aku mau rasa coklat bukan vanila.." ucap Xena.

"Ah ya.. rasa coklat satu," ucap Diana. Ia kembali fokus ke toko pakaian tempat Xavier dan kekasihnya berada.

"Sial.. wanita itu pasti akan menghabiskan uangnya," gumam Diana tidak suka saat melihat Xavier keluar dari toko pakaian menenteng beberapa paper bag.

"Xavier bahkan membawa wanita itu keluar meski dia terlihat tidak baik-baik saja karena kakinya," batin Diana. Rasa cemburunya semakin dalam.

"Aunty bayar..." bisik Xena yang telah menerima ice creamnya.

"Ah maaf... Ini, ambil saja kembaliannya," ujar Diana memberikan uang 100 dollar pada penjual ice cream lalu beranjak pergi sebelum kehilangan jejak Xavier.

Diana dan Xena duduk di kursi panjang yang disediakan untuk pengunjung mall yang tak jauh dari toko perhiasan dimana Xavier sekarang berada.

"Kenapa kita harus mengikuti uncle Xavier?" tanya Xena sembari menikmati ice creamnya. Ia sudah melepas topi dan kacamatanya.

"Aunty tidak suka dengannya?"

"Kenapa? Dia tampan. Lalu kenapa kita mengikutinya?."

"Bukan karena itu. Ah.. sudahlah kamu tidak akan mengerti," ujar Diana.

"Apa aunty ingin merebut uncle Xavier dari kekasihnya? Kata mommy tidak baik merusak hubungan seseorang," ujar Xena dengan santainya. Diana membulatkan matanya menatap keponakannya yang sedang menikmati ice cream ditangannya.

"Sial.. apa bocah ini sedang menasehati ku," gumam Diana memutar bola matanya.

"Kamu masih kecil, sulit untuk memahaminya," balas Diana.

"Aku ingin membeli sesuatu untuk aunty Grace saat kita pulang. Tapi aku tidak punya uang. Bisakah aunty meminjamkannya. Aku akan membayarnya setelah kita pulang," kata Xena menatap Diana memohon.

"Iya.. iya.. kamu memang tidak pernah lupa dengan bibimu yang satu itu. Padahal aku yang selalu bersamamu," balas Diana. Kenyataannya, ia memang lebih banyak menghabiskan waktu bersama Xena karena mereka tinggal di tempat yang sama.

"Kita pulang saja. Bibi sudah bosan," kata Diana berdiri. Sebenarnya bukan karena bosan, tapi ia hanya tidak ingin melihat adegan romantis pria dan wanita yang ada di dalam toko perhiasan itu.

"Bagaimana dengan barang untuk aunty Grace?" tanya Xena tak lupa.

"Kita akan membelinya sebelum pulang," jawab Diana.

Sumber: Pinterest

Terpopuler

Comments

Virgo Girl

Virgo Girl

Hahaha.... ada komedi jg ceritanya😄😄

2025-03-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Permintaan Ditolak
2 Bab 2: Kepergok
3 Bab 3: Interogasi
4 Bab 4: Cafe
5 Bab 5: Adik Mata Duitan
6 Bab 6: Ulang Tahun
7 Bab 7: Pria Beristri
8 Bab 8: Hot News
9 Bab 9: Jantung Berdegup
10 Bab 10: Namanya Kendrick
11 Bab 11: Kejutan
12 Bab 12: Mencari Informasi
13 Bab 13: Menguntit
14 Bab 14: Butuh Tumpangan Nona?
15 Bab 15: Masalah
16 Bab 16: Mendekati Adikmu
17 Bab 17: Kabar Baik
18 Bab 18: Tamu Bulanan
19 Bab 19: Wawancara
20 Bab 20: Mengantar Pulang
21 Bab 21: Makan Malam
22 Bab 22: Mengganggu Sesi Romantis
23 Bab 23: Akal-akalan Kendrick
24 Bab 24: Nyaman Saat Bersamamu
25 Bab 25: Kamu Sudah Cantik
26 Bab 26: Kekasih
27 Bab 27: Hanya Bertanya Saja
28 Bab 28: Khusus Untukmu
29 Bab 29: Penggemar
30 Bab 30: Skenario Kendrick
31 Bab 31: Calon Istri
32 Bab 32: Mengadu
33 Bab 33: Sayangnya Aku
34 Bab 34: Ingin Bercerai
35 Bab 35: Memberimu Kehangatan
36 Bab 36: Debaran Jantung
37 Bab 37: Kalah Satu Poin
38 Bab 38: Candu
39 Bab 39: Pertengakaran
40 Bab 40: Anak Nakal
41 Bab 41: Jangan Berpikir Terlalu Jauh
42 Bab 42: Ketakutan Kendrick
43 Bab 43: Tidak Secantik Kamu
44 Bab 44: Pemandangan Indah
45 Bab 45: Ibu Bos
46 Bab 46: Sangat Cantik
47 Bab 47: Kelakuan Felip
48 Bab 48: Kakak Adik
49 Bab 49: Terlambat
50 Bab 50: Aku Tidak Mau
51 Bab 51: Gengsi
52 Bab 52: Cemburu
53 Bab 53: Kalah?
54 Bab 54: Calon Suami
55 Bab 55: Kita adalah Keluarga
56 Bab 56: Pengecut
57 Bab 57: Bilang Saja Iri
58 Bab 58: Di dalam Mobil
59 Bab 59: Jadilah Istriku
60 Bab 60: Menginginkanmu
61 Bab 61: Pertama Kali
62 Bab 62: Anak Perempuan
63 Bab 63: Jangan Coba-Coba
64 Bab 64: Jangan Sampai Menyesal
65 Bab 65: Pasti Besar dan Panjang
66 Bab 66: Toko Mainan
67 Bab 67: Jangan Terlalu Lama
68 Bab 68: Balkon
69 Bab 69: Memangnya Dia Tidak Punya Keluarga?
70 Bab 70: Masih Kecil
71 Bab 71: Boneka Pemberian Hendrick
72 Bab 72: Demam Tinggi
73 Bab 73: Tidak Mau Sakit
74 Bab 74: Bertemu Lagi
75 Bab 75: Mum
76 Bab 76: Janji
77 Bab 77: Kelulusan
78 Bab 78: Sudah Siap
79 Bab 79
80 Bab 80: Mengisi Energi
81 Bab 81: Alabama
82 Bab 82: Jangan Pergi
83 Bab 83: Merindukanmu
84 Bab 84: Tidak Sabar
85 Bab 85: Dua Anak Kecil
86 Bab 86: Resep Membuat Anak
87 Bab 87: Wedding Day
88 Bab 88: Liburan Berkedok Honeymoon
89 Bab 89: Kabar Baik
90 Bab 90: Kendrick vs Hendrick
91 Extra Part
92 Extra Part II
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Bab 1: Permintaan Ditolak
2
Bab 2: Kepergok
3
Bab 3: Interogasi
4
Bab 4: Cafe
5
Bab 5: Adik Mata Duitan
6
Bab 6: Ulang Tahun
7
Bab 7: Pria Beristri
8
Bab 8: Hot News
9
Bab 9: Jantung Berdegup
10
Bab 10: Namanya Kendrick
11
Bab 11: Kejutan
12
Bab 12: Mencari Informasi
13
Bab 13: Menguntit
14
Bab 14: Butuh Tumpangan Nona?
15
Bab 15: Masalah
16
Bab 16: Mendekati Adikmu
17
Bab 17: Kabar Baik
18
Bab 18: Tamu Bulanan
19
Bab 19: Wawancara
20
Bab 20: Mengantar Pulang
21
Bab 21: Makan Malam
22
Bab 22: Mengganggu Sesi Romantis
23
Bab 23: Akal-akalan Kendrick
24
Bab 24: Nyaman Saat Bersamamu
25
Bab 25: Kamu Sudah Cantik
26
Bab 26: Kekasih
27
Bab 27: Hanya Bertanya Saja
28
Bab 28: Khusus Untukmu
29
Bab 29: Penggemar
30
Bab 30: Skenario Kendrick
31
Bab 31: Calon Istri
32
Bab 32: Mengadu
33
Bab 33: Sayangnya Aku
34
Bab 34: Ingin Bercerai
35
Bab 35: Memberimu Kehangatan
36
Bab 36: Debaran Jantung
37
Bab 37: Kalah Satu Poin
38
Bab 38: Candu
39
Bab 39: Pertengakaran
40
Bab 40: Anak Nakal
41
Bab 41: Jangan Berpikir Terlalu Jauh
42
Bab 42: Ketakutan Kendrick
43
Bab 43: Tidak Secantik Kamu
44
Bab 44: Pemandangan Indah
45
Bab 45: Ibu Bos
46
Bab 46: Sangat Cantik
47
Bab 47: Kelakuan Felip
48
Bab 48: Kakak Adik
49
Bab 49: Terlambat
50
Bab 50: Aku Tidak Mau
51
Bab 51: Gengsi
52
Bab 52: Cemburu
53
Bab 53: Kalah?
54
Bab 54: Calon Suami
55
Bab 55: Kita adalah Keluarga
56
Bab 56: Pengecut
57
Bab 57: Bilang Saja Iri
58
Bab 58: Di dalam Mobil
59
Bab 59: Jadilah Istriku
60
Bab 60: Menginginkanmu
61
Bab 61: Pertama Kali
62
Bab 62: Anak Perempuan
63
Bab 63: Jangan Coba-Coba
64
Bab 64: Jangan Sampai Menyesal
65
Bab 65: Pasti Besar dan Panjang
66
Bab 66: Toko Mainan
67
Bab 67: Jangan Terlalu Lama
68
Bab 68: Balkon
69
Bab 69: Memangnya Dia Tidak Punya Keluarga?
70
Bab 70: Masih Kecil
71
Bab 71: Boneka Pemberian Hendrick
72
Bab 72: Demam Tinggi
73
Bab 73: Tidak Mau Sakit
74
Bab 74: Bertemu Lagi
75
Bab 75: Mum
76
Bab 76: Janji
77
Bab 77: Kelulusan
78
Bab 78: Sudah Siap
79
Bab 79
80
Bab 80: Mengisi Energi
81
Bab 81: Alabama
82
Bab 82: Jangan Pergi
83
Bab 83: Merindukanmu
84
Bab 84: Tidak Sabar
85
Bab 85: Dua Anak Kecil
86
Bab 86: Resep Membuat Anak
87
Bab 87: Wedding Day
88
Bab 88: Liburan Berkedok Honeymoon
89
Bab 89: Kabar Baik
90
Bab 90: Kendrick vs Hendrick
91
Extra Part
92
Extra Part II

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!