Bab 6: Ulang Tahun

Jena memasang topi ulang tahun kerucut di kepala Grace. Sementara itu Bella memasang lilin di atas cake ulang tahun.

"Happy birthday Grace," ucap ketiganya. Alena meniup trompet kecil untuk memeriahkan acara. Bahkan mereka belum membayar kue ulang tahun itu sama sekali.

Ketiga sahabat Grace menyayikan lagu happy birthday dengan sangat cepa seperti sedang di kejar-kejar. Entah dari mana Jena mendapat keroncong ditangannya. Grace hanya terkekeh. Alena meniup terompet mini ditangannya. Entahlah, Grace tidak tahu konsep ulang tahun seperti apa yang sedang mereka lakukan. Ketiga sahabatnya memang aneh.

"Ayo tiup lilinnya Grace," timpal Bella. Grace lalu memejamkan matanya dan berdoa sebelum ia meniup lilin di depannya.

Bella mengambil kue ulang tahun di tangan Grace, "kami pesan yang ini," ucap Bella menyerahkan cake itu pada pegawai toko.

"Thanks guys..." kata Grace tertawa.

"C'mon guys," ajak Bella dari kasir.

"Jadi kita makan malam dimana?" timpal Alena setelah keempatnya keluar dari toko kue.

"Yang dekat-dekat saja. Aku tidak tahan lagi," timpal Jena yang memang sudah kelaparan.

"Ikuti aku," kata Grace.

"Aku naik mobil Grace saja. Dia sendirian," kata Alena. Bella mengangguk.

Setibanya di depan restoran. Ketiga teman Grace seolah tak percaya. Grace mengajak mereka makan malam di restoran mewah.

"Grace, kamu serius kan?" Jena menatap Grace seolah meminta penjelasan.

"Guys, cari tempat yang lebih murah saja ya. Aku tidak ingin kehilangan 1000 Dollar hanya untuk makan di sini," timpal Alena. Ia sedang berhemat. Alena menjadi tulang punggung di keluarganya. Ayahnya sudah meninggal dan dia harus membiayai sekolah adiknya. Ibunya juga tidak bisa kelelahan karena sakit.

"Sstttt.... aku yang traktir. Tenang saja. Ayo.." ajak Grace menarik tangan Alena.

"Kamu serius Grace. Kita cari restoran lain saja ya. Kami tidak ingin memberatkan mu," ujar Jena berjalan di samping Grace.

"Oh Jena.. C'mon.. aku tidak merasa dibebani. Aku serius. Apa kalian tahu, aku meminta uang saat keluargaku menawarkan kado yang kuinginkan di ulang tahunku," ujar Grace tertawa ringan.

"Ku pikir hanya aku yang seperti itu," ucap Bella. Mereka lalu tertawa bersama.

Masuk ke dalam restoran, mereka disambut dengan instrumen musik klasik yang dimainkan oleh seorang pianis di sudut ruangan. Cahaya lampu warm night menaungi seluruh penjuru ruangan itu.

"Tau begini, aku tidak akan memakai kostum seperti ini," ucap Jane menatap ke bawah, melihat pakaian yang dikenakannya. Hanya celana jeans dan kemeja. Mereka berjalan mengikuti waiter yang akan melayani mereka.

"Aku juga. Tapi abaikan saja. Kau tahu apa di pikiranku sekarang? Bertemu dengan selebritis terkenal, lalu mengambil fotonya," Bella.

"Ck.. kita kesini makan bukan untuk bekerja," bisik Grace duduk di kursinya.

"Sambil menyelam minum air Grace," balas Jena.

"Hadeh...." Grace hanya pasrah saja dengan kelakuan kedua orang itu.

Keempat wanita itu lalu memesan makanan untuk mereka. Menunggu makanan datang, Bella dan Jena sibuk mengamati ruangan itu.

Tak lama kemudian pesanan mereka tiba. Dua orang waiter menata makanan di meja.

"Thanks," kata Jena mengambil alih pisau dan sendok dari tangan waiters saat steak miliknya dipotong. Maklum saja, dia sudah kelaparan.

"Selamat makan guys," kata Jena mula menikmati makanannya.

"Dasar Jena.." kekeh Alena.

Makan malam keempat wanita itu diisi dengan perbincangan hangat.

"Tidak ada target," ucap Jena.

"Hmm.." balas Bella.

"Daripada kalian sibuk mencari bahan gosip, sebaiknya kita berfoto dulu. Kita lupa mengambil foto bersama saat di toko kue," kata Grace mengambil ponselnya.

"Astaga... bagaimana bisa kita melupakannya. Guys ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus berfoto sekarang juga," Jena menepuk keningnya.

"Ayo merapat guys, biar aku yang mengambilnya," kata Jena mencari kamera di layar ponselnya dan mengambil beberapa foto mereka.

"OMG..." Jena membulatkan kedua matanya dan mematikan kameranya.

"Kenapa Jen.." ujar Alena.

"Apa itu Monica selebritis terkenal itu?"

Seketika mereka mengikuti arah tatapan mata Jena.

"Bukankah dia baru putus dengan kenan si aktor tampan bak dewa yunani itu?" Jena menatap Bella.

Keduanya lalu tersenyum bersama. Sepertinya mereka punya pemikiran yang sama.

"Ini akan menjadi topik hangat Jen. Monica sedang makan malam dengan seorang pria setelah putus dengan Kenan," kata Bella mengeluarkan ponselnya lalu mengambil beberapa foto.

"Ku harap kalian tidak menulis berita yang aneh-aneh di artikel kalian. Ini akan mempengaruhi perusahaan kita," timpal Grace.

"Tenang saja Grace," kata Bella.

"Aku ke toilet dulu," ucap Grace berdiri.

"Tunggu Grace, aku ikut..." Alena bangkit dari kursinya.

"Thanks Grace sudah mentraktir kami," kata Alena merangkul lengan Grace. Di antara mereka berempat, dirinyalah paling miskin. Ketiga sahabatnya memiliki ekonomi yang stabil. Kedua orang tua Bella misalnya, mereka berprofesi sebagai dokter.

"Your welcome bestie..." balas Grace.

Terpopuler

Comments

yuning

yuning

semoga persahabatan mereka selalu setia

2024-08-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Permintaan Ditolak
2 Bab 2: Kepergok
3 Bab 3: Interogasi
4 Bab 4: Cafe
5 Bab 5: Adik Mata Duitan
6 Bab 6: Ulang Tahun
7 Bab 7: Pria Beristri
8 Bab 8: Hot News
9 Bab 9: Jantung Berdegup
10 Bab 10: Namanya Kendrick
11 Bab 11: Kejutan
12 Bab 12: Mencari Informasi
13 Bab 13: Menguntit
14 Bab 14: Butuh Tumpangan Nona?
15 Bab 15: Masalah
16 Bab 16: Mendekati Adikmu
17 Bab 17: Kabar Baik
18 Bab 18: Tamu Bulanan
19 Bab 19: Wawancara
20 Bab 20: Mengantar Pulang
21 Bab 21: Makan Malam
22 Bab 22: Mengganggu Sesi Romantis
23 Bab 23: Akal-akalan Kendrick
24 Bab 24: Nyaman Saat Bersamamu
25 Bab 25: Kamu Sudah Cantik
26 Bab 26: Kekasih
27 Bab 27: Hanya Bertanya Saja
28 Bab 28: Khusus Untukmu
29 Bab 29: Penggemar
30 Bab 30: Skenario Kendrick
31 Bab 31: Calon Istri
32 Bab 32: Mengadu
33 Bab 33: Sayangnya Aku
34 Bab 34: Ingin Bercerai
35 Bab 35: Memberimu Kehangatan
36 Bab 36: Debaran Jantung
37 Bab 37: Kalah Satu Poin
38 Bab 38: Candu
39 Bab 39: Pertengakaran
40 Bab 40: Anak Nakal
41 Bab 41: Jangan Berpikir Terlalu Jauh
42 Bab 42: Ketakutan Kendrick
43 Bab 43: Tidak Secantik Kamu
44 Bab 44: Pemandangan Indah
45 Bab 45: Ibu Bos
46 Bab 46: Sangat Cantik
47 Bab 47: Kelakuan Felip
48 Bab 48: Kakak Adik
49 Bab 49: Terlambat
50 Bab 50: Aku Tidak Mau
51 Bab 51: Gengsi
52 Bab 52: Cemburu
53 Bab 53: Kalah?
54 Bab 54: Calon Suami
55 Bab 55: Kita adalah Keluarga
56 Bab 56: Pengecut
57 Bab 57: Bilang Saja Iri
58 Bab 58: Di dalam Mobil
59 Bab 59: Jadilah Istriku
60 Bab 60: Menginginkanmu
61 Bab 61: Pertama Kali
62 Bab 62: Anak Perempuan
63 Bab 63: Jangan Coba-Coba
64 Bab 64: Jangan Sampai Menyesal
65 Bab 65: Pasti Besar dan Panjang
66 Bab 66: Toko Mainan
67 Bab 67: Jangan Terlalu Lama
68 Bab 68: Balkon
69 Bab 69: Memangnya Dia Tidak Punya Keluarga?
70 Bab 70: Masih Kecil
71 Bab 71: Boneka Pemberian Hendrick
72 Bab 72: Demam Tinggi
73 Bab 73: Tidak Mau Sakit
74 Bab 74: Bertemu Lagi
75 Bab 75: Mum
76 Bab 76: Janji
77 Bab 77: Kelulusan
78 Bab 78: Sudah Siap
79 Bab 79
80 Bab 80: Mengisi Energi
81 Bab 81: Alabama
82 Bab 82: Jangan Pergi
83 Bab 83: Merindukanmu
84 Bab 84: Tidak Sabar
85 Bab 85: Dua Anak Kecil
86 Bab 86: Resep Membuat Anak
87 Bab 87: Wedding Day
88 Bab 88: Liburan Berkedok Honeymoon
89 Bab 89: Kabar Baik
90 Bab 90: Kendrick vs Hendrick
91 Extra Part
92 Extra Part II
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Bab 1: Permintaan Ditolak
2
Bab 2: Kepergok
3
Bab 3: Interogasi
4
Bab 4: Cafe
5
Bab 5: Adik Mata Duitan
6
Bab 6: Ulang Tahun
7
Bab 7: Pria Beristri
8
Bab 8: Hot News
9
Bab 9: Jantung Berdegup
10
Bab 10: Namanya Kendrick
11
Bab 11: Kejutan
12
Bab 12: Mencari Informasi
13
Bab 13: Menguntit
14
Bab 14: Butuh Tumpangan Nona?
15
Bab 15: Masalah
16
Bab 16: Mendekati Adikmu
17
Bab 17: Kabar Baik
18
Bab 18: Tamu Bulanan
19
Bab 19: Wawancara
20
Bab 20: Mengantar Pulang
21
Bab 21: Makan Malam
22
Bab 22: Mengganggu Sesi Romantis
23
Bab 23: Akal-akalan Kendrick
24
Bab 24: Nyaman Saat Bersamamu
25
Bab 25: Kamu Sudah Cantik
26
Bab 26: Kekasih
27
Bab 27: Hanya Bertanya Saja
28
Bab 28: Khusus Untukmu
29
Bab 29: Penggemar
30
Bab 30: Skenario Kendrick
31
Bab 31: Calon Istri
32
Bab 32: Mengadu
33
Bab 33: Sayangnya Aku
34
Bab 34: Ingin Bercerai
35
Bab 35: Memberimu Kehangatan
36
Bab 36: Debaran Jantung
37
Bab 37: Kalah Satu Poin
38
Bab 38: Candu
39
Bab 39: Pertengakaran
40
Bab 40: Anak Nakal
41
Bab 41: Jangan Berpikir Terlalu Jauh
42
Bab 42: Ketakutan Kendrick
43
Bab 43: Tidak Secantik Kamu
44
Bab 44: Pemandangan Indah
45
Bab 45: Ibu Bos
46
Bab 46: Sangat Cantik
47
Bab 47: Kelakuan Felip
48
Bab 48: Kakak Adik
49
Bab 49: Terlambat
50
Bab 50: Aku Tidak Mau
51
Bab 51: Gengsi
52
Bab 52: Cemburu
53
Bab 53: Kalah?
54
Bab 54: Calon Suami
55
Bab 55: Kita adalah Keluarga
56
Bab 56: Pengecut
57
Bab 57: Bilang Saja Iri
58
Bab 58: Di dalam Mobil
59
Bab 59: Jadilah Istriku
60
Bab 60: Menginginkanmu
61
Bab 61: Pertama Kali
62
Bab 62: Anak Perempuan
63
Bab 63: Jangan Coba-Coba
64
Bab 64: Jangan Sampai Menyesal
65
Bab 65: Pasti Besar dan Panjang
66
Bab 66: Toko Mainan
67
Bab 67: Jangan Terlalu Lama
68
Bab 68: Balkon
69
Bab 69: Memangnya Dia Tidak Punya Keluarga?
70
Bab 70: Masih Kecil
71
Bab 71: Boneka Pemberian Hendrick
72
Bab 72: Demam Tinggi
73
Bab 73: Tidak Mau Sakit
74
Bab 74: Bertemu Lagi
75
Bab 75: Mum
76
Bab 76: Janji
77
Bab 77: Kelulusan
78
Bab 78: Sudah Siap
79
Bab 79
80
Bab 80: Mengisi Energi
81
Bab 81: Alabama
82
Bab 82: Jangan Pergi
83
Bab 83: Merindukanmu
84
Bab 84: Tidak Sabar
85
Bab 85: Dua Anak Kecil
86
Bab 86: Resep Membuat Anak
87
Bab 87: Wedding Day
88
Bab 88: Liburan Berkedok Honeymoon
89
Bab 89: Kabar Baik
90
Bab 90: Kendrick vs Hendrick
91
Extra Part
92
Extra Part II

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!