Sebuah bencana telah terjadi yang membuat peradaban manusia hampir dimusnahkan. Apa yang telah umat manusia alami sebelumnya tidak ada apa-apanya dari yang saat ini mereka hadapi.
Kemunculan monster dari celah dimensi yang disebut sebagai Dungeon seakan menjadi awal akan datangnya zaman kegelapan baru, zaman yang dipenuhi kekacauan dan keputusasaan.
Akan tetapi ditempat tergelap sekalipun akan ada cahaya yang bersinar.
Guardian of Between Realm, bagaikan pasukan dari surga yang datang untuk menyelamatkan umat manusia. Tidak ada yang tahu dari mana mereka berasal, dan tidak ada pula yang tahu tujuan mereka membantu manusia.
Di awal masa kekacauan mereka mendapat penolakan karena dianggap sebagai makhluk asing yang ingin menguasai bumi. Semua orang dengan kedudukan tinggi merasa takut dengan kekuatan yang mereka lihat dari para Guardian.
“Kami tidak akan memaksakan bantuan yang akan kami berikan. Kami hanya akan memberikan bantuan pada mereka yang membutuhkan.” ucap wanita dengan baju zirah emas pemimpin para Guardian, Scarlett Nine.
Meskipun mendapatkan penolakan, hingga mendapatkan tuduhan ekstrim dari berbagai pihak, Guardian of Between Realm tetap memberikan pertolongan. Hasilnya setelah satu tahun berlalu, negara-negara yang memilih bekerja sama dengan Guardian kini sudah bisa beradaptasi dengan keberadaan monster dan Dungeon.
Negara-negara itu bahkan maju dengan pesat dengan pengetahuan dari kerjasama yang saling menguntungkan. Sedangkan negara yang awalnya menolak kini menghadapi dilema besar antara terus pada pendirian mereka yang akan berujung kehancuran, atau memilih mengabaikan ego untuk meminta pertolongan.
***
{Arcane Games yang diadakan di Bangkok telah berakhir. Acara bersekala internasional yang mempertemukan para Awakener terbaik dari berbagai negara telah berlangsung selama dua Minggu dengan aman}
{Dipastikan teror yang tersebar di media sosial sebelum acara dimulai hanyalah ancaman palsu yang disebarkan oleh para ekstremis yang tidak ingin dunia kembali damai}
Di kereta yang penuh sesak, suara dari televisi dalam gerbong menarik perhatian beberapa penumpang.
“Para Awakener negara kita berhasil meraih banyak mendali hingga meraih posisi ketiga. bukankah itu sangat luar biasa.” salah seorang penumpang berkata dengan penuh semangat.
Namun temanya justru menanggapi dengan ketus. “Heh, apa yang kau maksud dengan 'luar biasa', aku berpikir itu sangat mengecewakan. Negara kita telah mendapatkan bantuan terbesar dari para Guardian, tapi para Awakener itu justru hanya bisa meraih posisi ketiga. Ini sungguh sangat memalukan.”
Percakapan kedua pria yang berpenampilan seperti pekerja kantoran itu cukup keras hingga bisa didengar oleh semua penumpang kereta, akan tetapi tidak ada yang menghiraukan karena semua orang sibuk dengan urusan mereka sendiri.
“Itu semua karena peraturan yang sengaja dibuat untuk melemahkan negara kita. Jika saja para Ranker diperbolehkan ikut serta, mereka pasti akan mendapatkan semua mendali emas.”
“Ya, tapi tetap saja mereka yang telah berlomba pantas mendapatkan apresiasi.”
Perdebatan kedua pria itu terus berlanjut hingga mengusik orang di sekitar mereka karena teriakan yang semakin keras. Hingga pada akhirnya salah satunya tidak dapat menahan emosi dan berakhir melayangkan serangan. Tetapi pukulan itu dengan mudah dihindari, bahkan pria yang hendak dipukul berhasil melawan balik dengan menjatuhkan lawannya menggunakan teknik karate.
“Duh, Napa sih ribut banget. Masalah kecil saja di permasalahan sampai adu pukul segala.” ucap seorang pemuda yang melihat perkelahian di depannya.
Tatapannya kemudian teralihkan pada gadis berkacamata dengan gaya rambut dikepang dua yang duduk di sebelahnya. Pemuda bernama Alex itu tersenyum sinis ketika melihat seragam sekolah yang gadis itu kenakan, karena sekolah gadis itu dikenal sebagai sekolah untuk para calon siswa yang gagal masuk ke sekolahnya dan dianggap yang paling buruk.
Terbesit dalam pikiran Alex untuk menjahili gadis itu, akan tetapi tiba-tiba keadaan menjadi semakin kacau ketika pria yang sebelumnya di jatuhkan tiba-tiba mengeluarkan asap hitam dari tubuhnya. Dengan penuh amarah, pria itu berniat menggunakan kekuatan sihir untuk menyerang.
“Oi oi, kau terlalu berlebihan... guak!.” pria yang sebelumnya menjadi lawan berdebat mencoba menenangkan, tapi sebuah tinju kuat menghantam dadanya hingga membuatnya terpental dengan darah di mulutnya. Para penumpang wanita yang melihat itu berteriak keras membuat keadaan di dalam gerbong kereta menjadi semakin tidak terkendali.
Alex bangkit dari tempat duduknya, dia segera meminta semua orang untuk pindah ke gerbong lain, sementara dia berniat berbicara dengan pria yang sedang mengamuk.
“Bro salam olahraga!.” tinju Alex menghantam wajah pria yang mengamuk.
“Berbicara dengan tinju? Apa dia pikir dirinya karakter anime?.”
Mendengar perkataan gadis itu membuat Alex merasa tidak senang, tetapi saat hendak membalas tiba-tiba sebuah serangan mengarah padanya. Alex berhasil menghindari serangan dari pria yang sebelumnya dia beri 'salam'.
“Dunia yang tercemar, dunia yang tercemar!.” terus pria itu saat terus berusaha menyerang Alex.
“Dunia yang tercemar? Mungkinkah kau...” mata Alex terbelalak seakan telah menyadari sesuatu, akan tetapi sebelum dia menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba pukul pria yang dia lawan bertambah cepat dan kuat sehingga Alex terancam mendapatkan luka di wajahnya.
‘Ini sangat gawat, apa yang akan terjadi jika aku menunjukkan wajah tampan ku yang rusak di hari pertama sekolah.’ Alex begitu cemas, takut memperlihatkan sesuatu yang memalukan di hari pertamanya bersekolah di sekolah terbaik.
Pukulan itu sangat cepat hingga Alex tidak mungkin menghindari, menyadari itu Alex hanya bisa menutup mata dan berharap lebam yang akan dia dapatkan tidak begitu buruk.
‘Cih, ini salahku karena ingin bersikap sok jago.’ dua mulai menyesali keputusannya.
Akan tetapi...
“Apa yang kau lakukan, cepat menghindar!, rambutku tidak bisa menahannya lebih lama.”
Saat membuka mata, Alex melihat kepalan tangan yang berada tepat di depan wajahnya. Alex yang masih tidak mengerti situasi segera melompat mundur dan melihat banyak benang berwarna hitam melilit tubuh pria yang menyerangnya.
Ketika dilihat dengan seksama Alex menyadari jika benang hitam itu ternyata adalah rambut dari gadis yang sebelumnya dia remehkan karena seragam.
“Dunia yang tercemar!.” pria itu berteriak keras saat berusaha melepaskan diri dari lilitan rambut, asap hitam semakin pekat menyelimuti pria itu yang seakan dapat meningkatkan kekuatannya.
Gadi itu berteriak saat rambutnya tidak lagi dapat menahan hingga mulai berguguran. Pria yang mengamuk segera menarik rambut yang masih melilit tubuhnya, tapi Alex segera melayangkan serangan.
Bam! Alex mengerahkan kekuatannya yang dapat meningkatkan efek serangan, hantaman itu mengenai targetnya dengan sangat keras hingga membuat efek kejut kuat yang memecahkan seluruh jendela gerbong.
“Kau masih bisa bertahan, pak?.” Alex mempertanyakan sesuatu yang semestinya tidak ditanyakan karena jelas pria itu masih berdiri di depannya.
Serangan pria yang mengamuk semakin cepat dan kuat seperti seekor binatang buas yang sedang terancam. Alex yang mulai merasa kesulitan terpaksa meminta bantuan dari gadis berkacamata yang sebelumnya membantunya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments