Buku sihir yang telah menjadi Homis itu terbang disekitar Ningrum terlihat begitu senang. Meskipun penampangnya menyeramkan tapi sifatnya seperti anak anjing yang penurut dan suka bermain. Ningrum bermain kejar-kejaran dengan buku sihir, namun gadis itu berhenti ketika keberadaan teman barunya mengingatkan Ningrum pada anjing liar yang pernah dia pungut.
"Homis, kau mengingatkan aku pada anjing yang pernah aku pungut." Wajahnya terlihat sedih karena mengingat nasib buruk yang anjing itu alami akibat dari tindakan Ningrum yang telah memungutnya.
Suatu hari Ningrum yang hidup seorang diri di dalam goa, menemukan seekor anjing yang terluka ketika dia hendak pulang setelah bekerja di ladang. Gadis itu merawat anjingnya dengan penuh perhatian, hingga setelah luka anjing itu telah sembuh, keduanya masih tinggal bersama di dalam goa. Ningrum selalu membagi makannya dengan teman barunya, dia berpikir jika mereka akan menjadi teman untuk selamanya.
Akan tetapi di suatu sore, setelah dia kembali dari desa, Ningrum merasa ada yang aneh karena anjingnya tidak menyambutnya. Baru setelah masuk kedalam goa, dia tahu alasan temannya tidak menyambutnya seperti biasanya. Di atas batu yang menjadi tempat favorit temannya tidur, tergeletak daging panggang utuh yang terlalu matang hingga yang tersisa hanya arang.
Grip!
Ningrum mencengkram erat tangannya ketika mengingat kenangan yang sangat menyakitkan. Buku sihir dan Gotan yang merasakan kemarahan dan kesedihan Ningrum menjadi sangat khawatir.
“Ah, maaf. Aku tidak apa-apa.” Ningrum yang sadar telah membuat teman-temannya khawatir segera tersenyum riang sambil mengusap air di pelipis matanya.
Dia kemudian merentangkan tangannya yang kemudian dihinggapi buku sihir, “Sepertinya sudah saatnya aku memberimu nama.” Ningrum mengangkat buku sihir yang sangat bahagia, “Atau apa kau lebih memilih dipanggil Homis untuk selamanya?.” buku sihir langsung berguncang seakan menolak gagasan itu.
“Ahahaha, aku hanya bercanda. Baiklah mari kita mencari nama untukmu, temanku yang berharga.” Ningrum tertawa kecil melihat reaksi buku sihirnya yang melompat-lompat di udara. Wajahnya yang tadinya muram perlahan berubah cerah kembali.
***
Agar bisa memberikan nama yang bagus, Ningrum meminta buku sihirnya memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. Permintaan itu tentu membuat buku menjadi kebingungan.
“Maksudku, kamu memiliki informasi tentang dirimu sendiri bukan?.” meskipun penjelajahan Ningrum agak sulit dimengerti, tapi buku sihir seakan sudah paham arah pertanyaan penciptanya itu.
Buku sihir membuka halaman depan sendirian, kemudian dia menunjukkan sebuah bab yang membahas tentang item sihir. Ningrum merasa sudah membaca bagian tetangga item sihir sebelumnya tetapi tidak menemukan penjelasan apapun mengenai buku sihir miliknya. Setelah diperhatikan dengan seksama, Ningrum menyadari jika bab yang ditunjukkan kali ini berbeda dengan pembahasan item sihir sebelumnya.
“Artefak Monarch?.” gumam Ningrum.
Dari apa yang dia baca, Artefak Monarch adalah sebuah benda magis yang mengandung esensi dan kekuatan jiwa seorang Monarch setelah mereka meninggal dunia. Berbeda dengan artefak biasa, Artefak Monarch tidak hanya menjadi peninggalan fisik tetapi juga merupakan manifestasi spiritual dari Monarch itu sendiri.
Setelah membaca semua itu Ningrum menyadari jika buku sihir miliknya adalah sebuah Artefak Monarch. Ningrum menduga jika kedua raksasa yang dia lihat saat itu adalah para Monarch. Mereka bertarung hingga salah satunya terbunuh, lalu jiwa Monarch yang kalah termanifestasi menjadi buku sihir.
Buku sihir kemudian membuka halaman selanjutnya yang memperlihatkan gambar dari dalam satu raksasa yang Ningrum lihat saat itu. “Solaris Exmart, jadi itu namu?.” buku sihir bergetar seakan menolak gagasan Ningrum. Meskipun memang buku sihir itu tercipta dari jiwa Solaris Exmart, tetapi dia adalah sesuatu yang berbeda.
Halaman kembali dibalik memperlihatkan gambar buku sihir yang masih murni sebelum Ningrum merubahnya menjadi Homis. Dalam halaman itu disebutkan jika nama dari Artefak Monarch yang tercipta dari jiwa Solaris Exmart adalah Codes of Cosmos, artefak sihir berbentuk buku yang menyimpan seluruh pengetahuan di alam semesta.
“Codex of Cosmos, itu nama yang agak... apa kau mau menggunakan nama itu?.” Ningrum menganggap nama yang tertera pada buku terlalu megah. Buku sihir sendiri bergetar hebat seakan tidak mau menggunakan nama itu.
“Baiklah, bagaimana jika Coco?.” Ningrum hanya menyingkat namanya saja sehingga Buku sihir kembali menolak.
“Oke, hemmm...” Ningrum berpikir keras mencari nama yang cocok untuk buku sihir yang sangat imut meskipun rupa fisiknya tidak kalah menyeramkan dari boneka jenglot.
“Ah, itu dia! Imut...” akhirnya dia sudah memutuskan. Buku sihir pun tidak sabar mengetahui nama barunya.
“Comel, nama barumu adalah Comel!.” Ningrum tertawa bahagia sembari berputar-putar bersama buku sihirnya. Sedangkan sosok yang baru mendapatkan nama baru hanya bisa terpaku, masih tidak yakin jika nama itu yang akan dia gunakan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments