"Tebasan udara!" Ningrum mengayunkan tangannya dengan cepat menimbulkan gelombang udara bertekanan tinggi berbentuk bulan sabit, kecepatan serangan yang setara dengan kecepatan suara membuat naga danau yang menjadi sasaran serangan itu tidak sempat menghindar.
Jrass!
Groaaar!
Sura sayatan diikuti oleh raungan kesakitan.
Rasa sakit yang dirasakan membuat naga danau murka, makhluk yang memiliki ego tinggi itu merasa terhina ketika seorang manusia mampu melukainya. Harga dirinya terkoyak layaknya kulitnya yang saat ini terluka, kemarahan naga danau semakin menjadi-jadi begitu monster itu sadar serangan sihir yang Ningrum gunakan hanyalah sihir tingkat terendah.
“Aku berhasil menggunakan sihir tingkat pemula, lalu bagaimana dengan sihir tingkat dasar.” Ningrum bersiap menggunakan sihir tingkat lebih tinggi. Dia ingin menguji berapa tingkatan sihir yang bisa ia gunakan.
Sadar jika Ningrum akan melakukan serangan kedua, naga danau segera melancarkan serangan tembakkan air yang lebih kuat dari sebelumnya.
"Gale Slash" Ningrum mengibaskan tangannya menimbulkan hembusan angin kencang yang kemudian menciptakan puluhan tebasan angin yang lebih kuat dari Air Slash.
Setiap tebasan angin menghancurkan serangan dari naga danau.
Terjadi pertarungan sengit ketika tebasan angin Ningrum berbenturan dengan tembakan air naga danau. Raungan naga danau bergema ketika ular raksasa itu berusaha mendorong dirinya mengeluarkan kekuatan sihir yang lebih kuat.
Menggunakan sihir air yang lebih tinggi, naga danau menciptakan empat naga air yang langsung mendorong tebasan angin milik Ningrum. Ketika serangan pamungkasnya mendorong mundur serangan Ningrum, naga danau berpikir kemenangan ada di pihaknya.
Tapi tiba-tiba...
“Ahahaha, apa kau akhirnya merubah selang air mu menjadi semprotan damkar?.” naga danau merasakan firasat buruk begitu mendengar suara tawa Ningrum.
“Sekarang mari baik ke level selanjutnya. Intermediate tier magic, Tornado Slash," terjangan empat naga air dari serangan sihir naga danau langsung berhamburan begitu pusaran angin tornado keluar dari telapak tangan Ningrum.
Bagian tengah tornado bagaikan mulut monster, memiliki daya hisap yang sangat kuat lalu mencabik-cabik apapun yang masuk kedalamnya. Naga danau yang merasa dalam bahaya segera berniat menghindar, akan tetapi monster itu tiba-tiba merasa air danau mencengkram tubuhnya hingga membuatnya tidak dapat bergerak.
“Tidal Lock” ungkap Ningrum yang baru saja menggunakan sihir tingkat Menengah yang dapat mengunci pergerakan semua hal yang terdapat di dalam air.
Naga danau sangat panik, dia berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari efek sihir pengikat Ningrum, tetapi usahanya sia-sia. Angin tornado menelan naga danau, jeritan kesakitan langsung terdengar sangat keras begitu pisau angin mencabik-cabik kulitnya.
Ningrum menatap naga danau yang kini berada di tengah pusaran tornado. Gadis itu menggelengkan kepala lalu segera menghentikan sihirnya sebelum naga danau tewas menjadi daging cincang.
Air danau yang awalnya jernih kini berubah warna menjadi merah oleh darah naga danau. Tubuh naga danau yang sekarang tidak berdaya mengambang di permukaan air dengan luka sayatan yang tidak terhitung jumlahnya.
Comel yang sejak tadi hanya melihat pertarungan segera menghampiri Ningrum, buku sihir itu terbang mengelilinginya seakan mengucapkan selamat setelah memenangkan pertempuran. Keduanya lalu mendekati naga danau yang tengah sekarat.
“Hem, kau terlihat begitu marah.” ucap Ningrum setelah melihat mata naga danau yang menunjukkan kemarahan, meskipun saat ini keadaannya tidak menguntungkan, tapi kesombongan dari harga diri seekor naga membuatnya tidak akan pernah meminta bekas kasihan.
“Aku tahu ini salahku yang tiba-tiba masuk ke dalam wilayahmu tanpa izin.” Ningrum menyentuh luka pada sisik naga danau.
Naga danau berpikir manusia itu akan menyiksanya sebelum akhirnya membunuhnya. Tapi tidak disangka cahaya hijau menyelimuti seluruh tubuhnya membuatnya merasakan kehangatan dan rasa sakit yang Naga danau rasanya perlahan semakin berkurang.
“Tapi ini juga salahmu karena tiba-tiba muncul dan langsung menyerangku. Jadi anggap saja kita impas.” Ningrum tersenyum lembut membuat naga danau tidak dapat bereaksi.
Begitu seluruh lukanya disembuhkan, naga danau segera menyelam kedalam air membuat cipratannya membasahi Ningrum. Melihat jika Nanga danau juga tidak mempermasalahkan semua yang telah terjadi, Ningrum dengan tenang terbang menuju daratan.
Setelah kakinya menginjak tanah, Ningrum merasakan tubuhnya begitu lemas karena pengaruh kekurangan energi sihir.
“Tingkat kepadatan energi mana di dunia ini lebih rendah dari pula terapung. Itulah kenapa aku tindak bisa menggunakan sihir tingkat tinggi dikarenakan energi sihir yang aku kumpulkan belum mencukupi.”
Ningrum menggunakan sisa energi sihirnya untuk mengendalikan tanah, dia menciptakan sebuah lubang besar di dalam tanah yang akan menjadi tempatnya untuk beristirahat. Setelah mengeluarkan Dua Golem untuk berjaga di luar, Ningrum segera masuk laku duduk di atas batu besar, Ningrum tertidur dengan posisi bermeditasi.
Meskipun dia telah memasuki dunia mimpi, tapi tubuhnya masih menyerap energi sihir di sekitarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments