Di tengah sebuah pulau yang dipenuhi oleh reruntuhan, Ningrum membangun lingkaran sihir teleportasi.
Pulau tersebut sengaja dibangun dengan landscape reruntuhan, karena lingkaran sihir teleportasi yang Ningrum bangun memiliki kemungkinan untuk dibajak, sehingga seseorang yang tidak diundang bisa datang menggunakan lingkaran teleportasi.
Ningrum berharap jika tamu tidak diundang mengira telah memasuki wilayah tidak berpenghuni setelah melihat reruntuhan di sekitar area teleportasi, sehingga mereka tidak akan tahu apa yang sebenarnya ada di luar reruntuhan pulau.
Untuk memperkuat keamanan Ningrum menempatkan banyak Golem untuk menjaga area teleportasi.
Ningrum menghela nafas berat, “Sepertinya semua sudah siap.” ucapnya setelah menyelesaikan pembuatan lingkaran teleportasi. Dia menatap ke belakang di mana Faelan dengan wujud rusanya beserta beberapa pemimpin para golem terlihat bersedih karena Ningrum akan meninggalkan pulau.
“Sekarang kau yang akan memimpin selama aku pergi.” Ningrum mengusap kepala Faelan. Rusa itu berseru seakan mengatakan jika dirinya tidak akan mengecewakan Ningrum.
meskipun Ningrum merasa berat hati meninggalkan pulau karena masih banyak pekerjaan rumah yang masih belum selesai, misalnya saja pembangunan pulau Tekno yang akan fokus mengembangkan Magitec dan Teknologi non Sihir.
Saat ini pengerjaan pulau Tekno telah mencapai 40%. "Haruskah aku menunda keberangkatan ku?." Pikir Ningrum, tapi segera Faelan menanduk perut gadis itu sehingga membuatnya masuk kedalam lingkaran sihir. Tindakan Faelan membuat semuanya terkejut.
Faelan tahu jika Ningrum terus dibiarkan maka gadis itu akan membatalkan perjalanannya, kemudian menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk melakukan pembangunan.
Homis yang diciptakan dari serpihan jiwa Ningrum itu tidak ingin penciptanya terus memikirkan bagaimana membuat pulau menjadi senyaman mungkin untuk penghuninya, tetapi justru mengabaikan keinginannya untuk mendapatkan lebih banyak teman.
“Begitu yah.” Ningrum menghela nafas pasrah. Dia sadar jika memilih terus berada di pulau maka itu sama saja mengatakan dirinya tidak percaya pada Faelan yang sebelumnya telah diberikan tanggung jawab menjaga pulau.
Ritual teleportasi mulai di lakukan, Ningrum ditemani oleh Comel berdiri di tengah lingkaran sihir. Dengan setetes darah membuat lingkaran teleportasi memancarkan cahaya terang. Lalu...
Ding!
[Teleportasi antar dimensi dimungkinkan]
[Terdapat sepuluh lokasi yang bisa anda kunjungi]
“Eh, sepuluh?.” Ningrum sangat terkejut melihat ada sepuluh dimensi yang bisa dia jelajahi.
Cara kerja Lingkaran sihir teleportasi adalah memindahkan pengguna ke tempat yang pernah dia kunjungi. Ningrum yang merasa tidak pernah melakukan perjalanan antar dimensi tentu merasa bingung dengan banyaknya pilihan dimensi yang bisa dia kunjungi.
Ningrum tidak terlalu memikirkan keanehan yang terjadi karena melihat Faelan yang mulia bersedih. Dia kemudian memilih salah satu dimensi dengan cara yang paling sederhana.
"Cap cip cup keramat kuncup, tangkap pelaut di jaring nya, kalau dia berteriak lepaskan dia, ibu berkata untuk memilih yg terbaik dan kaulah orangnya." Dia mempercayakan pilihan sepenuhnya pada keberuntungan.
[Destinasi telah ditentukan. Memulai proses pemindahan menuju Earth 616]
Ningrum tidak tahu pilihannya akan membawanya ke mana, dia hanya berharap agar mendapatkan banyak teman di dunia yang akan dia jelajahi.
“Aku berharap jika itu bukan...” Cahaya bersinar terang menelan Ningrum dan Comel, kemudian keduanya menghilang beserta cahaya yang mulai pada.
***
Setelah cahaya padam, Ningrum mendapati dirinya berada di tempat gelap. “Tunggu, apa yang uwaaa!.” tubuhnya meluncur ke bawah seakan sedang terjun bebas. Comel segera bertindak cepat menolong Ningrum menggunakan sihir terbang.
“U...untung saja.” ucapnya yang saat ini berada beberapa centimeter di atas permukaan air, “Terimakasih Comel, kau menyelamatkan aku.” Ningrum mengelus buku sihirnya seperti mengelus kucing, membuat comel sangat senang.
Ketika melihat sekitar menggunakan sihir penglihatan malam, yang Ningrum lihat temukan hanya air serta kabut yang sangat tebal mengganggu jarak pandangnya. “Perception Field.” Ningrum menggunakan sihir persepsi untuk melakukan scanning pada area sekitar. Hasilnya Ningrum mengetahui jika saat ini dirinya berada di atas danau besar.
“Syukurlah tempat ini bukan dunia yang dipenuhi oleh air.”
Perasaannya tidak nyaman ketika berada di atas air, seakan ada yang menatapnya dari dasar danau, namun Ningrum memilih mengabaikannya dan segera terbang menuju tepian.
Dia sudah terbang cukup lama menembus kabut, “Ada yang aneh.” ucapnya begitu sadar jarak yang telah dia tempuh lebih jauh dari yang Ningrum ketahui lewat skillnya, akan tetapi dia tidak kunjung melihat daratan.
Comel terbang di depan Ningrum, buku sihir itu membuka halaman tentang sihir ilusi. Melihat apa yang Comel tunjukkan seketika Ningrum sadar jika kabur yang berada di sekelilingnya merupakan sebuah jebakan ilusi yang ajan membingungkan semu yang masuk kedalamnya.
“Baru juga tiba di dunia ini, tapi sudah ada saja yang mencari masalah dengan kuta.” Ningrum kesal karena merasa dikerjai. Dia meminta Comel untuk membuka halaman pembahasan sihir Dispell agar bisa mempelajari sihir penangkal efek ilusi.
Ketika Ningrum tengah membaca dengan seksama tentang sihir Dispell, dia tidak sadar jika dibawahnya terdapat bayangan hitam berukuran besar tengah memperhatikannya dari dalam air.
“Baiklah aku sudah mengerti.” Ningrum berencana langsung menggunakan sihir yang baru saja dia pelajari.
“Bersinarlah cahaya penyucian, terangi jalan dan tunjukkan kebenaran. Hex Dispell!.” flash cahaya bersinar sekejap mata, akan tetapi itu cukup untuk melenyapkan seluruh kabut yang menutupi permukaan danau.
Danau yang semula gelap gulita karena kabut yang menutupi langit, kini diterangi oleh cahaya bulan yang lembut.
“Awas saja jika aku bertemu dengan pelaku yang menebar kabut tadi, aku pasti akan menghajarnya.” ucapnya dengan geram.
Tapi tiba-tiba sesuatu yang besar muncul dari permukaan air, bayangannya bahkan sampai menutupi sinar rembulan. Melihat bayangan yang telah menutupinya, Ningrum dengan keberanian yang telah menghilang, secara perlahan menoleh ke belakang.
Seekor naga dengan sisik berwarna biru mantap Ningrum dengan penuh minat.
“Oh hay, apa kau tinggal di sini, kau tidak keberatan bukan jika aku sedikit membersikan permukaan danau dari kabut?.”
Groaaar! Naga berteriak keras tepat di depan Ningrum.
“Apa itu jawaban setuju atau.. uwek.” bau nafas naga tercium bagaikan kaus kaki Devi jons, membuat Ningrum tidak tahan untuk muntah.
Ketika Ningrum mengalami masalah dengan penciumannya, naga danau hendak menerkam gadis yang masuk kedalam teritorinya. Akan tetapi Ningrum segera menghindar dan balik melakukan serangan.
“Flare!.” Ningrum menggunakan sihir api tingkat sembilan yang merupakan laser api berukuran besar, “Eh loh kok?.” akan tetapi laser api yang tidak muncul seperti yang diharapkan .
Gerr! Naga danau menggeram, monster itu seakan marah karena merasa dipermainkan. Serangan berupa tembakan air dalam jumlah besar menargetkan Ningrum, tetapi dia bisa menghindari semua serangan.
“Comel kenapa aku tidak bisa menggunakan sihir serangan?.” Ningrum dengan panik bertanya sembari menghindari hujan air yang Naga danau tembakkan. Comel segera membuka halaman lalu memperlihatkan bab dasar pengenal sihir dan energi sihir.
Ningrum awalnya bingung dengan halaman yang Comel tunjukkan, dia merasa bukan itu jawaban yang diinginkannya. Akan tetapi Ningrum kemudian menyadari penyebabnya ia tidak bisa menggunakan sihir setelah memperhatikan dengan seksama.
“Aku kekurangan energi sihir.” ucapnya menyadari alasan kenapa tidak bisa menggunakan sihir.
Ningrum dan Comel menghindari serangan naga danau tanpa usaha berarti, seakan keduanya sedang bermain-main dengan monster itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments