Naina tidak bisa menahan senyum pahit pada dirinya sendiri.
Naina awalnya berada dalam posisi dimana sebagai istri saudara laki-laki raja, ia harus bekerja sama dengan ratu untuk mengelola benteng. Akibatnya, dia jarang bisa mengunjungi kampung halamannya.
Namun, tidak ada yang mengutuk Naina atas perbuatannya, karena mengetahui bahwa dia sakit karena hubungan yang aneh antara suaminya dan saudara iparnya.
Naina juga kadang kadang bertugas menyiapkan acara jamuan bersama Calista. Naina dengan terang-terangan diabaikan. Oleh bangsawan disana karena dianggap tidak becus bertindak sebagai istri.
Naina yang tidak mendapatkan pendidikan seperti bangsawan kota tentu saja sudah belajar dengan giat untuk menyelesaikan dirinya dengan tugas yang harus dijalankannya. Kendati dia bertugas dan menjalankan itu semua, tidak ada orang yang mengapresiasi pekerjaan nya. Hanya pandangan sebelah mata dan omongan yang menyakitkan yang dia dapatkan.
Pada perjamuan teh yang rajin diadakan istana untuk menjaga lingkaran pertemuan bangsawan wanita. Naina biasanya dengan jelas akan di ejek dan dibandingkan dengan sang ratu.
Calista adalah ratu yang menampilkan senyuman menawan bagi banyak orang. Tentu saja, Naina cantik dan mungkin karena Naina lemah, dia menjadi bahan samsak bagi bangsawan yang haus akan ghosip. Akan mudah menyerang lawan yang tak berkutik dan diam tak melawan. Mereka semua menikmati waktu untuk melecehkan Naina secara verbal.
Naina awalnya merasa sakit hati, memang dia dari pedesaan tapi dia juga sudah mencoba berbagai upaya menyesuaikan dir dengan baik. Tapi lambat daun Naina merasa biasa saja. Dia hanya akan tersenyum menanggapi pertanyaan yang menyinggungnya dan menjawabnya dengan aman. Tidak pernah ada konfrontasi dari dirinya sejak awal. Makanya mereka semua akan tertawa cekikikan di balik kipas. Setiap hari adalah pertempuran bagi Naina.
Sean menyaksikan itu semua. Dan ingin sekali menjambak para lady bermulut tak senonoh. Tak seperti tampilan mereka yang cantik, mulut mereka semua berlumpur dan kotor . Sama seperti Naina dan menahan segalanya, Sean hanyalah pembantu, jadi dia pun menahan diri sebisa nya. Barulah saat pertemuan selesai, Sean akan menggerutu dan emosi mewakili Naina. Disaat seperti itulah Naina akan tersenyum.
"Apakah kamu semarah itu?"
"Tentu saja Nyonya, tolong ijinkan saya untuk menjambak rambutnya sekali saja." Permintaan Sean tentu saja akan sia sia.
"Tolong selain itu."
"Bisakah saya membuat rencana membuat suasana hati Nyonya membaik?"
Sean lah yang berusaha keras untuk menghiburnya, Naina menghargai itu.
"Sean, jangan lakukan apa pun yang membahayakan mu." Selain permintaan itu adalah perintah yang amat tulus.
Naina tahu betul watak para bangsawan disini, mereka bisa dengan mudah bermain kotor tanpa mengotori tangan mereka. Semuanya bisa bertindak asal ada uang, dan mereka bisa bertindak dengan sangat kejam. Naina tentu saja mengkhawatirkan Sean yang sudah dianggapnya orang paling dekat dengan dirinya.
Sean mengerucutkan mulutnya. Ada kalanya Sean membuat kekacauan seolah olah itu kecelakaan alami. Dia pernah membuat burung merpati yang biasa digunakan untuk mengirim surat untuk membuang kotoran tepat di kepala lady yang tengah duduk di bangku taman di bawah pohon yang rindang dan kekacauan lainnya yang untungnya bisa dikatakan bukan sebuah rencana mencelakai orang. Murni dianggap sebagai kecelakaan alami.
Mereka berjalan menuju istana sambil mengobrol. Tidak ada kegiatan lain yang lebih menghibur Naina selain mengobrol dengan Sean tanpa gangguan apapun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Ari Peny
rajanya bego y
2025-01-06
0