Setelah sebulan berada di kampung halamannya, Naina akhirnya dengan berat hati meninggalkan keluarganya.
Ibunya menangisinya kembali, bukannya dia tidak bangga anaknya menjadi anggota keluarga Kerajaan, tapi melihat bagaimana rumor yang beredar, dia menjadi kasihan dengan anaknya tersebut. Sayangnya, mereka tak punya kuasa untuk melawan. Hanya mampu meratapi nasib malang anaknya. Jadi seandainya doanya di dengar, dia lebih senang anaknya menjanda dari pada hidup di istana. Entah itu diceraikan atau suaminya meninggal, doa doa itu yang selalu di ucapkan Barones.
Perpisahan nya dramatis, hanya Isak tangis. Pun Naina yang tak kuasa harus meninggalkan keluarga nya lagi demi pergi ke istananya.
***
Setelah Naina kembali ke istana kerajaan, dia tidak tidur dengan suaminya untuk sementara waktu. Dia sudah terbiasa tidur sendirian di ranjang besar di kamar pasangan itu, jadi jika dibilang kesepian baginya itu sudah biasa. Begitu dia memejamkan mata, pagi akan tiba, bersama para pelayannya. Rutinitas itu selalu terjadi sampai berapa lama.
Namun suatu hari, saat larut malam, Xero tiba-tiba masuk ke kamar tidur. Tanpa peringatan apapun, dia berbaring di samping Naina. Untungnya, punggungnya dibalik sehingga dia bisa berpura-pura tertidur. Meski begitu, pada saat itu, kehangatan yang terpancar dari orang lain telah menjadi sesuatu yang asing baginya bahkan panas yang datang dari punggungnya pun membuatnya tidak nyaman. Naina masih berpura pura tidur sampai sebuah suara membuatnya berpikir.
"Apa kamu baik-baik saja sekarang?"
Xero menatap langit-langit dan bergumam dengan suara rendah dan dingin.
Untuk sesaat, kemarahan membuncah dalam dirinya.
Kenapa bertanya?
Apakah itu kabarku bahwa aku 'oke'? Apa yang dia tanyakan?
Naina menerka nerka maksud dari pertanyaan suaminya.
Sakit dadanya? Sakit hatinya? Bekas luka di tubuhnya? Semua luka yang dia torehkan tidak pernah kering dan akan selalu membekas.
— Atau dia hanya menanyakan apakah mereka boleh berhubungan seks lagi demi kebutuhannya?
Apa gunanya menanyakan itu sekarang?
Apakah berpura-pura tertidur itu tindakan yang benar, ataukah itu sebuah kesalahan?
Nafas Naina bergetar sambil menangis diam-diam dengan punggung menghadap.
Tinggalkan aku sendiri… Naina ingin sekali mengucapkan itu dengan lantang. Tapi dia diam saja.
Bahkan keinginan sungguh-sungguh itu tidak mencapai Surga, dan setelah malam itu, Xero mulai tidur di kamar yang sama.
Tentu saja, dia memeluknya dan melakukan rutinitas malam mereka sebagai pasangan.
Saat kulit mereka saling tumpang tindih, dia tetap diam seperti biasanya, dan dia nyaris tidak menciumnya. Naina masih istrinya, jadi dia paham betul bagaimana melayani suami di malam hari, itu adalah kewajibannya yang tidak bisa dia tolak. Apa dayanya menolak ajakan suami sah yang juga sekaligus orang berkuasa.
Xero bahkan menyelami tubuhnya seperti biasa seolah tidak pernah terjadi apa apa.
— seolah-olah ingin memberi tahu dia, betapapun terlukanya dia, dia tetap miliknya. Kepemilikan itu membelenggu Naina. Sungguh menyiksa.
Namun, hanya sekali, saat mereka bercinta, Xero berbisik ke telinga Naina.
“…Apakah kamu tidak senang?”
“Tidak, itu sangat bagus.” Jawab Naina singkat tanpa tersenyum.
"Jadi begitu…"
Hanya sekali.
Lagi pula, semua itu mungkin hanya sekedar tindakan untuk membuktikan bahwa hubungan mereka masih baik-baik saja.
Setelah tindakan tersebut, Naina berkata, 'Saya akan membersihkan tubuh saya.' Namun Naina sebenarnya pergi ke kamar sebelah untuk mengambil obatnya. Obat yang dia beli bersama dengan Sean, dengan begini dia tidak akan mengalami hal buruk lagi di masa depan. Dengan mencegah kehamilan dia mencegah bayi lahir, anak yang akan dia tinggalkan di istana yang dingin ini.
Jadi, setiap kali mereka berhubungan intim, dia terus meminum obat yang dibelinya agar dia tidak bisa mengandung anak lagi. Ketika dia kehabisan, dia akan kembali ke kampung halamannya untuk mengisinya kembali. Begitu seterusnya.
Hanya Sean dan Naina yang tahu hal ini, jadi ini adalah rahasia Naina dan Sean yang akan mereka jaga sampai nanti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments