Salsa masih tak percaya, dia meneliti wajah brian, memeriksa kulitnya bahkan kini dia duduk hanya untuk memeriksa ubannya.
Brian benar-benar terhibur dengan tingkah salsa "kamu mau mencari apa? " Tanya brian karena salsa yang terus memperhatikan rambutnya hingga seperti di lihat satu-satu karena saking penasarannya.
" Kamu belum beruban! " Kata salsa.
Mendengarnya brian kini benar-benar tersenyum, "apakah orang kalau berumur segitu apa harus beruban?" Tanya brian.
Salsa kembali menatap brian " wajahmu juga belum keriput! " kata salsa lagi.
Cup...
Brian mencuri ciuman di bibir salsa " apa aku masih sangat tampan untuk umur segitu? " tanyanya.
" Kamu membohongiku kan? " Tanya salsa menyelidik. Brian tersenyum.
Bugh,,, bugh,,,
Salsa memukuli dada brian pelan " akhh,,! " ringis brian seperti menahan sakit.
Salsa langsung panik " ke,, kenapa? " Tanya salsa khawatir sambil memegang lembut dada brian yang tadi di pukulnya.
Brian kembali tersenyum sambil mengambil tangan salsa yang memegangi dadanya. " tidak apa-apa! ayo tidur sudah malam! " ajak brian mengalihkan fokus salsa.
Tapi salsa memaksa akan membuka piyama brian. " aku tidak apa-apa salsa! sekarang kita istirahat saja ya? " brian masih membujuk.
Salsa menatap brian akan menangis, dia tidak percaya dengan brian yang baik-baik saja. karena sewaktu tangannya meraba piyama brian. salsa merasa ada sesuatu yang menonjol.
" Aku mau lihat? " ucap salsa.
" Aku tidak apa-apa salsa! percayalah padaku! " kekeh brian.
Tangan salsa memaksa membuka kancing piyama brian. walaupun tangan brian mencoba menghentikan. tapi ketika salsa sudah menatapnya dengan linangan air mata tetap saja brian tidak bisa berbuat apa-apa.
Ketika piyama brian terbuka salsa langsung menutup mulutnya saking shocknya. dia langsung menatap brian dengan air mata yang tak bisa dia tahan.
" Apa yang terjadi padamu? " tanya salsa sambil mengamati banyaknya luka robek di kulit brian.
Brian tak menjawab, dia hanya melihat ke wajah salsa dengan tatapan penuh. " apa sebenarnya pekerjaanmu? kalau terlalu berisiko hentikan saja! jangan di teruskan!! " omel salsa.
Salsa melihat ke arah brian yang masih menatapnya tajam " apa kamu mendengarkanku?" tanya salsa serius.tapi Brian tetap saja diam.
Salsa semakin terisak sambil membelai satu persatu luka brian " apa sudah kamu obati? " tanyanya dengan tersedu.
Brian masih diam tak menjawab juga tak bersuara. " aku ambilkan obat dulu! " kata salsa hendak berdiri.
" Tidak usah di sini saja! aku ingin bersamamu,aku sudah sangat merindukanmu! " kata brian yang dengan sigap memegangi tangan salsa. salsa pun langsung memeluk brian, dia menangis tersedu di sana. entah apa yang di tangisinya.
Brian membalas pelukan salsa dengan membelai lembut surai indahnya. " aku benar-benar merindukanmu! " ucap brian lirih sambil menciumi tengkuk leher salsa.
Salsa mengangguk sambil terisak " aku sebenarnya juga sangat ingin melihatmu,! aku tak enak makan karena kamu tidak pulang-pulang. aku juga tidak bisa tidur karena kamu tidak ada . tapi aku tidak mau rindu padamu! " kata salsa.
Mendengar ungkapan lucu salsa membuat Brian tersenyum, bagaimana bisa ungkapan yang benar-benar mengarah ke rasa rindu, tapi tak ingin merasakan rindu.
" Kenapa kamu tak mau merindukanku? " Tanya Brian.
" Karena aku tak mau menyukaimu? "
Brian langsung melepaskan pelukan dan menatap salsa " kita akan menikah! " ucap Brian tiba-tiba.
" Apa pekerjaanmu! kamu selalu pergi dan pulangnya pasti membawa bekas luka. aku jadi takut kalau aku benar-benar menjadi umpan musuh-musuhmu! " jawab salsa.
" Aku janji tidak akan terjadi apa-apa padamu! " tegas Brian.
Salsa kembali memeluk Brian. " bukan aku menolakmu! tapi aku benar-benar takut kejadian itu terulang kembali. dia sangat jahat padaku dia memukul dan menendangku! "
" Itu tidak akan terulang! "
Salsa melapaskan pelukan dan menatap Brian lagi " sebenarnya apa pekerjaanmu? kenapa kamu bisa banyak musuh? " Tanya salsa.
" Tidak apa-apa! pekerjaanku sama seperti orang-orang! " jawab Brian bohong.
" Apa karena kamu dulu anak nakal? hingga banyak yang tidak menyukaimu? " Tanya salsa polos.
Brian melongo mendengar petayaan salsa, hingga dia sulit menahan senyum " iyya aku dulu nakal! " jawab Brian sekenanya.
" Sekarang jangan nakal lagi , karena kalau nakal kita tidak akan punya teman. apa kamu mengerti! " kata salsa menasehati Brian yang seperti anak kecil. Brian hanya tersenyum.
" Baiklah! apa sekarang kita bisa tidur, aku sangat mengantuk! " kata Brian. kemudian salsa merapikan tidur mereka hingga akhirnya mereka tertidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments