melihat

Kemudian salsa pergi. dia mulai mengemasi barang -barangnya, karena dia akan pindah ke kamar sebelah kamarnya Brian yang di siapkan khusus buatnya.

Kemudian dia membawa barang barangnya " apa saya akan pindah ke kamar ini tuan? " tanya ke bodyguard yang berjaga.

" Benar! " jawabnya. kemudian salsa masuk.

Setelah di dalam kamar, salsa sangat sangat mengagumi desain kamar itu " wahhh,,, indah! apa ini kamar untuk pelayan! " monolog salsa.

Kemudian salsa mandi setelah itu dia terus di dalam kamar, karena Brian memerintahkan salsa agar tetap di kamar, dan tidak boleh keluar kalau dia tak memerintah.

Malam semakin larut tapi Brian baru pulang, ketika hendak masuk ke kamar dan baru memegang hendel pintu. Brian menatap pintu di sebelahnya. kemudian dia mendekat.

Ceklek,,

Brian membuka pintu kamar tersebut, salsa sedang di atas ranjang dengan selimut yang membungkusnya, Brian melihat salsa dengan tatapan aneh.

Salsa juga kaget dan melebarkan mata melihat Brian masuk" ke,, kenapa anda bisa masuk? aku sudah menguncinya tadi! " panik salsa. karena saat ini dia sama sekali tak memakai baju . karena baju ganti pelayan yang di beri cuma satu. sedang dia tak membawa baju ganti waktu ke sini.

Salsa semakin merapatkan selimut ketika melihat Brian semakin mendekat "a,,, ada apa tuan! tolong jangan ke sini! " salsa mulai waspada.

Setelah Brian berdiri di samping ranjang " apa kamu sakit? " tanya Brian.

Salsa menggeleng " tidak,,,! " jawab salsa. tapi tatapan Brian semakin menajam.

" Ada apa tuan? apa tuan mau menyuruhku melakukan sesuatu atau tuan sedang butuh sesuatu? " salsa semakin panik.

" Kenapa kamu menutup penuh tubuhmu dengan selimut? " tanya Brian masih menyelidik.

Kemudian salsa menurunkan kepala dan melihat selimut yang kini membungkusnya. " ini,,, ini,,, _" salsa susah untuk menjelaskan kalau sekarang dia sedang tanpa pakaian sama sekali.

" Apa! " Brian semakin memojokkan. salsa semakin bingung untuk menjelaskan. Brian pun semakin curiga " apa kamu menyembunyikan sesuatu.? " kini tatapan Brian mulai bengis .

Salsa langsung mendongak mendengar kecurigaan Brian. " bukan,,, tidak tuan,, aku tidak menyembunyikan apapun! " kata salsa sambil menggeleng dan terbata.

Tapi Brian semakin menatap dengan tatapan mematikan " kalau begitu buka! " perintah Brian dengan suara seperti iblis .

Salsa semakin mencengkeram selimutnya! "jangan tuan ! saya tidak menyembunyikan apapun! percayalah! " mohon salsa .

" BUKAAA! " suara Brian menggelegar, salsa bergetar ketakutan, dia benar-benar takut dan bingung, karena tak mungkin dia membuka selimutnya .

" Jangan tuan! aku mohon? jangan di buka ya? " salsa tetap memohon walau hampir menangis .

Tapi Brian semakin menampakkan aura gelapnya sebagai seorang mafia " kamu buka,, atau aku yang paksa buka! " peringatan dari Brian.

Salsa menggeleng sudah hampir menangis. "jangan tuan! "

Tapi Brian memaksa membuka " buk___! " dengan sekali tarik selimut langsung tersibak, Brian terus melotot, dan salsa menjadi patung sejenak karena shock .

Tubuh mulus tanpa busana itu terpampang jelas "AAAAAAAAA,,! " jerit salsa sambil menutupi aset-aset di tubuhnya.

Dengan cepat Brian menutupi tubuh salsa lagi. "maaf ! " kata sakral dari mulut seorang Brian keluar untuk salsa. tapi salsa tak menerima kata mahal dari brian.

Salsa langsug menangis pilu. tadi pakaiannya terbuka hingga tubuh polosnya di lihat seorang pria, menjaga kehormatan inti tubuhnya adalah harga mati untuk salsa.

Brian menatap iba mendengar tangisan salsa. "mama,! , maaf,,, maafkan salsa yang tidak bisa menjaga kehormatan salsa , salsa sudah ternoda ma,,,! salsa gagal menjaga harga diri salsa,,,! " racau salsa.

Brian masih menatap salsa " kamu tidak ternoda! aku tak menyentuhmu! " Brian mencoba meluruskan.

Salsa menatap Brian dengan linangan air mata, "kamu sudah melihatku tanpa pakaian, berarti aku telah ternoda karena kamu melihatnya. aku sudah bilang padamu kalau aku tak menyembunyikan apapun! tapi kamu tidak percaya! " marah salsa.

Brian menatap salsa yang terisak-isak karena menangis , dia berdiri di samping sampai salsa merasa tenang , setelah tenang salsa menatap Brian sebentar lalu kembali menunduk " maaf,,,? " ucap salsa pada Brian.

Brian menyerngit bingung karena salsa minta maaf padanya. tapi Brian masih tetap diam. "maafkan aku karena sudah lancang pada anda! " kata salsa lembut.

Salsa menatap Brian, Brian masih menatap penuh pada wajah cantik yang sembab dan basah itu. "aku lupa kalau saya adalah pelayan anda sekarang, hukumlah aku karena aku telah terlalu lancang dengan anda! " lalu salsa menunduk setelah mengucapkan itu.

" Seharusnya saya tak memikirkan harga diri saya. karena aku sudah budak anda sekarang ! maaf! " ucap salsa terdengar putus asa, tapi Brian masih berdiri dan menatapnya.

" Kenapa kamu tidak memakai baju? " kata Brian akhirnya bersuara.

" Karena tak mempunyai baju ganti, sedang baju pelayan sedang ku angin-anginkan di balkon.! " salsa menyembunyikan wajahnya di lutut yang di peluknya sekarang.

Dia merasa akan mati sekarang, dia sadar ternyata untuk menjaga harga dirinya juga tak bisa.

Dia mulai menangisi dirinya tanpa menghiraukan Brian yang masih berdiri melihatnya. dia tetap terisak dan sesegukan. kemudian Brian keluar kamar itu.

Tak lama setelah itu dia kembali membawa kaos dengan celana trainingnya. " pakailah! " kata Brian sambil menyodorkan pakaian yang di bawanya. setelah di Terima salsa, tanpa berucap Brian langsung keluar sambil mengunci kembali pintunya.

Salsa yang melihat perilaku Brian menjadi bingung dan berhenti menangis. kemudian dia memakai pakaian yang di bawakan Brian . tapi yang di pakainya hanya kaosnya saja. itu saja terlalu besar untuk salsa yang bertubuh mungil.

Malam ini salsa tak bisa tidur karena luasnya kamar, dia merasa takut ketika berada di malam sunyi dan hanya ada suara srigala melolong.

Dia bersembunyi di dalam selimut, " padahal di sini banyak sekali manusia, tapi seperti kuburan! sepi tak ada suara manusianya. apa mereka tak pernah bicara! " monolog salsa. sampai pagi pun salsa benar-benar tidak tidur.

Ketika dia sedang menyiapkan makan untuk Brian dia sangat lemas karena mengantuk " rasanya aku mau tidur! " gumam salsa.

Tap,, tap,, tap

Langkah lebar Brian terdengar. salsa bersiap menyambut Brian yang akan sarapan. setelah itu Brian duduk di kursinya. sebelum duduk Brian melihat ke salsa sekilas.

Brian melihat salsa dengan wajah yang terlihat sayu " apa kamu tidak tidur? " tanya Brian pada salsa, salsa menggeleng pelan, Brian menyerngit "kenapa tidak tidur? " tanya Brian lagi. tapi salsa masih menjawab dengan gelengan kepala lemah.

Brian mengamati salsa sejenak. Brian pikir kalau salsa tak tidur karena kejadian semalam. di tambah lagi raut wajah yang terlihat sedih sekarang.

Melihat salsa di perhatikan mata elang seorang pelayan menjadi semakin memerah marah.

" Brian! " panggil aldo yang baru masuk.

Brian menatap ke aldo " apa kamu mau makan sekalian? " tanya Brian,

" Boleh! " jawab aldo.

Dari arah dapur salsa keluar , masih terlihat sangat lemas, setelah sampai meja makan dan mendongak "kamu,,! " tunjuk salsa pada aldo. aldo balas senyum " maaf ya? aku tak bisa menemukan sapu tanganmu! " kata salsa masih terlihat lesu.

" Tidak Apa-apa lupakanlah! " kata aldo sambil meracik roti untuk sarapannya.

" Terima kasih! " kata salsa sambil membungkuk.

" makanlah cepat! " kata Brian pada aldo, entah kenapa hati Brian merasa tak nyaman ketika aldo saling lempar kata dengan salsa .

" Aku akan pergi istirahatlah! " pesan Brian pada salsa. aldo yang mendengar suara lembut Brian merasa kaget. tapi tak berani bertanya.Setelah itu mereka ke markas.

Salsa yang akan naik ke atas untuk istirahat di cegat oleh bret. " kamu mau kemana? " tanyanya.

" Aku mau naik, mau istirahat! " jawabnya masih terdengar lemas " ada apa? " tanya salsa yang melihat wajah gusar bret.

" Aku mau minta bantuanmu ! bisa tidak.? " kata bret

" Bantuan apa? "

" Tolong belikan aku pembalut dong !aku merasa perutku sangat sakit sekarang! " katanya dengan meringis. salsa yang melihat merasa iba.

" Baiklah ! mana uangnya aku tidak punya uang.! " kata salsa, kemudian bret memberikan sejumlah uang untuk salsa beli.

Salsa berjalan begitu jauh.setelah hampir dua jam dia berjalan. di tengah jalan dia di cegat oleh 2 orang perman, preman tersebut menarik tangan salsa.

"TOLOOOONNNG! " teriak salsa sekencang nya. dia masih berusaha memberontak. hingga badannya yang pontang panting melawan, sekarang menjadi banyak luka.

Akhirnya tak lama ada orang baik lewat lalu menolong salsa. kemudian di antarkannya salsa sampai ke depan gerbang mansion.

Dia masuk dengan berjalan tertatih , setelah itu dia mencari bret untuk memeberikan pesanannya. " ini! maaf lama ternyata yang menjual pembalut sangat jauh! " kata salsa.

Bret pura-pura tersenyum dan berterima kasih padahal dalam hatinya dia heran kenapa salsa bisa selamat.

Terpopuler

Comments

Lisa Halik

Lisa Halik

wah orang suruhan bret ni

2025-03-01

0

lihat semua
Episodes
1 pertemuan
2 datang
3 bertemu kembali
4 takut
5 menolong
6 panggilan
7 melihat
8 luka
9 sakit
10 siksa
11 di culik
12 murka
13 pelampiasan
14 lupa marah
15 mulai nyaman
16 lebih dekat
17 meminta sekarang
18 menikah
19 khawatir
20 sudah tua
21 akhirnya
22 pergi
23 benar-benar takut
24 menyesal
25 putus asa
26 hilang
27 kenyataan
28 terluka
29 kecewa
30 panik
31 kembali hilang
32 kembali terluka
33 trauma
34 hancur
35 kembali manja
36 ternyata
37 21+ pemanasan
38 lanjut 21+
39 sakit
40 cemburu
41 di bohongi
42 mual
43 mafia
44 sebuah cerita
45 KEHILANGAN
46 ternyata tahu
47 salah paham
48 balas dendam
49 tumbang
50 kedua kalinya
51 maaf
52 kakek
53 kaget
54 membujuk
55 rindu
56 merajuk
57 surat
58 dia ayahmu
59 pergi tanpa pesan
60 aku bukan yuma
61 mencari tahu
62 kembalilah
63 begitu menginginkan
64 kabar baik
65 bunuh diri
66 ketakutanku
67 saudara kandung
68 kebenaran yang pahit
69 tidak sanggup
70 pingsan
71 kami sedarah
72 tidak mampu
73 tewas
74 di culik
75 berulang
76 antara senang dan sedih
77 papa salsa
78 mencari tahu
79 bukan anak papa
80 manjakan padaku
81 aku mencintaimu
82 ayah kandung
83 masa lalu
84 apa yang terjadi
85 mulai menerima
86 lupa
87 ayah
88 bermain sampai puas
89 gendut
90 kembali mencari tahu
91 siapa ayahmu
92 menenangkan
93 kembali perang
94 permainan
95 sangat malu
96 mesum
97 paha mulus
98 cemas
99 kembali mencari tahu
100 hasutan
101 benar-benar benci
102 lapang dada
103 happy ending
Episodes

Updated 103 Episodes

1
pertemuan
2
datang
3
bertemu kembali
4
takut
5
menolong
6
panggilan
7
melihat
8
luka
9
sakit
10
siksa
11
di culik
12
murka
13
pelampiasan
14
lupa marah
15
mulai nyaman
16
lebih dekat
17
meminta sekarang
18
menikah
19
khawatir
20
sudah tua
21
akhirnya
22
pergi
23
benar-benar takut
24
menyesal
25
putus asa
26
hilang
27
kenyataan
28
terluka
29
kecewa
30
panik
31
kembali hilang
32
kembali terluka
33
trauma
34
hancur
35
kembali manja
36
ternyata
37
21+ pemanasan
38
lanjut 21+
39
sakit
40
cemburu
41
di bohongi
42
mual
43
mafia
44
sebuah cerita
45
KEHILANGAN
46
ternyata tahu
47
salah paham
48
balas dendam
49
tumbang
50
kedua kalinya
51
maaf
52
kakek
53
kaget
54
membujuk
55
rindu
56
merajuk
57
surat
58
dia ayahmu
59
pergi tanpa pesan
60
aku bukan yuma
61
mencari tahu
62
kembalilah
63
begitu menginginkan
64
kabar baik
65
bunuh diri
66
ketakutanku
67
saudara kandung
68
kebenaran yang pahit
69
tidak sanggup
70
pingsan
71
kami sedarah
72
tidak mampu
73
tewas
74
di culik
75
berulang
76
antara senang dan sedih
77
papa salsa
78
mencari tahu
79
bukan anak papa
80
manjakan padaku
81
aku mencintaimu
82
ayah kandung
83
masa lalu
84
apa yang terjadi
85
mulai menerima
86
lupa
87
ayah
88
bermain sampai puas
89
gendut
90
kembali mencari tahu
91
siapa ayahmu
92
menenangkan
93
kembali perang
94
permainan
95
sangat malu
96
mesum
97
paha mulus
98
cemas
99
kembali mencari tahu
100
hasutan
101
benar-benar benci
102
lapang dada
103
happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!