menikah

" Meminta apa tu__! "

Cup....

Salsa langsung melotot karena brian langsung menciumnya. " anda memang ingin mencari kesempatan untuk menciumku kan? " marah salsa.

" Apa kamu lupa aku memperingatkanmu apa? "

" Aku tidak mau memanggil anda hanya dengan nama, aku tegaskan! aku adalah pelayan anda dan anda adalah....! " sebelum salsa menyelesaikan bicara, brian sudah mengambil ancang-ancang untuk mencium salsa.

Tapi salsa terlebih dulu menahan bibir brian dengan tangannya " apa anda akan mengambil kesempatan lagi? " tanya salsa dengan tatapan penuh.

Brian tersenyum " ternyata kamu sudah pandai melihat situasi! " kata brian.

Salsa ikut tersenyum " tentu ! aku sudah paham siapa anda? " jawab salsa dengan lagak sombongnya.

Setelah bercengkrama sebentar , brian berbaring di samping salsa, tak lupa dia merentangkan tangan meminta agar salsa tidur berbantalkan lengannya.

Dan karena memang sudah terbiasa ,salsa pun langsung meletakkan tubuh mungilnya, sudah lama tapi masih tak ada yang berbicara, dan tiba-tiba salsa mendongak menatap brian.

Brian yang merasakan pergerakan salsa pun langsung menunduk , diapun melihat ke wajah salsa. seperti kemarin, kini brian juga melihat salsa yang sedang merapatkan bibirnya karena menahan tawa.

" Ada apa? kenapa kamu selalu menahan senyum kalau melihatku?" tanya brian. Salsa menggeleng "bicaralah! kalau tidak nanti aku gelitiki lagi!" kata brian.

Salsa memukul dada brian " kenapa sih kamu suka sekali mengancam! " kata salsa.

Brian sudah meletakkan tangannya di bawah ketiak salsa, " iya aku akan bicara! " ucap salsa cepat, sebelum brian melakukan aksinya.

" Katakan! "

" Hi,, hi,,! " bukanya cepat bicara salsa malah cekikikan dulu. sungguh membuat brian gemas.

" Katakan atau__! "

" Ah,, iya,,, iya! jangan mengancamku lagi! " ucap salsa dengan menarik lengan brian.

" Cepatlah! "

Kemudian salsa memeluk brian sambil menyembunyikan wajahnya di dada pria tampan itu, " karena! aku merasa seperti sudah bersuami," kata salsa teredam, karena wajahnya tertutup dada brian ,dia sangat malu sekarang .

Brian tersenyum mendengar jawaban dari alasan salsa yang selalu tertawa jika tidur bersamanya. sampai-sampai brian lupa tujuan awalnya yang akan meminta hak atas salsa.

" Memangnya kenapa kalau aku suamimu? " tanya brian.

Seketika salsa mendongak " ya kalau aku bersuami berarti aku sudah tua! " jawab salsa masih cengengesan.

Kemudian salsa mengamati wajah brian sangat lama, brian yang di tatap salsa dengan tatapan penuh merasa salah tingkah. " apa aku tampan!" tanya brian menyadarkan salsa.

Tetapi ketika salsa tersadar ekspresinya berubah sedih , lalu diapun menundukkan kepala, brian juga langsung menghentikan senyumnya " ada apa?" tanyanya serius tanpa tersisa senyum sedikitpun.

" Nyatanya kamu bukanlah suamiku! aku adalah budakmu! aku adalah wanita yang di jaminkan karena hutang oleh keluargaku, aku adalah wanita yang tidak lagi mempunyai masa depan, bahkan diriku seakan menjadi wanita yang berkhayal pun jangan. ! " kata salsa menahan tangis.

Brian yang mendengar merasa sangat tidak Terima. " berapa umurmu? " tanya brian.

" Mau 17 tahun 3bulan lagi! " jawab salsa.

" Aku akan menikahimu kalau kamu mau!..."

" Aku tidak mau! " jawab salsa cepat.

Brian langsung tercengang mendengar jawaban cepat dari salsa " kenapa? "

" Karena kamu banyak musuh, nanti kalau kamu mat* aku akan menjadi janda di usia muda! " jawab salsa polos.

Kini gantian brian yang menahan senyum. " tidak akan aku biarkan itu! " brian menjawab walaupun sedikit ragu. karena mengingat dunianya yang selalu bermain-main dengan nyawa.

" Aku juga tidak mau! karena aku tidak tahu siapa kamu, kamu adalah orang jahat katanya! "

Kali ini brian langsung memaksa mata salsa untuk melihatnya " apa aku jahat? " tanya brian.

Salsa menggeleng " tidakkk! kamu tidak jahat padaku! tapi kamu juga pernah membentakku, kamu pernah menyuruhku bunuh diri, aku takut sekali waktu itu! " adu salsa mulai menangis.

Brian memeluk salsa dengan sayang "maafkan aku! aku sudah menakutimu! " ucap brian.

" Jangan begitu lagi! jangan membentakku! "

" Hmm! "

" Jangan 'hmm' aja! berjanjilah! " tuntut salsa masih menangis.

" Cup.. " brian mencium bibir salsa sekilas " aku janji ! " jawab brian.

Kemudian mereka berdua berhenti mengobrol, hanya berpelukan dan juga saling diam, namun tangan salsa masih betah memainkan kancing atas piyamanya brian.

Brian yang masih merasakan pergerakan salsa bertanya " kamu belum mau tidur? "

" Aku sudah tidak mengantuk! " kemudian brian semakin mengeratkan pelukan. "hemm,, kenapa kamu suka sekali memelukku? " tanya salsa tiba-tiba.

" Karena kamu enak kalau di peluk! " jawan brian sekenanya.

" Apa aku kamu anggap guling hidup! " salsa memberontak.

" Akhhh,,,! " ringis brian karena punyanya yang tak sengaja ketendang lutut salsa.

" Kamu kenapa? " tanya salsa yang tidak tahu kenapa brian tiba-tiba meringis.

" Kamu menendangnya salsa! " jawab brian sambil memegangi asetnya.

Salsa langsung melihat ke arah tangan brian yang di gunakan untuk menutupi asetnya " apa itu tadi yang ku tendang? " tanya salsa panik.

Brian mengangguk " apa? sesakit itu? " tanya salsa lagi dengan ekspresi tak percaya.

" Ahh,,, sangat sakit! mungkin saja di dalamnya sudah pecah satu! " kata brian yang sangat di buat-buat.

" Hah,,,! " kaget salsa " benarkah?! " salsa semakin panik. " lalu bagai mana? " tanyanya kebingungan. " aku panggil dokter ya? "

Dengan cepat brian meraih tangan salsa yang hendak turun dari ranjang " kamu obati sendiri! " kata brian.

" Aku tidak bisa! aku bukan dokter! " jawab salsa.

" Kamu harus tanggung jawab! " ancam brian.

" Bagaimana caranya! " tanya salsa menyerah, karena dia sangat merasa bersalah. brian pun tersenyum menang.

Tangan salsa diarahkan brian ke area yang di pegang brian tadi. dituntunnya dengan pelan tangan salsa ke sana.

Salsa sangat ragu, terbukti dari tangannya yang serasa di tariknya, " jangan! " kata salsa sebelum sampai jangkauannya.

" Kamu harus bertanggung jawab " kata brian.

Salsa menatap brian dan hampir menangis. "kamu bukan suamiku! " kata salsa.

" Memangnya kenapa? " tanya brian, karena menurutnya berhubungan tak harus menikah, dia bebas melakukan dengan siapapun tanpa ikatan. walaupun dia sendiri belum pernah melakukan hubungan badan dengan wanita manapun.

Karena bagi brian dia tak mau mengotori tubuhnya dengan para wanita yang terpakai lebih dari satu pria.

Tapi salsa, menurutnya sangatlah berbeda, salsa gadis yang sangat terjaga, bahkan ciuman pertamanya, baru kemarin ketika dia dipaksa.

" Baiklah! nanti setelah aku kembali kita akan menikah! " jawab brian tegas.

" Kembali! " ulang salsa " memangnya anda mau kemana? " tanya salsa.

" Aku akan pergi sebentar.! " jawab brian.

" Apa anda akan pergi seperti yang kemarin.? " tanyanya, karena dia merasa sedikit ragu untuk melepas brian sekarang.

" Hmmm! "

" Berhati-hatilah! " ucap salsa menahan tangis. karena tidak bisa mencegah atau memaksa brian untuk di rumah saja. karena dia sendiri kurang paham dengan apa yang di kerjakan brian.

Brian yang melihat salsa sangat bersedih langsung melihat wajah salsa. " kenapa? " tanya brian.

Salsa menggeleng " aku juga tidak tahu! " jawab salsa sudah benar-benar akan menangis. " kenapa aku merasa sangat sedih! " sambung salsa.

Brian memeluk salsa sambil menciumi kepala gadis itu. " apa kamu tak mau aku pergi? " .

" Bukaaan!,, aku hanya takut kamu pulangnya seperti kemarin penuh luka dan darah! " jawab salsa.

" Itu tidak akan lagi! " jawab brian.kemudian mereka saling diam dengan brian yang setia memeluk salsa sambil menepuk pelan punggungnya. " apa kamu menyukaiku? " tanya brian.

Salsa hanya diam dan sama sekali tak menjawab. kemudian brian tersenyum setelah melihat kalau salsa ternyata sudah tidur. brian pun kemudian mencium salsa sebentar lalu dia juga mengikuti salsa terlelap.

Paginya....

Episodes
1 pertemuan
2 datang
3 bertemu kembali
4 takut
5 menolong
6 panggilan
7 melihat
8 luka
9 sakit
10 siksa
11 di culik
12 murka
13 pelampiasan
14 lupa marah
15 mulai nyaman
16 lebih dekat
17 meminta sekarang
18 menikah
19 khawatir
20 sudah tua
21 akhirnya
22 pergi
23 benar-benar takut
24 menyesal
25 putus asa
26 hilang
27 kenyataan
28 terluka
29 kecewa
30 panik
31 kembali hilang
32 kembali terluka
33 trauma
34 hancur
35 kembali manja
36 ternyata
37 21+ pemanasan
38 lanjut 21+
39 sakit
40 cemburu
41 di bohongi
42 mual
43 mafia
44 sebuah cerita
45 KEHILANGAN
46 ternyata tahu
47 salah paham
48 balas dendam
49 tumbang
50 kedua kalinya
51 maaf
52 kakek
53 kaget
54 membujuk
55 rindu
56 merajuk
57 surat
58 dia ayahmu
59 pergi tanpa pesan
60 aku bukan yuma
61 mencari tahu
62 kembalilah
63 begitu menginginkan
64 kabar baik
65 bunuh diri
66 ketakutanku
67 saudara kandung
68 kebenaran yang pahit
69 tidak sanggup
70 pingsan
71 kami sedarah
72 tidak mampu
73 tewas
74 di culik
75 berulang
76 antara senang dan sedih
77 papa salsa
78 mencari tahu
79 bukan anak papa
80 manjakan padaku
81 aku mencintaimu
82 ayah kandung
83 masa lalu
84 apa yang terjadi
85 mulai menerima
86 lupa
87 ayah
88 bermain sampai puas
89 gendut
90 kembali mencari tahu
91 siapa ayahmu
92 menenangkan
93 kembali perang
94 permainan
95 sangat malu
96 mesum
97 paha mulus
98 cemas
99 kembali mencari tahu
100 hasutan
101 benar-benar benci
102 lapang dada
103 happy ending
Episodes

Updated 103 Episodes

1
pertemuan
2
datang
3
bertemu kembali
4
takut
5
menolong
6
panggilan
7
melihat
8
luka
9
sakit
10
siksa
11
di culik
12
murka
13
pelampiasan
14
lupa marah
15
mulai nyaman
16
lebih dekat
17
meminta sekarang
18
menikah
19
khawatir
20
sudah tua
21
akhirnya
22
pergi
23
benar-benar takut
24
menyesal
25
putus asa
26
hilang
27
kenyataan
28
terluka
29
kecewa
30
panik
31
kembali hilang
32
kembali terluka
33
trauma
34
hancur
35
kembali manja
36
ternyata
37
21+ pemanasan
38
lanjut 21+
39
sakit
40
cemburu
41
di bohongi
42
mual
43
mafia
44
sebuah cerita
45
KEHILANGAN
46
ternyata tahu
47
salah paham
48
balas dendam
49
tumbang
50
kedua kalinya
51
maaf
52
kakek
53
kaget
54
membujuk
55
rindu
56
merajuk
57
surat
58
dia ayahmu
59
pergi tanpa pesan
60
aku bukan yuma
61
mencari tahu
62
kembalilah
63
begitu menginginkan
64
kabar baik
65
bunuh diri
66
ketakutanku
67
saudara kandung
68
kebenaran yang pahit
69
tidak sanggup
70
pingsan
71
kami sedarah
72
tidak mampu
73
tewas
74
di culik
75
berulang
76
antara senang dan sedih
77
papa salsa
78
mencari tahu
79
bukan anak papa
80
manjakan padaku
81
aku mencintaimu
82
ayah kandung
83
masa lalu
84
apa yang terjadi
85
mulai menerima
86
lupa
87
ayah
88
bermain sampai puas
89
gendut
90
kembali mencari tahu
91
siapa ayahmu
92
menenangkan
93
kembali perang
94
permainan
95
sangat malu
96
mesum
97
paha mulus
98
cemas
99
kembali mencari tahu
100
hasutan
101
benar-benar benci
102
lapang dada
103
happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!