Salsa meraba-raba kasur di sampingnya yang ternyata sudah kosong. karena dia tak merasakan adanya brian , seketika dia membuka mata dan terduduk.
" Apa dia sudah pergi! " monolog salsa panik.
Kemudian dia berlari keluar mencari petty " pet,,,, petty,,! " panggil salsa. mendengar namanya di panggil, Patty langsung melihat ke arah sumber suara.
Kemudian salsa berlari sambil tergesa " apa tuan sudah pergi? " tanyanya dengan panik setelah di depan patty.
Tapi patty hanya diam dan tersenyum melihat kepanikan salsa. tapi entah dari mana brian tadi tiba-tiba saja dia muncul.
Cup...
Patty yang melihat tuannya mencium salsa langsung menunduk lalu pergi. salsa pun langsung menghambur ke pelukan brian " kenapa mencariku? hmm! " tanya brian.
" Aku kira kamu sudah pergi! " jawabnya terdengar sangat sedih. brian tak bersuara lagi hanya membalas pelukan salsa yang hanya sebatas dadanya itu.
Setelah tersadar kalau brian tadi sudah menciumnya di depan petty. salsa dengan paksa melepaskan pelukan mereka.
Bugh,,, bugh,, bugh...
" Ada apa lagi? " tanya brian karena salsa yang tiba-tiba marah dan memukulinya. " tidak tahu malu ! " jawab salsa ketus. dan langsung pergi sambil berlari.
Brian hanya tersenyum tipis sambil menggeleng. karena dia tahu alasan salsa marah. kemudian dia mengikuti langkah salsa. dan setelah mereka sampai ke dalam kamar brian. salsa masih terlihat merajuk.
Brian mencoba memperhatikan salsa yang merajuk. dia tersenyum pada tingkah imut salsa. tapi salsa yang di tertawakan semakin menahan marah.
" Apa kamu akan duduk terus ? " tanya brian karena salsa masih betah duduk di sofa sambil memanyunkan bibirnya.
" Tauk....! " jawab salsa ketus. tapi brian tak ambil pusing. Lalu dia berjalan ke walk in closed untuk mengganti pakaiannya.
Brian memakai pakaian serba hitam khas para mafia , di sinilah aura seorang brian menguar. wajah tampan dan tubuh gagahnya seolah menjadi magnet bagi mata para wanita.
Setelah selesai semua. brian berjalan keluar. salsa yang melihat brian tak memakai pakaian seperti biasanya sedikit heran.
" Sangat tampan! " batin salsa, tanpa di sadarinya ternyata dia terpesona dengan seorang brian Johnson.
Karena dia melamun dengan membatin brian dia menjadi tidak sadar kalau saat ini brian sudah berdiri di depannya, dan sedang tersenyum kepadanya " apa aku sangat tampan kalau seperti ini? " brian menyadarkan salsa.
Salsa yang tersadar langsung menyadari kalau hari ini brian tak seperti biasanya. kemudian dia menatap penuh pada pria tampan ini " apa kamu akan pergi hari ini? " Tanya salsa dengan nada sedikit sendu.
Brian masih menatap sambil tersenyum ke salsa "hmm! " jawab brian dengan gumamam.
" Apa tidak bisa di tunda? " Tanya salsa sedikit ragu melepaskan brian.
" Ada apa? hmm ,, " Tanya Brian dengan mengusap lembut kepala salsa.
" Entahlah aku sepertinya berat melepasmu! berapa hari kamu nanti pergi? " Tanya salsa.
" Aku masih belum tahu! kamu tunggu saja! "
Salsa mengangguk " Berhati-hatilah! " pesan salsa.
Kemudian brian memeluk erat salsa, salsa juga membalas pelukan erat brian. salsa mulai terbiasa dan nyaman dengan pria ini. walaupun katanya ini adalah pria yang jahat,tapi nyatanya, pada salsa dia menjadi pria yang lembut dan perhatian.
Dan selepas hari itu sampai hari ini, tujuh hari telah berlalu tapi brian tak kunjung pulang. salsa setiap hari menanti dengan do'a yang tiada henti. dia selalu menunggu kedatangan sosok brian.
Malam ini badan salsa mendadak demam, karena dia yang jarang tidur, dan juga kurang makan.
Di tengah malam ketika salsa sedang tertidur. "brian,,, kapan kamu pulang! " igaunya dengan gelisah.
Tap,,, tap,,, tap,,,
Suara langkah kaki terdengar dari luar. hingga...
Ceklek.....
Pintu terbuka menampakkan sosok brian yang ternyata baru pulang. dengan rasa yang begitu tidak sabar dia langsung menghampiri ranjang.
" Brian,, pulanglah! " igau salsa lagi. tapi kali ini di dengar langsung oleh brian. yang punya nama tersenyum bahagia mendengarnya.
Tanpa menyentuh salsa brian langsung menuju kamar mandi, hendak membersihkan dirinya , karena badannya yang masih penuh noda darah. tadi brian seperti sangat terburu-buru untuk pulang. bahkan di dalam heli dia tak tidur sedikitpun karena merasa bahagia.
Pertarungan kali ini dia membawa anak buah lawannya dengan jumlah yang besar. sehingga otomatis menjadikan kekuatannya sebagai seorang mafia semakin kuat.
Setelah selesai mandi dia mendekat ke salsa, dengan sangat hati-hati brian naik ke ranjang. salsa yang mendengar suara pergerakan ranjang dengan mata yang masih tertutup rapat. dia langsung memeluk brian.
Tapi brian yang di peluk salsa langsung terduduk, karena dia kaget ternyata badan salsa sedang demam.
" Briann? ! " igau salsa. kini brian tahu kalau salsa sangat merindukannya.
" Salsa bangun! bukalah matamu? ini aku, aku sudah pulang! " kata brian sambil menepuk pelan punggung salsa.
Salsa yang mendengar suara brian langsung membuka mata , setelah benar-benar sadar dia langsung menangis " kenapa kamu sangat lama! " omel salsa. " aku selalu menunggumu! " adu salsa.
" Iyya,, sekarang aku di sini! " jawab brian. kemudian dia melerai pelukan dan menatap salsa " badanmu panas minum obat dulu ya? "
Salsa mengangguk setelah itu brian mengambil obat dan juga minuman, salsa pun langsung meminumnya .
Setelah itu brian kembali memeluk salsa dengan sayang, dibelainya surai indah salsa " apa kamu benar-benar merindukanku? " Tanya brian lembut.
" Kalau pastinya aku tidak tahu! aku hanya selalu menunggumu dan selalu menantikanmu, mungkin karena aku terbiasa dengan adanya kamu." jawab salsa.
Brian mencium kening salsa lama " tidurlah! " suruh brian.
Salsa pun diam dia tak bergerak dan benar-benar diam, " kenapa kamu lama sekali perginya? " Tanya salsa tiba-tiba memecah keheningan.
" Aku harus memastikan kemenanganku dulu! " jawab brian.
" Apa sebenarnya pekerjaanmu? " Tanya salsa mulai penasaran.
Brian diam lama . hingga akhirnya salsa mendongak menatapnya. " kenapa kamu diam? " Tanya salsa lagi.
" Tidak apa-apa! tidurlah?! " jawab brian.
Setelah itu suasana kembali hening, sampai akhirnya brian merasakan pergerakan tangan salsa yang memainkan kancing piyamanya " kamu belum tidur? "
" Aku tidak bisa tidur lagi! " kemudian salsa mendongak menatap brian sekilas.
" Ada apa? " Tanya brian.
Tapi salsa malah menatap brian lagi , lalu melihat ke arah leher brian. lalu melihat ke wajahnya lagi. "ada apa? " Tanya brian bingung dengan ekspresi salsa.
" Kenapa ini berhenti? " Tanya salsa sambil menunjuk ke lehernya.
" Apa? " Tanya brian masih bingung.
Kemudian salsa menyentuh jakun brian " ini! kenapa berhenti? tadi gerak-gerak? " Tanya salsa masih fokus ke lehernya brian.
Brian tersenyum lalu mencium pipi salsa sekilas. "itu akan bergerak kalau saya bicara? " jawab brian gemas dengan kepolosan salsa.
" Berapa umurmu? " Tanya salsa pada brian. Dengan tangan yang masih di jakun brian.
" Memangnya kenapa? "
" Aku mau tahu? "
" Aku sudah tua! " jawab brian.
" Tua kan, ada umurnya! " protes salsa dengan melihat brian.
" Kalau menurutmu berapa umurku? " brian menyuruh salsa menebak.
" Emm,,, 45nan lah! " jawab salsa asal. brian langsung kaget mendengar perkiraan salsa. "hi,,hi,," salsa cekikikan karena berhasil mengerjai brian.
Mendengar salsa yang menyembunyikan tawa, brian jadi tahu kalau salsa sedang menggodanya. " kenapa perkiraanmu bisa tepat! " jawab brian.
Kini gantian salsa yang kaget juga shock, seketika tawanya langsung berhenti " benarkah! " Tanya salsa dengan wajah cengohnya, brian mengangguk.
Salsa langsung membuka sedikit mulutnya sambil mengedipkan mata beberapa kali karena merasa tidak percaya.
Brian merasa menang sekarang, karena dia bisa membuat salsa lebih kaget. " kenapa? apa kamu tidak percaya? " brian semakin menggoda salsa.
Salsa menggeleng seperti orang bodoh. melihat ekspresi salsa, Brian benar-benar menahan tawa. sungguh menjadi hiburan tersendiri salsa buat brian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments