pelampiasan

Semakin salsa membuka bajunya, semakin geram Brian yang melihatnya.

Brian benar-benar tidak tahan dengan sikap salsa. semakin baju salsa terbuka membuat brian semakin mendekatinya, dan ketika baju luar salsa terlepas dan terjatuh .

Cup,,,,,

Brian langsung menyambar bibir pink salsa, salsa semakin menangis, melihat keteguhan salsa yang tetap patuh dan diam saja. membuat brian semakin menggila.

Ciuman itu begitu panas dan menuntut, brian yang semakin menggila itu, bukan murni kemauan nafsunya, tetapi hanya pelampiasan marah saja.

Semakin brian bergerak semakin salsa menangis. sebenarnya salsa sangat ketakutan sekarang. namun harus bagaimana lagi dia hanyalah seorang budak brian. mencoba menerima apa yang akan di lakukan tuannya .

Awalnya brian hanya akan memberi pelajaran saja, tapi ternyata semakin dia bermain semakin dia terangsang. ketika brian hampir tak bisa mengendalikan dirinya , dia langsung melepas paksa aktivitasnya pada tubuh salsa tadi.

Dia langsung mengambil ponselnya. " siapkan wanita! " brian menelpon seseorang. dia butuh wanita untuk menuntaskan hasratnya. dia tak mau merusak salsa. hanya karena emosinya.

Setelah itu brian keluar kamar dengan nafas yang memburu. dia tak menghiraukan salsa yang berantakan. salsa masih berbaring sambil menangis sejadi-jadinya, entah karena takut atau karena sedih.

Di sini brian sekarang, di sebuah club malam miliknya. brian baru sampai dan langsung di suguhi wanita-wanita yang mempesona.

" Cepatlah! " suruh brian pada semua wanita yang ada di sana. mereka hanya bermain dengan tangan dan sentuhan. karena brian tak pernah mau main dengan wanita. jadi kejantanan brian masihlah ori karena belum pernah main dengan wanita manapun. walaupun dia seorang mafia.

Karena bentuk tubuh dan wajah tampannya , membuat wanita yang membelai tubuh brian menjadi sangat tergoda. apalagi ketika brian mendongak menikmati dan merasakan permainan para wanita. membuat yang melihatnya semakin bergairah.

" Cup,,,!!? "

" Buggghh.....! "

Brian langsung menendang salah satu wanita yang berani mencium tubuhnya menggunakan bibir. wanita itu seketika terkapar tak bernyawa.

Tapi wanita yang di sekitarnya tak ada yang peduli, mereka terus bermain sampai brian merasa puas .

" Sudah,,, ! pergilah! " usir brian pada semua wanita yang ada di sana, " suruh orang bereskan dia! " kata brian agar mayat wanita yang mat* tadi di ambil.

Tak lama seorang penjaga datang dan mengambil wanita tadi. setelah brian membersihkan diri dan kembali rapi. dia kambali berkumpul dengan teman dan anak buahnya.

Setelah larut dan hampir pagi dia kembali ke mansion. langkah lebarnya lansung menuju ke kamar, setelah masuk dia mendapati salsa yang tertidur di kursi, mungkin dia menunggunya semalaman, pikir brian.

Brian menatap wajah salsa yang sembab dengan sesekali segukan itu. brian mulai bingung menilai hatinya sekarang. dia sepertinya mempunyai penilaian sendiri tentang gadis ini. wajah cantik dan manisnya mampu membuat seorang brian jatuh hati waktu pertama kali melihatnya.

Sosok Gadis manis yang terdiam di sebuah kursi waktu itu. sempat membuat brian mengalihkan kesadaran dan terus fokus pada gadis tersebut. dialah salsa ? yang ternyata datang padanya karena sebuah jaminan dari keluarganya.

Salsa yang mencium bau alkohol langsung mual. "huekkk,,, hwekkk! " salsa benar-benar tak tahan dengan bau alkohol.

Brian yang juga panik melihat salsa yang sedang Muntah-muntah. dia mengikutinya sampai ke closed, ketika salsa mengeluarkan semua isi perutnya. dengan telaten brian memijat lembut tengkuk salsa.

" Pergilah aku tak tahan dengan baumu! " kata salsa sambil mendorong brian.

" Apa kamu sedang memerintahku! " kata brian.

Salsa menatap brian sekilas " aku tak tahan dengan bau alkohol, pergilah bersihkan badan dan gosok gigi dulu! hwekkk,,, hwekk! " mendengar salsa yang menegurnya seperti anak kecil membuat brian tersenyum.

Tanpa berkata brian langsung membuka bajunya karena dia akan mandi. salsa yang sedang mendongak tak sadar melihat brian yang membuka seluruh pakaian di belakangnya.

" Tuan mau apa! " tanya salsa sengau. karena dia sedang menutup hidungnya.

" Mau mandi! " jawab brian tenang.

Salsa seketika melotot. dan ditambah lagi ketika brian hendak melepas boxers. " akhhh! " dengan reflek salsa menjerit sambil menutup matanya.

Tapi brian seakan tak peduli , dia melanjutkan mandi, salsa yang terjebak di tempat yang sama dengan brian langsung mematung tak berani bergerak , brian pun sengaja memperlambat kegiatannya agar semakin lama.

Dan benar saja brian berendam air hangat di bathtub hampir satu jam lamanya. salsa mulai merasakan kakinya pegal. juga tangannya yang terangkat karena untuk menutup wajahnya.

" Sudahhh mandinya! aku sudah pegal berdiri teruuss! " rengek salsa seperti anak kecil. brian tersenyum mendengar salsa yang menyerah.

" Ambilkan handuk untukku.! " kata brian. salsa mulai meraba-raba sekitar mencari handuk. "bukalah matamu! " kata brian lagi.

" Enggak, ! kamu tak memakai baju! " jawab salsa cepat.

" Kalau kamu tidak membuka matamu! mana kamu tahu handuknya di mana! " kata brian menggoda, padahal dia sendiri sudah memakai handuk.

" Kamu ambil sendiri dulu ya,,? " kata salsa merayu.

Brian benar-benar tersenyum. " aku menyuruhmu! "

" Baik! kemana arahku sekarang kalau begitu.? " tanya salsa dengan sedikit kesal.

" Hadap ke kananmu! " brian mengarahkan.

" Ke sini! "

" Hmm? "

" Terus kemana? apa maju terus.! " tanya salsa sambil memajukan kedua tangan siap meraba.

Brian tersenyum " hmm! " jawab brian. setelah mendengar jawaban brian salsa langsung berjalan maju. karena matanya yang terpejam dia tidak tahu kalau brian sudah di depannya.

Salsa meraba-raba dan sedikit menelan-nekan. "ini apa? " monolog salsa. brian masih menatap salsa.

salsapun masih terus meraba tubuh brian. sampai akhirnya salsa meraba wajah brian.

Salsa yang merasakan kalau dia meraba sebuah wajah, langsung membuka matanya. dia langsung melotot melihat wajah brian yang sedang tersenyum kepadanya.

Setelah mengedipkan matanya beberapa kali karena baru tersadar, salsa langsung menjerit "akkkkhh,,,,! " salsa kembali menutup mata karena dia mengira kalau brian masih telanj*ng.

" Bukalah matamu! "

" Enggak! kamu gak pakai baju kan? " sahut salsa cepat. brian langsung mengambil tangan salsa. "mau kamu apakan tanganku? " tanya salsa.

Merasakan tangannya sedang di arahkan ke arah bawah salsa semakin panik " mau kamu apakan tanganku? " panik salsa. tapi brian tak menghiraukan. " jangan nodai tanganku! tuhaaan tolong aku,, ada yang mau menodai tanganku?" racau salsa.

Brian semakin menggoda salsa dengan menarik tangannya, salsa juga menarik tangannya sekuat tenaga sampai tubuhnya juga terhuyung ke belakang. tapi brian tak butuh kekuatan untuk membalas perlawanan salsa.

" Ahhh,,,,! jangan,,, aku mohon,, aku benar-benar masih suci semuanya! , kecuali ciuman pertamaku yang sudah kamu ambil, jangan ambil kesucian tanganku juga! " racau salsa karena ketakutan.

Tapi setelah tangannya di letakkan brian ke arah perut, tepatnya ke lilitan handuknya. Salsa pelan-pelan membuka mata dan melihat ke arah tangan yang di pegang brian.

Kemudian salsa menatap brian dengan tersenyum malu " maaf! " brian hanya menatap salsa, brian suka dengan salsa yang seperti ini.

" Anda sudah memakai handuk kenapa masih menyuruhku ambilkan handuk! " protes salsa sedikit merajuk. setelah itu salsa mengendus badan brian. " sudah tidak bau.! " kata salsa.

" Apa kamu tak bisa mencium bau alkohol? " tanya brian.

" Iya,, aku tidak bisa mencium bau alkohol! baunya sangat tidak enak! " jawab salsa. " ayo kita keluar! kakiku sudah sangat pegal tau! " marah salsa.

" Kamu sudah berani menyuruhku!? apa kamu lupa kalau kamu sedang mendiamkanku ? "

Mendengar brian berkata begitu salsa langsung sadar. " maaf tuan! " kata salsa dengan langsung menundukkan sopan.

Brian tersenyum. " sebenarnya kamu selalu memprotes apa yang aku suruh! " kata brian.

Salsa langsung ketakutan " ma,, aaf tuan! jangan hukum aku ya? plissssss? " mohon salsa dengan wajah imutnya sambil menangkap kedua tangannya.

Kini brian benar-benar terasa lupa akan dunianya yang begitu berbahaya untuk siapapun yang di cintainya , tapi kehadiran cinta siapa yang bisa merubah dan menolaknya..

Dan sepertinya sebuah cinta sedang bersarang di hati brian Johnson saat ini.

Episodes
1 pertemuan
2 datang
3 bertemu kembali
4 takut
5 menolong
6 panggilan
7 melihat
8 luka
9 sakit
10 siksa
11 di culik
12 murka
13 pelampiasan
14 lupa marah
15 mulai nyaman
16 lebih dekat
17 meminta sekarang
18 menikah
19 khawatir
20 sudah tua
21 akhirnya
22 pergi
23 benar-benar takut
24 menyesal
25 putus asa
26 hilang
27 kenyataan
28 terluka
29 kecewa
30 panik
31 kembali hilang
32 kembali terluka
33 trauma
34 hancur
35 kembali manja
36 ternyata
37 21+ pemanasan
38 lanjut 21+
39 sakit
40 cemburu
41 di bohongi
42 mual
43 mafia
44 sebuah cerita
45 KEHILANGAN
46 ternyata tahu
47 salah paham
48 balas dendam
49 tumbang
50 kedua kalinya
51 maaf
52 kakek
53 kaget
54 membujuk
55 rindu
56 merajuk
57 surat
58 dia ayahmu
59 pergi tanpa pesan
60 aku bukan yuma
61 mencari tahu
62 kembalilah
63 begitu menginginkan
64 kabar baik
65 bunuh diri
66 ketakutanku
67 saudara kandung
68 kebenaran yang pahit
69 tidak sanggup
70 pingsan
71 kami sedarah
72 tidak mampu
73 tewas
74 di culik
75 berulang
76 antara senang dan sedih
77 papa salsa
78 mencari tahu
79 bukan anak papa
80 manjakan padaku
81 aku mencintaimu
82 ayah kandung
83 masa lalu
84 apa yang terjadi
85 mulai menerima
86 lupa
87 ayah
88 bermain sampai puas
89 gendut
90 kembali mencari tahu
91 siapa ayahmu
92 menenangkan
93 kembali perang
94 permainan
95 sangat malu
96 mesum
97 paha mulus
98 cemas
99 kembali mencari tahu
100 hasutan
101 benar-benar benci
102 lapang dada
103 happy ending
Episodes

Updated 103 Episodes

1
pertemuan
2
datang
3
bertemu kembali
4
takut
5
menolong
6
panggilan
7
melihat
8
luka
9
sakit
10
siksa
11
di culik
12
murka
13
pelampiasan
14
lupa marah
15
mulai nyaman
16
lebih dekat
17
meminta sekarang
18
menikah
19
khawatir
20
sudah tua
21
akhirnya
22
pergi
23
benar-benar takut
24
menyesal
25
putus asa
26
hilang
27
kenyataan
28
terluka
29
kecewa
30
panik
31
kembali hilang
32
kembali terluka
33
trauma
34
hancur
35
kembali manja
36
ternyata
37
21+ pemanasan
38
lanjut 21+
39
sakit
40
cemburu
41
di bohongi
42
mual
43
mafia
44
sebuah cerita
45
KEHILANGAN
46
ternyata tahu
47
salah paham
48
balas dendam
49
tumbang
50
kedua kalinya
51
maaf
52
kakek
53
kaget
54
membujuk
55
rindu
56
merajuk
57
surat
58
dia ayahmu
59
pergi tanpa pesan
60
aku bukan yuma
61
mencari tahu
62
kembalilah
63
begitu menginginkan
64
kabar baik
65
bunuh diri
66
ketakutanku
67
saudara kandung
68
kebenaran yang pahit
69
tidak sanggup
70
pingsan
71
kami sedarah
72
tidak mampu
73
tewas
74
di culik
75
berulang
76
antara senang dan sedih
77
papa salsa
78
mencari tahu
79
bukan anak papa
80
manjakan padaku
81
aku mencintaimu
82
ayah kandung
83
masa lalu
84
apa yang terjadi
85
mulai menerima
86
lupa
87
ayah
88
bermain sampai puas
89
gendut
90
kembali mencari tahu
91
siapa ayahmu
92
menenangkan
93
kembali perang
94
permainan
95
sangat malu
96
mesum
97
paha mulus
98
cemas
99
kembali mencari tahu
100
hasutan
101
benar-benar benci
102
lapang dada
103
happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!