murka

Setelah berada tepat di depan salsa, brian langsung mengambil tubuh mungil itu lalu di bawanya ke helikopter yang sudah menunggunya .

Setelah masuk ke heli aldo mendekat mempertanyakan bagai mana nasip anak buah musuhnya tadi yang masih tersisa.

" Kalau mereka mau bergabung dan bersumpah untuk setia , bawa dia pulang! jika tidak mau dan tetap patuh pada ketuanya bunuh mereka! " perintah brian sebelum terbang.

Di dalam helikopter brian terus mengamati wajah salsa yang penuh luka, dari pipi yang bengkak, kening yang berdarah , pinggir bibir yang sedikit robek, belum lagi tubuh yang penuh dengan bekas cambukan.

Brian menggeram menahan marah. seakan dia menyesal telah membunuh pria tadi dengan mudah. harusnya dia mengemis untuk kematiannya sendiri.

" Ahh,,,,! " salsa menggeliat karena mulai siuman dari pingsan. tapi salsa masih betah di pangkuan Brian. sampai akhirnya dia benar-benar membuka mata.

Pertama kali yang dia lihat adalah wajah Brian , karena dia sedang tidur di pangkuan pemuda tampan itu.

" Ahk,,,! " ringis salsa karena terburu mau bangun dan ingin duduk.

" Jangan banyak gerak! " kata Brian.

" Maaf! " ucap salsa lirih. dia menangis sekarang, Brian tahu kalau salsa menangis, mungkin dia lagi ketakutan sekarang, pikir Brian.

Padahal salsa sekarang takut untuk terlalu dekat dengan Brian, karena Brian yang banyak musuh , seperti ini saja salsa sudah akan menyerah.

Sesampainya tiba di mansion. salsa selalu menolak perhatian Brian. "akhh! " dengan sigap Brian menopang tubuh salsa agar tak jatuh. " tidak apa-apa tuan! " kata salsa.

" Biar aku bantu! " kata Brian sambil ancang-ancang akan membopong tubuh salsa. tapi dengan tegas salsa menolaknya .

" Jangan tuan! biar saya jalan sendiri.! " kata salsa. Brian kemudian menegakkan badan kembali. tapi dia tetap mengikuti langkah salsa yang tertatih dan sangat pelan karena menahan sakit.

" Akhhh....! " salsa terhuyung dan hampir jatuh. tapi Brian dengan sigap menangkapnya sehingga salsa tak sampai terjatuh. " jangan tuan! " kata salsa melepas tangan Brian, karena dia tahu kalau Brian akan menggendongnya.

Di tolak salsa membuat Brian menatap penuh dengan tatapan yang mematikan. salsa langsung tak berani berkutik. dia menurut saja pada akhirnya. di perlakukan Brian seperti ini membuatnya menjadi semakin takut.

Sesampainya di depan kamar Brian "biar saya di kamar saya sendiri tuan! " pinta salsa sebelum dia masuk ke kamar Brian.

Brian menatap salsa dengan tatapan penuh, Brian melihat sorot mata ketakutan di mata salsa. tanpa berkata apa-apa lagi Brian membawa masuk ke kamarnya setelah pintu terbuka " biar saya di kamarku sendiri tuan! " salsa masih kekeh.

Brian tetap menurunkan salsa di ranjangnya. tapi setelah di ranjang salsa tetap memaksa turun. melihat tingkah menghindar dari salsa membuat Brian murka " berani berjalan selangkah lagi, aku pastikan kamu tidak akan melihat hari esok! " kata Brian yang terdengar seperti raungan singa.

Salsa langsung berhenti dan pelan-pelan kembali duduk. tak lama setelah itu dokter wanita datang. membawa peralatan beserta obat yang di siapkan. dia sudah mendapatkan informasi tentang kondisi salsa.

Dia adalah dokter baru yang di bawa aldo beberapa hari lalu karena perintah Brian.Baru masuk kamar pandangan dokter cantik langsung tertuju ke Brian " tampan! " batin dokter itu. dia menatap Brian dengan mata berbinar .

Ketika memeriksa dan menjelaskan, nada bicara dokter tersebut terlihat sangat di buat-buat. terdengar manja dan mendayu.

Brian merasa jijik dengan dokter itu. setelah di rasa semua selesai " keluarlah! " suruh Brian pada semua yang ada di sana.

Dokter itu enggan keluar dia memanipulasi dengan pura-pura memeriksa salsa. " kamu keluarlah! " kata Brian sambil mengangkat dagu sedikit, memberi isyarat pada dokter itu.

Mau tak mau dokter itu terpaksa keluar. salsa menangis ketika Brian mengobati luka salsa sendiri. "jangan perlakukan saya seperti ini tuan! biar saya menjadi budak seperti yang lain saja! " kata salsa sambil sesegukan.

Brian pura-pura tidak dengar dia masih fokus ke luka salsa.salsa pun masih diam sampai Brian selesai mengobati lukanya.

" Tetap disini! " perintah Brian setelah selesai mengolesi salep di sekujur tubuh salsa.

"Biar saya kembali ke kamar tuan.! " kekeh salsa.

" Berani melangkah sejengkal saja, aku pastika __!

" Iya, , jangan mengancamku lagi,! " sahut salsa cepat sebelum Brian menyelesaikan ucapannya. kemudian salsa benar-benar menangis dia tak bisa membendung air matanya lagi.

Brian membiarkan salsa menangis,kemudian dia hendak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

" Biarkan aku pergi dari sini tuan. biarkan aku menjauh dari anda, ! " kata salsa tiba-tiba. seketika Brian menghentikan langkahnya sebentar kemudian melanjutkan ke tujuan awal.

Tiga hari setelahnya salsa di nyatakan sembuh hanya menunggu luka luarnya saja! ,dia selalu menemani Brian ketika makan, hanya salsa yang bisa semeja makan dengan Brian,

Sungguh membuat semua yang di sana sangat iri. " apa kamu mau ini? " Brian mencoba mencairkan hati salsa.

Karena setelah hari itu salsa selalu diam dan hanya menurut seperti seorang budak. apapun perintah Brian dia selalu lakukan tanpa protes dan tetap diam.

Melihat salsa yang masih kaku dia menjadi murka " kita ke atas sekarang! " perintah Brian, padahal mereka belum selesai makan.

Sesampinya di kamar " bersihkan semua isi kamar ini! " perintah Brian dengan tatapan tajam.

Setelah memberi perintah, kemudian Brian duduk di sofa sambil mengamati salsa. hampir dua jam salsa membersihkan kamar Brian.

Melihat salsa hendak duduk untuk istirahat, Brian kembali menyuruh salsa untuk menyetrika semua pakaian di walk in closed. Brian tahu kalau pekerjaan itu pastilah akan memakan waktu yang sangat lama. tapi ini adalah cara Brian untuk membuat salsa bicara padanya.

Namun salsa tetap melakukan perintah tanpa protes, arloji Brian menunjukkan pukul 22:45 waktu setempat. tapi baru beberapa helai baju yang di setrika salsa.

Brian mulai benar-benar murka melihat wajah salsa yang masih melakukan tugasnya walau terlihat mengantuk. tapi tak juga kunjung bicara.

Dengan langkah panjangnya Brian menghampiri salsa " salsa! " panggil Brian menggunakan nama pada salsa untuk pertama kalinya .

Salsa langsung berdiri tegak dengan sedikit membungkuk tanda hormat seperti biasanya. karena pelayan di sana memang tak boleh ada yang berbicara pada Brian, kecuali Brian yang meminta dan ketika Brian bertanya. Semua perintah Brian harus di lakukan tanpa adanya protes.

Melihat salsa yang masih seperti para pelayanan yang ada di sana. membuat Brian benar-benar marah besar, " putuskan urat lehermu dengan pisau buah di sana! " perintah Brian pada salsa yang masih menunduk.

Gadis manis itu langsung kaget mendengar perintah Brian, dia hampir menangis tapi dia tetap bertahan . dia juga sempat menatap Brian sebentar sebelum menuju tempat pisau yang di maksud Brian.

Brian benar-benar merasa geram dengan sikap salsa, tapi entah kenapa Brian seakan tak bisa menerima kalau salsa mengacuhkannya. dia merasa sedih tapi dengan cara ini dia melampiaskan suasana hatinya yang buruk.

Dengan tangan yang gemetar salsa mengambil pisau itu!, Brian tahu kalau salsa sedang ketakutan sekarang, tapi dia masih bertahan "TARUH KEMBALI PISAU ITU! " teriak Brian sebelum salsa menggores lehernya.

Mendengar suara Brian yang menggelegar, sebenarnya salsa sangat ketakutan, tapi dia juga merasa lega karena dia tak jadi mati.

Dengan langkah gagah Brian mendekat ke salsa. "kenapa kamu tetap diam! " tanya Brian dingin.

" Karena saya adalah pelayanan anda tuan! " jawab salsa dengan sisa_sisa ketakutannya .

" Apa kamu benar-benar mau menjadi pelayan? " tanya Brian. tapi salsa membungkuk tanda mengiyakan. sebenarnya salsa sangat ketakutan setiap hari menghadapi Brian.

Salsa yang tadinya adalah gadis yang sangat periang dan manja, setelah ibunya tiada, dia langsung dituntut dewasa karena keadaan.

Brian menatap salsa dengan tajam dengan waktu yang cukup lama! , " buka semua bajumu! " kata Brian tiba-tiba.

Salsa langsung menatap Brian " hmm! " Brian menangguk memantapkan apa yang dia suruh tadi.

" Apa boleh yang lain tuan! " tanya salsa mulai protes.

" Kamu protes.! " kata Brian dengan tatapan dingin. mendengar suara Brian salsa mulai sangat ketakutan. dia pikir kalau dia hanyalah budak. dirinya adalah milik Brian sepenuhnya.

Sambil memejamkan mata salsa mulai membuka satu persatu kancing bajunya.

Episodes
1 pertemuan
2 datang
3 bertemu kembali
4 takut
5 menolong
6 panggilan
7 melihat
8 luka
9 sakit
10 siksa
11 di culik
12 murka
13 pelampiasan
14 lupa marah
15 mulai nyaman
16 lebih dekat
17 meminta sekarang
18 menikah
19 khawatir
20 sudah tua
21 akhirnya
22 pergi
23 benar-benar takut
24 menyesal
25 putus asa
26 hilang
27 kenyataan
28 terluka
29 kecewa
30 panik
31 kembali hilang
32 kembali terluka
33 trauma
34 hancur
35 kembali manja
36 ternyata
37 21+ pemanasan
38 lanjut 21+
39 sakit
40 cemburu
41 di bohongi
42 mual
43 mafia
44 sebuah cerita
45 KEHILANGAN
46 ternyata tahu
47 salah paham
48 balas dendam
49 tumbang
50 kedua kalinya
51 maaf
52 kakek
53 kaget
54 membujuk
55 rindu
56 merajuk
57 surat
58 dia ayahmu
59 pergi tanpa pesan
60 aku bukan yuma
61 mencari tahu
62 kembalilah
63 begitu menginginkan
64 kabar baik
65 bunuh diri
66 ketakutanku
67 saudara kandung
68 kebenaran yang pahit
69 tidak sanggup
70 pingsan
71 kami sedarah
72 tidak mampu
73 tewas
74 di culik
75 berulang
76 antara senang dan sedih
77 papa salsa
78 mencari tahu
79 bukan anak papa
80 manjakan padaku
81 aku mencintaimu
82 ayah kandung
83 masa lalu
84 apa yang terjadi
85 mulai menerima
86 lupa
87 ayah
88 bermain sampai puas
89 gendut
90 kembali mencari tahu
91 siapa ayahmu
92 menenangkan
93 kembali perang
94 permainan
95 sangat malu
96 mesum
97 paha mulus
98 cemas
99 kembali mencari tahu
100 hasutan
101 benar-benar benci
102 lapang dada
103 happy ending
Episodes

Updated 103 Episodes

1
pertemuan
2
datang
3
bertemu kembali
4
takut
5
menolong
6
panggilan
7
melihat
8
luka
9
sakit
10
siksa
11
di culik
12
murka
13
pelampiasan
14
lupa marah
15
mulai nyaman
16
lebih dekat
17
meminta sekarang
18
menikah
19
khawatir
20
sudah tua
21
akhirnya
22
pergi
23
benar-benar takut
24
menyesal
25
putus asa
26
hilang
27
kenyataan
28
terluka
29
kecewa
30
panik
31
kembali hilang
32
kembali terluka
33
trauma
34
hancur
35
kembali manja
36
ternyata
37
21+ pemanasan
38
lanjut 21+
39
sakit
40
cemburu
41
di bohongi
42
mual
43
mafia
44
sebuah cerita
45
KEHILANGAN
46
ternyata tahu
47
salah paham
48
balas dendam
49
tumbang
50
kedua kalinya
51
maaf
52
kakek
53
kaget
54
membujuk
55
rindu
56
merajuk
57
surat
58
dia ayahmu
59
pergi tanpa pesan
60
aku bukan yuma
61
mencari tahu
62
kembalilah
63
begitu menginginkan
64
kabar baik
65
bunuh diri
66
ketakutanku
67
saudara kandung
68
kebenaran yang pahit
69
tidak sanggup
70
pingsan
71
kami sedarah
72
tidak mampu
73
tewas
74
di culik
75
berulang
76
antara senang dan sedih
77
papa salsa
78
mencari tahu
79
bukan anak papa
80
manjakan padaku
81
aku mencintaimu
82
ayah kandung
83
masa lalu
84
apa yang terjadi
85
mulai menerima
86
lupa
87
ayah
88
bermain sampai puas
89
gendut
90
kembali mencari tahu
91
siapa ayahmu
92
menenangkan
93
kembali perang
94
permainan
95
sangat malu
96
mesum
97
paha mulus
98
cemas
99
kembali mencari tahu
100
hasutan
101
benar-benar benci
102
lapang dada
103
happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!