sakit

" Cukup periksa dari luar , tak perlu menyentuh! " kata Brian.

Dokter tadi dan aldo semakin bingung. aldo mengira kalau Brian terlalu posesif terhadap gadis yang berbaring di depannya.

" Tadi seharusnya kamu bilang kalau bawakan dokter wanita.! " kata aldo. dia berpikir karena tidak mungkin dokter memeriksa tanpa menyentuh.

" Kalau begitu ganti dokternya! " jawab Brian santai.

Aldo semakin melongo " apa kamu bercanda.! di sini tak ada dokter wanita. kalau kamu butuhnya sekarang aku harus membawa dokter dari luar dulu ! " kata aldo.

" Kalau begitu kamu cari dokter wanita untuk di mansion mulai sekarang. untuk ini! kamu periksa dulu! " kata Brian.

Kemudian dokter memeriksa salsa dengan sangat hati-hati, karena kalau dia sampai salah diagnosa akibatnya akan fatal untuknya.

" Periksalah luka lebamnya! " kata Brian sambil menyingkap selimut salsa. aldo yang melihat banyaknya luka lebam langsung melebarkan mata

Sedang salsa yang merasakan sentuhan pelan-pelan membuka mata! " ada apa tuan?" tanya salsa.

" Diamlah dokter akan memeriksamu !" kata Brian. dokter melihat luka yang di area lengan atas salsa, dokter melihat kalau luka lebamnya cukup parah.

" Apa ada luka lebam di area yang fatal, seperti dada atau perut? " tanya dokter itu. salsa ragu untuk menjawab, dia melihat Brian sekilas.karena dia memang ada merasakan nyeri di area perut atasnya . Namun dia enggan membuka bajunya.

Brian yang melihat salsa seperti ragu-ragu langsung menyuruh semua yang ada di sana untuk keluar.

" Kalian keluarlah! " tanpa protes semuanya langsung keluar. kini tinggallah salsa dan Brian.

" Biar aku yang melihat.! " kata Brian sambil mendekat.

Kemudian dengan ragu-ragu salsa menyingkap tanktopnya. " bukalah semua! biar aku melihat semua lukanya! " kata Brian, salsa langsung cengoh. " cepat buka! " ulang Brian.

Salsa pun mencoba mengangkat tanktopnya. "akhh! " ringis salsa merasakan sakit di lengannya.

Kemudian Brian mendekat, tanpa bertanya dia meneruskan melepas tanktop salsa. setelah tanktopnya terlepas salsa langsung menutupi dada yang masih tertutup br* .

Dia kaget sekaligus malu, tapi Brian tak menghiraukan ekspresi salsa, dia hanya fokus ke luka salsa.

Melihat banyaknya luka lebam di area perut salsa membuat Brian murka. salsa melihat ekspresi menyeramkan yang menguar di wajah tampan Brian.

Bran menyingkirkan tangan salsa yang menyilang di dada, tapi sekuat tenaga salsa menahan tangannya ketika Brian mencoba memaksa membukanya.

Brian menatap salsa, salsa yang di tatap seperti itu sangat takut . dan pelan-pelan dia melemahkan tangannya. sehingga memudahkan Brian membuka tangannya dan melihat semua luka di tubuh salsa.

Salsa sungguh malu dengan apa yang Brian lakukan. padahal Brian tak berpikir macam-macam dia hanya fokus ke lukanya .

Brian menatap seluruh luka yang ada di tubuh salsa . diapun melihat memar yang sangat biru di bagian rusuk yang sebagian tertutup oleh br* .

Tanpa permisi Brian membuka pengait br* milik salsa, kini Brian seperti sedang memeluk salsa,sehingga antar wajah mereka hampir menempel satu sama lain.

Salsa sangat gugup sekarang. " ap,,, apa yang tuan lakukan.? " tanya salsa yang bingung juga takut.

Tapi Brian tak mengindahkan pertanyaan salsa, karena dia lebih terkejut setelah melihat banyaknya memar di punggung salsa.

Brian benar-benar melepas br* milik salsa sekarang. lalu dia melihat semua luka yang ada di seluruh tubuh salsa. dengan nafas memburu dia menahan amarah yang menguasai dirinya saat ini.

Kemudian Brian menatap salsa. "apa di bagian bawah juga ada ? " tanya Brian. salsa mengangguk kaku.

Setelah salsa menjawab tadi, Brian langsung membuang selimut yang menutupi tubuh salsa. Brian membuka shipper celana salsa. " bukalah! biarkan aku melihat semuanya! "

Salsa tak menolak dia mengangkat pantatnya, memudahkan Brian yang sedang melepas celananya . Brian melihat banyak sekali memar di kaki salsa, terutama di bagian paha. setelah Brian sudah melihat semua , kemudian dia memakaikan kembali semua pakaian salsa dengan hati-hati.

Tapi Brian tidak memakaikan br*nya, karena Brian takut kencangnya br* akan menekan pada bagian lukanya.

Setelah itu Brian menyuruh semuanya masuk kembali. di dalam aldo fokus ke sebuah br* yang di pegang Brian.

Aldo menyemburkan tawa. " pffft,,,,! "

Brian melihat ke aldo. " apa yang kau tertawakan !" tanya Brian curiga. aldo hanya menggeleng sambil menutup mulutnya . dia masih menahan tawa.

Aldo merasa kalau Brian berubah 180derajat . Brian yang biasanya dingin dan tak pernah tertarik dengan wanita manapun. mau memegangi sebuah bra. Sungguh pemandangan yang sangat luar biasa .

Dokter fokus memeriksa salsa dengn tatapan penuh dari Brian. setelah selasai memeriksa, dokter menuliskan resep obat untuk salsa.lalu mereka semua keluar.

Setelah semuanya pergi . di kamar hanya tinggal Brian dan salsa. brian diam menatap penuh ke arah luar kamarnya. salsa yang melihat Brian masih memegang br*nya, takut-takut untuk memintanya.

" Tuu,,, an! " panggil salsa lirih. Brian yang mendengar langsung menatap ke salsa.

" Hmm,,,! " jawab Brian.

Salsa menunjuk ke arah tangan Brian, Brian yang melihat ke arah tujuan jarinya salsa langsung mengangkat tangan. " ini! " kata Brian sambil menunjukkan br*nya . salsa mengangguk. "jangan di pakai dulu nanti lukamu akan semakin ketekan!" kata Brian.

Kemudian Brian berjalan ke arah keranjang pakaian, lalu di taruhnya br* itu ke ranjang pakaian kotor itu. kemudian dia kembali mendekat ke salsa lagi dan duduk di depan salsa . dengan kaki yang menginjak lantai.

" Katakan padaku siapa yang menyuruhmu keluar.?" kata Brian.

Salsa menatap Brian " bret,,,! katanya dia sedang kedatangan tamu bulanannya, lalu menyuruhku untuk membelikan pembalut untuknya! karena menurutnya. hanya aku yang boleh keluar dari mansionmu! " kata salsa.

" Ah,,,! maaf maksudku mansion tuan! " ulang salsa yang takut berbicara tak sopan pada Brian. tapi Brian tak mempermasalahkan soal panggilan.

" Apa kamu merasa kalau semua di sengaja! "

" Sepertinya tidak! mereka memang mau ___! "

Salsa menggantung ucapannya , kemudian diam untuk berfikir sejenak. dia kembali berfikir apa yang di harapkan oleh para perampok tadi. mereka tak berniat meminta apapun dari salsa. tadi hanya mencegat langsung menghajar dengan membabi buta padanya.

Brian menunggu apa yang akan di katakan salsa.

" Mereka mau apa? "tanya Brian. Salsa malah menatap bingung pada Brian. " apa? " tanya Brian atas tatapan aneh salsa padanya.

" Aku juga tidak tahu tujuan mereka! " kata salsa bingung .

" Memang kamu berpikir mereka mau apa? "

" Aku pikir mereka mau merampok, tapi dia tak meminta apapun dariku, tapi___! " salsa menggantung ucapannya lagi. tapi kali ini salsa menahan tangis.

Karena dia kembali mengingat apa yang para preman tadi lakukan padanya. Brian yang melihat perubahan salsa semakin menatap salsa.

" Tapi apa? " tanya Brian dengan suara yang sangat lembut.

Salsa menatap Brian dengan wajah yang sepertinya menahan takut. " meraka langsung memukul dan menendangku secara,,,,,, brutal! " kata salsa yang sudah menangis. Brian semakin mempertegas pikirannya sekarang

Melihat salsa yang menangis sambil mencengkeram bantal yang di pangkunya. Brian langsung mendekat lalu memeluknya.

" Hiks,,,,

Tangis salsa seketika langsung pecah, seakan meluapkan apa yang di pendamnya. dia benar-benar takut sekarang.

Mendengar tangis yang begitu memilukan, Brian menepuk punggung salsa dengan lembut sampai dia tenang.

Setelah salsa merasa tenang diapun melerai pelukan. " maaf tuan! " ucap salsa tulus sambil menunduk. tapi Brian tetap diam dan hanya menatap .

Selang setengah jam bodyguard datang membawa obat yang harus di minum salsa, salsapun langsung meminumnya. tak lama setelah meminum obatnya salsa tertidur . masih dengan Brian yang setia menemani.

Melihat salsa yang terlelap Brian ke ruang kerjanya dan memanggil aldo, tak menunggu lama aldo langsung datang " ada apa? " tanya aldo.

" Bersiap -siaplah.! "

Episodes
1 pertemuan
2 datang
3 bertemu kembali
4 takut
5 menolong
6 panggilan
7 melihat
8 luka
9 sakit
10 siksa
11 di culik
12 murka
13 pelampiasan
14 lupa marah
15 mulai nyaman
16 lebih dekat
17 meminta sekarang
18 menikah
19 khawatir
20 sudah tua
21 akhirnya
22 pergi
23 benar-benar takut
24 menyesal
25 putus asa
26 hilang
27 kenyataan
28 terluka
29 kecewa
30 panik
31 kembali hilang
32 kembali terluka
33 trauma
34 hancur
35 kembali manja
36 ternyata
37 21+ pemanasan
38 lanjut 21+
39 sakit
40 cemburu
41 di bohongi
42 mual
43 mafia
44 sebuah cerita
45 KEHILANGAN
46 ternyata tahu
47 salah paham
48 balas dendam
49 tumbang
50 kedua kalinya
51 maaf
52 kakek
53 kaget
54 membujuk
55 rindu
56 merajuk
57 surat
58 dia ayahmu
59 pergi tanpa pesan
60 aku bukan yuma
61 mencari tahu
62 kembalilah
63 begitu menginginkan
64 kabar baik
65 bunuh diri
66 ketakutanku
67 saudara kandung
68 kebenaran yang pahit
69 tidak sanggup
70 pingsan
71 kami sedarah
72 tidak mampu
73 tewas
74 di culik
75 berulang
76 antara senang dan sedih
77 papa salsa
78 mencari tahu
79 bukan anak papa
80 manjakan padaku
81 aku mencintaimu
82 ayah kandung
83 masa lalu
84 apa yang terjadi
85 mulai menerima
86 lupa
87 ayah
88 bermain sampai puas
89 gendut
90 kembali mencari tahu
91 siapa ayahmu
92 menenangkan
93 kembali perang
94 permainan
95 sangat malu
96 mesum
97 paha mulus
98 cemas
99 kembali mencari tahu
100 hasutan
101 benar-benar benci
102 lapang dada
103 happy ending
Episodes

Updated 103 Episodes

1
pertemuan
2
datang
3
bertemu kembali
4
takut
5
menolong
6
panggilan
7
melihat
8
luka
9
sakit
10
siksa
11
di culik
12
murka
13
pelampiasan
14
lupa marah
15
mulai nyaman
16
lebih dekat
17
meminta sekarang
18
menikah
19
khawatir
20
sudah tua
21
akhirnya
22
pergi
23
benar-benar takut
24
menyesal
25
putus asa
26
hilang
27
kenyataan
28
terluka
29
kecewa
30
panik
31
kembali hilang
32
kembali terluka
33
trauma
34
hancur
35
kembali manja
36
ternyata
37
21+ pemanasan
38
lanjut 21+
39
sakit
40
cemburu
41
di bohongi
42
mual
43
mafia
44
sebuah cerita
45
KEHILANGAN
46
ternyata tahu
47
salah paham
48
balas dendam
49
tumbang
50
kedua kalinya
51
maaf
52
kakek
53
kaget
54
membujuk
55
rindu
56
merajuk
57
surat
58
dia ayahmu
59
pergi tanpa pesan
60
aku bukan yuma
61
mencari tahu
62
kembalilah
63
begitu menginginkan
64
kabar baik
65
bunuh diri
66
ketakutanku
67
saudara kandung
68
kebenaran yang pahit
69
tidak sanggup
70
pingsan
71
kami sedarah
72
tidak mampu
73
tewas
74
di culik
75
berulang
76
antara senang dan sedih
77
papa salsa
78
mencari tahu
79
bukan anak papa
80
manjakan padaku
81
aku mencintaimu
82
ayah kandung
83
masa lalu
84
apa yang terjadi
85
mulai menerima
86
lupa
87
ayah
88
bermain sampai puas
89
gendut
90
kembali mencari tahu
91
siapa ayahmu
92
menenangkan
93
kembali perang
94
permainan
95
sangat malu
96
mesum
97
paha mulus
98
cemas
99
kembali mencari tahu
100
hasutan
101
benar-benar benci
102
lapang dada
103
happy ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!