Salsa melihat Brian yang berangkat kerja,lalu diapun memulai pekerjaannya.
Seharian dia di ajari oleh bret untuk bagian dari pekerjaannya, salsa berusaha memahami . bret yang kasar pada salsa membuatnya menjadi sangat takut.
" Salsa,,,! " panggil bret sedikit teriak.
Salsa yang mendengar terus berlari ke arah bret.
Bruggh.....
Saking takutnya salsa langsung berlari sampai tak melihat jalan , hingga dia terjatuh pun langsung berdiri kembali. " ada apa kak? " tanya salsa setelah di depan bret.
Bret melihat salsa dengan tatapan tak suka " lap semua miniatur patung kaca di lemari ini. ! " suruhnya pada salsa.
Salsa mengangguk " baik kak! " jawab salsa patuh.
Salsa membersihkan semua miniatur patung kaca itu dengan sangat hati-hati. dia berjinjit untuk mengembalikan patung berbentuk kuda di lemari kaca tersebut .
" Aahhhhh,,,,! "
Srettt.... ketika salsa hampir terjatuh . Brian yang baru masuk ruangan itu dengan sigap menangkap tubuh mungil salsa. Pandangan mereka bertubrukan sebentar karena salsa yang langsung tersadar.
" Ahh,,, maaf tuan aku ceroboh ! " kata salsa sambil melepaskan pelukan Brian. kemudian menunduk patuh.
Melihat patung kaca yang di pegang Brian sekarang. salsa langsung membulatkan mata. "maaf tuan miniaturnya akan aku kembalikan ke tempatnya lagi?" ucap salsa sambil menyodorkan tangannya hendak mengambil patung kecil itu.
Tapi Brian malah mengembalikan patung itu ke tempat semula . lalu Brian menatap salsa, karena dia berpikir tak mungkin salsa yang mungil di pekerjakan untuk bagian ini.
" Siapa yang menyuruhmu membersihkan patung-patung di sini? " tanya Brian dengan suara dinginnya.
Salsa yang mendengar tak berani menatap Brian. "maaf! ini memang tugasku, lain kali aku akan hati-hati tuan! " suara salsa mulai parau karena dia sedang menahan tangis karena takut.
Brian melihat tangan salsa yang saling meremas dengan kuat. " jangan bersihkan ini lagi pergilah! " kata Brian.
" Baik tuan! Terima kasih.! " ucap salsa, lalu beranjak karena keburu takut dengan Brian.
" Akhh! " salsa meringis karena luka di lututnya. Brian spontan melihat salsa yang membungkuk dengan memegangi lututnya.
" Maaf tuan! " kata salsa lagi. kemudian dia berusaha jalan lagi dengan tertatih-tatih.
" Tunggu! " kata Brian.
Salsa yang mendengar perintah Brian langsung berbalik " iya tuan,! apa anda masih butuh sesuatu? " tanya salsa dengan suara yang benar-benar akan menangis.
Brian semakin mendekat ke arah salsa. dengan tatapan penuh ke arah lututnya. Brian melihat ada luka lecet dengan di kelilingi memar di sekitarnya.
Salsa yang tidak tahu tujuan Brian mendekatinya, pelan-pelan dia termundur " kenapa lututmu bisa terluka? " tanya Brian setelah persis di depan salsa.
Salsa mendongak sebentar lalu tertunduk kembali " aku jatuh tuan! " adu salsa dengan suara yang semakin sengau.
Brian semakin menatap salsa yang sepertinya sudah menangis namun masih di tahannya." obati lukamu dan jangan bekerja dulu! "
Salsa mengangguk semangat " Terima kasih? " isak salsa lalu dia benar-benar berlalu.
Di dalam aula yang tertutup Brian mengumpulkan semua pelayan Mansionnya, semua berdiri tegak dan tak ada yang berani bergerak. " katakan siapa yang menyuruh pelayan baru itu untuk bekerja tanpa perintahku! " kata Brian dengan suara yang mencekam.
Semua tertunduk tak ada yang bersuara . Brian menatap seluruh bodyguard dan pelayannya. memberi peringatan pada mereka bawasannya tak ada yang boleh menyuruh atau menyakiti salsa.
Semua mendengarkan perintah Brian dengan serius kecuali satu pelayan. Brian tak menghiraukan karena semua harus tetap patuh dengan perintahnya.
Salsa yang baru keluar kamar setelah mengobati lukanya merasa bingung, karena mansion dalam keadaan yang sangat sepi " kemana semuanya? kenapa sangat sepi? " monolog salsa sambil tertatih-tatih.
Setelah itu dia terus berjalan ke belakang hendak melihat ikan-ikan di aquarium besar. setelah melihat-lihat ikan sebentar, semua pelayan dan bodyguard berjalan beriringan seperti dari suatu tempat. salsa yang melihatnya jadi heran.
" Pet? kalian semua dari mana ? kenapa tak mengajakku? " tanya salsa pada petty, karena dia takut di marahi kalau dia sampai absen dari apel.
Petty tersenyum " bukan apa-apa! " jawab petty.
" Aku tidak akan di cambuk kan? " tanya salsa lagi dengan suara lirih . petty hanya menggeleng dengan tersenyum tipis .salsa merasa lega.
" Maaf pet! pelayan muda ini disuruh menghadap tuan Brian? " kata seorang bodyguard.
Salsa langsung menatap bodyguard itu sambil melebarkan mata " aku! " tunjuk salsa pada dirinya sendiri. Bodyguard itu mengangguk. salsa mengedipkan mata berkali-kali karena perasaannya yang campur aduk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
fatika
bab sudah di perbaiki selamat membaca ya????
2024-07-12
3