MDHD 17 (Aku Sadar, Sangat Sadar!)

Wajah Lenonard tampak begitu serius, kedua alisnya terangkat tinggi serasi dengan bibirnya yang ikut menyeringai.

Sheila merasa jantungnya hampir berhenti berdetak saat Leonard semakin menipiskan jarak di antara mereka.

“Kau mabuk?!” tanya Sheila dengan napas memburu. Kakinya terus berjalan mundur.

Leonard terkekeh pelan, terdengar seperti sebuah ejekan di telinga Sheila.

“Aku sadar, sangat sadar!” sahut Leonard.

Langkah kaki pria itu berhenti tepat di hadapan Sheila, kini Sheila yang berada di hadapannya tidak dapat pergi ke mana pun.

Grep!

Kedua tangan Leonard bertumpu pada dinding, membuat pergerakan sang istri semakin terkunci.

Tubuh Sheila menegang, apalagi disaat tatapan mata Leonard yang penuh kebencian menyorotnya dengan sangat intens.

“Aku ingin malam ini kau melayaniku di atas ranjang!” Suara Leonard terdengar lugas dan tidak terbantah.

Sontak bibir Sheila terkatup rapat, matanya membola lebar, dengan jantung berpacu dengan sangat kencang.

“T-tidak!” tolak Sheila seraya memukuli dada Leonard dengan membabi buta.

Tidak sedikit pun Leonard merasa kesakitan akan pukulan dari tangan kecil itu. Ia mendengus kasar, menangkap kepalan tangan Sheila dengan satu tangannya.

Kepala Leonard menunduk, “Kau tidak bisa menolakku, Pengasuh!” desisnya penuh penekanan.

Dahi Sheila mengernyit, ia tersenyum sinis mendengar ucapan pria di depannya.

“Bukankah kau tidak sudi menyentuhku? Jangan jilat ludahmu sendiri, Tuan Leonard yang terhormat,” balas Sheila diiringi dengan nada penuh ejekan.

Leonard menempelkan jari telunjuknya ke bibir Sheila, “Sttt! Aku berubah pikiran, dan sepertinya … neraka buatanku akan segera membakarmu, Nyonya Smith.”

Seringai di bibir pria itu semakin menajam, Sheila berusaha melepaskan kepal tangannya dari genggaman kencang Leonard.

Namun, usahanya tidak membuahkan hasil saat Leonard mengangkat tubuhnya ala bridal style, lalu menghempaskannya ke atas ranjang.

“Kali ini kau tidak akan bisa kabur dariku,” ucap Leonard sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya.

Pupil mata Sheila melebar, ucapan Leonard menyadarkannya akan sesuatu.

Leonard mengingat kejadian saat dalam keadaan mabuk waktu itu! pikir Sheila.

Sheila terlalu fokus pada apa yang ada di pikirannya, sehingga ia tidak menyadari Leonard mengeluarkan satu pil berwarna putih.

Tubuh Sheila tersentak saat tiba-tiba sang suami menyodorkan sebuah pil ke depan mulutnya.

“Minum pil ini!” titah Leonard terdengar kasar.

Kepala Sheila menggeleng kuat, ia mengatupkan kedua bibirnya dengan sangat rapat tanpa celah.

Penolakan dari Sheila membuat Leonard geram, kesabaran yang antara ada dan tiada membuat dirinya melakukan pemaksaan terhadap Sheila.

Leonard mencengkram pipi istrinya, memaksa mulut itu terbuka.

Tindakan kasar itu membuat bibir Sheila yang tadinya terkatup rapat menjadi terbuka. Begitu mendapatkan celah, Leonard langsung memasukkan obat pencegah kehamilan ke dalam mulut Sheila.

Dengan kasar Leonard memaksa kedua bibir istrinya untuk kembali tertutup.

“Telan!” tegas Leonard dengan mata penuh intimidasi.

Sheila berusaha membuka mulutnya agar bisa melepehkan obat yang ada di dalam mulunya. Namun, Leonard menahan dagunya hingga mau tak mau dirinya menelan obat itu tanpa bantuan air minum.

Glek!

Wanita berumur 22 tahun itu meringis saat sebutir obat melewati tenggorokannya yang kering.

Sungguh sakit!

Leonard tersenyum miring, terlihat kepuasan di wajahnya.

“Dengan begini kau tidak akan hamil,” ucap Leonard percaya diri.

Sontak mata Sheila membelalak, “J-jadi itu obat–”

“Ya,” potong Leonard.

Tanpa berlama-lama lagi, Leonard langsung melakukan malam pertamanya dengan Sheila. Tak perduli akan penolakan wanita itu.

Di penghujung aktivitasnya, Leonard menyebut nama mendiang istrinya tepat di samping telinga Sheila.

"Zora ...."

Deg!

 

*

*

*

 

Sinar hangat mentari masuk lewat celah-celah gorden yang tidak tertutup sempurna.

Seorang wanita menggeliat di dalam selimutnya karena sinar hangat itu menyorot tepat ke arah wajah cantiknya.

Perlahan kelopak mata itu mengerjap, menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retinanya.

“Eungh.” Wanita itu melenguh, ia merenggangkan otot-ototnya yang terasa sangat pegal.

Tak sengaja tangannya menyentuh lengan seseorang, sontak matanya terbuka sempurna.

“Aaa!” pekik Sheila saat melihat Leonard tidur di sampingnya.

Sheila menunduk, dengan niat menghindari matanya dari tubuh shirtless pria yang ada di sebelahnya.

Namun, saat ia menunduk, pandangannya langsung jatuh pada tubuhnya yang tidak mengenakan pakaian.

“Aaa!” Suara Sheila menggelegar, memecah kesunyian di pagi hari. Ia buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

Tubuh Sheila bergetar, kilasan ingatan mengenai kejadian tadi malam berputar di kepalanya. Kesadarannya yang sudah kembali seratus persen, membuatnya mengingat jelas bagaimana Leonard terus memanggil nama Zora di tengah aktivitas mereka.

“Berisik!” Leonard yang merasa tidurnya terganggu menggerutu marah sambil melirik Sheila dengan tatapan tak acuh.

Hati Sheila terasa seperti terbakar, kedua tangannya meremat selimut dengan sangat kuat. Membuat selimut tebal tersebut berkumul dalam kepalan tangannya.

“Kau pria yang tidak punya hati!” hardik Sheila tanpa mau melihat wajah Leonard.

Leonard berdecih, “Ya, aku adalah pria yang tidak punya hati … dan ini terkhusus untukmu!” balasnya sinis.

Bulir bening menitih dari sudut mata Sheila, ia menangis tanpa suara. Leonard benar-benar pria paling jahat yang pernah ia temui.

Tidak ingin berlama-lama di dekat suaminya, lantas Sheila turun dari ranjang dengan melilitkan selimut di tubuhnya.

“Ahsss.” Sheila meringis kesakitan saat kakinya digerakkan.

Leonard memiringkan tubuhnya, ia menyanggah kepalanya dengan satu tangan. Matanya memperhatikan Sheila yang kesulitan untuk bergerak.

“Aku tidak menyangka kau masih per—”

“Stop! Mendengar suaramu hanya membuatku semakin muak!” potong Sheila. Ia memaksakan kakinya untuk tetap berdiri tegak.

“Berani kau memerintahku?!” Wajah Leonard mengetat, bibirnya menipis, dengan telinga yang sudah memerah.

Sheila tak perduli, ia melenggang pergi begitu saja ke kamar mandi dengan langkah tertatih-tatih. Meninggalkan Leonard yang menahan kekesalan seorang diri.

Begitu sampai di kamar mandi, Sheila langsung mengguyur tubuhnya di bawah kecurangan air shower.

Dengan kasar ia menggosok seluruh tubuhnya dengan sabun.

“Aku bukan Zora … aku bukan Zora,” rintih Sheila sambil terisak pilu.

Sheila memejamkan mata tanpa menghentikan gerakan tangannya yang menggosok setiap bagian yang disentuh oleh Leonard.

Tiba-tiba, kilasan kejadian tadi malam memenuhi isi kepalanya. Di mana, ia merasakan foto-foto Zora seakan hidup dan menatap ke arahnya, menyaksikan apa yang tengah dirinya lakukan bersama Leonard.

Sontak mata Sheila terbuka lebar, ia merasa denyut di jantungnya semakin berpacu kencang.

Rasa sesak menghimpit dadanya, membuat napasnya terasa tercekat.

“Tidak Sheila, kau tidak boleh lemah!” gumamnya penuh tekad.

Pandangan mata Sheila berubah tajam, ia memutuskan untuk masuk ke dalam neraka buatan Leonard. Jika ia terbakar, maka Leonard juga harus terbakar bersamanya.

“Kau yang memulainya Leonard, … dan aku yang akan menentukan kelanjutannya!”

Bersambung ….

Malam Othor up lagi ya zeyeng🥰

Jangan lupa untuk meninggalkan jejak🤭👍

Terpopuler

Comments

Mamath Kay

Mamath Kay

is good sheila..
aku dukung kamu

2024-07-30

0

Nia Black

Nia Black

ayo shaila tunjukan kamu tidak lemah
buat leonard jatuh oleh pesonamu

2024-07-25

1

Dewi Anggya

Dewi Anggya

emg kurang ngajaaar bngt si singa bermulut pedas dn lemees mlm pertama maksa tp nyebut nama mendiang istriiiii gilaaaaa bngt,emg harus dihajaaar kepala ats sm bawaaaah biar koma gtuuuu.. baguuuus saatnya melawan shela jgn lemah teruss kurang ngajar tuhhh si singa geloooo😤😤😤🤭

2024-07-25

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!