“Apa yang kau lakukan!” Leonard merampas pisau dari tangan istrinya.
Pria itu menahan kedua tangan Sheila dengan satu tangannya, lalu tangan yang lain mendorong jauh pisau itu hingga ke ujung meja.
Tubuh Sheila menegang, dengan dibanjiri air mata dia menatap nyalang Leonard. Tatapan penuh amarah serta kebencian yang kian bertambah besar.
“Kau tidak boleh mati! Bukankah sudah kukatakan, aku akan menciptakan neraka untukmu!” desis Leonard, ditariknya pinggang Sheila merapat ke tubuhnya.
Tak sedikit pun Sheila mau membalas ucapan suaminya. Perasaan amarah membuatnya tak sudi berdekatan dengan pria bermulut tajam seperti Leonard, ia menarik tangannya dari cekalan pria itu dengan kasar.
“Sering-seringlah menangis, aku akan menyaksiksannya dengan senang hati,” ucap Leonard menyeringai sambil mendorong tubuh Sheila menjauh.
Tubuh Sheila terhuyung ke belakang. Beruntung ketangkasannya membuat tubuhnya tetap seimbang.
Dengan napas memburu diiringi dada yang naik turun Sheila menyeka air matanya dengan kasar.
“Aku membencimu, Leonard Smith!” ungkap Sheila, matanya tidak lepas dari sosok pria yang membuatnya menderita.
Kedua alis Leonard terangkat tinggi bersamaan dengan seringai yang terbit di bibirnya. “Aku juga membencimu, Sheila Smith!” balas Leonard tak kalah tajam.
Sheila tersenyum sinis mendengar ujung namanya disebut oleh Leonard, sebuah penghinaan yang menunjukkan bahwa dirinya adalah istri dari seorang Leonard Smith. Istri yang tidak dianggap!
Mata keduanya saling menatap dengan tajam tanpa suara. Tak ada satu pun dari keduanya yang berniat mengalah, sehingga suasana dapur berubah semakin mencekam.
Di tengah ketegangan itu, tiba-tiba seorang wanita bertubuh seksi muncul dengan melenggak-lenggokan pinggangnya.
“Leo ….” Langkah Ariana terhenti seketika, tubuhnya mematung di tempat dengan mata nyaris tidak berkedip.
Sontak dua insan yang tengah beradu tatap itu menoleh ke arah sumber suara. Terlihat bibir merah Ariana menganga diiringi dengan tatapan menyelidik.
“Kenapa kalian saling bertatapan?” tanya Ariana.
Leonard melonggarkan kerah kaus yang dikenakannya, “Aku memberi peringatan pada pengasuh ini untuk bersikap lebih sopan.”
Raut wajah Ariana yang tadinya terlihat tegang, kini berubah santai dengan kepala mengangguk-ngangguk.
“Tindakan yang tepat, Leo. Bahkan, kau terlalu baik masih mau menerima penebusan dosanya dengan menjadikannya pengasuh Viona dan Viola,” ucap Ariana sambil memasang wajah teduh.
Sheila yang melihat itu sungguh merasa muak, ia baru pertama kali bertemu dengan Ariana. Namun, dirinya seolah-olah memiliki dosa besar ke pada wanita itu. Sehingga, perlakuan dan kata-kata buruk yang dirinya dapatkan.
Leonard tak menanggapi Ariana, sahabat mendiang Zora sekaligus sahabatnya.
“Oh iya, Leo. Hari ini supirku tidak bisa menjemput. Bisakah kau mengantarkanku pulang ke apartemen? Sahabat kita yang lain sudah pulang lebih dulu.” Ariana mendekati Leonard, lalu memegang lengan pria itu dengan gelagat manja.
Leonard merasa risih. Ia menarik lengannya dari tangan Ariana sembari mundur selangkah, “Aku akan menyuruh supirku untuk mengantarkanmu pulang,” ujarnya dengan lugas.
Berada di antara dua orang yang menyebalkan membuat Sheila merasa jengah, lantas ia melangkah maju hendak pergi menjauh dari suaminya dan wanita genit yang tampaknya menaruh hati pada sang suami.
Namun, sebuah tangan kekar menahan lengan Sheila. Sontak wanita berumur 22 tahun itu menoleh, “Tuan Leo, saya ingin melihat baby twins, kasihan mereka tidak ada yang menjaga.”
Kalimat yang terlontar dari mulut Sheila, membuat Leonard melepaskan tangan itu.
“Pergilah!” Bukan Leonard yang menjawab, melainkan Ariana yang memberengut kesal.
Sheila melihat Ariana sejenak, lalu ia langsung pergi menjauh sambil membatin, “Dasar wanita aneh!”
Kini tersisa Leonard berdua dengan Ariana. Leonard menatap punggung istrinya yang semakin tak terlihat, lantas dirinya ingin menyusul. Akan tetapi, Ariana mencegah langkahnya.
“Leo aku tidak ingin diantar supir. Bukankah Zora selalu menyuruhmu mengantarkanku pulang setiap aku datang ke sini.” Lagi-lagi Ariana memegang lengan Leonard seraya memasang wajah senduh.
Leonard menghela napas berat. Ariana benar, jika saja Zora masih hidup tentu wanita lembut nan cantik itu akan menyuruhnya mengantarkan Ariana pulang.
“Baiklah,” jawab Leonard pada akhirnya.
Mulut Ariana melengkung membentuk senyuman. Darah berdesir naik ke wajahnya, menciptakan rona merah penuh kemenangan yang menghiasi kedua pipi tirusnya.
Leonard tidak menyadari perubahan ekspresi dari sahabatnya, ia menyingkirkan tangan Ariana dari lengannya tanpa menatap wajah wanita itu.
Tap! Tap! Tap!
Derap langkah kaki yang saling bersahutan membuat Sheila yang sedang duduk di dekat si kembar langsung berdiri.
“Ariana, kau pergilah lebih dulu ke dalam mobil. Aku akan segera menyusul,” seru Leonard pada Ariana. Namun, tatapan matanya menatap lekat ke arah Sheila.
Perasaan yang kadung bahagia, membuat Ariana mengangguk dengan cepat. Wanita dengan kemolekan tubuh bak model papan atas itu tanpa banyak bicara melirik Sheila seraya melenggang pergi.
Sheila memicingkan mata seraya menipiskan bibir kesal. Apa wanita genit itu berniat pamer padanya?
“Cemburu, huh?” tanya Leonard dengan dagu terangkat serta bahu kian tegap.
Sheila memutar bahu dingin, ditatapnya Leonard dengan wajah melongo.
“Aku bahkan senang jika kau menikah dengan wanita tadi, lalu menceraikan aku!” balas Sheila seraya mengacungkan jari ke depan wajah suaminya.
Leonard merasa terhina, ia dengan kasar mencengkram tangan yang mengacung ke arahnya.
“Jangan mimpi! Selamanya kau akan hidup bersamaku tanpa cinta!” ucap Leonard sinis serta penuh penekanan.
Sheila tersenyum tipis dengan bibir tertutup, “Menarik,” sahutnya.
Satu tangan Leonard terkepal, ia berniat mendorong tubuh Sheila. Namun, urung saat melihat sesuatu keluar dari hidung wanita itu.
Mata Leonard membelalak lebar, dahinya mengerut.
“Kau ….”
Bersambung ….
Eh si singa bermulut pedas lihat apa tuh?
.........
Hai zeyeng, terima kasih sudah membaca novel ini, lope sekebon jeruk. Yang mau getok kepala Leonard Othor sudah sediakan presto yang sudah Othor bayar lunas 😌😌-->🍲🍲🍲🍲🍲
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 43 Episodes
Comments
Suryani Yani
lope yooohhhhh 2 kebooonnnn
2024-07-23
2
Pradyta
Antara mimisan atau ???😂
2024-07-23
1
Pradyta
Sheila lebih baik kamu pergi tinggalkan rumah si Singa bermulut pedasss yang kalau bersilat lidah lebih tajam daripada silet🤭🤣🤣 biar si Singa mencarimu sampai ke ujung dunia🤭🤣🤣
2024-07-23
1