Cheva dan Calliope selalu mengenakan busana yang saling melengkapi dalam nuansa warna yang lebih cocok.untuk sebuah pemotretan dari pada memberikan pelajaran.
Pada hari kedua Myra di Laware, Calliope mengenakan high heels bertali dan gaun A-line modern berwarna oranye. Gaun itu dilengkapi dengan pita longgar di area leher yang sama persis dengan dasi oranye yang dikenakan Cheva. Sedangkan Cheva sendiri mengenakan kemeja berwarna gading dan blazer berwarna biru tua.
Mereka bersua tampil sangat mengagumkan, dan Myra tertarik pada mereka. Tapi bukan 'tertarik' seperti yang Ivory kira sebelumnya.
Myra memperhatikan guru-gurunya dari meja diantara Brent dan Nalani. Myra merasa tertarik dengan Cheva dan Calliope untuk alasan yang mendalam.... Mereka mengingatkan hubungannya dengan Ignatius.
Walaupun Myra belum pernah melihat mereka bersentuhan, tapi mereka berdiri berdekatan hampir setiap saat. Daya tarik diantara mereka, seakan bisa melengkungkan dinding-dinding di sekitarnya.
Tentu saja itu ada hubungannya dengan kekuatan mereka sebagai Malaikat Terkutuk, tapi yang pasti ada kaitannya dengan hubungan mereka berdua yang unik. Myra tidak bisa menahan dirinya untuk tidak membenci mereka. Mereka terus menerus mengingatkannya dengan apa yang tidak bisa dia dapatkan saat ini.
Sebagian besar murid-murid sudah duduk ditempatnya. Ivory dan Nalani sedang berusaha merayu Myra agar ikut menjadi panitia acara, jadi dia bisa membantu mereka merencanakan acara sosial yang menakjubkan ini.
Myra sudah mencoba menolak untuk turun tangan mengatur acara ekstrakurikuler ini, tapi kedua perempuan itu memaksanya dengan wajah mereka yang terlihat ramah. Wajah Nalani terlihat sangat ceria, ketika membicarakan tentang perjalanan kapal pesial yang mereka rencanakan di akhir minggu ini. Sehingga Myra memutuskan untuk bergabung di dalam kepanitiaan.
Dia memasukkan namanya ke dalam daftar ketika Cheva melangkah ke depan, melemparkan blazernya ke atas meja di belakangnya, dan merentangkan tangannya tanpa berbicara.
Seakan dipanggil, sebentuk bayangan gelap seakan terpisah dari bayangan salah satu pohon cemara yang berada tepat di luar jendela.
Bayangan itu melepaskan diri dari rumput, lalu mulai berbentuk dan melesat masuk ke dalam ruangan melaku jendela yang terbuka. Bayangan itu bergerak sangat cepat, dan tempat bayangan itu pergi, keadaan sekitarnya berubah gelap dan ruangan menjadi gelap gulita.
"Astagaaaa!!! Apa itu?"
Myra tersentak karena refleks, dan dia bukan satu-satunya yang merasa terkejut. Sebenarnya, sebagian besar murid mulai mundur dari meja mereka dengan gugup saat Cheva mulai memutar bayangan itu. Dia hanya mengulurkan kedua tangannya ke dalam bayangan itu, dan mulai memilinnya dengan cepat....
Cheva semakin mempercepat gerakannya, seakan dia sedang bergumul dengan sesuatu di dalamnya. Tidak lama kemudian, bayangan itu berputar di hadapannya dengan cepat sehingga tampak samar, seperti jari-jari roda yang berputar. Hembusan angin keras dan lembab, keluar dari tengah bayangan itu... Menerbangkan rambut Myra dari wajahnya.
"WUSSSSHHH....!"
Lalu Cheva menggerakkan bayangan itu, kedua lengannya menengang... Dari wujud yang tidak terbentuk hingga menjadi sebuah bola padat berwarna hitam yang tidak lebih besar dari pada sebutir buah anggur.
"Baiklah, anak-anak! Perkenalkan subjek pelajaran hari ini..." ujar Cheva tenang, sambil melambung-lambungkan bola gelap itu di atas jemarinya.
"Tuk... tuk.... tuk..."
Calliope melangkah maju dan memindahkan bayangan itu ke tangannya. Karena mengenakan high heels-nya, wanita itu tingginya hampir sama dengan Cheva. Dan Myra bisa menebak, jika dia juga sama terampilnya dalam menangani bayangan.
Myra berbicara dalam hati sambil matanya terus menatap bola hitam tersebut.
"Bayangan itu...."
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments