"Oke!... Ceritakan kepadaku, sejauh ini apa yang paling aneh di Laware?" tanya Brent memulai percakapan.
Hari Rabu pagi sebelum pelajaran dimulai, Myra sedang duduk di meja sarapan dibawah cahaya matahari dan berbagi sepoci teh hangat dengan Brent Adair.
Pemuda itu mengenakan T-shirt kuning antik berlogo Sunkist, topi baseball yang ditarik ke bawah tepat di atas matanya yang berwarna biru, sendal jepit, dan celana jeans sobek-sobek.
Merasa terinspirasi dengan gaya berpakaian santai di Laware, Myra menyingkirkan pakaian serba hitamnya. Hari ini dia mengenakan gaun santai berwarna merah yang dipadukan dengan kardigan putih pendek, tang membuatnya merasa seperti berdandan untuk hari pertama menyambut musim panas.
Myra memasukkan satu sendok penuh gula ke dalam cangkirnya sambil tertawa.
"Hahahaha... Entahlah! Aku bingung hatus memulainya dari mana. Mungkin dari teman sekamarku, dia sepertinya menyelinap masuk sebelum matahari terbit, dan pergi menghilang sebelum aku bangun. Bukan itu saja, aku masuk ke dalam kelas yang diajar oleh pasangan Malaikat dan Iblis dan cara murid-murid di sini yang menatapku seakan aku ini orang Aneh yang melegenda. Orang aneh tanpa nama, itu sudah biasa. Tapi ini..., orang aneh yang terkenal karena nama buruk.... " celoteh Myra panjang lebar, seperti sedang curhat.
"Kamu bukan orang yang terkenal karena nama buruk.... Aku akan menjawabnya satu-persatu..." ujar Brent sambil mengunyah roti croissant.
Saat Brent mengusap ujung bibirnya dengan serbet, Myra melihatnya dengan tatapan kagum. Myra merasa setengah geli saat melihat tata krama di meja makan (table manner) Brent yang tidak tercela. Myra tidak bisa menahan diri untuk membayangkan Brent mengikuti kelas etiket mewah di sebuah klub golf, saat dia masih anak-anak.
"Skyler memang agak kasar dan bar-bar, tapi dia bisa menyenangkan juga, jika dia mau. Tapi aku belum pernah melihat sisi lain dari dirinya... hahahaha." ujar Brent menjelaskan sambil tertawa.
"Tapi itu..., kata orang loh! Dan untuk Calliope dan Cheva, awalnya memang terlihat aneh untuk aku juga. Tapi entah bagaimana caranya, mereka bisa membuat keadaan menjadi terlihat normal. Sepertinya ini adalah tindakan penyeimbang untuk yang berhubungan dengan Akhirat. Ya, untuk beberapa alasan drngan menghadirkan kedua sisi akan memberikan kebebasan penuh pada murid-murid di sini untuk berkembang," ujar Brent melanjutkan penjelasannya.
Kata itu lagi... Berkembang... Myra ingat, jika Ignatius pernah menggunakan kata itu ketika pertama kali memberitahunya bahwa pemuda itu tidak akan ikut masuk ke Laware bersamanya.
Tapi berkembang jadi apa? Rasanya, itu khusus hanya untuk anak-anak Nephilim. Bukan untuk Myra, yang hanya satu-satunya manusia seutuhnya yang berada di kelas para Nephilim, para makhluk setengah Malaikat. Dia hanya menunggu Malaikatnya datang untuk menyelamatkannya.
"Myra.... Alasan orang-orang menatapmu, karena semua pernah mendengar cerita tentang kamu dan Ignatius, akan tetapi tidak ada satu pun yang tahu cerita sebenarnya..." ujar Brent memutus lamunan Myra.
"Jadi.... Mereka memilih percaya begitu saja, dari pada langsung bertanya kepadaku..." ujar Myra terjeda.
"A...apa?!... Apakah kalian benar-benar melakukannya di atas awan? Atau..., apakah karena " Keagungannya" yang tidak terbendung, membuat keadaanmu sebagai manusia biasa kewalahan?..." ujar Brent yang tiba-tiba saja berhenti ketika melihat tatapan horor pada wajah Myra.
"Ma....maaf!"
"........"
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments