Saat mereka melewati barisan pohon cemara, Ignatius mengatakan sesuatu yang menggerakkan Myra. Mereka baru saja melewati sebuah papan tanda bertuliskan 'SELAMAT DATANG DI FREEMOUNT', dan Myra menoleh ke arah barat.
Bulan purnama menyinari sederatan bangunan mercusuar, beberapa menara talang air, dan barisan-barisan rumah kayu tua yang terawat. Terdengar suara gemuruh air laut yang mungkin ada dibalik termpat itu, tapi tidak terlihat.
"Hey, lihatlah taman Karavan diatas sana!" ujar Ignatius sambil menunjuk.ke arah timur.
Terdapat hutan cemara dan pohon maple yang lebat dan gelap. Myra pasti tidak menyadari, jika Ignatius tidak memberitahunya.
Myra menyipitkan matanya untuk melihat jalan masuk mobil yang sempit, di sana terdapat sebuah papan tanda yang terbuat dari kayu berlapis kapur dengan huruf-huruf berwarna putih yang bertuliskan: 'RUMAH MOBIL FREEMOUNT'.
"Kamu pernah tinggal di sana..." ujar Ignatius.
"A...apaaa??!!... Tidak mungkin! Ini sangat mengerikan sekali!" pekik Myra terkejut.
Taman itu terlihat menyedihkan dan kesepian. Barisan kotak-kotak rumah mobil beratap rendah berwarna kusam, yang dijajarkan di jalan yang berkerikil.
"Kamu pernah tinggal di sana sebelum tempat itu dijadikan taman Karavan..." ujar Ignatius sambil memperlambat laju mobil, dan berhenti di sisi jalan.
"Serius kamu?" tanya Myra tidak percaya.
"Serius! Sebelum rumah mobil ini diciptakan, Ayahmu di masa kehidupannya itu membawa semua keluargamu keluar dari Illinois saat terjadi 'Demam Emas'..." jawab Ignatius seakan sedang menggali-gali kenangan.
"Dulu tempat ini sangat indah..." ujar Ignatius sambil menggelengkan kepalanya sedih.
Myra hanya mendengarkan... Kemudian dia melihat seorang pria berkepala botak dan tambun sedang menarik tali seekor anjing kudisan berwarna hitam. Sedangkan pria itu mengenakan kaos dalam berwarna putih san celana pendek berbahan flanel. Myra sama.sekali.tidak bisa.membayangkan, jika dirinya pernah berada di sana.
Namun, kenangan itu sangat jelas di benak Ignatius.
"Kalian mempunyai kabin dengan kamar dua dan masakan ibumu sangat tidak enak, jadi seluruh ruangan itu selaku bau kubis. Kamu juga memasang tirai kain berwarna biru, yang sering kamu sibakkan disaat aku datang pada malam hari lewat jendelamu ketika kedua orangtuamu sudah terlelap," ujar Ignatius menjelaskan.
Myra mencoba memejamkan matanya ketika mobil kembali melaju, dia mencoba agar tidak menangis saat mendengar cerita itu. Mendengar cerita Ignatius tentang sejarah kisah mereka di kehidupan sebelumnya, seperti suatu hal yang mustahil.
Mendengar cerita itu, Myra semakin merasa bersalah. Ignatius telah terjebak dengan dirinya untuk waktu sangat yang lama, melalui begitu banyak masa kehidupan. Myra lupa, jika Ignatius mengenal dirinya lebih baik dari pada dirinya sendiri.
Apakah Ignatius tahu, apa yang dia pikirkan sekarang? Myra menduga-duga sendiri dalam beberapa hal, mungkinkah akan jauh lebih baik jika Ignatius tidak pernah mengenal dirinya? Lebih baik menjadi seorang Myra yang tidak pernah mengingat siapa Ignatius, ketika dirinya dilahirkan kembali. Dari.pada Ignatius yang selalu mencarinya dan mengulangi kehidupan itu bersamanya berulang-ulang kali.
"Aaah... Kenapa juga aku mengalami reinkarnasi kehidupan berulang-ulang ditubuh dan dunia yang sama ini sih?" monolog Myra dalam hati.
Jadi, jika Ignatius berkata bahwa dia harua pergi selama beberapa minggu dan tidak bisa menjelaskan kepadanya.... Myra harus bisa mempercayainya.
"Jadi, seperti apa awal pertemuan kita waktu itu?" tanya Myra kepada Ignatius.
Ignatius tersenyum dengan lembut...
"Apakah kamu mau mengetahuinya?" tanya Ignatius dengan wajah menggoda.
"Ya... Tolong ceritakan kepadaku...." jawab Myra tanpa menoleh kepada Ignatius.
"Baiklah... Begini awalnya..."
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments
💫0m@~ga0eL🔱
ya, aku masih penasaran Ignatius
2024-11-18
1
⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛
Ignatius sabar banget ya... begitu sayangnya dy... /Applaud/
2024-11-04
2
✍️⃞⃟𝑹𝑨 ••iind•• 🍂🫧
vote meluncur kak,drpada hangus
2024-10-15
1