Banyak yang menginginkan 'Peluru Bintang' tersebut, tapi tidak satu pun yang ingin berhubungan dengan Yang Terasing. Jadi cara mereka mendapatkannya adalah dengan melakukan Barter secara sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan 'Peluru Bintang' tersebut melalui kurir.
Ini berarti, pria yang dibunuh oleh Ignatius bukanlah seorang pembunuh bayaran yang dikirimkan oleh para Tetua. Pria itu hanyalah seorang pesuruh! Yang Terasing adalah musuh sesungguhnya!
Tapi sayangnya, dia sudah melarikan diri. Mungkin dia melarikan diri saat melihat Ignatius dan Cyrill saat pertama kali. Ignatius bergidik..., ini bukanlah sebuah kabar yang baik!
"Kita sudah membunuh orang yang salah, Cyrill," ujar Ignatius.
"Salah apanya?... Bukankah bagus, jika dunia ini kehilangan satu Predator? Bukannya ini adalah hal yang baik untuk Myra?" ujar Cyrill menepis kata-kata Ignatius.
Cyrill menatap Ignatius sebentar, lalu dia memalingkan pandangannya ke arah laut.
"Yang jadi masalah adalah...."
"Golongan Yang Terasing?" sela Ignatius.
Cyrill mengangguk dengan serius.
"Jadi..., sekarang mereka juga menginginkan Myra," ujar Cyrill.
Ignatius bisa merasakan ujung-ujung sayapnya meremang dibawah pakaian yang dia kenakan, rasa panas dan gatal membuatnya tersentak. Dia berdiri dengan tegak, kedua matanya terpejam dengan kedua tangan yang lurus kesamping. Dia sedang berjuang untuk menahan dirinya agar tidak mengembangkan sayapnya dan melesat ke arah tempat Myra berada.
Ignatius membayangkan Myra... Pertarungan di 'Two Sword & Tiger, penjelasan, dan kematian sahabat Myra, pasti akan terasa sangat berat untuknya. Para malaikat berharap agar gadis itu bisa tidur sepanjang hari. Dengan harapan, keesokan paginya mereka bisa menyusun rencana.
"Haaaah! Myra Ainsley...." gumam Ignatius pelan.
Ignatius bersedia melakukan apapun untuk seorang Myra Ainsley. Dia hanya harus memastikan bahwa dia melakukan semuanya dengan Benar.
"Kita harus menyembunyikan Myra ke tempat lain yang lebih aman," ujar Ignatius.
"Ada sebuah sekolah yang ke arah utara, tepatnya di dekat FortLine...." ujar Cyrill.
"Sekolah Laware...." sela Ignatius.
Cyrill mengangguk.
"Pihakku juga sudah mempertimbangkannya. Myra pasti akan merasa senang disana. Dia akan mendapatkan pendidikan yang tidak akan membahayakan dirinya di sana. Dan yang terpenting, dia akan aman disana," ujar Cyrill menjelaskan.
Gene sudah menjelaskan tentang kamuflase yang bisa disediakan oleh sekolah Laware. Mungkin akan terdengar kabar, jika Myra disembunyikan disana. Tapi setidaknya, untuk sementara waktu Myra bisa tidak terlihat.
Disekolah itu ada Calliope, malaikat yang sangat akrab dengan Gene... Dia akan menjaga Myra dari dalam. Sedangkan di area luar, Ignatius dan Cyrill akan memburu dan membunuh siapa pun yang berani mendekati garis batas sekolah itu.
"Myra bisa mulai besok, dengan syarat kau menyetujuinya," ujar Cyrill sambil memperhatikan wajah Ignatius.
Ignatius menekan tangannya ke saku kemeja yang dia pakai, tempat dia menyimpan sebuah foto terbaru Myra.... Foto Myra di danau Two Sword & Tiger dengan rabutnya yang basah berkilauan dan senyum yang jarang menghiasi wajahnya.
Biasanya, saat Ignatius mendapatkan foto gadis itu dalam satu masa kehidupan, pemuda itu akan kehilangan Myra... Tapi kali ini, Myra masih tetap ada di sini.
"Come on, Ignatius... Kita sama-sama tahu apa yang dia butuhkan. Setelah kita mendaftarkannya, kita tinggalkan dia disana. Kita tidak dapat mempercepat keadaan ini, selain hanya membiarkannya berlalu..." ujar Cyrill.
"Tapi, Cyrill, aku tidak bisa meninggalkan Myra sendirian selama itu..." ujar Ignatius.
"Jadi, kamu belum memberitahukannya?" tanya Cyrill sambil memicingkan matanya.
Ignatius membeku, lalu dia berkata....
"Aku tidak bisa memberitahu apapun padanya. Kita bisa kehilangan dia," jawab Ignatius datar.
"Kamu yang akan kehilangannya," ujar Cyrill sambil menyeringai.
"Kamu tahu maksudku.Terlalu beresiko jika menganggap dia bisa menerima semua ini tanpa...." kata-kata Ignatius terjeda, dan tubuhnya menegang.
Ignatius benar-benar tidak bisa kehilangan sosok Myra Ainsley. Kedua sayapnya seakan terbakar ketika membayangkan itu. Sebaiknya Ignatius melindungi Myra sedikit lebih lama lagi.
"Kamu terlalu baik, Ignatius.Aku hanya berharap dia tidak akan kecewa karenanya," gumam Cyrill
Ignatius tidak menggubris gumaman Cyrill.
"Apakah kamu yakin dia bisa belajar di sekolah itu?" tanya Ignatius.
"Aku yakin..." jawab Cyrill.
Tidak bertemu dengannya selama delapan belas hari? Haaah! Ignatius tidak bisa membayangkannya. Mereka baru saja bertemu di kehidupan ini dan akhirnya mereka memiliki kesempatan untuk bersama. Akan tetapi, seperti biasanya, menjelaskannya dengan panjang lebar bisa membunuhnya.
Myra tidak bisa mendengar tentang kehidupan-kehidupan dia sebelumnya dari mulut malaikat. Myra belum mengetahuinya. Tapi tidak lama lagi, dia sendiri akan segera mengetahuinya...., mengetahui segalanya.
Sebuah kebenaran yang tersembunyi. Terutama apa yang dipikirkan oleh Myra, membuat Ignatius ketakutan. Tapi tindakan Myra yang ingin mengetahui kebenaran sendiri, adalah satu-satunya cara membebaskan diri dari siklus yang mengerikan ini.
Keputusan untuk menaruh Myra di sekolah Laware sudah tepat. Pengalaman yang akan dia dapatkan di sekolah Laware sangat penting. Selama delapan belas hari, Ignatius akan membunuh sebanyak mungkin Yang Terasing, yang bersinggungan dengannya. Saat gencatan senjata itu berakhir, semua keputusan akan berada ditangan Myra sendiri.
...----------------...
Matahari mulai tenggelam di atas bukit Fair Water, dan kabut telah turun.
"Biar aku yang membawanya ke Laware," ujar Ignatius akhirnya.
Cyrill menatap Ignatius dengan pandangan yang aneh. Untuk kedua kalinya, Ignatius harus berjuang menahan kedua sayapnya yang terasa nyeri terlipat di dalam kulit.
"Baiklah! Tapi ditukar dengan Peluru Bintang," ujar Cyrill akhirnya.
Ignatius menyerahkan senjata itu, dan Cyrill menyelipkannya ke balik pakaiannya.
"Bawa dia ke sekolah itu dan cari aku, jangan sampai gagal! Aku akan mengawasimu!" ujar Cyrill dengan wajah serius.
"Lalu?" tanya Ignatius.
"Kamu dan aku harus berburu," jawab Cyrill.
Ignatius mengangguk setuju, lalu membentangkan kedua sayapnya. Dia merasakan kelegaan di sekujur tubuhnya. Dia berdiri sebentar untuk menghimpun tenaga dan merasakan perlawanan angin yang berhembus keras.
Sudah saatnya dia meninggalkan tempat buruk terkutuk ini, untuk membiarkan kedua sayapnya membawanya kembali ke tempat dia biasa menjadi diri sendiri.
Membawanya kembali ke Myra...
Dan kembali dalam kebohongan yang harus dia jalani sedikit lebih lama lagi.
"Gencatan senjata akan dimulai besok pada tengah malam!" teriak Ignatius kepada Cyrill.
Lalu dia mengepakkan sayapnya, menerbangkan pasir pantai saat dia mulai terbang dan melesat menyeberangi langit.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments
💫0m@~ga0eL🔱
jadi kepo visual cewek nya
2024-10-24
1
Ling Kun menghilang
jadi nanti bagimana tuh yang pemburu lain?
2024-09-28
2
Ling Kun menghilang
wah persiapan pemburu dimulai tuh
2024-09-28
1