BAB 19: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆

𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝒓𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈 !!,

...----------------...

Setelah beragumen dengan ketiga putranya yang tidak setuju jika putrinya di perkenalkan pada kakek mereka, mereka ragu dan takut dengan apa yang akan di putuskan oleh Ricard Emiliano Dirgantara. Agasta meyakinkan ketiga putranya jika semua akan baik baik saja. Agasta tidak ingin mengulur waktu lagi sebelum semuanya terlambat.

Hari ini putrinya begitu menggemaskan dengan pakaian lucu. berwarna pink menutupi kulit putihnya, Agasta bangun telat hingga si mungil sudah di mandikan oleh salah satu maid yang di suruh putranya Aidan.

Mencium gemas pipi putrinya yang berada di gendongannya tangan gempalnya memainkan dasi Agasta sedangkan tangan satunya memegang dot di mulutnya.

Beberapa mobil sudah berjajar siap untuk jalan, ke tiga putranya tentu saja ikut pergi dengan kendaraan masing masing.

Mata si mungil terlihat sayu menyender di dada bidang sang Ayah meminum susunya yang hampir habis" jalan jalan pelgi aik bim yayah?" ucapnya melepas dot di dalam mulutnya, penasaran.

Agasta tersenyum menanggapi putrinya" iya jalan jalan di mansion kakek, princess mau? halamannya lebih luas dengan hewan hewan yang banyak, princess bisa jelajahi bersama Ayah"

Anya mengangguk senang" Anyak, bunga? Agasta langsung membuka pintu mobil masuk, ketika melihat ketiga putranya sudah siap, tentunya ia membawa supir untuk membawa

"iya di sana juga banyak bunga lebih dari pada punya Ayah"

Si mungil termenung, kakek? sosok kakek begitu asing untuknya dahinya mengkerut halus, duduk di pangkuan Ayahnya ketika pintu mobil tertutup.

Semua keluarganya membenci dirinya, termasuk Ayahnya dan Abangnya dulu, apa kakeknya akan menerima keberadaannya. Apa? Sosok kakek akan menyanginya sama seperti Ayahnya sekarang.

Kedua mata bulatnya mendongak menatap Ayahnya ketika mendapatkan usapan di dahinya membuatnya terkejut."sayangnya Ayah memikirkan apa hmm?"

Sebelum putrinya menjawab, pintu gerbang di buka lebar bertepatan dengan mobil hitam bermerek BMW 8 Series 840i Gran Coupe.

Memasuki halaman Mansion dengan mobil hitam lainnya yang mengikuti.

Mobil Agasta yang sempat jalan dan berhenti, Agasta cukup terkejut dengan kedatangan pemilik mobil yang sudah ia ketahui siapa orangnya mengunjungi Mansion.

Agasta pipi putrinya terlebih dulu sebelum keluar dari mobil hatinya di liputi rasa gelisah saat ini.

"Sayangnya Ayah, diam dulu di sini sebentar? Ayah ingin berbicara dengan kakek. Anya tidak boleh keluar sebelum Ayah menyuruh mengerti princess?"

Anya mengangguk paham" oteh, Anya mengelti yayah"

...----------------...

Bisa di bilang baik terutama Agasta dengan aura dinginnya di hadapan Ricard, pria tua yang meyandang sebagai orang

tuanya. Tatapan matanya beralih menap tajam seorang pria yang tak

jauh berbeda dengan umur Ricard. urat leher Agasta terlihat jelas dengan gigi bergemeletuk sesaat sebelum kalimat Ricard selesai tangannya memecahkan meja di hadapanya.

Prank

"Bagaimana bisa kau dengan gampangnya menyerahkan hak asuh putriku pada pria sepertinya lebih Apa hakmu tuan Ricard!" wajahnya terlihat memerah menatap nyalang pria tua itu.. Tak jauh berbeda dengan Ayahnya Alaska, Xander, Aidan di luputi rasa amarah. "Bagaimana bisa anda mengambil keputusan sepihak!" saut ketiganya berbarengan.

Xabiru turut bangun dari posisinya saat ini yang bersada di samping Ricard"Aku tidak menyetujui keputusanmu kakek!"untuk pertama kalinya ia memberontak.

Sean benar benar tak bisa berkata kata dengan ucapan Ayahnya sendiri, sedangkan Azura menggigit bibirnya khawatir ia sudah berusaha mengatakan kebenaran pada Ayah mertuanya itu namun sebelum menyelesaikan

perkataanya ia malah mendapatkan berita mengejutkan langsung dari pria tua itu hingga membuatnya terdiam seribu. bahasa, tapi bukankah yang terpenting ia sudah berusaha jadi bukan salahnya jika sudah begini.

"sungguh anak yang malang "batinnya.

Ricard menyembunyikan rasa keterkejutannya dengan wajah datar ketika mendapatkan penolakan dari putra dan juga ketiga cucunya itu. Ada apa dengan reaksi mereka bukankah seharusnya senang hama di Mansion sudah pergi, bukankah selama ini mereka

juga menginginkan hal yang sama. Apa yang salah dari rencananya sudah bagus ia tidak membuang makhluk kecil itu, karena ia masih menggunakan

setengah hatinya membiarkan mungil itu hidup dan di urus oleh keluarga yang membutuhkan seorang putri, lagi pun ia tak membutuhkan cucu perempuan di keluarganya. Dengan santainya pria itu berucap dengan senyuman yang

terkesan meremehkan "Ada apa dengan reaksi kalian?

Bukankah makhluk kecil itu peganggu? Kalian sendiri yang menginginkannya pergi lantas apa yang salah?"

"jangan membuang waktu lagi biarkan Tuan Zegran membawanya kau berpura pura lupa Agasta? kau juga sudah menyerahkan semuanya padaku tentang apa yang harus aku takukan terhadap hama di keluarga kita ini" dada Agasta bergemuruh amarahnya meledak begitu mudahnya. mengucapkan hal itu, ia ingin mendegar kata selanjutnya

yang keluar dari mulut Ayahnya sendiri. "Aku sudah menyetujuinya, tuan Zegran sudah menyerahkan.harta berharga berupa perusahaan yang kau incar selama-lamanya Agasta, setidaknya ia berguna sebelum pergi"

Dengan gigi bergemeletuk gerakan Agasta begitu cepat langsung memegang jaket hitam kebanggaan pria itu" Putriku bukan barang yang bisa kau tukar seenaknya TUAN RICARD!"

"IYA AKU MEMANG MENYETUJUI SEMUA KEPUTUSANMU TAPI ITU DULU" Murkanya.

...----------------...

Arthur membiarkan kedua orang tua itu berjalan memimpin di depan ia memilih memperhatikan sekitar la merasakan putrinya berada di sekitar sini, bukan di dalam Mansion yang terlihat luas.

Tak sengaja tatapannya jatuh pada dua bocah laki laki yang asik mengetuk salah satu pintu mobil, entah mengapa langkahnya berbelok menuju keduanya di bandingkan

mengikuti pria yang bersatus kakek dari putrinya. "boneka cantik buka pintu mobilnya dong! Kita main?"

ajaknya yang terdengar di telinga Arthur. "no, Anya ndak boleh luar kata yayah tunggu cini dulu" pintu

mobil berhasil di buka oleh si mungil dengan pipi yang hampir di penuhi coklat yang berada di tangannya. Teo tertawa sedangkan Deon terkekeh melihat pipi gembul Anya yang terdapat noda coklat di sana.

Arthur mempercepat langkahnya dengan degup jantung yang berdetak semakin kencang air matanya menetes detik itu juga, putrinya baik baik saja di sini. Tangannya mengepal perasaanya saat ini bercampur haru

ingin segera membawa putrinya pergi. Teo menoel pipi gembul itu yang terdapat noda coklat tangannya dengan telaten membersihkan wajah Anya, Deon

ikut membantu tidak ada tisu di sekitar mereka. Deon mencari sesuatu yang berguna di dalam mobil namun nihil ia tidak menemukan kain" Paman apa tidak ada tisu disini?"tanya pada sang supir. Menyadari pertanyaan tuan mudanya supir itu menoleh"

"Tidak ada tuan muda, jika anda membutuhkannya saya akan ambilkan tawarnya", Deon menyetujui dengan anggukan, Melihat supir itu keluar bertepatan dengan si mungil yang menduselkan wajahnya di baju Deon, hidungnya terasa gatal hingga tak ada pilihan lain selain menduselkan wajahnya pada baju sepupunya itu. Beruntungnya Deon mengenakan pakaian berwarna hitam

wajah si mungil sudah bersih dari noda coklat terlihat hidung kecilnya yang memerah, dengan mata bulatnya terlihat yang berkedip" yah, bajunya kotor Anya tidak sengaja aaf ya mbang" ucapnya menyesal sudah membuat baju sepupunya kotor.

Teo mengusap gemas rambut halus Anya tidak perlu meminta maaf boneka cantik tidak salah wajahnya Anya menunduk tetap saja ia melakukan kesalahan baju bagus sepupunya kotor karena ulahnya.

Melihat coklat yang masih la genggam membuatnya mengembangkan senyuman lantas mendongak kembali bertepatan dengan tangan Deon yang mengusap surainya

terhenti ketika mata bulat itu menatapnya" hump Anya calah, Coklat ini untul mbang eon aja, Anya calah coklatnya juga calah cudah kotolin baju mbang, hukum coklatnya makan cama mbang" ucapnya polos. Deon mencerna perkataan boneka cantiknya ini yang begitu menggemaskan, tangannya mengambil coklat Anya dengan senang hati ia memakannya di hadapan si mungil hingga

habis"coklatnya sudah di hukum sama abang di makan sampai habis, sekarang Anya juga harus di hukum ya kan?" Deon dengan senyumannya yang terlihat menawan berbanding terbalik dengan wajah Teo sekarang yang terlihat

bergidik ngeri ada apa dengan kakaknya itu akhir akhir ini lebih sering mengekpresikan dirinya. Si mungil membulatkan matanya ia takut jika di hukum menatap memelas pada Deon" hump Anya... Anya dapat hukuman, Abang makan coklatnya kesukaan Anya, Anya sedih itu sudah termasuk hukuman" ungkapnya polos Deon

dengan gemas menggit pelan pipi gembul itu hanya sebentar. Ya ampun betapa polosnya boneka cantiknya ini. Senyumannya memudar ketika seorang pria dewasa mengambil tubuh mungil itu di hadapannya"hiks hiks Sayang"

ungkapnya lansung memeluk tubuh mungil itu bahkan menghadiahinya dengan kecupan kecupan hingga membuat si mungil terdiam bingung

...----------------...

"Tapi semua di sepakati bahkan tuan Ricard sudah menandatanganinya, hak Asuh putrimu sudah jatuh pada Keluarga kami Agasta" Zegran tindak mungkin mundur untuk apa ia takut sedangkan pengusa berada di pihaknya,

Tubuhnya di lindungi bodyguardnya ketika Agasta hendak menyerang. Ricard menghela nafas atas ke kacauan yang terjadi" Dari pada mengabaikan keberadaanya akan lebih baik dia pergi dan di sayang oleh keluarga barunya Agasta daripada kau menyakitinya dengan pengabaian" Agasta tak tinggal diam" Aku sudah menyanginya kau tidak tau itulah Aku sudah menyesalinya bahkan aku sudah

melimpahkan kasih sayangku padanya Tuan Ricard! Aku menyesali setiap sikapku padanya dia sudah menjadi bagian."penting dari diriku saat ini, kau ingin putramu hancur kembali Ayah" ucapnya dengan mata memerah air mata menggenang,

Zegran mengalihkan ketika Agasta menatapnya, bagaimanapun putranya sudah menantikan. hari ini ia tidak ingin melihat putranya kembali

...----------------...

Beberapa chapter 25 end kayanya deh

400+ spam nexnya 100 vote

Terimakasih

See you nex time

Terpopuler

Comments

🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐

🇮  🇸 💕_𝓓𝓯𝓮ྀ࿐

imut banget /Kiss//Kiss//Kiss/

2024-07-17

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1: MERYA
2 BAB 2 : ANYA
3 BAB 3: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
4 BAB 4: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
5 BAB 5: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
6 BAB 6: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
7 BAB 7: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
8 BAB 8: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
9 BAB 9: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
10 BAB 10: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
11 BAB 11: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
12 BAB 12: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
13 BAB 13: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
14 BAB 14: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
15 BAB 15: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
16 BAB 16: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
17 BAB 17: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
18 BAB 18: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
19 BAB 19: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
20 BAB 20: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
21 BAB 21: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
22 BAB 22: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
23 BAB 23: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
24 BAB 24: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
25 BAB 25: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
26 BAB 26: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
27 BAB 27: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
28 BAB 28: FAMLIY POSSSESSIV Ending ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
Episodes

Updated 28 Episodes

1
BAB 1: MERYA
2
BAB 2 : ANYA
3
BAB 3: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
4
BAB 4: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
5
BAB 5: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
6
BAB 6: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
7
BAB 7: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
8
BAB 8: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
9
BAB 9: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
10
BAB 10: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
11
BAB 11: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
12
BAB 12: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
13
BAB 13: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
14
BAB 14: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
15
BAB 15: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
16
BAB 16: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
17
BAB 17: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
18
BAB 18: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
19
BAB 19: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
20
BAB 20: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
21
BAB 21: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
22
BAB 22: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
23
BAB 23: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
24
BAB 24: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
25
BAB 25: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
26
BAB 26: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
27
BAB 27: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
28
BAB 28: FAMLIY POSSSESSIV Ending ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!