𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝒓𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈 !!,
...----------------...
Semuanya berkumpul di ruang keluarga termasuk teman teman Aidan, Sean memperhatikan wajah keponakannya itu yang lebam di beberapa bagian tidak meringis sedikitpun yang terlihat hanya wajah datar yang ketara.
Sean menyayangkan kesempatan yang di berikan Agasta pada mereka semua, sudah pasti Mahluk mungil itu tidak akan di biarkan keluar dari Mansion sedikitpun.
Jelas si mungil menanggung kejadian hari ini kebebasannya melihat dunia luar di tutup rapat rapat oleh Agasta sekarang. Entah ia harus merasa senang atau kasihan, Sean bingung.Apa lagi sekarang Agasta sudah tidak mempercayakan putrinya pada siapapun.
Azura menengkan putranya yang menangis karena kaget dengan kejadian yang terjadi di depannya di pasar malam.
Mendegar semua penuturan dari salah satu teman Aidan yang memukul wajah putranya hingga luka lebam yang cukup parah. Agastapun merasa tersentil.
Xander tanpa rasa takut menatap langsung manik gelap Agasta dengan tenang." Aku hanya ingin memberi balasan pada putramu itu saja" semua yang di katakan Aidan padanya dengan sedikit bumbu kebohongan mengenai Anya,
beruntung si mungil berceloteh menjawab setiap pertanyaanya raut wajah ceria tanpa si mungil sadari hatinya berdenyut sakit setelah mengetahui perlakuan kasar Dirgantara sebelumnya terhadap Anya
"anak kecil seperti Anya dengan mudahnya memaafkan kesalahan kalian yang menurut orang dewasa sepertiku sudah begitu fatal"
Pandangan Xander beralih menatap Aidan"putramu masih beruntung mendapatkan luka yang hanya sebatas luka fisik jika di obati, bisa sembuh, tapi berbeda dengan Anya, Makhluk kecil itu pasti memilki luka batin mungkin sampai hari ini belum terlihat pasti suatu waktu luka batin itu perlahan lahan akan terlihat"
"hanya saja kita belum menyadarinya, mengapa aku tau? Karena aku pernah mengalaminya Tuan Agasta"Xander tak ingin apa yang di alaminya, terjadi pada orang di sekitaranya.
Netranya menagkap tangan Agasta di bawah sana yang terlihat gemetar, bahkan raut wajahnya terlihat terguncang.
Berdiri dari duduknya menghampiri Agasta, menepuk bahu pria itu pelan, tingginya dengan Agasta tak jauh berbeda" jadi apa yang saya lakukan hanya sebagai bentuk pembalasan kecil saja, saya bersyukur kalian sudah meminta maaf tetapi tetap saja harus sedikit menerima pelajaran bukan? Saya hanya mewakili tangan gempal si mungil yang belum bisa membalas kalian"
Xander menoleh pada teman temannya mengkode, berutung mereka cepat tanggap" Tuan Agasta kami pamit pulang, lain hari kami akan kembali mengunjungi Mansion untuk bermain dengan princess keluarga Dirgantara"
...----------------...
Memandikan putrinya yang akhir akhir ini begitu Aktif. 2 hari telah berlalu setelah kejadian itu, Agasta memanggil psikiater untuk memeriksa kondisi putrinya pasalnya ia takut, apa yang di katakan oleh teman putranya terjadi pada putrinya.
Rasa Trauma yang pasti ada jika Xander memiliki Alter Ego, berbeda dengan putrinya yang memiliki rasa takut dengan tempat gelap dan suara bentakkan otomatis tubuh putrinya akan bergetar takut tanpa henti, hal itu terjadi melalui beberapa tes dan pertanyaan.
Maka hari ini Agasta benar benar bersabar menemani putrinya bermain di halaman belakang, usia putrinya yang masih berumur 4 tahun masa aktif aktifnya bermain dan belajar dengan lingkungan sekitarnya terutama terhadap hewan hewan yang di jumpainya, bahkan cacing tak lepas dari pertanyaannya.
"yayah, angan di cimpen di tanah agi anti mati loh" peringatnya, saat Agasta berniat menimbunnya dengan tanah.
"takut anak itu mengambil kembali cacing di tangan Ayahnya cinpen lumput anti pulang cendili" ucapnya menasehati sang Ayah.
Mata bulatnya mengedar melihat sekitar tak lama mara itu melotot lucu ketika melihat kupu kupu yang hinggap di dahan pohon dengan langkah kecilnya tentunya Agasta terkekeh dengan ucapan polos putrinya.
"Nah mau kemana lagi princess, sayang?" Ayah
Si mungil menghentikan langkahnya yang tengah mengendap ngendap, terlihat wajah kesalnya yang begitu lucu. Kedua alisnya menukik pada sang Ayah" shuut yayah angan belicik anti telbang upu upunya" ucapnya dengan sedikit kesal selalu di ganggu oleh Ayahnya itu.
Agasta menahan kedutan di bibirnya, berjongkok menyanakan tingginya dengan tubuh putrinya.
"oh, maafkan Ayah ya sayang" ucapnya dengan suara rendah
ketika mendapatkan peringatan dari tangan putrinya. Yang lansung berlari mengejar kupu kupu yang sudah pergi terbang mengepakkan sayapnya.
Agasta merapatkan bibirnya ketika putrinya berbalik kembali tidak melanjutkan pengejarannya, ia jadi merasa bersalah saat ini.
Kedua matanya terlihat basah dengan tangis yang sebentar lagi akan pecah, kesal dengan Ayahnya hingga membuat kupu kupunya terbang tinggi.
Agasta bergegas menghampiri putrinya, lihat bibir mungilnya itu yang bergetar karena ulahnya terlihat begitu lucu, bukan saatnya untuk mengagumi sebelum tangisannya pecah karena ulahnya
" Maafkan Ayah jangan menangis sayang" lansung mengecup pipi putrinya agar tidak menumpahkan. tangisannya.
"yayah akal" menepuk nepuk tangan Ayahnya.
Alaska menghampiri dengan sedikit terburu buru dua hari di sibukkan dengan tugasnya membuatnya frustasi tidak bertemu dengan adiknya itu.
Hiks hiks
"Apa yang kau lakukan padanya Ayah!"
...----------------...
Kondisi Arthur sudah jauh lebih baik di bandingkan hari hari
kemarin, Wajahnya terlihat segar, tubuhnya berbalut jas hitam penampilannya terbilang sempurna. Pria itu ingin cepat pulih setelah mendegar penuturan Ayahnya mengenai putrinya yang di jaga dengan baik oleh keluarga Dirgantara.
Untuk sekarang ia harus mengurus perusahaanya yang sempat la tinggalkan begitu saja, dan memulai kembali aktifitasnya seperti biasa. Kerjasama kali ini melibatkan Keluarga Dirgantara yang tentunya semakin membuatnya bersemangat.
Pintu di ketuk dari luar, membuatnya lansung bergegas membuka pintu" Sudah siap, waktunya kita pergi Arthur" Agasta iya aku sudah siap, mari kita berangkat" Putranya kembali seperyi sedia kala sudah membuatnya senang, mungkin pertemuannya kali ini dengan Dirgantara
tentunya membahas hal lain. Tanpa sepengetahuan putranya ia memohon pada kepada keluarga Dirgantara, hanya demi putranya dan juga istrinya yang terus menangisi keadaan Arthur. Hingga membuatnya nekat mengutarakan keinginanannya,
terserah mereka ingin mengambil apapun dari hartanya demi sebuah imbalan. Pria itu rela asal senyuman keluarga kecilnya kembali, termasuk jika harus bersandiwara sekalipun ia rela.
Langkah Arthur terhenti" Ayah, ayo kita pergilah" melihat Ayahnya melamun.
...----------------...
Kendaraan mereka sudah siap meninggalkan area sekolah, berita baru membuat mereka gempar dua hari lalu terutama
foto yang tersebar di group mengenai, Xander bersama seorang anak kecil yang terlihat imut.
Membuat mereka betanya tanya, apa benar Xander sudah memiliki buntut, jika tentang keluarga Gray ala mereka tau,Xander tidak memiliki adik perempuan maupun laki laki
mereka tahu Xander anak tunggal. Aidan masih perang dingin dengan Xander, lebih tepatnya.Xander yang mengabaikan keberadaan Aidan.
Padahal Aidan paling mengerti keadaannya saat itu, tapi lihatlah kelakuannya tak jauh bebeda dengan keluarganya. Dan hal itu membuatnya kecewa.
la juga sudah mengetahui kabar bahwa Anya memiliki trauma, yang tentunya ia sudah menduga hal itu. Kebetulan waktunya senggang hari ini, memungkinkannya untuk mengunjungi Mansion Dirgantara.
Melihat jalan sudah lengang tanpa memberi tahu teman temanya tujuannya motornya melesat meninggalkan mereka yang terlihat kebingungan. "lah tuh anak mau kemana?" Zaegar dengan wajah. bingungnya.
Arah pulang rumah bukan kearah kanan, Aidan tentu saja tau kemana motor Xander melesat. Hal wajar jika temannya itu masih mendiamkannya.
...----------------...
"Dia sudah membuat janji denganku jadi biarkan dia masuk" ucap seorang pria yang sibuk dengan berkutat mengurus dokumen di tangannya.
Suara pintu, tidak sedikitpun mengalihkan perhatiannya, ia menyadari orang itu berdiri menghadapnya"duduklah"
titahnya ketika pria yang tak jauh terlihat seusia dengannya.
"lansung saja keinti, aku tidak suka membuang waktu, sesuai kesepakatan aku mengambil alih salah satu perusahaanmu"sontak saja perkataanya membuat orang di depannya terdiam terkejut.
"semudah itu?"batinnya.
...----------------...
TBC
Terima kasih atas kerjasamanya dalam memberikan vote dan juga spam nexnya('▽')♡
400 vote + 100 spam nexnya. Lanjut!!!
Votenya
See you nex time
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 28 Episodes
Comments