BAB 10: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆

𝑯𝒂𝒑𝒑𝒚 𝒓𝒆𝒂𝒅𝒊𝒏𝒈 !!

...----------------...

Tepat pukul tiga sore mereka sudah siap berangkat dengan si mungil yang sudah di dandani selucu mungkin oleh Seravina.

Bertepatan hari terakhirnya bekerja di Mansion Dirgantara, ternyata bukan tanpa sebab mereka pergi Aidan merencanakan semuanya dengan matang.

Berbekal sedikit pengalaman tentang cara mengurus bayi membuatnya nekat memecat Seravina. Aidan mempunyai sifat keras kepala di antara kedua Abangnya yang lain, jika Alaska menerima aturan Agasta meski sedikit meberontak tapi ia tetap tunduk begitupun dengan Xavier.

Aidan memiliki rasa kepemilikan berlebih pada adik kecilnya itu tentunya kedua Abangnya tidak tau niat terselebung memecat Seravina.

la tak suka adiknya bergantung pada orang lain, sedari pagi si mungil menempel dengan pengasuhnya di bandingkan dengan dirinya begitupun kedua Abangnya mendapatkan penolakan dan alhasil niat hati pergi pagi berjalan jalan di undur sore hari.

sekarang si mungil malah anteng dengan sepupunya itu, tapi setidaknya ia sudah menyingkirkan satu orang dengan mudah.

Beruntung ia menggunakan logikanya dalam mengambil keputusan hari ini jika dengan emosi maka lain cerita mungkin menghilangkan nyawa Seravina menjadi pilihannya.

Tapi ia masih memeliki hati memberikan kesempatan hidup, setidaknya Seravina sudah merawat adiknya dengan baik saat mereka lalai mengabaikan keberadaan si mungil.

Seravina memaksakan senyumannya saat tangan gempal itu melambaikan tangannya memasuki mobil bersama keempat pria dingin itu, apa lagi tatapan Alaska.

Sekuat tenaga Seravina menahan tangis setidaknya nonanya sekarang di sayang oleh keluarganya.

"Selamat tinggal Anyaku sayang bibi sangat menyayangimu" batinnya, mobil hitam pergi meninggalkan Mansion begitupun dengan dirinya.

...----------------...

"Sialan! kau berani memukul wajahku hah!" amarahnya tersulut saat seorang pria berlari lalu tanpa aba aba lansung menghajar wajahnya begitu saja.

Pria yang menghajar Agasta di tahan oleh kedua bodyguardnya, tatapan netranya berwana merah tengah menatapnya dengan nyalang "jangan pernah kau berpikir untuk membunuh putriku!" teriaknya dengan tangan bercucuran darah.

Agasta baru menyadari hal itu, terlihat wajahnya yang memucat" Berikan putriku padaku! Jangan menyakitinya, Lepaskan aku!" teriaknya ketika kedua bodyguard menahan tubuhnya.

"Apa yang kau katakan?" bingungnya.

"Sialan! aku akan mencarinya sampai keujung dunia manapun kembalikan putriku!" teriaknya penuh emosi di hadapan Agasta.

Agasta menyadari sesuatu mungkin pria itu gangguan mental ketika dua sosok pria berlari menghampirinya, " Maaf mengganggu kenyamanan anda....., sekali lagi maaf. Tuan kami sedang dalam pemulihan karena kehilangan putri satu satunya" ucap salah satu dari mereka dengan raut wajah panik menunduk.

Agasta memperhatikan pria yang tak jauh berdiri di hadapanya nampak terlihat seusia dengannya, iya pria itu gila mungkin karena kehilangan putri yang sangat di sayangnya.

"Apa yang kau bicarakan putriku masih hidup, dia disini"ucpnya tak terima..

"Berapa usia putrinya?"ketika Agasta memberi kode kepada kedua bodyguard agar melepaskannya.

Dan mebiarkan kedua pria itu memapah pria yang terlihat kacau saat ini" 10 tahun" ucapnya.

la merasakan sakitnya kehilangan orang yang di sayang mengingat kembali mendiang istrinya saat itu ia menggila, dan apa lagi sekarang ia memiliki putri yang berusia 4 tahun.

Mengingat semua itu ia tak mau semua terulang kembali kehilangan sudah pernah ia rasakan dan hal seperti itu tidak mau lagi terulang.

Keringat dingin terlihat di wajahnya. "ku mohon jaga selalu keluargaku Tuhan, terutama putriku cahaya baru di dalam kehidupanku" batin Agasta.

"sekali lagi Maaf" tuturnya membawa pergi dengan pria itu yang selalu berteriak"Putriku masih hidup!"

Sepulang dari urusannya dan kejadian hari ini membuatnya perasaannya terganggu. la tak ingin kehilangan putrinya seperti pria itu.

"ubah kita, sekarang Mansionku" titah Agasta pada supirnya, tadinya setelah ini ia akan menemui pak tua yang tak lain Ayahnya mungkin bisa mengganti hari.

Di sinilah keposesifan Agasta di mulai.

...----------------...

Keempat pria itu duduk di dalam mobil membiarkan bodyguard membeli apa yang di inginkan si mungil.

Jajanan yang mereka pilih di sebuah toko roti ternama pasalnya sebelum sampai tujuan banyak jajanan pinggir jalan yang membuat si mungil itu tertarik ingin membelinya.

Tentu saja keempat pria itu tidak setuju dan membiarkan si mungil menangis tersedu sedu meskipun tak tega melihat bibir itu bergetar tak ada pilihan lain selain membeli tapi di tempat yang sudah pasti kesehatannnya.

"ndak boyeh?" tanya si mungil ketika tangisnya reda di berikan penjelasan oleh Xabiru.

"tidak sehat untukmu" lanjut Xabiru mengecup pipi Anya, tangannya mengusap liquid bening si mungil.

Si mungil mengerutkan dahinya dengan mimik wajah terlihat berfikir kemudian menatap mata gelap Xabiru "api cenapa kalo ndak cehat di jual?" yang di maksud adalah anak anak yang membeli di pinggir jalan tadi.

"karena mereka tidak tau makanan itu tidak sehat sedangkan Abang tau, karena Abang dokter" ucap Xabiru berbohong. keluarga Dirgantara hanya tertarik di bidang perusahaan selain itu mereka tidak berminat.

ketiga Abangnya yang lain menatap satu sama lain mereka benar benar masih belajar dalam mengurus dan memahami babynya. Hanya bermodalkan nekat dan rasa kepemilikan membuat mereka serakah satu sama lain.

Suara ketukan di kaca mobil mengalihkan perhatiannya, salah satu bodyguard memberikan beberapa macam roti dengan berbagai bentuk.

Alaska terlebih dulu memberikan salah satu roti berbentuk beruang yang di dalamnya terdapat limpahan coklat.

"acik Anya au!" semangatnya meronta di pangkuan Xabiru, Xabiru hendak menahan badan mungil itu beranjak tangannya tapi di tahan oleh seseorang yang duduk di kursi depan mobil.

Berhasil pindah duduk di pangkuan Abang pertamanya Alaska, memberikan roti yang lansung di terima dengan baik oleh adiknya.

"Egois? Gue gak egois justru kalian yang egois Aidan" Xabiru tersulut emosi atas ucapan Aidan.

"dulu di buang sekarang di sayang, haha.... Seandainya gue tau sedari awal dia masih hidup. gue bawa jauh Anya dari toxic ucap Xabiru, mendapatkan tajam dari ketiganya.

Di sinilah awal keposesifan Abanngnya muncul.

...----------------...

"Apa alasanya kali ini?"tanya pria paruh baya dengan aura dinginnya.

"Tuan Agasta tidak mengatakan alasannya, selain mengatakan tidak bisa datang"

Pria itu diam membawa segelas Alkohol di tangannya, untuk ia teguk hingga habis.

"kapan dia akan mengerti dengan tugasnya dan segera memindahkan pembunuh kecil itu keluar dari Mansion Dirgantara, segala kenangan menantuku ada di sana hingga meninggalkan luka yang mendalam di sini" memejamkan matanya sejenak.

Si mungil sibuk memakan coklatnya ketika ketiga Abangnya cekcok di dalam mobil sama sekali tidak membuatnya terganggu hingga pintu kaca di ketuk dari luar oleh seseorang.

"Apa yang kalian lakukan disini?" ucap seseorang dari luar ketika kaca mobil turun.

...----------------...

TBC

Tiga hari day absen up ya, sekarang upa lagi jujur nih selain karena kerjaan. Day juga lupa rangkaian cerita yang udah di buat Alhasil baca cerita di ulang ulang biar dapet lagi tuh ide yang ilang

250 votenya + Spam nexnya 100 Votenya

See you nex time

Episodes
1 BAB 1: MERYA
2 BAB 2 : ANYA
3 BAB 3: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
4 BAB 4: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
5 BAB 5: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
6 BAB 6: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
7 BAB 7: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
8 BAB 8: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
9 BAB 9: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
10 BAB 10: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
11 BAB 11: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
12 BAB 12: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
13 BAB 13: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
14 BAB 14: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
15 BAB 15: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
16 BAB 16: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
17 BAB 17: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
18 BAB 18: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
19 BAB 19: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
20 BAB 20: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
21 BAB 21: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
22 BAB 22: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
23 BAB 23: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
24 BAB 24: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
25 BAB 25: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
26 BAB 26: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
27 BAB 27: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
28 BAB 28: FAMLIY POSSSESSIV Ending ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
Episodes

Updated 28 Episodes

1
BAB 1: MERYA
2
BAB 2 : ANYA
3
BAB 3: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
4
BAB 4: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
5
BAB 5: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
6
BAB 6: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
7
BAB 7: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
8
BAB 8: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
9
BAB 9: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
10
BAB 10: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
11
BAB 11: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
12
BAB 12: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
13
BAB 13: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
14
BAB 14: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
15
BAB 15: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
16
BAB 16: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
17
BAB 17: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
18
BAB 18: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
19
BAB 19: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
20
BAB 20: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
21
BAB 21: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
22
BAB 22: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
23
BAB 23: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
24
BAB 24: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
25
BAB 25: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
26
BAB 26: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
27
BAB 27: FAMLIY POSSSESSIV ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆
28
BAB 28: FAMLIY POSSSESSIV Ending ⋆ ˚。⋆୨ ୧⋆ ˚。⋆

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!