.
.
.
.
Di pagi hari tepat pukul 09.00 kedua sejoli sedang bersiap-siap untuk kerumah Faria memberikan bingkisan yang di titipkan oleh Ibu Afi, mereka pun menyiapkan apa saja yang mau dibawa kerumah Faria tak lepas itu mereka begitu takut terkena hukuman jika lama-lama berkunjung dirumah seorang wanita dan memutuskan hanya sebentar untuk bertamu agar tidak menimbulkan kecurigaan ketua asrama.
" Gus Vicky , ayo cepat nanti keburu ketahuan ketua asrama " Ajak Afi terburu - buru.
" Iya bentar Afi ini ambil peci , sabar " Jawab Vicky sambil memakai peci nya.
Tak lama kemudian Vicky pun berjalan menghampiri Afi diluar kamar asrama.
Ayo kita berangkat udah dibawa semua kan ? Tanya Vicky
" Udah siap semua Gus " Ucap Afi sambil mengacungkan kedua jempolnya.
" Bentar lagi kita kalau udah sampai rumah Faria sebentar aja ya takut kenak denda ketua asrama malah tambah runyam " Sahut Vicky .
" Oke siap tenang aja habis ngasih dan bersalaman langsung pamit pulang " Jawab Afi tersenyum.
" Kamu udah kasih tau Faria kalau mau kerumahnya Afi ? " Ucap Vicky.
" Enggak lah Gus ini kan surprise untuk dia , takutnya ntar dia malah nggak mau temui aku sebentar aja " Jawab Afi sambil terkekeh
" Iya iya si paling bucin " Ucap Vicky sambil meledeknya
" Nanti Gus kalau udah punya pasangan pasti bucin juga lihat aja ya " Sahut Afi mengultimatum Vicky
" Hadeh kita lihat aja ntar kalau udah jadi kakek-kakek hahaha " Ucap Vicky sambil tertawa.
" Hah , emang Gus nggak mau nikah gitu masak iya nunggu tua ? " Ucap Afi sambil menepuk jidatnya.
" Iya entahlah kita lihat aja Afi jodoh , rejeki semua sudah ada yang atur kita Cuma bisa berdoa saja " Jawab Vicky santai.
" Iya iya iya si paling alim sama wanita " Ucap Afi sambil terkekeh lirih.
" Gimana mau jatuh cinta dengan wanita lagi , sedangkan orang yang aku cintai saja sudah bersama kamu Afi aku hanya bisa ikhlas untuk semua ini " Ucap Vicky sambil bergumam dalam hati.
" Eh , ayo Gus jalan kok malah melamun sih !! " Ajak Afi sambil membuyarkan lamunan Vicky
" Eh iya ayo siapa juga yang melamun kamu ini ya " Jawab Vicky sambil mengalihkan wajahnya.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai dirumah Faria san mengetuk pintu rumah.
Tok
Tok
Tok
" Assalamualaikum " Ucap mereka berdua mengetuk pintu.
Ceklek
" Waalaikumsalam " Jawab Ayah membuka pintu rumah.
"' Ayah , Faria nya ada kah ? " Tanya mereka sambil mencium tangan Ayah
" Eh kalian mari masuk , ada kok di kamar nya
Bentar ayah panggil dulu kalian duduk aja ya ? " Jawab Ayah mempersilahkan masuk dan memanggil Faria.
" Baik yah " Sahut Mereka
" Faria , nak itu ada Afi dan Vicky di ruang tamu nyariin kamu '" Ucap Ayah memanggil nya.
" Iya ayah bentar Faria pakai kerudung dulu tunggu aja !! " Jawab Faria sambil mengambil kerudungnya.
" Iya sudah . Kalian tunggu aja dulu ya , bentar ayah ke dapur panggil Umi buatin minuman dulu " Ucap Ayah berjalan ke arah dapur.
" Yah , nggak usah repot-repot kita Cuma sebentar aja kok yah " Jawab Afi menolak dengan halus.
" Oalah, iya sudah kalau begitu " Jawab Ayah sambil berlalu ke dapur.
Tap
Tap
Tap
" Eh kalian ada apa tumben Cuma berdua ? " Tegur Faria menyapa mereka.
" HEhehehe, nggak ada kita Cuma main aja kok tadi Wahid diajak nggak mau nungguin di asrama " Jawab Vicky tertawa lirih .
" Oalah iya iya, ada apa ni tumben jam segini sampai rumah ku ? " Ucap Faria sambil duduk di sofa.
" Oh iya inii hubby ada titipan dari Ibu untuk kamu " Ucap Afi sambil menyodorkan paper bag.
" Oalah Kak , makasih banyak salamkan terimakasih ku kepada beliau " Jawab Faria sambil mengambil paper bag nya.
" Iya sudah aku pamit dulu hubby, takutmya ketahuan ketua asrama terkena hukuman hehe " Ucap Afi sambil terkekeh.
" Em, em iya sudah makasih hadiahnya " Jawab Faria sambil tersenyum manis
" Iya hubby sama – sama jangan lupa di buka ya ? " Sahut Afi tersenyum.
" Iya Kakak pasti aku buka " Jawab Faria.
" Ayo Vicky kita kembali ke pondok " Ajak Afi sambil menarik tangan nya.
" Iya ayo " Jawab Vicky langsung berdiri.
" Kita pulang dulu ya Far ? " Pamit Vicky tersenyum.
" Iya Vicky hati-hati ya kalian di jalan " Jawab Faria sambil mengantarkan di depan rumah.
" Oke siap hubby " Sahut Afi tersenyum dan berjalan pulang
Faria pun berjalan menuju kamarnya dan membuka paper bag besar melihat isi nya , ternyata di dalam nya ada tas, gamis, kerudung bermerk dan tak lupa juga di selipkan black card dia bingung begitu banyak hadiah yang di beri oleh calon mertua nya entah bagaimana dia mengucapkan terimakasih lagi padahal belum menjadi seorang istri anaknya tapi sudah di manja seperti ini.
" Ya Allah Ibu kenapa banyak banget hadiahnya ya , ini kenapa juga ada kartu begini kan aku belum jadi istrinya Kak Afi " Ucap Faria bingung
Tak lama kemudian Umi masuk kedalam kamar Faria karena Ayah memberitahukan bahwa tadi ada Afi tapi setelah dilihat di ruang tamu sudah kosong.
" Faria , katanya ada Nak Afi dan Vicky diruang tamu tapi di cari kok kosong ? " Tanya Umi sambil berjalan ke arah Faria.
" Iya Umi mereka Cuma sebentar ngasih titipan dari Ibu nya Kak Afi ini banyak banget Mi " Jawab Faria sambil menyodorkan paper bag nya.
" YA Allah banyak banget ini , kamu bersyukur punya calon mertua begitu sayang sama kamu nak " Ujar Umi sambil membuka Paper bag lainnya.
" Iya Umi " Jawab Faria begitu singkat.
" Ini kartu siapa nak , Umi kan nggak pernah kasih kamu seperti ini ? " Ucap Umi sambil membolak - balikkan black card tersebut.
" Ini dikasih Kak Afi Umi tadi di selipkan di dalam paper bag nya, entahlah kenapa juga harus dikasih ini " Jawab Faria sambil mengedihkan bahu nya.
" Ya Allah calon suami yang Sholeh salamkan terimakasih banyak ya dan apa ini nggak berlebihan ya Nak banyak banget " Ucap Umi begitu kagum.
" Itu pasti Umi, iya nggak tau juga Umi nanti Faria bilang ke Kak Afi aja " Jawab Faria.
" Iya sudah Umi mau lanjut masak dulu ya , kamu beresin ini semua taruh di almari nak " Ucap Umi sambil berlalu ke luar kamar.
" Iya siap Umi " Jawab Faria.
" Ya Allah terimakasih Engkau memberikan calon Menantu yang begitu baik untuk anak hamba , berikan mereka kebahagian selalu Amiin " Ucap Umi lirih di depan pintu kamar Faria.
" Apa aku telvon Kak Afi aja ya , tapi kan jam segini lasti nggak pegang handphone aku chat aja dah mungkin udah sampai pondok " Ucap Faria menatap layar ponsel.
Faria
Assalamualaikum Kak , apa sudah sampai ?
Tring
Tring
Tring
Beberapa menit kemudian tidak ada balasan dari Afi , Faria pun membereskan semua nya sambil menunggu balasan chat dari Afi.
Tring
Tring
Tring
Kak Afi
Waalaikumsalam Hubby, ini baru sampai .
Faria
Alhamdullilah kalau udah sampai Kak
Oh iya Kak ini kok ada black card nya di dalam paper bag nya ?
Kak Afi
Hehehe, iya hubby pakai aja buat kebutuhan sehari-hari kamu nanti kalai habis aku transfer lagi.
Faria
Ya Allah Kak lagian ini mau buat apa coba orang masih calon mantu loh ya ?
Kak Afi
Udah nggak papa hubby pakai aja itu isinya masih 200 juta kalau nanti kalau habis aku kirim lagi kan bentar lagi hubby kuliah jauh.
Faria
Tapi ini berlebihan Kak , apalagi isinya segitu mana ya mau aku habiskan mending aku tabung aja nggak papa kan ?
Kak Afi
Iya sudah terserah hubby aja seenaknya buat apa tapi jangan lupa dipakai tidak ada penolakan !!
Faria
Iya Kak, makasih banyak ya Kak untuk semuanya maafin aku dulu yang sempat cuek atau terlalu kasar sama Kak Afi .
Kak Afi
Iya sama – sama hubby, udah jangan bilang gitu yang penting sekarang kita udah bisa saling mencintai seharusnya aku yang bilang terimakasih sudah mau menerima laki – laki yang mempunyai masa lalu yang kelam ini hubby ?
Faria
Iya Kak, udah Kak aku menerima Kak Afi Apa adanya nggak memandang apapun kita sama – sama mempunyai kekurangan masing – masing di mata Allah Kak jadi jangan bicara seperti itu ya ?
Kak Afi
Iya Hubby , iya sudah aku mau ikut kumpulan dulu buat lulusan di pondok ya hubby ?
Faria
Iya Kak , jangan lupa makan teratur Kak dan salamkan terimakasih banyak kepada Ibu .
Kak Afi
Iya Hubby nanti aku salam kan
Kamu juga makan yang teratur hubby ?
Faria
Iya Kak , semangat menjalani aktivitasnya 💗💗
" Wah , jantung ku berdetak begitu cepat Wahid ah nyut nyut !! " Ucap Afi sambil memegang dadanya karena di beri balasan emoticon Love.
" HAhahaha , norak banget kamu Afi kayak nggak pernah dikasih seperti itu " Sahut Wahid tertawa sambil melihat Handphone Afi.
" HEhehehe iri bilang bos, ini kan beda yang ngasih Wahid kamu ini seneng banget ngeledek ya " Jawab Afi tertawa.
" Iya iya iya si paling bucin tingkat dewa " Ucap Wahid.
" Ayo kita rapat udah ditungguin sama Gus Vicky " Ajak Afi.
" Iya ayo let’s go baby hahahaha " Jawab Wahid tertawa lirih.
" Wah , wah alamat miring ini anak !! " Ucap Afi sambil menggelengkan kepala nya.
Mereka pun berjalan menuju pendopo pondok untuk rapat anggota kelulusan pondok tahun akhir tak terasa dia sudah mondok lama sekisar 5 tahun lebih dan pada akhirnya lulus juga meskipun banyak liku-liku yang dia alamaibsaat menerima pembelajaran pondok entah itu saat membaca kitab kuning, membaca al-qur’an dan shorofan setiap hari di pondok XXX.
Di akhir 3 tahun ini dia bisa merubah segalanya menempuh semua pelajaran di pondok nya adanya dorongan dari sang pujaan hati selalu memberi support , ceramah yang bikin merinding sehingga dia begitu berubah awalnya seorang preman kelas kakap dan pada akhirnya menjelma sebagai seorang laki-laki yang penuh wibawa, sabar, dan tidak mempermainkan hati seorang cewek.
********************************
Happy Reading 🥰🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 71 Episodes
Comments